
"Sam!...aku tidak perlu basa-basi lagi!...sudah ku katakan sebelumnya,agar kau berhenti menyakiti adik ku!...aku masih menhgargai mu Sam!...dan juga karna menghargai kebaikan mendiang Oma.Tapi jika terulang lagi,maka aku tidak akan segan-segan lagi untuk memberi perhitungan dengan mu!"kata Milka pada Samuel.
"Kau tenang saja Kak Mil!...mulai saat ini,aku tidak akan mengusiknya lagi,bila perlu hari inipun aku akan menggugat cerai adik mu!"
"Aku sangat senang mendengarnya Sam!...dengan begitu,adik ku sudah terlepas dari pria yang tidak bertanggung jawab!"
"Sampaikan pesan ku pada Elen,mulai detik ini aku tidak akan mengusik hubunganya dengan Ares!...atau dengan siapapun.Aku tidak peduli dia mau hidup dengan siapa?"
"Terimakasih Jack!...karna sudah membuat adik ku menderita!...aku berharap setelah ini,hidup mu akan bahagia."
"Aku akan selalu bahagia Kak Mil,dengan atau tanpa Elen di samping ku."kata Samuel.
"Aku tahu itu Sam!...aku tahu,kalau selama ini adik ku hanya tempat pelarian mu,tapi tidak mengapa,Aku sangat bersyukur karna Tuhan telah membuka mata ku dan mata adik ku.Dan satu lagi Sam!...terimakasih atas kebaikan palsu mu selama ini!...dan aku harap,setelah kalian bercerai nanti,Kau tidak boleh mengusik adik ku lagi."
"Ohh,kau tenang saja Milka,akupun tidak akan sudi lagi untuk mendekati wanita yang tidak punya harga diri!"
"Kau tega sekali Sam!...seandainya aku tahu,kalau kau hanya mempermainkanya,aku tidak akan rela dari awal mengijinkan mu menikahi adi ku."
"Bukankah itu yang kalian berdua inginkan?...pertama adik mu ingin mengejar Ellio,bahkan sampai saat ini adik mu belum melunasi hutangnya pada tante ku Oliv,belum puas mengecewakan sepupu ku Ellio,dia berusaha tebar pesona pada ku!...dan sekarang!...adik mu mulai mendekati Ares!...dimana harga dirinya?...bahkan dengan mudahnya adik mu meminta cerai dengan ku,hanya karna ingin secepatnya menikah dengan Ares!...dimana harga dirinya sebagai perempuan?"kata Samuel pada kakak Iparnya itu.
Setiap kata yang keluar dari mulut Samuel mampu membuat hati seorang Milka bagai di tusuk-tusuk ribuan jarum di dadanya,Tak terasa airmata kakak dari Elen itupun tak mampu untuk ia bendung.Untung baik adik semata wayangnya Elen tidak mendengar semua kata-kata Samuel,karna kalau tidak,hati adiknya itu akan hancur sehancur-hancurnya.Milka saja masih sangat sakit hati mendengar kata-kata Samuel,apalagi adiknya Elen.
Milka mundur beberapa langkah,ia hampir-hampir tak kuat menopang tubuhnya yang sudah bergetar karna mendengar ucapan pedis dari Samuel adik iparnya itu.
"Terimakasih Sam!...aku bersumpah demi apapun,setelah ini adik ku tidak akan mengusik hidup mu lagi."kata Milka masih berderai air mata.
Milka membalikkan tubuhnya dan akan segera meninggalan ruangan milik Samuel,namun ia menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Samuel dan berkata.
"Ingat satu hal Sam!...adik ku sangat mencintai mu dengan tulus,dia mencintai mu tanpa embel-embel apapun,aku harap kau tidak akan pernah menyesal atas apa yang sudah kau ucapkan."kata Milka kemudian berlalu.
Milka membuka gagang pintu ruangan Samuel,dan ketika Milka membukanya,betapa kagetnya ia kala melihat sosok adiknya berdiri dan menyandarkan tubuhnya di dinding tembok.Elen yang masih lemah dan pucat hanya menangis dengan pilu,ia mendengar semua perkataan suaminya itu.
__ADS_1
Hati Elen merasa tercekat mendengar semua perkataan suaminya,ia meremas dadanya dengan berharap dapat mengurangi rasa sakit karna mendengar setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya.
"Elen!!..kenapa kau datang kesini?"tanya Milka.
Milka tak percaya kalau adiknya itu ternyata mengikutinya,padahal Elen masih lemah karna baru dua hari sadar dari komanya.
"Saat Elen mengangkat kepalanya hendak menatap kakaknya,Elen tiba-tiba saja jatuh hampir pingsan.
