Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku akan menjaganya dengan baik


__ADS_3

Tidak ada percakapan antara Richard dengan Lea di dalam mobil,kedua insan berbeda jenis itu masing-masing sibuk dengan pikirannya.


Lea tengah sibuk memikirkan hukuman apa yang akan di berikan oleh bibinya,ia tahu pasti,setelah sampai nanti bibi dan kedua sepupunya telah mempersiapkan kejutan yang berupa hukuman untuk dirinya.sesuatu hal yang sudah lazim Lea terima.


Berbeda dengan Richard,pria tampan berwajah blasteran indo itu tengah sibuk memikirkan pekerjaan apa yang akan ia berikan pada wanita cantik nan juga mungil itu.


Richard tak ingin kalau wanita mungil yang ada di sampingnya itu terus di bayang-bayangi oleh hutang-hutangnya,Richard lebih ingin agar wanita yang ada di sampingnya itu lebih memfokuskan masa depannya,karena menurut pengamatan Richard,wanita yang ada di sampingnya itu masih sangatlah muda,Richard bisa memperkirakan kalau usia wanita yang ada di sampingnya itu berkisar 19 atau 20 tahun.


"Katakan alamat mu!" ucap Richard dengan wajah datar.


"Di wilayah Jamrud,tidak jauh lagi tuan,di depan akan ada gang, sebaiknya saya turun di situ." jawab Lea sedikit canggung.


Tanpa membalas perkataan wanita itu,Richard terus melajukan mobilnya,sembari sesekali melirik wanita yang ada di sampingnya itu dengan menggunakan ekor matanya.


Richard memiliki rasa kagum pada wanita mungil si anggrek hitam itu.meski bertubuh mungil,namun si anggrek hitam itu cukup cekatan untuk mengelabui para pria sangar tadi,Richard tahu karena ia mengikuti mereka sejak tadi.


Awalnya Richard tidak sengaja melihat para pria itu mengejar wanita pemilik nama Chatalea itu,dan karena rasa penasarannya lebih besar, akhirnya Richard berinisiatif untuk mengikuti mereka.


"Berhenti di sini tuan!"


"Aku akan mengantarkan mu!"


"Tidak usah tuan!"


"Jangan membangkang anak kecil!" ucap Richard datar.


Chatalea tidak berkutik kala Richard mengucapkan kalimatnya,terlebih saat Richard dengan sengaja menekan kata'anak kecil'.


Chatalea hanya bisa cemberut sembari memanyunkan bibir mungilnya,yang sontak membuat pria tampan berwajah blasteran indo itu sedikit gemas melihat tingkah wanita mungil itu.


Sesampainya di depan rumah,mereka tidak sengaja mendengar pertengkaran antara paman dan bibinya.


"Sudah ku katakan berkali-kali,berhentilah bermain judi,apa kau tidak malu!...terlebih sekarang kau korbankan keponakan ku,di mana otak mu?...kenapa bukan kau saja yang kawin dengan juragan itu!" terdengar suara pamannya bicara dengan lantang.


"Harusnya kau tahu kenapa aku begini,ini semua karena kau!" ucap bibinya tidak mau kalah.


"Memangnya kenapa dengan ku?"


"Aku sudah muak berumah tangga dengan pria miskin seperti mu,yang gajinya tidak seberapa!"


"Harusnya kau bersyukur Irma, seberapapun penghasilan ku,tapi itu cukup untuk membiayai kehidupan kita dan untuk biaya sekolah anak-anak, kau saja yang salah mempergunakannya!"


"Itu tidak cukup Fandi!... harusnya kau lebih giat lagi untuk mencari uang!"


Richard merasa jengah mendengar pertengkaran kedua bibi dan paman wanita mungil itu, akhirnya Richard memutuskan untuk menyudahi pertengkaran mereka dengan cara mengetuk pintu.


