
"Kau dari mana saja Ares?" tanya Tante Melani.
"Aku mengantar Elen kesini untuk berobat Mom."
"Memangnya Elen kenapa?" tanya Tante Melani penasaran.
"Elen sedang sakit Mom."
"Ares,Mami tahu kalau kamu masih mencintai Elen,tapi kau harus ingat,bahwa Laura juga ada di sini.tolong jaga perasaanya."
"Mom,aku minta gagalkan perjodohan ini."
"Kita tidak bisa menggagalkan ya begitu saja Ares!"
"Maaf,mom.tapi aku tetap akan menolak perjodohan ini!"
Laura memang cantik dan menarik,lelaki mana pun pasti akan tertarik bila melihatnya.tapi entah kenapa Ares tidak tersentuh sedikit pun dengan kecantikan Laura.
"Ares,jangan membuat Mami kecewa nak."
"Aku janji Mam,aku akan segera menikahi Elen."
Tante Melani sangat menyayangi anak-anaknya.ia akan melakukan apa pun demi kebahagiaan anak-anaknya.Tidak di pungkiri jika Tante Melani juga sangat menyukai Elen.
Sejak pertama kali Tante Melani melihat Elen,ia sudah sangat menyukai Elen,namun karena saat itu Elen masih status istrinya Samuel,jadi wanita paruh baya itu tak mampu berbuat apa-apa meski ia tahu kalau kedua putranya memendam perasaan pada Elen.
"Ares,kebahagiaan mu adalah kebahagiaan mami,jika kau tidak bahagia,maka mami pun tidak akan bahagia.jika memang Elen mau menikah dengan mu,maka menikahlah secepatnya nak."
Ares sangat terharu mendengar perkataan ibu kandungnya itu.dalam hati ia sangat bangga terlahir dari rahim wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
"Terimakasih Mom."jawab Ares sambil tersenyum.
Tante Melani membawa Laura untuk di ajak ke tempat lain,demi memberitahukan pada Laura kalau perjodohannya dengan Ares gagal.meski terasa berat untuk memberitahukan ya,namun Tante Melani tetap harus memberitahukan ya agar Laura tidak berharap lagi pada Ares.
Elen terlihat sangat pucat,panasnya belum juga turun,saat ia melihat Ares masuk kedalam ruangan tempat ia berada,Elen memalingkan wajahnya ke arah tembok.
"Honey...apa kabar mu?"
Elen tidak menjawab pertanyaan Ares.
"Apa kau marah pada ku?...marahi aku,karena aku memang pantas menerimanya."
Elen masih terdiam.
"Jawab aku honey,aku sangat tersiksa jika kau diam begini."
"Aku merindukan mu Ares!...aku sangat menderita dalam penantian ku."
"Maaf kan aku honey,aku juga sangat tersiksa selama ini."
"Bohong!...kau pergi meninggalkan ku begitu saja,dan sekarang,kau sengaja membawa calon istri mu."
"Aku tidak mencintainya honey,karena satu-satunya wanita yang ada di hati ku adalah kau."
Elen diam dan kembali menghapus air matanya.ingin rasanya ia memarahi Ares saat itu juga,namun Elen tidak mampu melakukanya,karena ia juga sangat mencintai Ares.
__ADS_1
Ares meraih tangan mungil milik Elen,menggenggamnya lalu menciumnya.
"Kau masih saja seperti dulu,wanita kesayangan ku yang lemah lembut,aku mencintai mu Elen,menikahlah dengan ku.karena aku tidak bisa hidup tanpa kamu."
"Ares,aku bersedia,tapi bagaimana de-" kata Elen menggantung kalimatnya karena di hentikan oleh Ares.
"Mami sudah mengatur semuanya,mami sangat menyayangi mu honey."ucap Ares sambil mengelus kepala wanita kesayangan ya itu.
"Apa tadi kau sudah minum obat?"
"Ya"
"Kau kesayangan ku Elen,aku tidak bisa hidup tanpa mu."ucap Ares seraya memeluk Elen.
Elen membalas pelukan Ares,momen seperti ini lah yang selalu di rindukan oleh Elen,akhirnya Tuhan menjawab doa kedua insan tersebut,doa yang selalu mereka lantunkan agar di kabulkan oleh sang maha pencipta.
*****
Keesokan paginya Laura bersiap-siap untuk kembali ke London,sebenarnya ia sangat bersyukur karena perjodohan ya dengan Ares tidak jadi.karena Laura sendiri sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.
Laura menerima perjodohan itu karena menghormati kedua orang tuanya yang merasa berhutang Budi kepada keluarga Clark.
