
"yaaahh,batrenya mati lagi deh,padahal baru di isi!"kata Dio adik Luna.
"hp kamu kenapa Dio?"tanya ibu Ruth.
"ibu,handpone Dio sudah parah!,aku jadi kesulitan untuk ikut test Online!"kata Dio.
"kamu yang sabar ya nak,nanti sampai di kampung bapak jual sapi buat beli ganti handphone kamu!"kata pak Hery.
"tapi kan testnya sekarang pak!"
"pinjam punya kakak Luna aja dulu!"kata pak Hery.
"ini,pinjem handphone kak Jeane aja!"kata Jeane menyodor kan ponselnya.
"makasih kak Jeane!"kata Dio sambil menerima ponsel wanita itu.
"makasih ya nak Jeane."
"iya pak,sama-sama,aku sudah menganggap Dio seperti adik kandung ku sendiri."kata Jeane.
Satu jam kemudian Ellio datang membawa makanan yang sangat banyak,ia di bantu oleh Eric asistenya.Ellio berencana untuk makan siang bersama Luna dan calon mertuanya siang ini.
"Jeane,kenapa kau tak membalas pesan ku?"tanya Ellio pada sahabat kekasihnya itu.
"maaf pak,ponsel saya sedang di pinjam oleh Dio"
"oya?,memangnya ponsel kamu di mana Dio?"tanya Ellio pada adik iparnya itu.
"ponsel ku batrenya main mati-mati terus kak El!"kata Dio.
"Dio,setelah makan siang,kakak akan membawa kamu untuk beli ponsel baru."kata Ellio.
"ja-jangan...jangan.jangan kak!"ucap Dio.
"loh,kenapa memangnya?"tanya Ellio.
"tidak usah nak El,saat pulang nanti,bapak rencana mau jual sapi untuk beli ganti ponsel Dio."kata ibu Ruth.
"iya El,untuk sementara waktu,biar Dio pinjam punya aku saja."kata Luna kekasihnya itu.
"sayang,aku tidak keberatan untuk membelikan posel yang harganya tidak seberapa buat Dio.Aku sudah katakan sebelumnya,bahwa aku akan memenuhi semua kebutuhan bapak dan ibu serta Dio,dan ku mohon satu hal,jangan pernah menolak pemberian ku."kata Ellio panjang lebar.
"baiklah El!"ucap Luna singkat.
"terimakasih nak El"
"sama-sama buk"
__ADS_1
Di saat mereka akan makan siang bersama,tiba-tiba saja suara bel apartemenya berbunyi,Ellio keluar untuk membukakan pintu.
"haaaaiii buaya buntung!"
Sapa Oma dengan heboh.Setelah Oma tahu bahwa orangtua Luna sudah datang dari Lampung,ia segera bergegas menuju mansion milik ponakanya itu.Karna Oma tidak tahu kalau orangtua Luna sementara ada di apartemen Ellio.
"Oma?"
Oma langsung memeluk cucu dari ponakanya itu.
"di mana cucu mantu ku El?"
"ada di dalam Oma!"
Tanpa menunggu untuk di persilahkan masuk,Oma sudah main serobot masuk tanpa mempedulikan Ellio yang sedang terbengong melihat tingkah Oma.
"hai nak Ruth,nak Hery,kabar kalian sehat kan?"tanya Oma antusias.
"ya,kami sehat Oma."jawab kedua orangtua Luna serentak.
"nak Ruth,Oma akan penuhi janji Oma,hari ini Oma akan membawa kamu shooping sepuasnya."kata Oma.
Ellio dan tante Oliv di buat tertawa oleh tingkah Oma.
"ma,hari ini Luna dan Ellio akan ke butik" untuk mencoba gaun pengantin mereka."kata tante Oliv.
"ohh,bagus itu Oliv,biar sekalian kita juga pakai gaun yang sama!"kata Oma.
"kok kalian heran?"tanya Oma karna melihat ketiga wanita itu keheranan.
"maksud Oma,pakai gaun pengantin yang sama seperti Luna pakai?"
"ya tidak lah,masa iya Oma juga pakai gaun pengantin?,maksud Oma,kita pilih gaun yang sama saat acara pernikahan mereka nanti!"jelas Oma.
