Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Mendiami ku


__ADS_3

Mitha tidak pernah ambil pusing jika mendapat tatapan tajam dari sang tuan,karena Mitha sudah terbiasa dengan perangai sang mafia tampan tersebut.


Selama bekerja dengan Richard,Mitha tak pernah banyak berbicara dengan Richard.mereka hanya bicara sekedar nya saja saat bertemu atau sedang rapat membahas soal pekerjaan.


Bekerja dengan Richard selama dua tahun sudah cukup membuat Mitha mengenal watak sang mafia yang terkenal sangat kejam itu.


Pagi ini Richard berencana akan kembali ke Italia siang nanti,sudah menjadi kebiasaan Richard untuk memantau Mitha secara diam-diam.


Saat Richard sedang mengintip aktifitas Mitha yang sedang memasak,tiba-tiba ia di kejutkan oleh kedatangan Elen yang menepuk pundak nya dengan kuat.


"Kak Rich!...kau sedang apa?...kau mengintip ya?...ayo...mengaku." kata Elen yang membuat Richard kaget dan jengkel setengah mati akibat perbuatan Elen.


"Aku tidak mengintip,aku hanya ingin melihat siapa yang ada di dapur." jawab Richard dengan tatapan tajam.


"Ais,bisakah kau diam perempuan kecil?..kau mengganggu kesenangan ku saja!" kata Richard dalam hati.


Elen melakukan hal yang sama seperti Richard,ia mengintip dari balik tembok,karena Elen penasaran dengan apa yang sedang di lihat oleh kakak iparnya itu.


Kedua mata milik membulat dengan sempurna kala mengetahui kalau kakak iparnya itu sedang memperhatikan Mitha yang sedang sibuk memasak.


"Kak,Rich!" kata Elen sembari menoleh kebelakang,namun sayang nya tidak ada siapa- siapa di situ,karena Richard sudah hilang pergi entah kemana.


Jiwa penasaran Elen pun tak dapat di bendung,ia mencari Richard untuk menanyai nya,karena Elen merasa curiga kalau kakak iparnya itu sedang jatuh cinta pada wanita cantik yang sudah menjadi idola nya itu.


"Kak Rich,ada hal yang ingin ku tanyakan pada mu."


Richard menatap Elen dengan tajam,Richard sangat tahu apa yang akan di tanyakan oleh adik iparnya itu.


"Apalagi wanita kecil?"


"Kau menyukai kak Mitha?" tanya Elen.


"Ais...kau ini ada-ada saja."


"Jangan menyangkal,mengaku saja."


"Aku hanya ingin menyuruh Mitha membuatkan sarapan untuk ku,karena aku harus mengerjakan sesuatu sebelum aku berangkat ke Italia siang nanti."


"Aku tidak percaya,kenapa kau mengintip nya?...kenapa tidak memanggil nya langsung?"cecar Elen pada sang kakak ipar


"Kenapa kau cerewet sekali sih?, kalau kau masih bertanya terus,aku akan membawa paksa Mitha ikut bersama ku!" ancam Richard.


"Enak saja!...kak Mitha tidak akan kemana-mana,berani membawa nya,kak Rich akan berurusan dengan ku!"

__ADS_1


Melihat Elen tetap kekeh pada keinginan nya,Richard merasa sangat gemas dengan istri mungil kesayangan adik nya itu.


"Ares,kenapa istri kecil mu ini sangat menggemaskan sekali?" kata Richard dalam hati.


"Hah...memang nya kau bisa apa?" kata Richard dengan nada mengejek.


"Kau menantang ku?... baik,kalau kak Rich tidak mengaku,maka jangan salahkan aku jika aku akan mencarikan calon suami untuk kak Mitha." ancam Elen berpura-pura.


Alis milik Richard seketika mengkerut mendengar ancaman adik ipar nya itu,Richard maju selangkah mendekati Elen sembari menatap tajam pada nya.


