
Melihat ada panggilan vidio call dari Ellio,Luna segera mengangkatnya.Dan tampaklah wajah tampan Ellio memenuhi layar ponsel miliknya.
"hai El!"sapaLuna di depan ponselnya.
"hai sayang,kau lagi dimana?"
"aku lagi di rumah paman Roby!"
"benarkah?,dengan siapa?"
"aku dengan Theo,sepupu kandung ku!,besok kau akan mengenalnya El"
"oya?"
"kau ingin melihatnya?"
"oh,tidak perlu sayang,toh besok akan bertemu!,omong-omong,kau sudah makan?"
"belum El,aku masih sibuk untuk mengundang keluarga terdekat!"
"sayang,kau tidak boleh terlalu capek,kalau kau sakit bagaimana?"
"aku tidak capek El,kau tenang saja,kekasih mu ini sangat imun dengan penyakit!"kata Luna bercanda.
"hohoho!,kau sangat menawan sayang!"
"gombal!"
"aku tidak menggombal honey,kau memang sangat menawan."
"El?"
"ya sayang?"
"aku ingin mengatakan sesuatu pada mu!"
"katakan sayang,aku mendengar!"
"lain kali saja ya,saat kita sudah di jakarta!"
"aku ingin kau mengatakanya sekarang sayang!"
"aku malu El,banyak orang di rumah paman"
"malu untuk apa?,memangnya kau pencuri?"
"sudahlah El,lain waktu aku akan mengatakanya pada mu!"
"baiklah sayang,sampaikan salam ku pada bapak dan ibu,serta seluruh keluarga."kata Ellio.
"baiklah El,jaga diri mu baik-baik."
LAMPUNG
"wah kak Luna,calon suami kakak tampan sekali!"kata salah seorang sepupu Luna yang bernama Glori.
"oya?"
"kakak kenal dia di mana sih?"
"Glow,dia itu bosnya kakak di perusahaan."
"benarkah?"
"kak Lun,aku mau dong yang tampan kayak calon kakak,namanya siapa sih kak?"
"namanya Ellio Pedro Hawkins!"
"wah orang barat dong!"
__ADS_1
"dia blasteran prancis manado"
"pantesan kak,dia sangat tampan sekali,aku jadi pengen nyium dia kak!"
"dihh,ganjeng banget sih Glow!"
Luna terkikik kala melihat kelakuan adik sepupunya yang rada-rada centil.
"hai Luna!"kata seseorang yang tiba-tiba saja datang ke rumah paman Roby.Dan betapa kagetnya Luna,kala melihat siapa yang menyapanya.
"hei Alan!"sapa Luna sedikit kikuk untuk menyapa pria yang baru saja datang itu.pasalnya pria itu adalah mantan pacar Luna saat masih kuliah.
"apa kabar mu?"
"aku sehat Alan!"
"syukurlah!"
"dan kau,apa kabar mu?
"aku juga sehat Lun!"
"apa kau sudah menikah Alan?"tanya Luna karna penasaran dengan cincin yang melingkar di jari manis pria itu.
Alan berusaha menyembunyikan jari manisnya yang tetsemat cincin.
"kau tidak perlu menyembunyikanya Alan,karna aku sudah melihatnya."kata Luna.
Alanpun mengangguk sambil mengeluarkan tanganya yang ia sembunyikan si balik pinggangnya.Alan sangat malu bertemu dengan Luna,karna dulu saat mereka masih sama-sama kuliah,Luna mendapati laki-laki itu selingkuh dengan sahabat Luna sendiri,dan yang lebih menyakitkan Luna lagi adalah saat Alan dengan terang-terangan lebih memilih sahabatnya dari pada Luna.
Bagi Alan,Luna yang saat ini sangat berbeda,ia sangat cantik dan menawan.Sampai-sampai Alan di buat pangling oleh Luna.
"Alan,apa kau menikah dengan dewi?"
"bukan!"
"lalu?"
"a-apa?"
"ya,aku menikah dengan Sarah,Lun!"
"bagaimana ceritanya sampai kau bisa menikah dengan Sarah?"
Alan menceritakan pada Luna tentang kehidupan cintanya dengan Dewi dan Sarah.Dewi dan Sarah adalah sahabat akrabnya Luna.Saat ia masih berpacaran dengan Alan,Luna tidak tahu kalau Alan main belakang dengan Dewi,namun dari sekian lamanya hubungan mereka,Luna tidak tahu kalau Alan juga ada main dengan Sarah.
"kau hebat Alan,sungguh sangat hebat!"
Kata Luna hingga membuat pria itu tertunduk malu.
"Maafkan aku Luna!"
"sudahlah Alan,kita tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi!"
"ya,kau benar Luna!"
"omong-omong,dimana Sarah?"
"Sarah lagi di puskesmas,dia akan melahirkan anak kami yang kedua!"kata Alan.
"lalu,kau ngapain kesini,sementara istri mu menbutuh kan mu!"
"aku ke sini ingin memanggil bidan Rani,karna Rani adalah bidan desa di sini."
