
"Nyonya Clark...kau sangat cantik sekali."
"Terimakasih tuan Billy,tapi anda terlalu memuji tuan,istri anda juga sangat cantik sekali." jawab Elen.
"Ya,Renata memang cantik,tapi kecantikan anda jauh melebihi dirinya."
"Itu karena anda belum benar-benar mengenal istri anda dengan baik,cobalah mengenali nya lebih jauh,saya yakin,kalau anda akan merasa menjadi pria yang sangat beruntung karena memilikinya."
"Benar kah?"
"Ya"
"Clark sangat beruntung bisa memiliki bidadari secantik anda."
Elen merasa jengah pada pria tampan yang ada di hadapannya saat ini.billy memang mempunyai pesona yang sangat luar biasa,tapi itu tidak semata-mata bisa membuat Elen jatuh dalam pesonanya begitu saja.
Setelah lagu pengiring dansa pertama selesai, Billy meminta Elen untuk menemaninya dansa untuk lagu yang kedua.namun sebelum hal itu terjadi,Renata datang menghampiri Elen dan Billy.
"Nyonya Clark...bisakah aku meminjam suami ku sebentar?" ucap Renata dengan sopan namun dengan wajah masam.
"Tentu saja Renata,dia milik mu sampai selamanya,kau tak perlu meminjamkan dari istri ku,karna istri ku sudah memiliki suami setampan aku." jawab Ares yang juga tiba-tiba muncul.
"Renata!... bukan kah sudah berulangkali ku katakan agar tidak mengganggu ku di saat aku sedang bersama orang lain!"
Itulah Billy, Billy paling anti jika kesenangannya di usik oleh siapapun,terlebih saat ini di kala ia sedang menikmati momen indah bersama wanita mungil milik tuan Clark tersebut.
"Tapi Bil!!" ucap Renata berusaha menenangkan Billy yang sudah terlihat naik pitam.
Sembari menatap tajam pada Renata, Billy melangkah mendekati Renata.
"Aku sudah bersedia menikahi mu,karena aku memang tidak pernah mencintai mu,jadi,kau harus tau seperti apa posisi mu bagi ku,kau paham!!"
"Maaf Nyonya Clark,aku berharap kita bisa bertemu kembali." ucap Billy sembari berlalu.
"Cih!!... tidak akan ku biarkan kau bertemu dengan istri ku lagi Billy!" Ares bergumam dalam hati.
Tak terbayangkan betapa sakitnya hati Renata di perlakukan oleh suaminya sedemikian.apa ia salah jika ingin merubah kelakuan suaminya yang tidak pernah berubah?.
Renata tahu kalau selama ini Billy tak pernah mencintai nya,tapi Renata bertekad akan membuat suaminya itu jatuh dalam pelukannya, apapun yang terjadi.
Elen mengusap punggung Renata yang masih terisak karena sedih di perlakukan kasar oleh Billy.
"Maafkan Renata,aku tidak bermaksud untuk membuat...."
"Kau tidak salah Nyonya Clark...sudah menjadi sifat suami ku seperti itu." ucap Renata dengan lembut.
__ADS_1
"Ares,apa kau bisa meninggalkan kami?... aku ingin bercerita dengan Renata."
"Baiklah honey...asal jangan lama-lama,aku takut kau kelelahan nanti."
"Tenang saja,aku dan anak mu akan baik-baik saja." ucap Elen.
Setelah Ares pergi meninggalkan Renata dan istrinya,kedua wanita itupun sudah mulai terlihat akrab sekali.
"Nyonya Clark... kau sangat beruntung memiliki suami yang benar-benar mencintai mu."
"Ya,aku sangat beruntung sekali,padahal suami ku yang saat ini adalah suami ku yang ketiga."
"Benarkah?" tanya Renata seakan tak percaya dengan ucapan Elen.
"Ya,Renata,suami pertama ku sudah meninggal lima tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan,sedangkan suami ke dua ku asalah Samuel Lopez,tapi itu tidak berlangsung lama karena ia lebih memilih kembali dengan istri pertamanya."
"Maksud mu tuan Samuel Lopez pemilik perusahaan xxx itu? tanya Renata.
"Ya,kau benar Renata,tapi Tuhan memang sangat baik bagi ku,Ia memberi ku pria yang sangat sempurna menggantikan semuanya."
"Apa dari suami pertama dan kedua mu,kau tidak memiliki anak?"
Elen menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya dengan perlahan.tak terasa air matanya menetes jika mengingat putri kesayangannya yaitu Tasya.
