
"Syukurlah!...akhirnya adik ku bercarai juga dengan tuan mu!" kata Milka dengan ketus pada Jack.
"Apa-apaan kau Milka?...sepertinya kau sangat bahagia melihat adik mu menderita seperti itu?" jawab Jack.
"Lebih baik menderita untuk sesaat,dari pada menderita untuk selamanya!"jawab Milka sembari menjulurkan lidahnya pada Jack,tidak tahu saja Milka kalau perbuatanya itu membuat tubuh Jack serasa panas dingin.Jack merasa gemas melihat Milka nenjulurkan lidahnya seraya mengejek.
"Kalau kau berani,lakukan sekali lagi Milka!...tapi jangan salahkan aku jika saat ini aku akan memakan mu di banyak depan banyak o3rang!"ancam Jack.
"Hei Jack!...kau dan tuan mu itu sama saja!"
"Apa maksud mu Milka?"
"Iya,kalian berdua itu sama-sama buta,tidak bisa melihat siapa yang benar,dan siapa yang salah.*kata Milka.
Jack merasa terpojok kala mendengar kata-kata Tania,ya,memang benar Jack merasa terpojok,sampai saat ini Jack belum bisa membuktikan kalau Elen tidak bersalah,meski Jack sudah berusaha mencari bukti.Bukti satu-satunya adalah rekaman cctv,namun saat Jack ingin nemeriksa rekaman cctv saat kejadian tersebut,Jack mendapati bahwa rekaman cctv sedang rusak saat kejadian.
"Maafkan aku Milka,aku akan tetap berusaha untuk membuktikan kalau Elen tidak bersalah.*
"Untuk apa lagi hah?...karna percuma saja!...untuk apalagi kau mencari bukti?...toh mereka sudah resmi bercerai!"
"Setidaknya agar tuan Sam tahu,kalau ia sudah melakukan kesalahan yang sangat besar." kata Jack.
"Tidak perlu Jack!...apa bukti lebih penting di banding rasa percaya Samuel pada adik ku?....sudahlah Jack,tidak ada gunanya kita bicarakan ini lagi,toh semuanya sudah terjadi." kata Milka.
"Tapi aku berharap,hubungan kita tidak putus meski Tuan Sam dan adik mu telah resmi bercerai."
"Kita lihat saja nanti Jack!"
Setelah Elen keluar dari persidangan,Elen tidak ingin berlama-lama lagi di tempat itu.Karna percuma saja jika ia masih harus melihat wajah mantan suaminya itu.
Dari jarak yang tidak begitu jauh,pria tampan yang sudah resmi bercerai dengan Elen itu tampak terlihat sangat lesuh,sejujurnya bukan ini yang ia ingin kan,seandainya saja Elen mau minta maaf akan
perbuatanya yang mengakibat kan Tania keguguran,pastilah Samuel akan memberikan kesempatan untuk wanita mungil kesayanganya itu.
"Kenapa kau keberatan sekali untuk meminta maaf pada suami mu sendiri Elen?...sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaaf kan mu Elen!"ucap Samuel sembari melihat mantan istrinya itu yang sudah semakin menjauh meninggal kan tempat persidangan itu.
__ADS_1
"Sudahlah Sam!!...mulai hari ini kau harus belajar melupakanya."ucap Tania sembari mengelus pundak Samuel.
"Yes!!...akhirnya aku bisa menyingkir kan mu dari Samuel,mulai saat ini tidak akan ada lagi yang akan menjadi pengganggu dalam rumah tangga ku.Pergilah jauh Elen!...bila perlu pergi ke tempat yang sangat sulit untuk di ketahui oleh siapa pun."kata Tania dalam hati tanpa merasa bersalah.
******
Malam ini di rumah kecil tempat Elen dan Mitha berada,terlihat Elen duduk meratapi nasibnya yang selalu mendapat cobaan yang begitu berat.
"Aku ingin pergi jauh dari tempat ini kak Mitha!"kata Elen.
"Apa?...memangnya kau mau pergi ke mana Elen?"tanya Mitha.
"Ke tempat yang jauh,aku ingin meninggalkan semua kenangan tentang semua yang ada di tempat ini."
"Kalau begitu aku pun akan ikut dengan mu."kata Mitha.
"Jangan kak Mitha!...karna aku ingin melanjutkan hidup ku sendiri."
"Elen!...kakak mu Milka,Dian dan juga Ares akan sangat sedih jika kau melakukan itu."
"Elen!...aku tahu ini sangat berat untuk mu,tapi apa kau harus terpuruk seperti ini terus?...lanjutkan hidup mu Elen!...buktikan padanya bahwa kau adalah wanita yang kuat yang tidak mudah putus asa.Aku yakin suatu saat nanti Samuel akan mengetahui semua kebenaranya,dan akan pastikan kalau ia akan menyesali perbuatanya."kata Mitha panjang lebar.
"Aku sudah tidak peduli lagi kak,Meski Samuel mengetahui semuanya saat ini pun,aku tidak akan ambil pusing.Aku hanya ingin hidup sendiri tanpa bayang-bayang Samuel,karna aku sangat mencintainya kak."
