
Setelah Samuel sampai di gedung MJ,Samuel segera memarkirkan mobil miliknya dan segera bergegas menuju lantai atas,dimana ruangan Ares berada.Setelah sampai di xdepan ruangan Ares,Samuel masuk begitu saja tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"bukankah kau sedang berada di London Ares?"kata Samuel dengan senyum pahit.
"apa kau sudah belajar untuk tidak bersopan santun Sam?"
"hah!...sopan santun kata mu?...lalu,apa sopan santun namanya jika kau menyembunyikan istri orang?"
"jika benar dia istri mu,kenapa kau selalu mengabaikanya Sam?...dimana kau saat ia terbaring sakit?...dimana kau saat ia menangis?....dan,dimana kau saat ia terluka karna perbuatan mu?"kata Ares sarkas.
Ares sudah tersulut emosi dengan pria yang adalah sahabatnya itu,bagaimana tidak,karna Samuel lah maka wanita mungil kesayanganya itu selalu murung tidak pernah ceria.
"apa maksud mu Ares?"
"kau dimana selama ini?...saat ia membutuhkan mu?"tanya Ares.
"a-aku!"kata Samuel bingung harus berkata apa.
"ya,karna kau lebih sibuk mengurus istri mu yang sudah bangkit kembali!"kata Ares.
"Ares!...jaga bicara mu!"
"Sam!...aku sangat membenci mu!...aku tidak rela kau menyakitinya,aku akan menjauhkanya dari mu,meskipun kau adalah suaminya."kata Ares tegas.
"Ares!...jangan memancing kesabaran ku!...katakan di mana istri ku?"
"aku tidak peduli Sam!...karna semakin ia dekat dengan mu,maka ia akan semakin terluka!"
"lalu,apa bersama mu,istri ku akan bahagia begitu?"tanya Samuel yang tak mau kalah.
"aku tidak mengatakan kalau ia akan bahagia!...tapi setidaknya,istri mu merasa lebih tenang jika bersama ku!"
"hohoho...kau hebat Ares!...kira-kira kau lebih di apa?...sehingga istri ku lebih merasa lebih tenang bersama mu di bandingkan aku suaminya?"tanya Samuel.
"kau tahu Sam!...karna aku lebih memahaminya,dari pada kau!"kata Ares.
Samuel terdiam sejenak,ia menyadari bahwa memang benar Ares lebih memahami perasaan istrinya ketimbang dirinya,terbukti dari Elen lebih memilih pergi bersama Ares dari pada tetap bertahan denganya.Namun bukan berarti ia rela kalau istrinya harus bersama pria lain.
__ADS_1
"aku tahu aku salah Ares!...tapi bukan berarti aku rela begitu saja kalau istri ku bersama laki-laki lain!...jadi katakan,di mana istri ku?"
"kenapa kau tidak mencarinya sendiri?"
"Ares!...kesabaran ku sudah habis!...sekali lagi aku tanya,di mana istri ku?"kata Samuel yang terlihat sudah murka.
"I dont now!"kata Ares.
Jawaban yang tidak memuaskan yang di berikan Ares pada Samuel,mengakibatkan Samuel naik pitam.Ares melangkah maju mendekati meja kerja Ares,dan saat sudah dekat,Samuel menarik dasi yang Ares pakai,lalu melayangkan tinju ke wajah Ares.
"bugh"
"bugh"Samuel meninju Ares dua kali,namun saat Samuel akan melayangkan tinjunya yang ketiga kali,Ares mengelak dan balas meninju wajah Samuel.
"bugh"
"bugh"
"kau pikir kau siapa?...beraninya kau memukul ku!"
"hentikan tuan Sam!...tuan Ares!"kata Bayu asisten Ares.
Bayu berusaha melerai kedua laki-laki yang bersahabat itu,Bayu datang karena mendapatkan laporan dari bawahanya yang mengatakan sudah terjadi perkelahian di dalam ruangan tuanya Ares,karna terdengar bunyi suara pecah dan dan suara menggertak dari kedua laki-laki tampan itu.
"hentikan tuan Sam!...atau aku akan memanggil security untuk menghentikan mu!"kata Bayu asisten Ares.
