
Udara sangat dingin meliputi kota jakarta,pasalnya
ejak sore tadi hujan tidak henti-hentinya mengguyur kota yang di juluki kota metro politan itu.Terlihat Oma dan Arthur telah siap untuk berangkat ke apartemen Samuel untuk mengundang Elen dan kakaknya untuk ikut bersama Oma menghadiri undangan salah satu kolega bisnis keluarga Lovez.
Samuel yang baru saja pulang dari kerja merasa heran dengan penampilan Oma yang sudah rapih,melihat putranya sudah terlihat rapih dan tampan,Samuel berjalan ke arah putranya dan mencium gemas putra kesayanganya itu.
"anak tampan dady mau kemana?"
"Momy Elen"jawabnya singkat.
"momy Elen?"
"ya dad"
"Oma sama Arthur mau kemana sih?"
"mau mengunjungi calon cucu mantunya Oma!"
Samuel mengkerutkan alisnya kala mendengar ucapan Oma yang terang-terangan.
"mau ngapain Oma?"
"mau melamar Elen!"jawab Oma ketus.
"ketus amat sih Oma?"
"suka-suka Oma lah,kok kamu yang sewot?"
"Sam ikut ya Oma!"
"emm,bagus sekali itu Sam!"
"kamu cepat mandi gih,keburu Momy Elen tidur,ya kan Arthur?"kata Oma yang di angguki oleh Arthur si bocah tampan itu.
Selang beberapa lama Samuel sudah turun dengan penampilan yang sangat gagah,ia menyugar rambutnya yang sedikit basah,Samuel terlihat sangat tampan malam ini.Tubuhnya yang kekar serta bagian perut yang terlihat ramping dapat di lihat dari balik kaos hitam yang sedikit ketat.
Melihat ke datangan Samuel,Oma dan Arthur bangkit dari duduk dan mengekori Samuel dari belakang.Beruntung Samuel datang cepat karna kalau tidak,pasti mereka berangkat dan di antar oleh supir.
Samuel menekan bel interkom apartemenya yang sudah di huni oleh kedua kakak beradik Elen dan Milka.Semenit kemudian terdengar bunyi "klik"dan pintu terbuka.
Elen mengerjab kala melihat pria tampan yang ada di depanya,Elen merasa tidak percaya diri kala melihat penampilan pria yang ada di depanya itu.wajah Elen memerah kala mendapat hembusan nafas yang beraroma mint dari bibir **** milik Samuel.netra safir itu menatap matanya tanpa berkedip,di mata Elen malam ini Samuel sangat tampan bagaikan dewa.
Elen hanya memakai baju tidur biasa tan makeup di wajahnya,meski demikian,Elen masih terlihat manis karna memang Elen sudah cantik alami sejak kecil.
"ehem,Oma dan Arthur tidak di persilahkan masuk?"
__ADS_1
Tanya Oma hingga membuat Elen tersadar dari lamunanya.Mendengar suara Oma yang ada di belakang Samuel,Elen menjadi sangat malu karna sudah tertangkap basah mengagumi wajah tampan itu.
"ahh,ehh,iya,mari masuk Oma?"
Samuel membiarkan Oma dan Arthur masuk deluan ke dalam apartemenya itu.
"Momy"
"Arthur,kesini sayang,momy sangat merindu kan mu!"jawab Elen sambil menciumi wajah bocah tampan itu.
"Dan juga merindu kan ku yang tampan ini kan?ucap Samuel dalam hati.Saat Samuel hendak masuk,lelaki itu membisikan sesuatu di telinga Elen yang masih berdiri di ambang pintu apartemenya itu,yang membuat wajah wanita mungil itu memerah bagai tomat.
"kau terpesona akan ketampanan ku bukan?"
"hah??"Elen terbelalak mendengar ucapan Samuel.wajah Elen sudah sangat memerah mendengar ucapan Samuel.Dalam hati Elen tidak menyangkal sudah terpesona dengan lelaki tampan yang ada di hadapanya itu.
"Elen,Oma ke sini mau ngajak kamu dan Milka ikut menghadiri pesta besok malam"
"hah?"
"iya Elen,besok acara nikah anak Mr.Tan salah satu mitra bisnis keluarga Lovez,jadi Oma berharap kamu dan Milka bersedia untuk ikut!"kata Oma.
Elen tampak berpikir,ia bingung harus menjawab apa?,pasalnya ia belum pernah menghadiri acara nikah keluarga terpandang.Seolah mengerti apa yang Elen pikirkan,Oma kembali angkat bicara.
