Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Tidak ada yang bisa memahami perasaan ku.


__ADS_3

"Mitha!!!"


Richard ingin menghentikan Mitha,namun sayang langkah Mitha jauh lebih cepat dari Richard.karena penasaran dengan Mitha yang sama sekali tidak menghiraukan nya,akhir nya Richard lebih mengutamakan mengejar Mitha daripada menyelesaikan urusan nya.


Richard mengejar Mitha dengan banyak pertanyaan yang sedang mengganggu pikiran nya.tak biasa nya wanita itu mengabaikan pertanyaan nya.


Seketika alis Richard mengkerut,kala mengetahui tempat tujuan Mitha.Mitha memarkirkan mobil nya tepat di depan gedung perusahaan milik adik nya.


Richard memperhatikan Mitha dari jauh,ia melihat Mitha turun dari mobil dengan wajah menyiratkan kemarahan,Mitha berjalan tergesa-gesa menuju gedung megah tersebut.


Richard ikut turun mengikuti wanita yang ia kagumi itu.rasa penasaran Ares semakin membuncah kala melihat Mitha mengetuk pintu ruangan Ares.


"Silahkan masuk!" jawab Ares dari dalam ruangan.


"Tuan!...saya minta dengan hormat,tolong hargai Elen!" kata Mitha.


"Apa maksud mu Mitha?"


"Tuan telah membuat nya menangis,tuan Ares,kalau anda tidak membuang rasa ego anda,maka percayalah,cinta yang ada di hati Elen untuk mu,akan hilang begitu saja."


"Tapi aku tidak ingin dia bertemu dengan Sam!"


"Elen ingin menemui Arthur,bukan Samuel!" jawab Mitha dengan tegas.


"Tapi sama saja,di mana ada Arthur,maka di situ pula ada Samuel."


"Mengertilah Tuan,Elen kehilangan anak nya dua kali,jadi wajar jika ia merindukan sosok anak nya lewat Arthur."


"Aku cemburu Mitha!"


"Saya paham rasa cemburu anda Tuan,tapi rasa cemburu anda bisa mengakibatkan keretakan rumah tangga anda nanti nya."


"Jauhlah hal itu Mitha,rumah tangga kami akan baik-baik saja sampai kapan pun."


"Kalau memang anda tidak ingin hal itu terjadi,maka cobalah untuk memahami nya,dia sangat mencintai mu tuan,bagaimana bisa anda tega membuat nya menangis?...apa anda tidak bisa melihat,betapa Elen sangat kecewa pada anda."


Ares meresapi semua kata-kata Mitha,benarkah apa kata Mitha kalau ia sangat egois?,mungkin benar,tapi Ares juga manusia sama seperti yang lain,siapa pun pasti akan cemburu jika istri nya merindukan anak dari mantan suami nya.


"Maafkan aku Mitha,aku sudah salah,aku memang egois."


"Aku sarankan, sebaik nya anda pulang untuk meminta maaf pada nya." kata Mitha.


"Ya,aku akan meminta maaf pada istri ku." ucap Ares sembari meraih tas kantor milik nya.


Sementara di luar tepat nya di depan pintu,Richard sedang menguping pembicaraan Mitha dan adik nya,jelas terdengar oleh Richard semua pembicaraan antara Mitha dan adik nya.sekarang Richard tahu kalau Elen sangat berarti bagi Mitha.begitu juga sebalik nya,Mitha sangat berarti bagi Elen .

__ADS_1


Saat menguping pembicaraan Ares dan juga Mitha,tiba-tiba pintu ruangan Ares terbuka.dan karena Richard menempelkan telinga nya di daun pintu,Richard pun seketika jatuh tersungkur di bawah kaki Elen.


"Tuan!"


"Kak Rich!" ucap Ares dan Mitha bersamaan.


"Ahh,ehh,itu...anu" ucap Richard tergagap,namun bukan Richard nama nya kalau tidak bisa mengatasi keadaan.


"Kau sedang apa kak Rich?" tanya Ares.


Melihat kakak nya memberi kode pada nya,Ares pun ikut berpura-pura.


"Oh...aku lupa,kalau kak Rich mau kesini untuk mengambil berkas yang akan kak Rich bawa bukan?"


"Iya Ares!!" jawab Richard kembali bersikap tegas.


"Kalau begitu saya pulang duluan tuan." ucap Mitha sembari menunduk karena mendapat tatapan tajam dari Richard.


Mitha merasa bersalah atas perbuatan nya yang mengabaikan pertanyaan Richard tadi.hal itu di karenakan Mitha sedang emosi pada Ares.


"Baik Mitha,pergilah dahulu,aku akan menyusul mu setelah urusan ku dengan kak Rich selesai."


Setelah Mitha keluar meninggalkan ruangan Ares,pria tampan itu pun mencecar banyak pertanyaan pada Richard kakak nya.


"Aku hanya mengikuti wanita itu,karena saat aku menegur nya mau kemana,wanita itu tidak menjawab ku samasekali.berani nya dia mengabaikan ku!" kata Richard dengan kesal.


