
"Apa kau baik-baik saja Elen?"tanya Mitha sembari menahan perutnya yang terasa perih akibat pukulan dari Samuel.
"tidak usah kuatir kan aku kak Mitha!...sekarang kita harus kompres luka lebam mu!"
"Tidak apa-apa Elen,nanti juga akan sembuh sendiri."
"Mana bisa begitu kak!...kak Mitha sudah rela menerima pukulan hanya demi aku.Aku harus mengompresnya."
"baiklah,terserah kau saja Elen."
"Apa kau serius dengan ucapan mu tadi Elen?"tanya Mitha.
"ucapan ku yang mana kak?"tanya Elen sembari mengompres luka lebam akibat pukulan Samuel.
"Sudahlah!...kita tidak usah bahas itu lagi!"ucap Mitha mengurungkan niatnya untuk bertanya,kala melihat raut wajah Elen berubah sendu.
"Tentang ucapan ku yang ingin bercerai?"
Mitha diam sejenak,kala mendengar pertanyaan dari Elen.Elen pun melakukan hal yang sama.Tatapan wanita mungil itu kosong sembari menarik nafas yang terasa berat.
"Aku serius dengan ucapan ku kak!...mungkin ini yang terbaik.kalau aku bertahan maka aku akan semakin terluka dan menderita,jadi...jalan yang terbaik adalah kami harus bercerai."kata Elen dengan raut wajah yang sedih.
"Tapi bukanya kau sangat mencintainya?"
"Justru karna aku sangat mencintainya kak!!...aku rela melepaskanya,asal Kak Sam bisa bahagia dengan Tania.Walau sangat sulit bagi ku untuk melupakan Samuel nantinya."
"Aku mendukung apapun keputusan mu Elen."
"Omong-omong,tadi kak Mitha bilang kalau Ares yang meminta kak Mitha untuk menjaga ku,bukan begitu kak?"
"Ya,kau benar Elen!...tuan Ares yang meminta ku untuk menjaga mu."
"Tapi saat inI,Ares ada di mana Kak?"
Belum sempat Mitha menjawab,Ares sudah menjawabnya terlebih dahulu.
"Aku di sini Honey!"jawab Ares yang tiba-tiba saja sudah berada di rumah kecil yang mereka sewa.
__ADS_1
"Ares?"
"Apa kau tidak merindukan ku honey?"tanya Ares dengan senyumnya yang menawan.Namun setelah Ares melihat wajah Elen dengan jelas,tiba-tiba hatinya meradang kala melihat bekas luka di sudut bibir wanita kesayanganya itu.
"Siapa yang melakukan ini honey?....apa suami labil mu itu yang melakukanya?"tanya Ares sembari memegangi dagu Elen.
Elen tidak menjawab sedikit pun,hatinya kembali sakit kala mengingat betapa brutalnya Samuel menamparnya.Seakan Elen adalah binatang yang tidak memiliki perasaan.
"Katakan honey!...apa dia yang melakukanya?...kalau begitu tunggulah di sini,aku akan memberikan pelajaran untuk keparat itu." kata Ares dengan emosi yang sudah sampai di ubun-ubun.
"Ti-tidak usah Ares!!..aku tidak ingin menambah masalah lagi.Toh...kami akan segera bercerai!"kata Elen.
"Kau serius??"
"Aku serius Ares!...tidak ada alasan lagi untuk mempertahan kan rumah tangga kami."jawab Elen dengan wajah yang sulit di artikan.
Entah harus merasa senang atau sedih,yang jelas saat ini hati Ares sangat sedih kala melihat wanita mungil kesayanganya itu terlihat menderita pikiran.Ares dapat merasakan apa yang Elen rasakan saat ini.
"Apa tidak ada niat di hati mu untuk memberinya kesempatan?...aku tahu kalau kau sangat mencintainya Elen."
"Menangislah Honey,jika menangis bisa membuat mu lebih baik."ucap Ares sembari meraih tubuh Elen ke dalam pelukanya.
Entah kenapa saat Ares mendekap tubuhnya yang mungil,Elen merasa jauh lebih tenang,seakan ia sangat merindukan dekapan pria tampan yang sayangnya adalah sahabatnya itu.
"Terimakasih Ares!"
"Untuk apa?"tanya Ares.
"Untuk semua yang sudah kau lakukan selama ini untuk ku."jawab Elen.
"itulah arti sahabat."
"Ya Ares!...kau adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki."kata Elen sembari mengusap sisa air matanya.
"Aku mencintai mu Elen,lebih dari seorang sahabat,aku ingin saat kau sudah bercerai denganya,kau bisa membuka hati mu untuk ku.Ya Tuhan pikir apa aku ini?...bisa-bisanya aku menghayal jauh sementara Elen sedang bersedih"kata Ares dalam hati.
