
Tiga hari kemudian Elen sudah di perbolehkan pulang oleh dokter,karna Elen sudah sembuh.
"Kak Sam!...apa kita akan pulang ke mansion?"tanya Elen pada Suaminya.
"Iya Sweety!...apa kau keberatan?"
"Aku tidak keberatan kak!...hanya saja!"ucap Elen terlihat ragu.
Samuel sangat paham akan perasaan Istri kecil kesayanganya itu,Samuel tahu,kalau Elen akan keberatan kembali ke Mansion karna ada Tania di sana.
"Kalau begitu,kita tinggal di apartemen ku saja,kalau kau merasa tidak nyaman untuk tinggal di Mansion."kata Samuel.
"Kita?...maksud Kak Sam, Kak Sam akan tinggal bersama ku di apartemen?"tanya Elen tak percaya.
"Ya,apa kau tidak mau?"tanya Samuel.
"Bagai mana dengan Tania,Kak?"
"Apa peduli ku?"
"Kok,Kakak omong begitu?...bukanya kau juga sangat mencintainya?"
"Aku hanya mencintai mu Sweety!..sekarang dan sampai kapan pun."
"Kau bohong kak!...kalau kau memang tidak mencintainya,kenapa kau mau tinggal denganya?"
Samuel melihat raut wajah istrinya sudah mulai berubah mendung karna membicarakan tentang Tania.Samuel langsung memeluk istrinya,takut kalau Istri tercintanya itu marah dan akan berimbas pada hubungan mereka.
"Sweety!....aku akan menceraikanya dalam waktu dekat ini."
"Hah?...tidak...tidak!...kau tidak boleh menceraikanya!"kata Elen tidak setuju.
Samuel memicingkan matanya kala mendengar ucapan Istrinya,ia heran pada istrinya,bukan kah Elen yang memintanya untuk memilih satu di antara mereka berdua?.
"Sweety!...bukan kah ini yang kau inginkan?"tanya Samuel keheranan.
"Itu kemarin kak!...tapi sekarang,aku tidak mau egois lagi,Aku sadar bagaimana rasanya sakit hati kalau orang yang kita cintai lebih memilih bersama orang lain.Lagian...Arthur sangat membutuhkan ibu kandungnya!...yang penting,kakak bisa adil untuk membagi waktu untuk Kami."
Samuel merasa tersentuh dengan kata-kata Istrinya itu.Dalam hati Samuel mengagumi istrinya yang memiliki hati sangat baik.Samuel berjanji akan selalu setia pada itri kecil kesayanganya itu.
"Benar kau tidak keberatan Kalau aku mempertahankan kalian berdua?"
"Ya,Kak!...aku tidak akan keberatan."
"Terimakasih Sweety!...kau memang wanita yang sangat bijak sana!...aku jadi semakin mencintai mu."kata Samuel tulus.
"tok..tok..tok"terdengar suara pintu di ketuk.
"Masuk!"
"Maaf,Tuan!...semuanya sudah siap!"kata Sofia pengawal baru Elen.
"Kak Sofia!"panggil Elen.
"Ya,Nyonya?"
"Kemarilah!...aku ingin menanyakan sesuatu pada mu."
Meski terlihat ragu,Sofia tetap menuruti permintaanya Nyonya kecilnya itu.
"Berapa umur mu?"tanya Elen.
"27 tahun,Nyonya!"
__ADS_1
"ow,umur kita beda dua tahun kak!...umur ku 25 tahun,jadi aku harus memanggil kakak pada mu."kata Elen.
"Asal kakak darimana?"
"Saya berasal dari Maluku,Nyonya!"
"Kak Sofia!...jangan memanggil ku seperti itu Kak!...apa aku terlihat sangat tua?"
"Ti-tidak,Nyonya!...eh,maksud saya!"ucap Sofia ragu harus memanggil Nyonya kecilnya itu dengan sebutan apa?.
"Panggil namaku saja Kak Sofia,itu terlihat lebih akrab!"kata Elen.
"Hah??"tanya Sofia tak percaya,bagaimana mungkin dirinya menggil nyonya kecilnya itu dengan menggunakan nama saja.
"Kenapa bingung Kak?"tanya Elen.
"Ta-tapi Nyonya!....eh,maksud saya!"
"Patuhi saja Sofia!...karna perintah Istri ku,mutlak untuk di patuhi!"kata Samuel dengan tegas.
"Ba-baik,Tuan?"kata Sofia canggung.
Saat Sofia membawa barang-barang milik Elen,Sofia tak sengaja berpapasan dengan Ares.Saat Sofia hendak lewat ikut kanan,Ares ikut lewat kiri,begitu terulang sampai tiga kali.Sampai akhirnya Sofia merasa sangat kesal pada Ares.
"Silahkan Tuan!!...ucap Sofia sambil menatap Ares tajam.
"Hohoho...wajah mu bengis sekali Nona cantik!...What is your Name?"kata Ares sambil berkenalan.
Namun bukanya membalas pertanyaan Ares,Sofia malah terus melangkah dan menabrak bahu Ares.
"waw!!...Sam!...siapa gadis itu?"tanya Ares pada Samuel.
Samuel tidak menanggapi pertanyaan dari Ares,pria itu masih sibuk menyisir rambut hitam tebal istrinya.Mendengar suara Ares saja sudah membuat Samuel jengah,apalagi melihat wajahnya.
"Kenapa kau tidak tanya saja sendiri?"ucap Sam dengan ketus.