Samuel dan Ares sama sekali tidak menggubris perkataan Bayu,kedua lelaki itu masih bertahan dengan duelnya,seakan-akan ingin membuktikan siapa yang lebih kuat.Wajah Samuel dan Ares sudah terlihat babak belur,Hidung Samuel sudah meneteskan darah segar,sedangkan Ares mengalami bibir pecah di bagian pinggir bibir bawahnya.
"baiklah jika kalian berddua tidak ada yang mau mengalah,jangan salahkan aku jika mengambil tindakan darurat!"
Bayu bergegas keluar ingin mengambil ember dan mengisi air,setelah apa yang ia inginkan sudah dapat,Bayu segera melangkah kembali menuju ruangan bos dan sahabat bosnya itu.
"byurr"
Bayu menyiram semua air yang di dalam ember ke arah dua sahabat yang sedang berduel itu,Bayu sudah tidak peduli lagi apa yang akan terjadi padanya setelah ini.Ia sudah tidak peduli lagi meski harus di pecat.Bayu sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa,karna dua bersahabat itu tidak ada yang mau mengalah.
"Bayuuu!!!"
__ADS_1
Kata Samuel dan Ares bersamaan,Samuel dan Ares berdiri mematung dan melayangkan tatapan membunuh ke arah Bayu,melihat kedua lelaki tampan itu menatapnya sadis,Bayu merinding dan pasrah akan apa yang akan terjadi.
"ma-maaf tuan!"kata Bayu gemetaran.
"apa yang sudah kau kakukan Bayu?"kata Samuel.
"ma-maaf tuan!...saya tidak tahu harus melerai anda dengan cara apa?"
"tapi kau tidak harus menyiram ku Bayu!"kata Samuel.
"dia terpaksa melakukanya!...karna kau tidak mau mengalah!"kata Ares.
"cih!...kau pikir aku mau mengalah untuk mu?"
"kau keras kepala Samuel!...sebaiknya kau keluar dari ruangan ku!...sebelum aku mencobloskan mu dalam penjara!"kata Ares.
"hari ini aku akan pergi Ares!..tapi kau jangan puas dulu,urusan kita belum selesai!...aku akan terus mengawasi mu,camkan itu!"kata Samuel pada Ares.
"silahkan saja Sam!...aku tidak takut."balas Ares.
Samuel mundur beberapa langkah,kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan milik sahabatnya itu.Namun sebelum ia keluar,ia menatap Bayu tajam,tatapan tajam yang di berikan oleh Samuel mampu membuat seorang Bayu ingin mati saja saat ini juga.
"aku belum selesai dengan mu Bayu!...kau tunggu saja aku!"
"tu-tuan!"kata Bayu tergagap.
"Bayu!...kau kemarilah!"kata Ares kala melihat asistenya itu tak berkutik di depan Samuel.
Samuel melangkahkan kakinya keluar dari ruangan milik sahabatnya itu,ia melangkah dengan percaya diri,Samuel tak peduli dengan tatapan-tatapan heran karna melihat wajahnya yang mungkin sudah seperti badut.
Samuel memasuki lift yang sudah ada beberapa orang di dalamnya,saat ia masuk semua orang yang berada di dalam lift itu menatapnya heran.Bagaimana tidak heran,wajahnya yang babak belur dengan setelan jasnya yang basah kuyup,Samuel terlihat seperti orang yang baru terkena air hujan.
"kenapa melihat ku?...apa kalian sudah bosan hidup?"tanya Samuel.
Pertanyaan yang di layangkan oleh Samuel,mampu membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan itu bergidik ngeri,bagaimana tidak?,wajah Samuel yang babak belur meski masih terlihat tampan,membuat orang-orang yang ada di dalam lift itu tertunduk tak berani menatap netra biru safirnya yang menatap mereka dengan tatapan membunuhya.
Samuel keluar dari lift itu dan segera bergegas mengambil mobilnya di parkiran,saat ia ingin keluar,Samuel tak sengaja bertemu dengan Richart kakak sahabatnya itu.Richart memicingkan matanya kala melihat kondisi wajah Samuel yang babak belur.
__ADS_1