"Baiklah Elen,tapi bagaimana dengan Ares dan Milka kakak mu?" tanya Mitha.
"Mereka tidak boleh tahu tentang ini."
"Tapi kemana tujuan mu Elen?"
"Aku belum tahu kak!...aku sudah melihat beberapa tempat yang cocok,yang jauh dari keramaian."
"Huff"
Mitha menarik nafas berat kala mendengar ucapan Elen.Sejujurnys Mitha tidak setuju dengan rencana wanita mungil itu,namun Mitha sadar kalau Elen butuh hidup sendiri saat ini.
__ADS_1
"Lalu bagaimana cara ku untuk menghubungi mu?"tanya Mitha.
"Aku akan mengabari kak Mitha setelah aku sudah satu tahun tinggal di sana,aku akan mengabari mu lewat Email mu kak!"
"Hah?...satu tahun?...tapi itu terlalu lama Elen?"
"Satu tahun itu tidak lama kak!"kata Elen.
"Tidak apa-apa Elen,tohh aku masih bisa memasang alat pelacak di tubuh mu,agar kami tidak kesulitan untuk mencari mu!"ucap Mitha dalam hati sembari tersenyum licik.
Melihat senyuman aneh yang tersungging di bibir Mitha,Elen pun mengerti apa yang sedang Mitha pikirkan.
"Aku tahu apa yang kau pikir kan Kak Mitha!...pasti kau ingin memasang alat pelacak di tubuh ku,tapi aku tidak bodoh,maaf kan aku kak!...seudah cukup aku menyusahkan kalian semua,aku berjanji akan melanjutkan hidup ku dengan baik,dan bila saatnya sudah tiba,aku yakin kita akan kembali berkumpul seperti dulu lagi."kata Elen dalam hati.
Hari sudah mulai gelap ketika Mitha menyelesaikan masakanya,sementara Elen masih di dalam kamar sembari menulis surat yang akan ia tinggalkan nanti.
Rencana Elen akan berangkat malam ini juga,karna sulit bagi Elen keluar tanpa sepengetahuan Mitha,Elenpun berinisiatif untuk mencampur obat tidur dengan dosis lebih sedikit,karna Elen tidak ingin terjadi sesuatu pada wanita yang sangat baik hati itu.
Elen mencampur obat tidur yang berbentuk cair pada air mineral yang Mitha minum.Tepat pukul 09:30,Mitha merasakan kantuk yang sangat berat,ia pun bingung pada dirinya sendiri.Tidak biasanya ia mengalami kantuk seberat ini,lima menit kemudian Mitha sudah terkapar tak berdaya di atas sofa.
"Kak Mitha!...tidurlah di kamar kak!...kak...kak Mitha!" panggil Elen berulang kali.Setelah merasa yakin kalau Mitha sudah tertidur pulas,Elen pun segera beranjak mengambil koper kecilnya dan menaruh surat di atas meja dekat Mitha berada.
"selamat tinggal kak Mitha!"ucap Elen sembari meraih tangan Mitha untuk ia cium.
Keesokan paginya tepat pukul Sepuluh Mitha bangun dari tidurnya,Mitha merasakan seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga akibat obat tidur yang ia konsumsi tanpa sepengetahuanya.Mitha melirik arloji yang ada di pergelangan tanganya,dan betapa kagetnya Mitha kala mengetahui kalau hari mulai beranjak siang.
"Apa?...sudah jam 10?...kenapa aku bisa kesiangan begini?"
Mitha melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membangunkan Elen,namun saat Mitha sudah sampai di kamar betapa kagetnya Mitha kala tidak melihat Elen ada di sana.Mitha langsung teringat dengan perkataan Elen kemarin,sesaat Mtha menyesali karena terlambat memasang alat pelacak pada Elen.
"Kenapa aku bisa gegabah seperti ini?...arrghh!!...matilah aku!...tuan Ares akan sangat marah pada ku."ucap Mitha merutuki dirinya sendiri.Mitha kembali ke ruang tamu untuk mengambil ponselnya,karna ia ingin mengabari Ares,siapa tahu anak buahnya Richart yaitu kakaknya Ares dapat membantu untuk melacak keberadaan wanita mungil itu.
Namun belum sempat menemukan ponselnya,Mata Mitha langsung tertuju pada sebuah anflop. yang berisi surat tulisan tangan Elen sendiri.
Maaf ya,Author tidak tulis dengan lengkap selama proses persidanganya,karna author belum paham soal proses sidang perceraian,soalnya author belum pernah mengalaminya dan semoga gak akan pernah mengalaminya,part berikutnya adalah part di mana si tampan Samuel mengetahui kebusukan Tania dan juga penyesalan Samuel karna tidak mempercayai istri mungil kesayanganya.jangan lupa di like dan komen ya,biar author lebih semangat lagi...salam sukses dan salam sehat selalu buat semua para pembaca🙏🙏🙏🙏
__ADS_1