"ow,baiklah Alan,semoga istri mu cepat melahirkan."kata Luna.
Kedatangan Alan ke tempat itu adalah untuk memanggil bidan Rani,bidan Rani adalah putri kandungnya paman Roby.
"Alan,sampaikan salam ku pada Sarah!"
__ADS_1
"baik,Luna."
setelah Alan berlalu,Luna kembali berbaur dengan paman dan bibinya serta adik sepupunya Gloria dan Theo.Beberapa saat kemudian Luna pamit minta ijin pulang.
Ellio dan rombonganya turun dari pesawat yang mereka tumpangi,sesampainya di desa tempat Luna berada,mereka di sambut dengan tutur adat pembukaan acara lamaran.
Warga di buat terkagum-kagum kala melihat rombongan pihak laki-laki yang terlihat sangat menawan.Ellio terlihat sangat tampan dengan kemeja batik yang ia kenakan.
Tubuhnya yang tinggi serta kekar menjadikan pria bermata coklat itu terlihat sangat sempurna di mata Luna dan keluarganya.Ellio melangkah sambil menatap Luna dan tersenyum ke arah calon istrinya itu.
Acara lamaran berlangsung dengan sangat baik,akhirnya kedua belah pihak sepakat bahwa minggu depan Ellio dan Luna akan melangsungkan peenikahan.Setelah acara sudah selesai,keluarga dari pihak laki-laki mohon pamit untuk pulang.
"hati-hati di jalan besan!"kata ibu Ruth pada tante Oliv.
"saya titip Luna ya buk,saya tunggu kehadiran ibu Ruth di jakarta!"kata tante Oliv.
"nak Ruth,Oma sudah tidak sabar untuk membawa nak Ruth jalan-jalan,nanti kalau nak Ruth sudah sampai di jakarta,Oma ajak Nak Ruth untuk shoping sepuasnya."kata Oma.
"iya Oma,tunggu Ruth ya Oma!"kata ibu Ruth pada Oma.
Ellio menghampiri calon istrinya itu,Luna terlihat cantik dengan kebaya yang ia pakai.Tubuhnya yang ramping sangat pas dengan kebaya yang ia pakai.Ellio mengambil ponselnya serta meminta sepupu Luna untuk memotret mereka berdua.
"cup"
Samuel mengambil kesempatan untuk mencium pipi mulus Luna pada sesi tetakhir pemotretan yang di lakukan melalui ponsel miliknya.
"sayang,ikutlah bersama kami malam ini!"
"tidak bisa El,aku harus membantu ibu untuk membereskan semua ini."
"aku akan meminta Jeane tinggal untuk membantu ibu sayang!"
"kau ini seperti anak kecil saja El,suka sekali merengek."
"sayang,please!!,aku sudah sangat merindukan mu!"
"aku juga merindukan mu,bersabarlah Ellio,toh besok kita sudah akan bertemu!"
"aku tidak bisa menunggu sampai besok sayang!"
"aiss,kau cengeng sekali Ellio,besok juga Luna sudah kembali ke jakarta."kata Oma yang tiba-tiba saja muncul.
"Oma,apa-apaan sih?,Oma kayak tidak pernah muda Saja!"kata Ellio ketus,karna Oma sudah mengganggu usaha Ellio untuk mengajak Luna ikut pulang denganya.
"cucu mantu,si buaya buntung ini sudah biasa merengek,kadang-kadang tante Oliv mertua mu itu,sering di buat pusing olehnya.!"
"benarkah Oma?"
"jangan dengar Oma Luna,Oma karna sirik melihat kita terlihat mesra."
"aiss,kau pikir aku tidak bisa seperti mu Ellio?kau tunggu saja tanggal mainya,aku akan mencari Opa baru kalian yang lebih tampan dari mu!"
"puff"Ellio tak tahan untuk tertawa kala mendengar ucapan Oma,Semua yang berada di sana serentak tertawa melihat tingkah Oma yang terlihat lucu.Setelah sedikit lama mereka bergurau,akhirnya Ellio dan rombonganya kembali ke jakarta.
"sayang,jaga diri mu baik-baik,dan jangan lupa kabari aku jika sudah sampai!"kata Ellio.
"baiklah El,aku akan mengabari mu jika sudah sampai nanti.*
"baiklah sayang,sekarang cium aku!"kata Ellio.
"dihh,kau ada-ada saja El,aku malu,masih banyak orang si sini."
"kau mau di tempat yang tidak ada orang yang melihat?,baiklah,ikut aku sekarang!"
Ellio menarik tangan Luna menuju ke dalam rumah orangtua Luna.Ia sudah tidak bisa tahan lagi untuk tidak mencium wanita berlesung pipi itu.
"cup"
Ellio melumar bi**r kekasihnya itu dengan rakus,ia baru berhenti saat melihat Luna hampir kehabisan oksigen.
__ADS_1
"bibir mu sangat manis sayang!"
Setelah menyelesaikan aksinya,akhirnya Ellio dan rombongan yang ikut bersamanya kembali ke jakarta.