Berhubung karena keluarga Clark sendiri yang meminta untuk menggagalkan perjodohannya,Laura pun sangat bersyukur karena masih ada harapan untuk kembali pada kekasihnya.
"Maaf kan aku Laura,perjodohan ini di luar kehendak ku."
"Aku mengerti Ares,kau tenang saja.aku pun tidak mau menikah dengan orang yang tidak ku cintai dan orang yang tidak mencintai ku."
"Sampaikan salam ku pada kedua orang tua mu.meski pernikahan kita tidak jadi,aku berharap hubungan keluarga Clark dan keluarga Miller tetap seperti dulu." kata Ares sambil menggenggam tangan mungil milik Elen.
Laura tidak menyangkal kalau wanita yang tangannya sedang di genggam erat oleh Ares itu sangatlah cantik,meski tubuhnya mungil,namun daya tarik Elen sangat besar,Laura bisa menebak dalam hati,pastilah banyak lelaki yang menginginkan Elen.
"Apa kalian akan bercerita terus?...lalu,kapan kita akan berangkat Laura?" tanya Tante Melani bercanda.
"Mom...hati-hati di jalan...dan kau Laura,kau tetap teman ku.setelah kami menikah,aku akan membawa wanita ku ini ke London." kata Ares.
"aku akan menunggu hari itu." kata Laura sambil tersenyum.
'Ares,jaga baik-baik calon menantu Mami,jangan menunda pernikahan kalian terlalu lama."
"Baik mam."
Ares dan Elen mengantarkan ibunya dan Laura ke bandara.lalu Ares membawa Elen ke perusahaan miliknya.sesampainya di perusahaan,Ares meminta Elen untuk menunggu di ruangannya.karena ada ha penting yang akan ia bahas bersama Bayu asistennya
"Bayu"
"Ya,bos!"
"aku ingin kau menyiapkan tempat yang spesial untuk aku dan Elen malam ini."
"Apa?"
"Biasa saja Bayu,kenapa kau kaget begitu?"
"Maaf bos,aku hanya berpikir bagaimana de-"
__ADS_1
"Laura maksud mu?"
"Ya bos"
"Dia sudah berangkat bersama mami ke London,apa kau juga ingin menyusulnya?"
"tidak bos"
"Ingat apa yang ku pesan Bayu,aku ingin tempatnya memiliki kesan yang mendalam." kata Ares.
"Baik bos."
Setelah selesai menyuruh Bayu untuk mempersiapkan tempat yang spesial untuk Ares melamar Elen malam ini,Ares pun kembali menuju ruangan kerjanya.
"Apa kau lapar sudah lapar honey?"
"Aku belum lapar Ares"
"Aku juga belum lapar,karena aku akan selalu kenyang jika kau selalu ada di samping ku."
"Mulai nih gombalnya." kata Elen.
"Apa aku terlihat menggombal Hem?" kata Ares sambil menatap lekat-lekat mata bening milik Elen.
"Ares,sebelum kita menikah,aku ingin kau berjanji satu hal pada ku."
"Katakanlah honey."
"setelah kita menikah,aku tidak ingin kau melarang ku dekat dengan Arthur,dan yang kedua,aku tidak ingin kau melarang ku untuk tetap bekerja."
Ares menatap kedua bola mata wanita kesayangan ya itu dengan mesra.
"Aku tidak akan melarang mu untuk melakukan apa saja jika itu bisa membuat mu bahagia."kata Ares dengan lembut.
"Terimakasih Ares."
"Tapi dengan satu syarat."
"Katakan apa syarat mu."
"syarat ku adalah,kau tidak boleh dekat-dekat dengan Samuel,karena itu sangat berbahaya."
"kau cemburu jika aku dekat dengan ya?"
"Ya,aku cemburu honey,aku sangat cemburu."
"Tanpa kau minta pun,aku akan tetap melakukan ya,karena aku tidak ingin jika kak Sam nanti akan salah paham."
"ya,kau benar Honey...by the way,sebaiknya kita harus segera menikah,jika lama-lama,aku takut jika rencana kita akan gagal lagi." kata Ares.
"Aku serah kan semua keputusan pada mu Ares...aku tidak bisa menolak,karena aku sangat mencintai mu."
"Terimakasih karena telah mencintai ku,aku ingin hidup bersama mu,menjalani hari-hari ku bersama mu,sama-sama membesarkan dan mendidik anak-anak kita sampai kita menua."
Seulas senyum lembut tersungging di bibir Elen,ia merasa bahagia karena pada akhirnya ia akan menikah dengan Ares,pria tampan yang selalu bisa membuatnya selalu tenang dan nyaman.
__ADS_1