
Malam ini seakan mencekam bagi Mitha,tak biasanya ia merasa kan takut seperti malam-malam sebelumnya,mungkin karena lawan Richard kali ini adalah bukan orang sembarangan.
Musuh Richard kali ini adalah sebuah kelompok Mafia yang bergerak di bidang narkoba dan perdagangan manusia,tidak ada yang tahu siapa pemimpin kelompok Mafia yang di juluki Black shadow itu,termasuk Richard sendiripun tidak pernah tahu siapa yang menjadi pemimpin mereka.
Suasana semakin sepi dan menegangkan,belum ada tanda-tanda pergerakan dari Black shadow,Mitha masih setia bersembunyi di balik sebuah derom.tujuan Mitha dan anak buah Richard yang lainya datang ketempat ini adalah untuk menyelamatkan anak buah Richard yang di tangkap oleh Black shadow.
Menurut informasi yang mereka dapat mengatakan bahwa teman mereka di sekap di tempat ini,karena Richard dan anak buahnya sudah menggagalkan transaksi pengiriman obat-obatan terlarang milik Black shadow,maka pemimpin Black shadow balas dendam dengan cara menangkap dan menyiksa anak buah Richard.
Dua menit kemudian terdengar suara tembakan yang mengarah pada anak buah Mitha yang ikut serta dengannya,namun tembakan tersebut tidak mengenai anak buahnya.
Mitha menanyai anak buahnya dengan menggunakan headphone yang tertempel di telinganya.
"Fabio...apa kau baik-baik saja?"tanya Mitha pada anak buahnya.
"Ya,bos.aku baik-baik saja."
"Jangan menyerang sebelum ku perintahkan,kau mengerti?"
"Baik bos!"
Mitha selalu ingin melindungi anak buahnya,ia tidak ingin jika anak buahnya mengalami luka apalagi sampai mati di hadapannya.
Mitha meringkik maju kedalam bangunan tua tersebut,menurut pengamatan Mitha sepertinya lawan mereka kali ini sengaja untuk tidak menyerang,agar memancing mereka masuk kedalam.
"Manuel...kau dan Zayn lindungi aku dari samping"
Saat Mitha ingin maju untuk masuk kedalam gedung tua tersebut,dia merubah rencananya,karena Mitha tahu betul kalau ini adalah siasat dari musuh.lama bergelut di dunia hitam sudah cukup membuat Mitha tahu membaca segala kondisi.
Seperti saat ini,Mitha tahu kalau ini adalah siasat musuh,maka Mitha pun memerintahkan anak buahnya untuk kembali ke markas.
"Fabio...dan kau Manuel,bawa anak buah kalian keluar dari tempat ini.dan kembali lah ke markas."
"Tidak bos!...kami akan tetap di sini bersama mu!"
"Kalian ingin membangkang?...ini perintah ku!" kata Mitha dengan penuh penekanan.
"Tapi bos??"
"Aku tidak ingin di bantah Manuel!...cepat kembali ke markas,ini perintah ku!!"
"Baik bos!!"
Sebenarnya Fabio dan yang lainnya enggan meninggalkan Mitha sendiri,tapi ini sudah menjadi perintahnya,karena mereka tahu betul kalau perintah Mitha tabu untuk di bantah.
__ADS_1
Meski Mitha sedikit gentar,namun ia tetap akan maju sendiri untuk menyelamatkan anak buahnya,meski apapun yang terjadi Mitha akan berusaha menyelamatkan mereka walau nyawa taruhannya.
Dengan perlahan Mitha memasuki gedung tua tersebut,di dalam terlihat sunyi terlihat seperti tidak ada siapapun di sana.tembakan awal yang Black shadow lepaskan tadi adalah pertanda bahwa Black shadow adalah musuh yang tangguh dan tidak bisa di lawan.
Ketika Mitha hendak maju satu langkah, tiba-tiba sebuah tembakan kembali di lesatkan oleh Black shadow,sepertinya anak buahnya Black shadow sengaja untuk tidak mengenai Mitha,terbukti dari tembakan yang di sengaja untuk tidak mengenai tubuh Mitha.
Mitha terpaku di tempatnya,sedetik kemudian terdengar suara tepuk tangan dari tempat yang tak jauh dari tempat ia berdiri.
"Well...well...ternyata nyali mu bagus juga,tak ku sangka seorang Richard memiliki anak buah yang cantik dan setangguh diri mu."
Suara bas dari seorang pria tampan memuji keberanian Mitha yang seorang diri menghadapi Black shadow,pria itu tersenyum sumringah menampakan rahangnya yang tegas.
"Lepaskan anak buah ku!!" kata Mitha dengan tegas.
"Anak buah mu?"
"kami tidak pernah menyekap anak buah mu"
"Jangan bermain api dengan ku,aku tidak akan memaafkan siapapun yang sudah menyakiti anak buah ku!" ancam Mitha.
"Yes!..aku suka cara mu Nona,kau sangat menarik sekali."
"Katakan dimana anak buah ku?"
"Sekali lagi aku bertanya, di mana anak buah ku?"
"Sepertinya aku harus memberikan pelajaran dulu untuk kalian." kata Mitha sembari mulai menggerakkan kakinya.namun belum sempat Mitha menyerang,tiba-tiba kedua bola mata Mitha terasa gelap dan mengabur.