"oww"
jawab Luna tante Oliv dan ibu Ruth bersamaan.
"sebaiknya kita makan siang dulu Oma,selah itu baru kita keluar shooping."ucap tante Oliv.
"hei,Oliv,nanti kalau buat acaranya meriah sedikit ya!,jangan kayak si Sam!"kata Oma.
"memangnya si Sam,kenapa Oma?"
"Oma kurang puas,karna acara pernikahan mereka sangat sederhana."
"namanya juga mendadak Oma,salah si Sam sendiri,terlalu kebelet untuk kawin."kata Ellio.
__ADS_1
"iya sih,tapi kau juga kebelet Ellio,tapi kau masih bisa sabaran sedikit."kata Oma.
"siapa bilang aku kebelet?,Oma ada-ada aja deh.
Setelah mereka selesai makan siang,mereka kemudian bergegas menuju butik yang akan mereka kunjungi.Dan sebelum sampai ke butik,Ellio menghentikan mobilnya si sebuah gedung besar dan tinggi pusat penjualan Handphone terbesar di jakarta.
"apa kau ingin membeli ponsel Ellio?"tanya Oma.
"ya Oma,buat Dio!"kata Ellio.
"Oma ikut,Oma juga mau beli buat nak Ruth."kata Oma.
"ja-jangan Oma,tidak usah."jawab ibu mertua Ellio itu.
"ayo nak Ruth,kamu pilih sendiri ponsel yang kamu suka."
"aduh Oma,percuma saja,saya tidak tau pegang handphone"
"nanti saya yang ajari kamu."kata Oma.
Akhirnya setelah dipaksa-paksa,ibu Ruth pun menuruti permintaan Oma.Tante Oliv merasa sangat senang melihat kakak dari ibunya itu sangat antusias dengan keluarga calon menantunya.
Dio memilih ponsel yang biasa saja,namun Ellio lebih memilih ponsel yang harganya sampai membuat mata ibu Ruth membulat sempurna karna tak percaya.
"a-apa?,ponsel itu harganya tiga puluh lima juta?"tanya Ibu Ruth tak percaya.
"jangan...jangan nak El,beli yang biasa saja!"kata ibu Ruth.
"tidak apa-apa buk,ini harganya tidak seberapa kok!"kata Ellio.
"nak Ruth,kau juga pilih lah untuk mu,pilih yang sama seperti milik Dio.
"a-apa?,tidak usah Oma,itu terlalu mahal,tiga puluh lima juta itu,bisa untuk beli sapi tiga ekor."jawab ibu Ruth.
"nak Ruth...nak Ruth,itu nilainya tak seberapa,uang calon mantu mu itu cukup untuk membeli sapi seribu ekor bahkan lebih,dan masih banyak lagi."kata Oma.
"ta-tapi?"
"sudah nak Ruth,ambil saja,anggap lah hadiah kecil dari Oma"
Setelah sedikit di paksa oleh Oma dan Ellio,akhirnya ibu Ruth menerima posel yang Oma beli untuknya.Hati ibu Ruth menghangat karna kebaikan keluarga calon mertua dan calon suami anaknya itu.
Sesampainya di mobil,Luna terbelalak kala melihat ponsel yang ibu dan adiknya pegang,Luna sangat tahu harga ponsel itu,ia tak percaya kalau kekasihnya itu dan Oma mau membelikan ponsel yang harganya selangit buat ibu dan adiknya.
"El,ponsel ini harganya sangat mahal,apa ini tidak terlalu berlebihan?"tanya Luna pada kekasihnya itu.
"tidak apa-apa Luna,untuk orang lain saja kita masih berikan apalagi untuk keluarga sendiri."kata Oma.
__ADS_1
"iya Luna,apa yang di katakan Oma itu benar,kita sebentar lagi akan menjadi satu keluarga,jadi apa pun yang kami miliki berarti milik mu juga."kata tante Oliv.
Hati Luna sangat tersentuh dengan perkataan calon mertuanya itu Luna sangat bersyukur karna memiliki calon suami yang sangat baik,begitupun dengan keluarganya.Dan setelah itu Ellio mengemudikan mobilnya menuju butik yang akan mereka tuju.