
Sudah empat puluh menit berlalu,namun belum ada tanda-tanda untuk AC Milan bisa mencetak gol,sedangkan pada tim Mancester United sudah mencetak gol pada menit-menit awal.Ares terlihat sangat gusar karna tim kesayanganya belum juga mampu mencetak gol ke arah gawang lawanya,Ares tampak frustasi karna Ares tidak mau kalau tim kesayanganya itu akan kalah,jika tim kesayangan sepak bolanya itu kalah,berarti ia gagal menikmati kopi buatan Mitha setiap pagi dan menjelang malam selama satu bulan.
"Gollllllll!!!"pekik Mitha kegirangan.
"Shiiiittt!!...mati saja kau kedasar laut,kau sangat tidak berguna!!!"umpat Ares sembari merutuki gelandang dari AC Milan yang hampir saja mencetak gol.
Sementara Mitha kembali menonton dengan serius dengan senyum yang sangat mengembang.Ares menoleh ke arah Mitha sesaat,dalam hati Ares berkata.
"Yesss...akhirnya kau bisa tersenyum juga Mitha!"ucap Ares dalam hati.
Menyadari Ares memperhatikanya,Mitha mengalih kan pandanganya ke arah lain,jantung Mitha kembali berdetak tidak karuan,dan untuk mengatasi agar jantungnya kembali normal,Mitha pamit pada Ares dengan alasan sudah mengantuk.
"Tu-tuan,saya ke kamar dulu."kata Mitha pada Ares.
"Lhaa...permainanya kan belum selesai!"
"Biar bagaimana pun AC Milan tidak akan bisa menang Tuan!...karna waktu yang tersisa hanya 5 menit saja."ucap Mitha percaya diri.
Ares tak menyangkal perkataan Mitha,memang benar kata Mitha,mana mungkin tim kesayanganya itu mampu untuk mencetak gol,kalaupun mungkin,Tim kesayanganya tetap akan kalah.
"Lalu,bagaimana dengan kesepakatan kita?...karna tim kesayangan mu sudah menang,jadi...apa yang kau ingin kan dari ku?"tanya Ares serius.
Mitha terlihat mendesah pelan,ia sangat berat untuk mengutarakan permintaanya.
"Apa benar anda akan memberikan apa pun yang saya minta Tuan Ares?"tanya Mitha untuk memastikan keseriusan Ares.
"Ya,Mitha,aku akan memberikan apa pun yang kau minta,karna aku adalah orang yang tepat janji!...asal!!"ucap Ares menggantung kalimatnya.
"Asalkan apa Tuan?"tanya Mitha penasaran.
"Asalkan kau mau membuat kan aku kopi satu gelas lagi saja."
"Hah??"ucap Mitha tercengang.
"Pleasee Mitha,buat kan aku kopi,satu gelas lagi saja."ucap Ares memelas.
"Baiklah tuan Ares!"
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Mitha sudah kembali membawa segelas kopi untuk Ares.
"ini kopi anda Tuan!"
"Terimakasih Mitha."ucap Ares sembari menyeruput kopi buatan Mitha yang sangat enak bagi Ares.
"Sekarang,katakan apa yang ingin kau minta dari ku?"
"Permintaan ku sangat besar Tuan."ucap Mitha ragu.
"Sebesar apa Mitha??...katakan saja."
Mitha menarik nafas panjang lalu menghembus kanya kembali.
"Tuan,saya ingin meminta bantuan kepada Anda untuk membantu saya membangun kembali panti asuhan yang sudah di bakar karna perbuatan saya."ucap Mitha terlihat sangat sedih.
"Memangnya apa yang sudah terjadi pada panti asuhan itu Mitha?"tanya Ares antusias.
Mitha menceritakan sebuah tragedi yang penah menimpa dirinya beberapa tahun yang lalu.Tiga tahun yang lalu saat Mitha masih bernaung di kemiliteran,ia tak sengaja membuat kesalahan yang mengakibatkan ia di penjara dan panti asuhan yang sudah membasarkanya di bakar dengan tanpa ampun.
Karna memang sudah di rencanakan,beberapa tentara yang tadinya sudah menyuruh Mitha dan beberapa temanya untuk kembali ke Yonif meminta Mitha dan temanya untuk kembali lagi ke perbatasan.Namun saat tiba di perbatasan,Mitha dan temanya yang lain di tangkap oleh beberapa tentara yang tadinya telah menyusul mereka.