"Begitulah Mitha,dia akan melakukan apa saja pada orang yang sudah menyakiti Elen ku,siapa pun orang nya,tanpa terkecuali,bahkan kakak kandung nya saja tidak se sayang itu pada nya." terang Ares.


Mata Richard menyipit kala mendengar penuturan adik nya.banyak hal yang tidak Richard ketahui tentang wanita yang sudah dua tahun ia kagumi itu.


Awal kekaguman Richard pada Mitha adalah,saat Mitha membantu Elen dan Siska yang sedang di hadang oleh pekerja proyek saat Elen masih berada di kepulauan Aru,saat itu anak buah Richard diam-diam membuat Vidio saat Mitha menakluk kan belasan pria seorang diri.


Sejak saat itulah Richard mengagumi Mitha,awal nya Richard mengagumi Mitha hanya sebatas tertarik dengan ketangkasan Mitha cara menakluk kan lawan,maka dari itulah Richard merekrut Mitha menjadi anak buah nya,namun semakin ia sering bersama Mitha yang mengawal nya kemana saja,maka rasa sayang dan rasa cinta untuk wanita itu tumbuh begitu saja,meski Mitha tak pernah mengetahui perasaan Richard.


Kerap Richard ingin mengutarakan perasaan nya,tapi ia tidak pernah berani mengungkap kan nya.satu-satu nya orang yang mengetahui kalau ia menyukai Mitha adalah adik nya sendiri,yaitu Ares.


Ares sudah berulang kali memberi saran pada nya agar segera mengungkap kan perasaan nya pada Mitha,tapi ia tidak pernah berani,karena Richard takut kalau Mitha akan memberikan penolakan.


"Aku saran kan,sebaik nya kak Rich cepat-cepat mengakui perasaan mu pada nya,karena kalau tidak,kau tahu kan apa akibat nya?...aku pergi dulu kak,pikirkan baik-baik omongan ku." kata Ares kemudian berlalu dari ruangan nya, meninggalkan Richard yang masih sedang berpikir.


Tidak lebih dari lima belas menit,Ares kini sudah tiba di mansion milik keluarga nya,ia buru-buru turun dari mobil nya untuk segera memeluk istri kesayangan nya dan meminta maaf pada nya.


"Honey...honey,kau di mana sayang?" panggil Ares sambil mencari keberadaan Elen.


Karena tidak mendapati kalau istri nya ada di kamar,Ares segera turun untuk menanyakan orang-orang yang ada di rumah.

__ADS_1


"Apa kalian melihat istri ku?" tanya Ares pada beberapa maid yang sedang sibuk bekerja.


"Maaf tuan,tadi nyonya mengatakan ingin ke rumah nyonya Milka." jawab salah satu maid.


"Istri ku pergi sendiri?" tanya Ares penasaran.


"Iya tuan."


"Apa,istri ku pergi sendiri?" tanya Ares dengan marah.


Para maid menjadi ketakutan karena melihat Ares terlihat marah kala mengetahui istri nya pergi keluar seorang diri.


"Di mana para supir,panggil mereka!"


Beberapa menit kemudian para supir sudah hadir di depan Ares.


"Apa kalian tahu kalau istri ku keluar?"


"Iya tuan." jawab mereka sambil menunduk ketakutan.baru kali ini sang tuan muda Clark itu bisa semarak itu pada mereka.


"Lalu kenapa kalian membiarkan istri ku keluar seorang diri?,istri ku sedang mengandung,jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada nya,maka kalian akan tahu akibat nya." ancam Ares.


"Kami ingin mengantar,tapi nyonya menolak nya."


"Di mana Mitha?" tanya Ares.


""Non Mitha sudah pergi menyusul nyonya,tuan!" jawab maid.


"Bagaimana kabar mu Elen,kau sehat kan?...wajah mu sangat pucat sekali,apa tidak sebaik nya kau ke rumah sakit saja?" tawar Elio.


Elio tak sengaja bertemu dengan Elen,Elio lalu mengajak Elen untuk sekedar minum di sebuah kafe yang ada di pinggir jalan.


"Aku baik-baik saja kak El,kau tidak usah kuatir." jawab Elen dengan lembut.


"Omong-omong,kau mau kemana?"


"Entahlah,aku tidak tahu harus kemana,tidak ada orang yang bisa memahami perasaan ku." ucap Elen dengan air mata.


"Kau menangis?" tanya Elio kuatir.


Elio bangkit dari duduk nya,ia ingin menghapus air mata yang bercucuran membasahi wajah wanita yang masih ia cintai itu.namun saat Elio ingin menghapus air mata nya,tiba-tiba Luna datang ingin melabrak Elio.


"Bagus!...setelah kau menikah dengan Ares pun,kau masih saja berhubungan dengan suami ku,kenapa kau tega Elen?,apa kau tidak kasihan pada ku dan anak-anak ku?...di mana perasaan mu?" kata Luna sambil menangis.


"Kak Luna,ini tidak seperti yang kau lihat,aku tidak sengaja bertemu dengan kak Elio,maafkan aku." kata Elen merasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2