"Heii!...ada apa dengan mu?...apa kau lagi galau Sam?"
"Kau terlalu cerewet Ares?...apa kau tidak bekerja?...sehingga kerja mu tiap hari datang ke sini?"
"Memangnya salah?"tanya Ares malas tahu.
"Namanya Sofia,Ares!...kak Sofia cantik kan?"kata Elen pada Ares.
"Ya,dia cantik!"jawab Ares.
"Mata mu memang begitu,pantang melihat wanita cantik!"kata Samuel masih dengan nada kesal.
"Honey!...suami mu sangat berlebihan sekali!"kata Ares merasa kesal.
Ares sangat tahu kenapa sahabatnya itu merasa tak suka melihatnya,itu semua karna sahabatnya itu sangat cemburu padanya.
"Berlebihan??...maksud mu apa Ares?"tanya Samuel.
"Apa kalian berdua tiap hari hanya urus bertengkar??...kepala ku pusing melihat tingkah kalian!!"kata Elen pada kedua lelaki bersahabat itu.
Melihat Istri kecilnya sudah mulai marah,akhirnya Samuel berusaha untuk menahan rasa kesalnya pada Ares.
"Honey!...suami mu yang memulai deluan."kata Ares.
"Kau dengan Kak Sam,sama saja Ares!!...tingkah kalian sama seperti anak kecil tau!!"
"Sweety??"
__ADS_1
"Aaahh!!...aku pusing melihat kalian berdua!...sebaiknya kita pulang Kak Sam!...karna aku sudah lapar."
"Apa?...kau lapar?...Sam!...bisa-bisanya kau membuat Istri mu kelaparan?"kata Ares pada Samuel.
"Maaf kan aku Sweety!...ini semua gara-gara kau Ares!!"
"Hah?....aku??....memangnya aku sudah berbuat apa?"tanya Ares.
"iya!...gara-gara kamu yang hanya datang untuk mengganggu orang."kata Samuel sembari mengusap-usap tangan Istrinya dengan lembut.
"Perasaan aku tidak nengganggu siapapun Sam?"
"Lah!...ini namanya apa??...apa kau tidak sedang mengganggu sepasang suami Istri yang lagi bermesraan??"kesal Samuel.
"Sudah!...sudah!...apa aku harus menyaksikan kalian bertengkar terus?"ucap Elen kesal.
"Apa kita akan berangkat Tuan?"tanya Sofia.
"Ya,kita berangkat sekarang!"jawab Samuel pada Sofia.
"Ares!...kami akan pulang,apa kau ingin ikut?"tanya Elen.
"Sweety!...untuk apa dia ikut?"tanya Samuel.
"Sudahlah Kak!...biar bagaimanapun,Ares selama ini sudah menjaga ku dengan baik,selama kau tidak bersama ku,Ares lah yang selalu memperhatikan ku.Dia sahabat yang paling baik yang pernah ku miliki."kata Elen pada Suaminya.
Ucapan Elen mampu membuat Samuel tidak berkutik sedikitpun,dalam hati,Samuel membenarkan semua perkataan istri mungilnya itu.Samuel merasa sangat malu pada sahabatnya itu,bagaimana tidak?,Selama ini,sahabatnya itulah yang selalu ada untuk Istrinya selama istrinya dalam keadaan sakit.
"Aku berterimakasih pada mu,Ares!..Istri ku benar!...kalau kau adalah sahabat yang paling baik."kata Samuel.
"Tidak usah sungkan Sam!...biar bagaimanapun dia adalah istri mu,jadi...sudah sepantasnya aku menjaganya di saat kau tidak ada."kata Ares.
"Ares!...aku berharap,Tuhan secepatnya memberikan mu seorang bidadari,untuk pengganti kakak Cleo."
"Cleo??"....apa Istri ku tahu tentang Cleo,Ares??"tanya Samuel penasaran.
"Ya,Sam!...aku yang menceritakanya pada Istri mu."
"Memangnya kenapa kalau aku tahu tentang Cleo kak?
"Ahh...ehhh...tidak Sweety!...tidak apa-apa kalau kau tahu!...hanya saja!...selama ini Ares menutupi rapat-rapat tentang Cleo!"
"Maksud kakak?"
"Cukup Sam!"kata Ares.
"Ok,Ares!...aku memang tidak berhak untuk menceritakanya!"kata Samuel.
"Sebenarnya,apa yang sudah terjadi sama kakak Cleo?"tanya Elen penasaran.
"Sudahlah Sweety!...jangan memaksakan Ares untuk bercerita."
"Tapi kalian sudah membuat ku penasaran kak!"
"Lain kali,Pasti Ares akan menceritakanya pada mu Sweety!"
"Tapi,aku maunya sekarang!"kata Elen sambil memanyungkan bibirnya yang mungil.Melihat Elen memanyungkan bibirnya,Samuel merasa gemas atas perbuatan Wanita mungil kesayangan kedua pria tampan itu.Saking gemesnya,Ares tidak mampu untuk tidak mencubit pipi mulus nan putih milik Istri Samuel itu.
"iiiiih...Ares!"teriak Elen karna merasa kesal karna Ares mencubit pipinya.
"Kau sangat menggemaskan honey!"kata Ares.
"Ares!!!...kau mau cari mati???"tanya Samuel dengan tatapan membunuhnya pada Ares.Ingin rasanya Samuel menelan hidup-hidup sahabatnya itu,karna sudah berani mencubit pipi Istri kesayanganya.
__ADS_1