Black shadow membius Mitha dengan cara menembaknya,cara satu-satunya untuk membuat wanita itu tidak berkutik adalah dengan cara membiusnya.
Black shadow tahu betul kalau Mitha sangat tangguh,oleh karena itulah maka mereka mencoba membuat Mitha tak berdaya dengan cara membiusnya.sebelum kesadaran Mitha hilang sepenuhnya,wanita cantik bertubuh ramping itu sempat mendengar pria tampan berahang tegas itu berkata.
"Bawa dia ke mansion!"
Sementara di markas Richard terlihat mengamuk dan marah besar pada Fabio dan Manuel,karena mereka meninggalkan Mitha sendiri menghadapi Black shadow.
"Bagaimana mungkin kalian bisa meninggalkan Mitha sendiri?"
"Beliau memerintahkan untuk kembali ke markas." kata Manuel.
"Kembali ke markas tanpa Mitha begitu?...kalau sampai terjadi apa-apa pada nya,maka kalian akan tahu akibatnya!" ancam Richard pada anak buahnya.mendapat ancaman seperti itu membuat anak buah Richard bergidik ngeri.
Richard mengambil pistolnya dengan amarah yang sudah membuncah,bagaimana tidak,wanita yang sangat ia sukai itu sedang dalam bahaya mengahadapi Black shadow seorang diri.Richard tidak bisa menahan emosinya,hampir saja ia meledakkan kepala Manuel dan Fabio,untung saja Richard masih ingat kalau kedua anak buahnya itu adalah orang-orang yang setia selama ini pada Richard.
__ADS_1
Mitha membuka kedua kelopak matanya dengan perlahan.sedetik kemudian Mitha menyadari kalau ia sedang berada di tempat asing.
Mitha mengingat-ingat apa yang sudah terjadi.saat Mitha sedang sibuk mengingat kejadian apa yang sudah menimpa dirinya, tiba-tiba terdengar suara pintu di buka dan Mitha pun pura-pura belum sadarkan diri.
Pria tampan berahang tegas yang baru saja masuk itu tersenyum kala melihat Mitha yang pura-pura belum sadarkan diri.pria tampan itu tahu betul seberapa lama reaksi obat bius yang di berikan pada Mitha.
"Apa kau diam-diam sudah mengagumi wajah ku yang tampan ini hah?" kata pria itu dengan seulas senyum yang tersungging di bibirnya.
Mitha masih setia dengan aktingnya yang masih pura-pura belum sadarkan diri.
"Sudahlah Mitha,jangan berpura-pura lagi,aku tahu kalau kau sudah sadar."
Mitha masih tetap diam dalam kepura-puraan nya,Mitha masih ingin mencerna tentang pria yang sedang bersamanya saat ini,Mitha sendiri heran karena pria tampan itu bisa mengetahui namanya.
"Ah.. namanya juga Mafia,jelas dia tahu siapa aku ini siapa?" desah Mitha dalam hati.
Karena Mitha tidak juga menunjukan reaksi apapun, akhirnya pria yang namanya belum di ketahui Mitha itupun merasa kuatir karena Mitha belum juga sadarkan diri.
Pria itu mendekat kearah Mitha lalu duduk tepat di samping Mitha,ia meraba kening Mitha untuk memastikan kalau Mitha sedang tidak demam,karena ia berpikir kalau Mitha sedang demam.setelah mengetahui bahwa wanita yang sedang ada di atas ranjangnya itu baik-baik saja,akhirnya pria itu kembali tersenyum dan berkata.
"em..sepertinya wanita ini belum sadarkan diri,sebaiknya aku cium dia sebelum dia sadar." kata pria itu pura-pura bicara mesum.
Mendengar pria itu ingin menciumnya,sontak Mitha langsung membuka mata dan melayangkan tinjunya tepat ke wajah pria itu.
"Auw...****!!"
Pria itu meringis kesakitan akibat mendapat tinju dari Mitha.ia melap darah segar yang keluar dari sudut bibirnya.
"Kenapa kau kasar sekali?" tanya pria itu dengan tatapan tajamnya seakan singa yang sudah siap menerkam.
Mitha diam terpaku di tempatnya,antara merasa bersalah atau tidak karena sudah melukai bibir milik pria tampan yang ada di depannya itu.
"Maaf,salah mu sendiri,kenapa kau ingin mencium ku?" kata Mitha.
Pria itu tidak memberikan reaksi apapun untuk permintaan maaf dari Mitha,ia masih sibuk mengelus sudut bibirnya yang masih terasa sakit.ia menatap Mitha dengan tajam lalu berkata.
"Aku bukan ingin memperkosa mu sehingga kau meninju ku!" katanya dengan ketus.
"Tapi kau ingin mencium ku!"
"Apa salah jika aku mencium mu?"
Kedua bola mata Mitha membulat sempurna mendengar perkataan pria asing yang ada di depannya itu,bagaimana tidak,pria asing itu dengan tidak tahu malunya berkata apakah salah jika ia mencium Mitha.
__ADS_1
"Jelas kau salah tuan!..aku tidak mengenal mu,dan kau juga tidak mengenal ku!"
"Siapa bilang aku tidak mengenal mu?"