Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Posesif


__ADS_3

" Tok...tok...tok"


Terdengar suara ketukan pintu dari ruangan kerja Richard,ia tidak ingin menjawab atau membukakan pintu untuk orang yang sedari tadi tak henti-hentinya mengetuk pintu ruangannya.


Sejak Mitha diketahui sudah menikah dengan Leon, hari-hari Richard terasa hampa tanpa wanita yang sudah biasa berada di dekatnya.


"Rich!... ini aku,apa aku boleh masuk?" Greg yang sedari tadi mengetuk namun selalu di abaikan oleh sahabatnya itu, akhirnya memutuskan untuk bersuara.


Richard masih saja belum menjawab panggilan dari Greg,malah Richard tampak seperti orang yang malas tahu.


Karena tidak ada jawaban dari sahabat karibnya itu,Greg pun memutuskan untuk masuk tanpa di beri ijin oleh sang empunya ruangan.


"Hei...apa sekarang sahabat ku ini sudah berubah menjadi malas-malasan?" tanya Greg kala melihat sahabatnya sedang malas-malasan di sofa yang ada di ruangannya.


"Untuk apa lagi kau kesini?... siapa yang mengijinkan mu masuk kedalam ruangan ku?... apa seorang tuan Miller sekarang sudah kehilangan sopan santunnya?"


Richard bertanya seraya menatap Greg dengan tajam,sejak Leon adik kandung sahabatnya itu menikahi wanita yang Richard sukai,sejak saat itu pula Richard acuh tak acuh pada Greg.


"Ayolah Rich,apa tidak ada wanita lain di dunia ini selain Mitha?... hingga sampai saat ini kau terus mengabaikan ku?"


Greg merasa kesal pada sahabatnya itu yang selalu mengabaikannya karena perbuatan adik kandungnya yang juga berimbas pada dirinya.


Richard tidak merespon perkataan Greg yang sedari tadi tak henti-hentinya mengoceh tak jelas.


"Sebaiknya kau diam Greg!...kalau tidak aku akan menjahit mulut mu yang cerewet itu!"


"Ais..ayolah Rich...lebih baik kita bersenang-senang,kita lupakan segala kekalutan kita."


Greg adalah tipe pria yang suka bersenang-senang apalagi bersama wanita-wanita malam tentunya,karena itulah ia tidak terlalu ambil pusing kala mengetahui kalau istrinya suka berselingkuh di luar sana.


"Apa tujuan hidup mu hanya untuk bersenang-senang Greg?.. apa tidak ada tujuan lain selain itu?"


"Dan kau!.. apa tujuan hidup mu hanya untuk merenungi hidup mu yang malang?"


Perkataan Greg mampu mampu membuat Richard menelan ludah pahit,memang kenyataan kalau nasibnya selalu malang dalam soal asmara.


"Sebaiknya kau pulang Greg,aku tidak ingin mendengar ocehan mu."

__ADS_1


"Kau mengusir ku?"


"Ya."


"Baiklah,aku akan pulang,tapi ingat,jangan larut dalam kesedihan sobat,karna itu tidak ada artinya...nikmati hidup selama Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk menikmatinya...aku hanya peduli pada mu,karena kau adalah sahabat ku!"


Greg ingin meninggalkan Richard,karna ia pikir kalau sahabatnya itu masih butuh waktu untuk menyendiri,namun sebelum ia beranjak,Richard memanggilnya kembali.


"Greg!.. tunggu!"


Richard merenungi perkataan sahabat karibnya itu,dalam hati ia merasa bersalah pada Greg karna selalu mengabaikan sahabatnya itu.


"Ada apa Rich?"


"Maafkan aku Greg,kau benar, seharusnya aku tidak boleh larut dalam kesedihan." gumam Richard dengan pelan.


"Nah...ini baru sahabat terbaik ku...apa kita sudah bisa bersenang-senang Rich?"


"Why not?....asal kau berjanji bisa membuat ku senang malam ini."


"Aku akan pastikan kalau kau akan sangat bahagia malam ini." ucap Greg dengan percaya diri.


"Ares...apa gaun ini cocok untuk ku?" tanya Elen pada Ares suaminya sambil berpose di depan cermin.


Wajah Ares tampak masam kala melihat penampilan istrinya yang sangat memukau.Ares tak ingin jika istrinya berpenampilan anggun dalam acara pernikahan koleganya yang akan mereka hadiri malam ini,karna Ares tahu akan banyak mata yang tidak akan berkedip melihat penampilan istrinya yang terlihat cantik dan seksi malam ini.