"Tok...tok" Richard mengetik pintu berulang-ulang,hingga ketukan yang kesekian kalinya,barulah pintu di buka.


Setelah pintu terbuka,keluarlah seorang pria berwajah teduh,terlihat garis wajahnya menandakan bahwa ia sudah sangat lelah menghadapi hidup selama ini,dari hasil pertengkaran antara dia dan istrinya,Richard bisa mengambil kesimpulan kalau pria itu sudah lelah menghadapi istrinya yang tidak tahu diri itu.

__ADS_1


"Selamat malam!" ucap Richard datar.


"Ya,selamat malam,anda siapa dan ada keperluan apa?" tanya pria setengah baya itu to the poin.


"Saya Richard,,panggil saja Rich,saya ke sini hanya ingin mengantarkan keponakan anda yang tidak sengaja saya temukan sedang di kejar-kejar oleh para preman.!"


"Paman!" ucap Lea keluar dari belakang tubuh Richard yang tinggi dan kekar.


"Lea!...kau baik-baik saja nak?"


Lea mengangguk sembari menangis,ia langsung maju dan memeluk tubuh pamannya yang selalu melindunginya selama ini dari kekejaman bibinya.


"Kau kemana saja nak?" ucap paman Fandi sembari mengelus puncak kepala Lea dengan lembut.


"Terimakasih tuan Rich,saya tidak akan lupa dengan kebaikan anda."


"Sama-sama Tuan."


"Kau memang anak tidak tahu diri,anak seperti mu harus di beri pelajaran!" ucap bibi Irma sembari menjambak rambut Lea dengan kasar.


"Hentikan Irma!!"


"Kenapa,kau masih saja membelanya?"


"Lea tidak bersalah!"


Bukanya melepaskan rambut Lea,bahkan bibi Irma semakin membabi buta memukul,menendang dan menampar wajah wanita mungil itu.


"Hentikan!!" ucap Richard dengan suara baritonnya.


Mendengar suara Richard yang menggelegar,sontak membuat Bibi Irma langsung kaget bukan main.


"Si...siapa kau?" tanya Bibi Irma tergagap.


"Anda tidak perlu tahu siapa aku,satu hal yang perlu anda ketahui bahwa wanita yang kau anggap tidak tahu diri ini sudah melunasi semua hutang-hutang mu!"


"Maksud anda apa Tuan?" tanya paman Fandi tidak mengerti.


Melihat wajah serius dan tak percaya dari wajah pamannya,Lea berinisiatif menceritakan semuanya.setelah menceritakan semuanya pada paman Fandi,pria paruh baya itu tidak bisa menahan tangisnya kala mengetahui bahwa ponakannya itu berkorban demi hutang-hutang istrinya.


"Kau lihat Irma!...anak yang kau katakan tidak tahu diri ini sudah mengorbankan dirinya demi hutang-hutang mu!... seharusnya kau malu,tidak pantas kalau Lea harus membayar hutang-hutang mu!" kata paman Fandi dengan sangat geram.


"Sudah seharusnya dia membalas jasa-jasa ku."


"Heh,kau tidak pernah sepeserpun membiayai ponakan ku,sebelum Teddy dan Maya meninggal,mereka mewariskan rumah makan untuk Lea,tapi semuanya kau sudah menjualnya sampai habis!" ucap paman Fandi.


Wajah bibi Irma seketika merah padam kala mendengar perkataan suaminya,ia tidak menyangka kalau suaminya akan membongkar semua rahasia di depan Lea,selama ini mereka tidak pernah menceritakan perihal warisan yang dulu pernah pernah diberikan oleh kedua orangtuanya.


Lea merasakan sekujur tubuhnya terasa ngilu kala mendengar perkataan yang baru di dengar olehnya,Lea menyesali perbuatan bibinya yang telah menghabiskan semua warisan kedua orangtuanya,tanpa berusaha untuk mengembangkan warisan tersebut.