"kamu jangan kuatir Elen,ada Oma dan Samuel."
"besok malam,kamu dan Milka tunggu di sini,Samuel sendiri yang akan datang menjemput,iya kan Sam?"
Samuel mengangguk tanda setuju.Semenit kemudian Elen bergegas menuju dapur untuk membuat kan minum untuk tamunya itu.Saat Elen membuat kan minum,Samuel muncul di belakangnya serta berbisik."kau sangat cantik malam ini."
Jantung Elen berpacu dengan cepat, dan bulunya berdiri menahan rasa sensasi geli akibat terpaan nafas wangi Samuel di telinganya.Samuel sudah bertekat untuk menggoda kucing kecilnya itu sampai kucingnya itu menyerah tanpa syarat.
"kak Sam?"ucap Elen dengan nafas berat.
"ehm??"
"aku tidak bisa bergerak!"
Kata Elen yang merasa panas di sekujur tubuhnya,sensasi yang di timbulkan akibat ulah pria tampan itu bukanlah hal pertama kali ia rasakan.Elen sudah pernah merasakanya saat mendiang suaminya Marcel masih hidup,jadi ia tahu betul gejolak apa yang ia rasakan saat ini.
"kak Sam,please!"
"kenapa?"
Samuel tidak beranjak dari tempatnya,ia terus saja menggoda wanita mungil kesayanganya itu.Elen yang merasa sekujur tubuhnya terasa sudah sangat panas akibat ulah pria itu,Elen berinisiatif menyiku dada Samuel sedikit keras,hingga mengakibatkan pria tampan itu mengerang kesakitan.
__ADS_1
"dukk"
"auww!!"
"Elen??"
Elen berbalalik dan mendorong tubuh kekar Samuel,Elen tersenyum puas telah memberi pelajaran pada pria pemilik netra biru safir itu,melihat kesayanganya hendak meninggalkanya,dengan cekatan Samuel menarik tangan wanita mungil itu dan membawanya kedalam dekapan dada bidangnya.
Elen tak bergeming,hanya suara detak jantung kedua insan itu yang samar terdengar,netra biru safir itu menatapi netra bening yang sangat meneduhkan hati yang memandangnya.Nafas kedua insan itu sudah tak beraturan lagi.Menyadari keadaan jantungnya sedang tidak baik-baik saja,Elen segera melepaskan diri dari pelukan orang yang sedang memeluknya.Elen merontah ingin di lepaskan,dan akibat dari gerakanya itu,gelas yang ada di atas meja terjatuh dan pecah.
Mendengar ada bunyi keras seperti gelas pecah,sontak Oma,Elen dan Arthur berlari menuju ruang dapur.
"ada apa Elen?"
Tanya Oma panik,namun begitu melihat Samuel berada disana,Oma langsung mengerti bahwa cucunya itulah yang sudah membuat ulah hingga menimbulkan kekacauan.
"ada apa Sam?"tanya Oma pada Sam.
"ada kucing kecil yang sangat nakal Oma!"
"mana kucing kecilnya?
"kucing kecil itu sudah keluar Oma!"
"cari dia sampai dapat Sam,karna Oma akan membawanya,dan akan menjadikan kucing kecil itu sebagai kucing yang paling manis di keluarga Lovez!"
"baik Oma,aku akan mencari kucing kecil itu sampai dapat."
Kata Samuel sambil tersenyum ke arah kucing kecilnya itu.Dan orang yang dilihati oleh Samuel menatapnya tajam,seolah ia ingin menerkam Samuel dan memakanya hidup-hidup.Melihat cara Elen memandanganya,Samuel merasa sangat gemas melihat kucing kecilnya itu.Bagi Samuel,wajah Elen saat marah terlihat sangat imut sekali.
"kau tambah cantik kalau sedang marah!"
"kak Sam!!"
Teriak Elen karna merasa kesal dengan ulah Samuel yang tak henti-hentinya menggoda dirinya.
"sudah dapat kucing kecilnya Sam?"
"belum Oma!"
"yah,sayang sekali,Milka,nanti kau bantu cari kucing kecil itu,kalau sudah dapat,kabari Oma ya!"
"i-iya Oma!"
Jawab Milka terbata,bagaimana tidak?Milka juga heran,selama ia tinggal di apartemen mewah milik Samuel itu,ia belum pernah melihat kucing kecil yang seperti Oma dan Samuel kata kan.
__ADS_1
Setelah lama berbincang,akhirnya Oma dan Samuel serta Arthur pamit untuk kembali ke mansion miliknya.