Saat sudah di sekap,Mitha tidak melihat temanya yang lain yang bersama-sama dengan dirinya saat berangkat dari Yonif.Hampir satu bulan Mitha mengalami penyiksaan tanpa ia tahu apa penyebabnya.Namun saat bulan terakhir pada bulan yang sama ia di sekap,barulah ia mengetahui alasanya dia di sekap,ternyata ia di sekap untuk menghilangkan jejak agar kedok mereka tidak terbongkar.
Pimpinanya sudah merencanakan semuanya,mereka di buat seolah-olah sudah mati karna mengalami kecelakaan yang mengakibat kan mereka jatuh kejurang.Mitha berusaha untuk melepaskan diri,setelah Mitha berhasil untuk melepaskan diri,ia menjadi buronan pemerintah selama lima bulan lamanya.
Selama masih dalam buronan,Mitha hanya hidup di hutan seorang diri,Mitha terlihat seperti seorang pengembara yang tak pernah mengenal lelah untuk berjuang hidup di hutan belantara.Sampai suatu ketika Mitha di bantu oleh seseorang yang baik hati untuk membantunya,hingga akhirnya pada tengah malam Mitha tiba di panti asuhan yang sudah membesarkanya,namun apa yang di lihatnya saat ia tiba di panti asuhan,rumah kecil yang sederhana itu sudah hangus terbakar.
Malam itu tepat pukul 01:00.saat Mitha akan melarikan diri lagi,tiba-tiba saja ia sudah di kepung di sekitar panti asuhan yang sudah terbakar hangus.Mitha tidak bisa mengelak lagi,dan akhirnya Mitha hanya pasrah untuk di giring ke penjara atas perbuatan yang tak pernah ia lakukan.
"Siapa pemilik panti asuhan itu?"tanya Ares.
"Ibu Lenti."jawab Mitha singkat.
"Apa ia masih hidup?"
"Kabar yang pernah ku dengar,Ibu Lenti tidak selamat dari kobaran api."
__ADS_1
"Lalu yang lainya?"
"Sebagian masih hidup"
"Bisakah kau memberikan data orang-orang yang selamat dari kebakaran itu?"
"Besok saya akan memberikan data mereka kepada anda Tuan."
"Apa kau pernah bertemu dengan mereka setelah kejadian itu?"
"Ya,hanya beberapa kali saja setelah saya keluar dari penjara Tuan."
"Berapa tahun kau di penjara?"
"Dua tahun."
"Baiklah Mitha,aku berjanji akan menghancurkan siapa pun yang sudah membuat mu menderita."ucap Ares antusias,mendengar cerita Mitha membuat jiwa kejam yang ada pada diri Ares seakan merontah untuk keluar.
"Terimakasih Tuan Ares."
"Tidak apa-apa Mitha,asalkan kau tidak mengeluh membuatkan kopi untuk ku."
"Baik Tuan Ares."
Jangankan membuatkan kopi tiap pagi dan malam,tiap menit pun Mitha akan mau asalkan pria tampan blasteran itu berkenan membantunya untuk membangun kembali panti asuhan yang sudah lama berdiri atas kerja keras ibu Lenti,di samping itu juga panti asuhan itulah yang sudah membesarkan Mitha selama ini.
Mitha merasa sangat bersalah pada ibu Lenti,karna dirinyalah hingga wanita paruh baya itu mati dengan cara mengenaskan.Ibu Lenti adalah wanita yang sangat penyayang dan baik hati.Ibu Lenti tidak pernah membeda-bedakan anak yang ada di panti asuhan itu,ia memberikan kasih sayang bagi semua anak yang ada di dalam panti tersebut.
"Lain waktu aku ingin kau mau menemani ku menonton bola lagi,apa kau bersedia?"
Tanpa berpikir panjang Mitha langsung mengiyakan permintaan Ares,karna Mitha pun sangat menyukai olahraga paling nomor satu itu.
"Dengan senang hati Tuan Ares."jawab Mitha dengan antusias.
"Baiklah Mitha,karna ini sudah hampir pagi,sebaiknya kau istirahat,bukan kah kau harus fit agar tetap siaga menjaga Elen?"tanya Ares.
"Baik,terimakasih Tuan."jawab Mitha kemudian segera berlalu meninggalkan Ares seorang diri yang masih fokus ke layar Televisi.
__ADS_1