"Elen??"teriak Milka kala melihat adiknya hampir saja jatuh karna tidak kuat menahan tubuhnya yang masih lemah.
Saat Samuel mendengar Milka berteriak menyebut nama Istrinya,Samuel segera berlari menyusul Milka ke luar.Sesampainya di luar,Samuel seakan ingin mati saja kala melihat wanita mungil kesayanganya itu dalam kondisi yang tidak baik.
"Sweety!"panggil Samuel hendak meraih tubuh Istrinya.
"Stop Sam!..jangan sentuh adik ku!...aku masih bisa mengurusnya."kata Milka.
Namun Samuel tidak menghuraukan kata-kata kakak iparnya itu.Bagi Samuel saat ini adalah,mengangkat tubuh lemah istrinya dan sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit.Namun saat Samuel hendak mengangkat tubuh mungil milik Istrinya,Elen menepis tangan Samuel agar tidak menyentuhnya.
"Biarkan aku membantu mu Sweety!"pinta Samuel dengan suara serak.Samuel sangat sedih melihat kondisi Istrinya yang sangat menyedihkan.
Milka membantu adiknya untuk kuat berdiri,setelah berdiri,Milka merangkul tubuh mungil adiknya agar kuat berjalan.
"Honey?"
Panggil Ares dari arah depan yang tiba-tiba saja muncul.Kala melihat kondisi wanita yang sangat ia cintai itu sangat menyedihkan,Ares berlari kearah Milka dan Elen,ia segera meraih tubuh Elen yang terlihat Sangat lemah,kemudian Ares dan Milka dengan langkah cepat membawa tubuh Elen agar segera membawanya kembali ke rumah sakit.
Samuel semakin sakit hati karna penolakan Istri dan kakak iparnya yang menolak untuk di bantu olehnya,Samuel mengepalkan tanganya lalu mengarahkan tinjunua kearah dinding tembok.
"Arrgh!"
"Bahkan dalam kondisi seperti ini pun,kau lebih memilih bersamanya dari pada aku suami mu!"Ucap Samuel terlihat kecewa pada Istri yang sangat dia cintai itu.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit,Ares membaringkan tubuh lemah Elen di atas ranjang,Ares merasa kesal dengan apa yang sudah di lakukan wanita mungil kesayanganya itu.
"Apa yang sudah kau lakukan Honey?...kau belum pulih!...apa kau ingin menyusahkan Kakak mu terus?"omelnya pada Elen.
"Apa kau juga tidak tahu?...kalau selama ini,Kak Milka,Dian dan juga aku sangat mengkhawatirkan diri mu?...perbuatan mu tadi sangat membahayakan diri mu!"ucap Samuel masih terlihat marah.
Elen hanya tertunduk kala mendapat omelan dari Ares.Ia mengakui kalau dia salah,tapi Elen sebenarnya tidak ingin menyusul kakaknya,namun saat ia tahu kalau kakaknya pergi menemui Samuel dengan keadaan marah,akhirnya dengan terpaksa Elen mengejar kakak kandungnya itu meski masih dalam kedaan lemah.
Tapi saat Elen sampai ke kantor Suaminya itu,Elen tak sengaja mendengar percakapan antara Suaminya dan kakak kandungnya.Elen mendengar semua apa yang sudah di katakan oleh suaminya,betapa hancur hatinya mendengar semua ucapan lelaki yang sangat ia cintai itu.
Elen tidak menyangka kalau suaminya itu bisa berkata demikian,dari situlah Elen menyadari,kalau selama ini suaminya itu hanya menjadikanya pelarian saja.
"Ma-maafkan Aku Ares,kak Milka!"ucap Elen masih dalam keadaan lemah.
"Kau tidak boleh mengulanginya lagi honey!"
Elen mengangguk pada Ares.
"Sekarang katakan pada ku,apa yang ingin agar aku lakukan untuk mu,hem?"tanya Ares pada Elen.
"Aku tidak menginginkan apapun Ares!...aku hanya ingin,agar kau selalu menjadi sahabat ku!"kata Elen dengan tulus.
Seulas senyum tipis tersungging di bibir pria tampan bermata coklat itu.
"Itu sudah pasti Honey!...sampai kapan pun,aku akan selalu menjadi sahabat mu."
"Ares!...setelah aku bercerai dengan Sam,aku dan Kakak ku akan kembali ke kampung halaman ku,aku berharap,agar suatu saat nanti,kau tidak boleh melupakan ku."kata Elen.
"Kau akan selalu ada di hati ku Honey!"
"Kau janji?"
__ADS_1
"Ya,aku berjanji!"ucap Ares lalu menutupi tubuh wanita mungil kesayanganya itu dengan selimut.