Perasaan cinta yang Ares pendam selama ini untuk Elen selalu membuat Ares tersiksa,ia sudah berusaha menghindar agar tidak di bayangi oleh wajah cantik wanita mungil itu namun ia tak bisa,semakin Ares ingin menjauhi dan melupakan Elen,maka akan membuat bayangan Elen semakin menhantui hari-harinya.Sejujurnya Ares setengah bahagia kala mendengar wanita pujaanya itu akan segera bercerai,namun di lain sisi,pantaskah ia merasa bahagia kala wanita pujaanya itu menderita karena di sakiti?.
__ADS_1
*****
Di tempat lain terlihat seorang pria tampan sedang merutuki dirinya sendiri,pria pemilik netra biru safir itu tak henti-hentinya memukul-mukul pohon yang ada di pinggir jalan.Samuel menyuruh Jack untuk berhenti di pinggir jalan,guna untuk melampiaskan emosinya.
"Bodoh...bodoh...bodoh!!...bisa-bisanya aku tertipu dengan wajah polosnya dan wajah cantiknya?...aku tidak menyangka,kalau kau adalah rubah betina,Elen!!...aku membenci mu Elen,sangat membenci mu!...tega sekali kau bermain di belakang ku?....arggghh!!...aku tidak akan pernah memaafkan mu Elen!....sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan mu."kata Samuel sembari memukul pohon yang ada di pinggir jalan,Samuel tidak peduli dengan tanganya yang sudah terluka dan mengeluarkan darah segar.
"Hentikan tuan Sam!...tangan anda sudah penuh dengan darah."
"Biarkan aku mati Jack!...untuk apa aku hidup?...kenapa aku sangat bodoh Jack?...bisa-bisanya aku tertipu oleh wanita sialan itu?"
Sejujurnya Jack tidak setuju dengan pemikiran Samuel,entah kenapa Jack merasa bahwa Elen tidak bersalah,tapi ia tak bisa berbuat banyak karna ia tidak punya bukti untuk membuktikan bahwa Elen tidak bersalah.Begitu Jack mengingat tentang bukti,sesaat asisten Samuel itu tersenyum,seolah-olah sedang mendapat suatu ide yang cemerlang.
"Kenapa tidak aku selidiki saja cctv?...bukan kah aku sudah memperketat keamanan waktu itu,termasuk menambah cctv di setiap sudut ruangan?...ya,aku harus menyelidikinya,aku harus bisa membuktikan kalau Elen tidak bersalah.Kau salah tuan Sam!...yang lebih pantas di sebut rubah betina itu adalah Mertua mu dan juga istri pertama mu itu.Semoga kau tidak menyesalinya suatu saat nanti tuan Sam!" ucap Jack di dalam hati.
"Sudahlah Tuan!...sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang,Nyonya Tania pasti sangat membutuh kan anda."kata Jack.
"Kita tidak usah ke rumah sakit dulu Jack!...sebaiknya kita ke kantor agama untuk mengajukan gugatan cerai untuk wanita penghianat itu."
"A-apa?...tapi tuan?"
"Jangan membantah ku,Jack!!"
"Baik tuan!"
Jack dengan berat hati melajukan mobil miliknya menuju tempat yang Samuel minta,entah apa yang ada di dalam pikiran Samuel,hingga ia gegabah mengambil keputusan yang nantinya akan membuatnya menyesali perbuatanya sendiri.
*****
1 Bulan kemudian
Elen keluar dari ruangan persidangan,hari ini adalah hari terakhir persidangan perceraianya dengan Samuel,Hari ini pula hari di mana Elen resmi bercerai dengan Samuel.Elen menitik kan air mata,air mata untuk yang kesekian kalinya selalu setia menemani hari-harinya.
"Tuhan ku,kuat kan aku untuk menerima semua ini,aku percaya bahwa Engkau akan selalu memban tu ku untuk memikul segala beban hidupku.Aku pasrah kan sluruh hidup ku pada kehendak mu." ucap Elen dalam doanya.
"Dan untuk mu Sam!...aku tidak pernah menyesal telah mencintai mu,semoga kau bahagia dengan pilihan hidup mu,setelah ini aku berjanji akan pegi jauh dari hidup mu.Aku akan mengubur semua tentang kita,mengubur semua kenangan saat kita tertawa bersama,saat mengis bersama,semuanya Sam!...aku akan menguburnya bersama cinta ku yang sangat tulus untuk mu."kata Elen dalam hati.
Sakit,sedih,hancur sehancur-hancurnya yang saat ini Elen rasakan,harus berpisah dengan lelaki yang selama ini sangat ia cintai,terkadang Elen merasa kalau hidup ini tak adil untuknya,kali ini ia harus menjadi janda untuk yang kedua kalinya,namun apa yang Elen mampu untuk lakukan?,selain pasrah dengan nasib yang selalu tidak barpihak baik padanya.
__ADS_1