"Honey...aku ingin kau mengganti gaun mu,karena aku tidak suka jika kau memakai gaun itu!"


Alis Elen mengkerut kala mendengar perkataan suaminya,karena Elen merasa tidak ada yang salah dengan gaun yang ia pakai.


"Loh... memangnya kenapa?... ini kan bagus,dan juga sopan." jawab Elen.


"Memang bagus dan sopan,tapi kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu,aku tidak suka,karna akan ada banyak mata jelalatan yang akan memandangi diri mu!"


"huh"


Elen menarik nafas panjang merasa jengah dengan kelakuan posesif suaminya yang selalu melarangnya untuk tampil cantik.

__ADS_1


Tanpa di perintah untuk yang kedua kali, Elen segera bergegas untuk mengganti gaunnya atas permintaan suaminya.


"Bagaimana kalau dengan yang ini?" tanya Elen setelah mengganti gaunnya dengan gaun berwarna hijau.


Ares tampak bingung harus menjawab apa pada wanita mungil yang ada di hadapannya.setiap kali Elen mengganti gaunnya,ia tetap terlihat cantik meski memakai gaun yang sederhana.


Dengan rasa kesal Ares terpaksa berhenti untuk menyuruh Elen untuk mengganti gaunnya,karna biar bagaimanapun Elen tetap cantik dengan gaun apapun.


"Ares,jawab aku,kenapa kau diam saja?" tanya Elen pada Ares yang masih diam terpaku.


"Itu sudah pas,tapi ingat,kau tidak boleh jauh-jauh dari ku,kau mengerti?" ucap Ares sembari mengelus lembut pipi Elen.


"Iya,aku tahu pangeran tampan ku."


Ares tersenyum melihat tingkah istri mungilnya yang terlihat sangat menggemaskan sekali.


Ares menggenggam erat tangan Elen saat sudah sampai di hotel berbintang tempat acara resepsi pernikahan koleganya di adakan,dan benar saja apa dugaannya,saat memasuki ruangan banyak mata yang menatap Elen dengan tanpa berkedip,bagaimana tidak, Elen yang menggunakan gaun berwarna hijau sampai di lutut terlihat sangat cantik.


Tubuh mungil Elen tampak seksi meski perutnya sudah mulai membuncit,namun tidak mengurangi aura kecantikan alaminya sedikit pun.


Ares melingkarkan tangannya di pinggang milik Elen, seolah-olah ia ingin mengatakan pada dunia kalau wanita yang berada di dekatnya saat ini adalah miliknya seorang.


"Hai Tuan Clark,terimakasih karena sudah datang,suatu kehormatan bagi kami karena anda telah berkenan hadir malam ini." sapa seorang pria tampan sembari melirik kearah Elen.


Melihat pria yang menyapanya itu selalu mencuri pandang pada istri mungilnya, akhirnya Ares semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Elen.


"Selamat atas pernikahan kalian Billy!... omong-omong,di mana istri mu?" tanya Ares.


"Oh...Renata sedang menyalami tamu yang lain,apa wanita cantik nan anggun ini adalah Nyonya Clark?"


Kedua bola mata Billy tak henti-hentinya memandangi Elen dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Ares tidak terlalu mempublikasikan wajah istrinya selama ini,jadi tidak banyak yang tahu seperti apa wajah istri pria terkaya di Asia tenggara itu,meski kabar yang beredar mengatakan kalau istri sang miliader itu sangatlah cantik.


"Berhenti memandangi istri ku Billy!!" ucap Ares dengan sangat geram kala Billy sang Casanova itu tak berkedip memandangi wajah wanita mungil kesayangannya.


"Ups...maafkan saya tuan Clark!.. omong-omong, kenalkan,saya Billy Hidden."

__ADS_1


Billy memperkenalkan dirinya sembari mengecup punggung tangan mungil milik Elen, sedikitpun ia tak gentar pada Ares yang sedari tadi menatapnya dengan sangat horor.


"Hem!... Billy... sepertinya Renata sedang mencari mu, sebaiknya kau hampiri dia sekarang juga,bukankah kalian berdua sebenarnya harus selalu bersama untuk menyapa semua tamu undangan?" sindir Ares pada Billy,karena Ares sudah muak melihat koleganya yang terkenal sebagai Casanova itu.


__ADS_2