
Sudah tiga hari Dian di rawat di rumah sakit,saat ia sudah sadar,ia mersa sangat sedih karna harus kehilangan bayi yang ada di dalam kandunganya.Meski ia sangat membenci Andre orang yang telah membuatnya hamil,namun Dian sangat menginginkan anak itu untuk lahir.
"Dian...apa tidak sebaiknya kita memberitahu kedua orangtua mu tentang kondisi mu saat ini?"
"aku takut kak Mil"
"apa yang kau takutkan Dian?"
"aku takut sama mama,karna mama akan sangat marah pada ku!"
"tapi Dian...Arjun memberitahu kak Sam,kalau mama Rosa saat ini sakit-sakitan karna memikirkan mu!"kata Elen.
"benarkah kak Elen?"
"ya,Dian...mereka sangat mencemaskan mu!"kata Samuel.
"tapi aku tidak ingin pulang kak!"
"aku tidak menyuruh mu untuk pulang...aku hanya meminta mu untuk memberitahukan orangtua mu tentang keadaan mu."
"atau...biar kak Elen saja yang beritahu mama,soalnya aku takut kak!.."kata Dian.
"bukanya kakak tidak mau Dian...tapi,kamu tahu kan,mama Rosa?"
Dian diam tak bergeming,dalam hati ia membenarkan perkataan Elen.
"biar aku saja yang memberitahukan orangtua mu!"kata Samuel.
"kau serius kak?"tanya Elen.
"aku serius sweety!"
"terimakasih kak Sam!"ucap Dian.
Samuel mengeluarkan ponselnya dari saku celana yang ia pakai,lalu mengetik nomor yang Dian sebut di ponselnya.Setelah beberapa detik kemudian,nomor yang ia tuju menyahut dari seberang.
"halo...selamat sore...maaf,ini dengan siapa?"tanya suara dari seberang.
"selamat sore nyonya...maaf,ini dengan Samuel,suami Elenora Edo."ucap Samuel menyingkat nama istri kecilnya itu.
"ya,maaf tuan...ada apa?"
"begini nyonya...putri anda Dian,saat ini ada bersama kami,maaf,kami baru memberitahukanya pada anda.Tapi anda tidak usah cemas,karna Dian baik-baik saja."ucap Samuel.
"hiks...hiks...hiks"suara mama Rosa terdengar sedang menangis.
"nyonya?...?
"i-ya tuan,saya sangat senang mendengarnya!,apa saya bisa bicara padanya?"tanya mama Rosa sambil terisak.
"baik nyonya,anda bicara lah denganya."kata Samuel sambil menyodorkan ponselnya kes arah Dian.
Dian sangat ragu untuk menerima ponsel dari Samuel,sejujurnya ia masih takut menghadapi kemarahan ibunya.
__ADS_1
"ha-halo ma!"ucap Dian menyapa ibu kandungnya itu.
"halo Dian...hiks...hiks"mama Rosa semakin terisak kala mendengar suara anaknya yang sudah lama ia rindukan.Dian pun tak kuasa menahan air matanya kala mendengar ibunya menangis.
"apa kabar mu nak?...mama sangat merindukan mu sayang."
"aku baik-baik saja ma...aku juga sangat rindu sama mama!"
"maaf kan mama ya nak...mama sudah membuat mu menderita.Tapi kau baik-baik saja kan?"
"ya ma,aku baik-baik saja,Kak Elen dan suaminya,serta kak Milka sangat baik pada ku,dan sangat peduli pada ku."
"syukurlah nak!,bagaiman dengan kandungan mu?"
"emm,aku keguguran ma!"kata Dian agak ragu untuk mengatakanya.
"apa?..kapan Dian?"
"tiga hari lalu ma,saat ini aku masih di rumah sakit,mungkin besok atau lusa,aku pasti sudah keluar!"
"Dian?"
"iya ma?"
"apa mama bisa bicara sama Elen?"tanya mama Rosa ragu,ragu karna takut anak mantunya itu tidak mau bicara padanya,mengingat selama ini betapa kejamnya ia pada menantunya itu.
Dian menoleh ke arah Elen,meminta persetujuan dari kakak iparnya itu,apa ia mau untuk bicara dengan ibunya?.Elen mengangguk pelan pertanda ia setuju untuk bicara pada mertuanya itu.
"halo ma...!"sapa Elen.
Elen meneteskan air mata kala mendengar permintaan maaf dari ibu mertuanya itu.ia mengingat kembali semua perlakuan ibu mertuanya pada dirinya dan Tasya.Jauh sebelum Marcel meninggal ia selalu membenci Elen dan memperlakukan Elen dengan kasar.
