
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi Ares?" tanya Elen pada suaminya.
"Mitha sudah menikah honey."
"Tapi dengan siapa?" Elen merasa bahagia kala mengetahui kalau wanita idolanya itu tidak benar-benar mati,tapi sekaligus Elen juga bersedih karena Mitha gagal menjadi kakak iparnya.
"Entahlah,aku tidak tahu honey...mungkin kak Richard sedang terpukul,kau tahu kan kalau kak Rich sangat mencintai Mitha."
"Itu semuanya salah kak Rich sendiri, wataknya yang terlalu keras dan terlalu sombong untuk mengakui perasaanya,kurang apa kak Mitha?... dia cantik,cerdas,pintar masak,tidak neko-neko,kurang apa coba?" kata Elen ketus.
Sejujurnya Elen kesal pada kakak iparnya itu,sekarang harapan Elen musnah untuk selalu bisa bersama-sama dengan Mitha.
"Ares,aku ingin menemui kak Mitha,aku ingin tahu siapa suaminya"
"Hah,untuk apa honey?"
"Aku hanya ingin tahu apa pria itu orang baik-baik atau tidak!"
Ares menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan perlahan.ia merasa geli mendengar keinginan istri mungilnya itu.
"Tapi kau sedang hamil honey!"
"Kita bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan ku."
"Kau yakin honey?...aku hanya tidak ingin kau dan anak kita sampai kelelahan,karena itu bisa berakibat fatal, kau kan tahu jarak dari Italia ke Indonesia memakan waktu yang cukup lama." terang Richard pada istrinya.
Dengan berat hati Elen mengikuti saran suaminya,dalam hati Elen membenarkan perkataan Ares,dan ia sendiripun tidak ingin jika terjadi sesuatu yang buruk padanya dan kandungannya.
"Biar aku saja yang pergi,aku ingin menenangkan hati kak Richard,aku sangat paham seperti apa kakak ku,jadi aku tidak ingin jika ia melakukan hal yang buruk pada Mitha dan dirinya sendiri."
"Baiklah,asal kau tidak lama-lama di sana."
"Aku tidak akan lama honey...mana bisa aku tidur tanpa mu dan anak ku." jawab Ares sembari mengelus kepala Elen dengan lembut.
****
Bandara internasional Italia Leonardo da Vinci
Ares telah tiba di bandara Internasional Italia dengan menggunakan pesawat pribadinya.sebenarnya Ares enggan untuk meninggalkan istrinya yang sedang hamil sendiri,meski banyak para maid dan anak buahnya di mansion,tapi Ares lebih tenang jika istrinya bersama dengannya.
Mengingat kakaknya Richard bisa berbuat nekat jika sudah mengalami hal yang di luar keinginannya,maka itu Ares
memutuskan untuk melihat keadaan kakaknya secara langsung.
Sesampainya di mansion milik Richard yang lebih menyerupai kastil itu,Ares langsung menemui kakaknya,dan di sana sudah ada Greg yang sedang bersitegang dengan kakaknya.
"Aku mohon ampuni adik ku Richard,demi aku." kata Greg memohon.
"Bagaimana aku bisa memaafkannya,adik mu sudah keterlaluan!" jawab Richard.
__ADS_1
"Tapi Rich!"
"Greg...jika kau ingin membela adik mu,maka kau juga tidak akan terlepas dari kebencian ku, camkan itu Greg!!"
Greg seakan menelan pil pahit kala mendengar ancaman dari sahabat karibnya itu.ia sangat tahu seperti apa seorang Richard selama ini.
"Tapi kau tenang saja Greg,aku tidak akan menghabisi adik mu selama ia tidak membuat Mitha ku menderita,tapi jika hal itu terjadi,aku tidak akan segan-segan menghabisi adik mu!" kata Richard.
Greg merasa lega mendengar ucapan terakhir sahabatnya itu,perihal adiknya ia bisa atasi,tapi Greg tidak bisa berkutik jika Richard sudah membuat ultimatum untuk hal apapun
"Terimakasih Rich,aku akan pastikan jika Leon tidak akan menyakiti atau membuat Mitha menderita."
"Bagus kalau begitu."
Sementara di luar,Ares mendengar pembicaraan kedua orang yang bersahabat itu,dari hasil pembicaraan tersebut Ares sudah tahu kalau Leon lah yang telah menikahi Mitha.
Ares memang mengenal Leon,tapi ia tidak terlalu tahu banyak tentang pria yang lebih sering di panggil Adam Miller itu.
Ares mengetuk pintu ruang kerja tempat Richard dan Greg berada.setelah di persilahkan masuk,Ares langsung mencecar pertanyaan pada kakaknya.
"Apa kau baik-baik saja kak Rich?"
Richard tak menjawab pertanyaan yang di layangkan oleh adiknya itu.karna Richard tahu kalau adiknya pasti berpikir kalau ia akan melakukan hal yang bisa merugikan orang lain maupun dirinya sendiri.
