Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kembali bersedih


__ADS_3

Pagi ini Elen bangun dari tidurnya sembari mencari-cari keberadaan suaminya,namun saat Elen menyadari bahwa suaminya tidak pulang semalam,mendadak Elen sedih dan murung.Saat Elen meratapi nasibnya yang sudah menjadi istri kedua Samuel.Ingin sekali rasa Elen kembali pada masa pertemuanya dengan Samuel waktu itu,sendainya saja ia tahu akan seperti ini jadinya,tentu ia akan menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk Samuel,agar ia tidak mengalami sakit hati seperti ini.


Hati Elen serasa damai kala mencium aroma sedap dari arah dapur.Elen berniat akan melihat siapa yang sudah berkutat di dapur tersebut.


"Kak Mitha?"


"Ya,Nyonya!"


"Ummmm....baunya enak sekali kak,kak Mitha masak apa?"tanya Elen.


"Iya,Nyonya,saya membuatkan nasi goreng kesukaan anda."


"Aku jadi lapar karna mencium aroma masakan kakak."


"Sabar Nyonya,ini sudah mau selesai."


"Perlu aku bantu kak?


"Tidak perlu Nyonya.Sebaiknya anda mandi dulu,sambil saya merapikan semua ini."


"Omong-omong,di mana kak Sofia?"tanya Elen karna tidak melihat Sofia sejak ia bangun.


"Tadi pagi-pagi sekali Sofia meminta izin pada ku,katanya ia menjenguk keluarganya yang sedang di rawat di rumah sakit."


"oww,begitu ya?"


"Ya,Nyonya!"


"Baiklah kak,aku mandi dulu."


Saat Mitha sudah menyelesaikan kesibukanya di dapur,tiba-tiba saja bel apartemen berbunyi.Mitha segera membuka pintu untuk mengetahui siapa yang datang.


Saat Mitha mengetahui bahwa Samuel yang datang,Mitha langsung memberi salam hormat pada Samuel.


"Selamat pagi Tuan!"


"Selamat pagi Mitha,di mana istri ku?"


"Nyonya sedang mandi Tuan,silahkan masuk."


"Terimakasih Mitha."


Samuel mengajak Tania masuk ke dalam apartemen tersebut dan memerintahkan Mitha untuk membuatkan minuman untuk Tania.


"Kau tunggu di sini Tania,aku akan menemuinya."


"baiklah"


Belum sempat Samuel masuk ke dalam kamar milik istrinya itu,Elen sudah keluar dengan pakaian yang sudah rapih.


"Sweety?"


"Kak Sam?....aku sangat merindukan mu."ucap Elen sembari menghambur kepelukan Samuel.


"Aku juga merindukan mu Sweety!"ucap Samuel membalas pelukan Elen.


"Tania ada di sini Sweety,ia ingin bertemu dengan mu."


Mendengar nama madunya itu di sebut,mendadak hati wanita mungil itu terasa sakit,namun Elen berusaha untuk menyakinkan hatinya kalau nanti semua ini akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Oya,lalu di mana kak Tania sekarang?"


"Dia ada di ruang tamu,apa kau ingin menemuinya?"


"Ya,aku ingin menemuinya."jawab Elen berbohong,padahal sejujurnya ia tidak ingin melihat atau bertemu dengan istri pertama dari Samuel itu.


Meski Elen sakit hati,namun ia berusaha untuk seramah mungkin pada Tania,karna Elen tidak ingin di cap sebagai wanita egois oleh suaminya itu.


"Kak Tania?"


"Elen?...apa kabar mu?"tanya Tania basa-basi agar di nilai baik oleh Samuel.


"Seperti yang kak Tania lihat,aku baik-baik saja."jawab Elen ramah.


"Elen...aku kesini untuk berterimakasih pada mu."


"Terimakasih??...tapi untuk apa kak?"


"Terimakasih karna kau sudah mau membagi waktu Samuel untuk ku."


Elen menelan ludah pahit kala mendengar alasan Tania berterimakasih padanya.Memang dari awal Elen sudah memberi hati agar Samuel berlaku adil padanya dan Tania,tapi ini apa?,bukanya adil yang ia dapatkan seperti harapanya,malah rasa sakit yang teramat sakit yang saat ini ia terima.


"Tidak masalah Kak,yang penting kak Samuel bisa adil untuk kita berdua."jawab Elen dengan berat hati.


"Aku akan berusaha adil untuk kalian berdua."


Elen mengajak Samuel dan juga Tania untuk sarapan bersama,setelah mereka selesai sarapan,Samuel pamit kepada Elen untuk ke kantor.


"Baiklah Sweety,kami berangkat dulu."


"Kak Tania ikut ke kantor?"


"Oww,baiklah kalau begitu."


"Bye Sweety!"


"Kak Sam?"panggil Elen.