Namun Elen berpikir kalau semua itu adalah rencana Tuhan,kalau bukan mengalami kejadian yang sangat menyakitkan itu,tentu ia tak akan pernah bertemu Samuel dan orang-orang yang menyayanginya saat ini.
"sudah lah ma...kita lupakan semuanya,aku tidak pernah membenci mama!,aku harap,mama dan bapak sehat selalu."kata Elen.
"terimakasih nak Elen!,dan tolong sampaikan permintaan maaf ku pada suami mu,karna tempo hari mama sudah membuatnya marah!"kata mama Rosa.
"baik ma...akan ku sampaikan!"
"nak...mama minta tolong,jaga Dian baik-baik!"
"mama tidak usah kuatir,aku dan suami ku dan juga kak Milka,akan selalu menjaganya!."
"terimakasih nak,dan satu lagi Elen..katakan pada Dian,agar tidak usah memikirkan laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu.Karna besok lusa ia akan menikah dengan ibu Lusi janda kaya itu."kata mama Rosa.
"hah?,menikah dengan ibu Lusi?bukan kah mereka beda umur jauh?"tanya Elen.
"iya nak...karna si Andre brengsek itu juga sudah menghamili ibu Lusi,dan justru ibu kades sangat senang bermenantukan janda itu.tiap hari dia dengan tetangga hanya memuji-muji menantunya yang janda dan beranak dua itu,kemarin karna mama sangat kesal...mama sampai meninju wajah buk kades sampai dia jatuh!."kata mama Rosa,mertuanya itu memang sudah biasa bersikap bar-bar.
Dian menetes kan air mata kala mendengar cerita ibu kandungnya itu.bagaimana ia tak menangis?,ia merasa seakit hati karna telah di hianati kekasihnya itu,Dian mengusap air matanya,ia berusaha untuk tegar,ia bersumpah akan membuat laki-laki biadap itu menyesali perbuatanya.
"sudahlah ma..mulai hari ini,mama tidak usah pusing dengan mereka lagi,aku yakin,suatu saat Tuhan akan membalas perbuatan mereka!"kata Elen.
__ADS_1
"kau benar nak...karna apa yang kita tabur,itu yang kita tuai!"kata mama Rosa.
Setelah lama berbincang-bincang,Elen mengakhiri panggilan,dan sepuluh menit kemudian Samuel dan Elen pamit untuk pulang.
"selamat malam Milka...selamat malam Dian!"sapa Jack yang baru saja muncul.
"selamat malam juga Jack!"kata Milka dan Dian bersamaan.
"apa kalian sudah makan?"
"aku sudah makan kak Jack...tadi kak Elen dan kak Sam,membawakan bubur untuk ku,hanya kak Milka saja yang belum makan!!"kata Dian.
"benar begitu Milka?"
"ya Jack!"
"baiklah Dian...sebaiknya kau minum obat dulu,dan setelah itu kau istirahat, karna aku dan kak Milka akan mencari makan,bisa kan?"
"bisa kak!"iawab Dian.
"bagus...anak yang patuh!"kata Jack.
Setelah Jack dan Milka keluar dari ruangan tempat Dian di rawat.Kedua insan itu bergegas menuju tempat parkiran dan segera menaiki mobil milik Jack.
"kau mau makan apa Milka?"
"Milka?"
"ahh,ya Jack,kau bilang apa tadi?"tanya Milka.
"apa kau sedang melamun Milka?"
Tanya Jack sambil memicingkan matanya,Jack tak habis pikir melihat Milka melamun.
"aku?"
"ya,kau sedang melamun tadi,apa yang kau lamun kan?"
"aku tidak melamun Jack,aku hanya memikirkan Dian,dan aku sangat kasihan padanya!"kata Milka.
"memangnya Dian kenapa?"tanya Jack sambil fokus dengan kemudinya.
"tadi orangtuanya Dian memberitahukan kalau si Andre pacarnya Dian,akan menika besok lusa dengan janda kaya di kampung,dan kau tahu Jack?,janda itu berumur empat puluh lima tahun,sedangkan Andre baru berumur dua puluh satu tahun!"kata Milka.
"kau serius?"
"ya,aku serius Jack!"
"banyak orang seperti itu Milka,namanya juga cinta!"kata Jack.
"iya aku tahu Jack,tapi kan..tidak harus menyakiti Dian kan?"
"iya juga sih!...omong-omong,bagaimana reaksi orangtua Dian,saat tahu kalau Dian sudah keguguran?"
__ADS_1
"aku lihat,reaksi mama Rosa biasa saja.Mungkin ia lebih suka kalau Dian sebaiknya tidak mengandung anak dari pria brengsek itu.