"Maksud mu,dia sudah tiada?" tanya Renata tak percaya.
Elen mengangguk sembari menangis sesenggukan,betapa sakit hatinya jika mengenang kembali putri kecilnya yang begitu ceria setiap hari.
Mendengar cerita Elen membuat Renata juga ikut bersedih dan juga ikut menangis.ternyata perjalanan hidup wanita mungil yang ada di hadapannya saat ini jauh lebih menyedihkan di banding kehidupannya.
"Maafkan aku Elen,aku tidak bermaksud untuk membuat mu bersedih." ucap Renata.
Dari kejauhan Ares merasa geram kala melihat wanita kesayangannya menangis,Ares berpikir jika Renata memarahi Elen karena sudah berdansa dengan suaminya.
Ares melangkahkan kakinya dengan cepat,ia tidak ingin jika terjadi sesuatu pada istri mungilnya.
"Kau apakan istri ku Renata?" hardik Ares sembari menatap tajam pada Renata.
Hampir saja Elen dan Renata meloncat dari tempatnya karena mendengar hardikan dari Ares.
"Astaga!...Ares!... bisakah kau mengecilkan volume suara mu?... kau membuatku hampir jantungan!" ucap Elen dengan kesal pada suaminya.
"Honey...apa kau baik-baik saja,kenapa kau menangis,apa Renata menyakiti mu?" cecar Ares sembari menghapus air mata Elen dengan lembut.
"Aku baik-baik saja Ares,kau tidak usah kuatir." jawab Elen.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau menangis?"
"Itu karena aku mengingat putri ku Tasya." jawab Elen.
Ares semakin mengeratkan pelukannya pada Elen sembari mengecup kening wanita kesayangannya itu.
"Honey...Tasya sudah menjadi malaikat kecil di surga,jadi,kau jangan terlalu bersedih memikirkannya."
Elen mengangguk sambil menghapus sisa-sisa air matanya.berada di pelukan Ares selalu membuat nya tenang dan merasa teduh.
"Renata,maafkan aku karena sudah...."
"Tidak apa-apa tuan Clark!... semua lelaki akan melakukan hal yang sama jika melihat istrinya menangis." jawab Renata.
Entah kenapa Renata merasa cemburu melihat Ares memperlakukan Elen dengan sangat lembut,dalam hati ia juga menginginkan Billy memperlakukan nya demikian.
"Honey... sebaiknya kita pulang sekarang,kau pasti sudah kelelahan." ajak Ares pada istrinya.
"Tunggulah sedikit lagi Ares,dua puluh menit lagi,aku masih ingin bercerita dengan Renata."
"Tapi!"
"Please Ares... kapan-kapan lagi aku bisa bercerita seperti ini,sedangkan aku setiap hari hanya di rumah saja." ucap Elen dengan memanyunkan bibir mungilnya.
Ares merasa kasihan melihat istrinya,memang benar ia selalu terkurung di dalam mansion setiap hari tanpa pernah kemanapun.
"Baiklah Honey....bercerita lah sepuas mu,aku akan menunggu mu."
"Terimakasih...kau memang yang terbaik."
Melihat wajah Ares yang sangat tampan dan rupawan membuat Renata terpesona melihat suami dari Elen itu.apa lagi Ares sangat lembut memperlakukan Elen istrinya.
'Kau sangat beruntung memiliki suami yang sangat lembut dan juga penyayang seperti tuan Ares."
"Aku yakin suatu saat nanti tuan Billy akan jatuh dalam pesona mu,tetaplah berusaha dan jangan putus asa,kau sangat cantik Renata,hanya saja kau dan Billy belum benar-benar saling mengenal dan memahami diri kalian masing-masing."ucap Elen dengan lembut.
"Kau benar Elen,aku memang masih sering egois,aku sangat sulit mengikuti kemauannya,itu kulakukan agar ia bisa berubah." ucap Renata dengan sedih.
"Renata,untuk mengubah seseorang membutuh kan banyak kesabaran,dan butuh banyak waktu,cobalah memahami apa yang ia inginkan,aku percaya,suami mu akan berubah dan akan mencintai mu dengan tulus."
"Terimakasih Elen,aku akan mencoba apa yang kau sarankan.omong-omong,apa kita masih bisa bertemu lagi setelah ini?" tanya Renata.
"Kenapa tidak?... sering-seringlah datang mengunjungi ku di mansion."
"Baiklah,aku akan sering mengunjungi mu." ucap Renata sembari tersenyum.
__ADS_1