"Ya?"


"Ehh...tidak jadi kak!"


Sebenarnya Elen memanggil kembali Samuel karna ingin menanyakan apa Samuel akan pulang malam ini,namun Elen mengurungkan niatnya,karna ia tahu pasti kalau suaminya itu tidak akan pulang.


"Baiklah,aku dan Tania berangkat dulu."ucap Samuel sembari menggenggam tangan Tania dengan erat.


Setelah Samuel dan Tania keluar meninggalkan Elen, sendiri,wanita mungil itu langsung terduduk lemas tak berdaya,badanya terasa lemah,hatinya terasa ngilu,tak kuasa ia menahan air mata yang sedari tadi seakan menuntut untuk di jatuhkan.Elen terisak dengan dadanya yang terasa sesak.


"Nyonya harus sabar,Tuan pasti bisa berlaku adil."ucap Mitha berusaha menghibur hati Nyonya kecilnya itu.


"Kak Mitha!!...kenapa sakit sekali rasanya kak??"ucap Elen sembari membenamkan wajahnya di bahu Mitha.


Mitha memeluk Elen dengan pelukan hangat,ia mengelus kepala Nyonya kecilnya itu dengan lembut.Mitha sangat kasihan melihat wanita mungil itu menangis karna menahan rasa sakit hati.


"Malam ini Tuan Sam pasti akan pulang."


"Semoga kak."ucap Elen sedikit agak baik.


"Kak Mitha,aku ke kamar dulu."

__ADS_1


"baik Nyonya!"


Setelah Elen masuk ke dalam kamarnya,Mitha kembali ke dapur untuk mencek stok makanan yang ada di dapur,setelah mencatat apa saja yang harus di belanjakan,Mitha beranjak kembali ke ruang tamu,ia ingin menelefon langganan tuan Samuel yang sudah biasa mengantarkan stok bahan mentah makanan.Namun saat ia akan menelefon,tiba-tiba saja ponselnya berbunyi,pertanda ada pesan masuk untuknya.


"Hai Mitha"isi pesan dari Ares.


"Ya,Tuan."


"Apa kabar mu?"


"Sehat Tuan"


"Bagaimana denganya?...apa dia baik-baik saja?"


"Nyonya baik-baik saja Tuan."


"Apa pria labil itu membuatnya menangis?"


"Ya,Tuan,Nyonya Elen sangat bersedih sekali,saat ini Nyonya sedang berdiam diri di kamar."


"Memangnya apa yang sudah terjadi Mitha?"


"Pagi ini Tuan Samuel membawa serta Nyonya Tania ke apartemen,dan mulai hari ini Nyonya Tania akan membantu pekerjaan Tuan Samuel."


"Carilah cara agar Elen tidak terlalu larut dalam kesedihanya Mitha,kau bisa kan?"


"Ya,aku akan berusaha Tuan,."


"Kau memang yang terbaik Mitha."


"Apa Tuan masih di Indonesia?"


"Saat ini aku sudah ada di London,aku berangkat tadi malam."jawab Ares dalam isi pesanya.


"Baiklah Tuan."


"Terimakasih Mitha untuk informasi mu,aku sangat lega karna kau ada bersamanya,jangan lupa untuk terus mengabari ku."


"Baik Tuan."


"Good"ucap Ares mengakhiri pesanya.


"Seandainya saja Tuhan membuka jalan untuk Tuan Ares agar berjodoh dengan Elen,aku akan sangat senang sekali,Tuan Ares lebih pantas bersanding dengan Elen,karna perhatian Tuan Ares pada Elen,lebih dari perhatian yang di berikan oleh suaminya sendiri.ucap Mitha di dalam hati.


"hah?...pikir apa aku?...ya Tuhan,ampuni aku karna menghayalkan yang tidak-tidak tentang Tuan Ares dan Elen."ucap Mitha merutuki dirinya sendiri.


"tok...tok...tok"


Mitha mengetuk pintu kamar Elen,rencana Mitha membangunkan Elen untuk mengajak wanita mungil itu untuk makan siang,karna hari sudah pukul 13:40,Nyonya kecilnya itu masih saja di dalam kamar.


"Nyonya?"panggil Mitha berkali-kali namun setelah mengetuk beberapa kali,akhirnya Elen membukakan pintu utuk Mitha.


"Sebaiknya anda. makan siang dulu Nyonya!"


"Aku belum lapar kak Mitha,makanlah deluan,nanti aku akan makan kalau aku sudah lapar.ucap Elen pada Mitha"


"Saya tidak makan,jika Nyonya tidak makan.jawab Mitha dengan tegas.


Melihat kegigihan Mitha untuk menyuruhnya makan,akhirnya dengan terpaksa Elen mengikuti langkah kaki body guardnya itu menuju ke dapur.

__ADS_1


__ADS_2