__ADS_1


"Tuan Clark,terimakasih atas bantuan anda,tapi maaf,apa yang harus kami lakukan agar bisa mengembalikan uang anda?" tanya paman Fandi dengan tatapan nanar.


"Sangat gampang tuan,anda hanya perlu mengijinkan ponakan anda untuk bekerja di perusahaan saya,dan aku akan memotong gajinya setiap bulan."


Lea menatap wajah tampan milik Richard dengan seksama,ia ingin menelisik kebenaran atas ucapan Richard,karena Lea belum yakin akan perkataan pria tampan itu yang mengatakan akan mempekerjakan orang seperti dirinya,yang sama sekali belum memiliki pengalaman,di tambah lagi kalau dirinya hanya memegang ijasah sekolah menengah.


"ta...tapi Tuan,pekerjaan apa yang akan di lakukan oleh anak kami?"


"Ah..eh..tuan,kami tidak keberatan jika anda akan mempekerjakan nya, lakukanlah padanya sesuai kehendak anda" ucap bibi Irma sembari cengar-cengir.


Bibi Irma ingin mencari kesempatan untuk bisa mendekati pria tampan yang sudah melunasi semua hutang-hutangnya itu,dalam hati ia ingin menjodohkan salah satu putrinya dengan pria tampan berwajah indo yang ada di hadapannya itu,karena bibi Irma tahu kalau pria itu adalah pengusaha sukses.


"Apa-apaan kau Irma?"


Mendapat tatapan horor dari suaminya,bibi Irma mendekat pada suaminya dan membisikan sesuatu.


"Kau diam saja Fandi,aku berencana menjodohkan pria kaya ini dengan anak kita." bisik bibi Irma di telinga suaminya.


"Kau sudah gila Irma!!"


"Aku tidak gila Fandi!... apa kau mau hidup miskin seperti ini terus?"


"Ehem!!...tuan,saya akan pulang bersama ponakan anda!" ucap Richard dengan tegas.


"a...apa?...a...apa tidak bisa besok tuan?" tanya Lea gugup.


"Sekarang!... karena kau harus belajar apa saja yang akan menjadi tugas-tugas mu nanti!" jawab Richard sembari melangkah.


"ta...tapi tuan!" ucap Lea sembari mengekor dari belakang.


"Ikut sekarang,atau lunasi utang mu sekarang juga?" ucap Richard sembari menatap tajam pada wanita mungil yang ada di depannya.


Lea seketika bergidik mendapat tatapan tajam dari pria tampan yang ada di hadapannya itu.


"Ba...baik tuan!" ucap Lea pasrah.


Lea sudah pasrah apapun yang akan terjadi padanya nanti,dalam hati ia hanya bisa berdoa,semoga pria yang sudah menyelamatkannya ini bukanlah pria bajingan seperti yang ia pikirkan.


"tunggu dulu tuan!" ucap paman Fandi.


Richard menghentikan langkahnya dan menoleh kearah paman Fandi.


"Tidak ada negosiasi tuan!" ucap Richard.


"Saya tidak ingin bernegosiasi tuan,saya hanya ingin memohon pada anda,jaga ponakan ku baik-baik,dia tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain saya,jadi saya yang bertanggung jawab untuk hidup dan masa depannya,jadi saya mohon,perlakukan lah dia dengan baik.saya memohon dengan sangat" ucap paman Fandi sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Richard melihat kesungguhan di wajah pria paruh baya itu,ia bisa melihat betapa pria itu sangat mengasihi keponakannya itu.


"tenang saja paman,aku akan memperlakukannya dengan sebaik mungkin, dan aku akan selalu melindunginya." ucap Richard dengan tulus.

__ADS_1


Melihat ketulusan dari Richard,paman Fandi merasa hatinya sedikit tenang, setidaknya ia tahu kalau pria yang ada di hadapannya ini adalah orang baik.


"Aku pergi paman,jaga diri paman baik-baik."


__ADS_2