Richard memiliki pengalaman pahit di masa lalu,ia pernah hampir bunuh diri karena di putuskan secara sepihak oleh kekasihnya yang sangat ia cintai.
Sejak saat itulah Richard tidak mempercayai wanita manapun,namun setelah ia mengenal Elen di perusahaan milik adiknya,ia kembali tersentuh dengan perasaan cinta,namun sayang,adiknya Ares juga menyukai wanita yang sama, akhirnya Richard mengalah demi sang adik.
Hati Richard kembali tersentuh kala pertama kali melihat Mitha saat melindungi adik iparnya di kepulauan Aru di Maluku.sejak saat itulah Richard tertarik pada wanita cantik,cerdas dan juga tangkas itu.
"Tenang saja Ares,aku tidak akan melakukan kebodohan itu lagi." jawab Richard.
"Syukurlah kalau begitu."
"Hai Ares!" sapa Greg pada Ares.
"Hai juga Greg!"
"Omong-omong,apa kau datang sendiri?...di mana istri mu?" tanya Richard.
"Elen tidak ikut."
"Kenapa dia tidak ikut?
"Tidak baik untuk kehamilannya,maka itu aku melarangnya untuk ikut,aku kesini hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja,karna aku sangat mengkuatirkan mu"
"Kau lihat kan,kalau aku baik-baik saja,kalau begitu kembalilah,kasihan istri mu,dan lagipula istri mu pasti sangat membutuhkan mu." kata Richard.
"Kau mengusir ku?" tanya Ares.
__ADS_1
"Aku tidak mengusir mu Ares,tapi terserah kau sajalah,kalau terjadi apa-apa padanya bagaimana?"
"Istri ku akan baik-baik saja,kecuali kau mendoakan hal yang buruk untuk nya."
"Aku tidak sejahat itu adik ku tersayang!"
Ares tersenyum kala melihat kalau kakaknya tidak bersedih lagi,tapi Ares tetap waspada akan hal buruk apapun,karna walau Richard tampak tidak bersedih lagi,tapi tidak ada yang tahu seperti apa yang ada di dalam hati Richard yang sebenarnya.
"Sepertinya aku akan bermalam di mansion mu kak Rich, lagipula aku sangat merindukan mu kak.!"
"Jangan berlebihan Ares!... aku tidak akan melakukan hal yang diluar kendali ku." kata Richard.
Richard tahu tujuan Ares menginap di mansion milik nya,karena Ares pasti masih mengkhawatirkan dirinya yang bisa berbuat nekat.
"Kak Rich, apa aku tidak boleh menginap di mansion mu?... lagipula aku sangat lelah jika harus kembali ke Indonesia"
"Biarkan Ares menginap Rich,aku akan mengajak kalian berdua bersenang-senang malam ini." kata Greg angkat bicara,karena sedari tadi dia hanya diam saja tanpa menyumbang satu katapun.
Richard hanya diam tanpa menjawab,bahkan Richard menatap tajam pada Greg kala mengingat kesedihannya yang di akibatkan oleh Leon adik kandungnya itu.
"Apa menurutmu aku bisa bersenang-senang setelah aku patah hati karena adik mu,Greg?" kata Richard sembari menatap tajam pada sahabat karibnya itu.
"Kak Rich,ayolah...lupakan semuanya,masih banyak wanita yang bisa mengobati hati mu di luar sana,biarkan Mitha bahagia dengan suaminya, lagipula ini semua salah mu." kata Ares tanpa rasa takut sedikitpun menghadapi kakak semata wayang nya itu.
"Salah ku?...apa maksud mu Ares?"
"Jelas kau salah kak,kenapa kau tidak mengungkapkan perasaan mu pada Mitha?... dia sudah menikah,dan dia juga berhak untuk bahagia."
"Apa kau yakin jika dia akan bahagia?" tanya Richard pada Ares tetap dengan tatapan tajamnya yang bagai tatapan burung Elang.
"Dan... seandainya pun dia menikah dengan mu,apa kau yakin jika dia akan bahagia hidup bersama mu?" tanya Ares seakan menyerang kakaknya.
Richard terdiam mendengar pertanyaan terakhir dari adiknya Ares,dalam hati Richard membenarkan perkataan Ares,belum tentu Mitha bahagia seandainya wanita itu menjadi istrinya,mengingat seperti apa kehidupan Richard yang sesungguhnya.
"Sepertinya sekarang kau semakin banyak bicara Ares!"
"Aku begini demi kau kakak ku tersayang,aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk mu." jawab Richard.
"Greg!"
"Ya!"
"Bukankah tadi kau ingin mengajak kami bersenang-senang?"
"Ya,kau benar Rich."
" Kalau begitu mari kita bersenang-senang,jika kau tidak bisa membuat ku bahagia malam ini,maka tamatlah riwayat mu!!"
"What???"
__ADS_1