"Berani bicara lagi,aku akan mencium mu saat ini juga,persetan dengan suami mu!” ancam Richard.


Elen menelan Saliva nya dengan kasar,ia tidak berani bicara lagi,jelas saja,ancaman Richard mampu membuat Elen menutup mulut rapat- rapat.Elen menutup mulut nya dengan tangan nya,agar tidak bicara lagi pada kakak iparnya itu.dengan langkah pelan wanita mungil Ares itu pun berlalu tanpa permisi.


Richard menahan tawa nya karena merasa geli dengan tingkah lucu istri adik semata wayang nya itu.betapa tidak,Richard hanya pura- pura mengancam agar Elen tidak menanyai nya lagi,apalagi sampai mengancam nya untuk mencarikan suami untuk Mitha,ya meskipun Richard sedikit goyah untuk tidak benar-benar mencium adik ipar nya yang sangat menggemaskan itu.


"Honey...kenapa kau menutup mulut mu seperti itu?...apa kau ingin muntah lagi?" tanya Ares.


Elen mengangguk.


Ares membantu istri nya untuk memuntahkan isi perut nya.


"Aku tidak jadi muntah,tiba-tiba saja rasa mual ku hilang."


"Syukurlah honey...aku tidak kekantor hari ini,karena aku ingin menemani mu."


Ares tidak terima jika istrinya merindukan pria lain selain diri nya.wajah pria tampan itu seketika berubah menjadi masam kala mendengar keinginan istri nya.


"Ares,wajah mu jangan masam begitu,aku hanya mencintai mu,tapi aku benar-benar merindukan Arthur,karena Arthur sudah ku anggap sebagai putra ku."kata Elen dengan lembut,namun tidak di gubris oleh Ares.


Ares melangkah memasuki kamar mandi lalu menutup nya dari dalam.Elen menatap bingung pada suami nya,bukan kah Ares sudah berjanji untuk tidak melarang nya untuk bertemu dengan Arthur?


Sudah lebih dua puluh menit Ares berada di dalam kamar mandi,Elen hanya mendengar bunyi air dari kran.Elen berinisiatif membuka pintu karena merasa kuatir pada suaminya.saat Elen memutar gagang pintu,namun sayang pintu tersebut di kunci dari dalam.


"Ares!...Ares!...ayolah sayang...jika kau tidak mau juga aku tidak memaksa,tapi jangan begini." pinta Elen.


Setelah mengetuk berulang kali,Ares pun keluar dari kamar mandi,Ares ternya mandi,karena terlihat rambut nya yang masih basah.Ares mengenakan handuk sebatas pinggang,menampak kan otot perut nya yang terlihat sangat seksi.


"Sayang...kau mau kemana?" kata Elen.


Ares hanya diam tanpa menjawab pertanyaan istri nya.


"Ares,jawab aku."

__ADS_1


Ares masih setia dengan aksi diam nya sambil mencari pakaian di lemari.setelah mendapatkan apa yang ia cari,akhirnya Ares memakai pakaian kantornya dengan rapih.


Ares masih tetap dengan aksi diam nya,dia tidak menggubris semua pertanyaan Elen,pria tampan itu masih marah karena keinginan istri nya itu,sejujur nya Ares sangat cemburu jika istri nya merindukan Arthur,karena bagi Ares itu sama saja jika istri nya itu juga merindukan ayah dari anak itu.


Ares meraih tas kantor nya kemudian berlalu meninggalkan Elen.


"Ares,sayang...ku mohon jangan begini." kata Elen sambil mengejar Ares.


Elen menghentikan langkah nya untuk mengejar Ares,ia tidak ingin jatuh dari tangga karena mengejar pria itu.Elen kembali masuk ke kamar lalu duduk di tepi ranjang sembari menangis.


"Bukan kah waktu itu kau tidak keberatan kalau aku sesekali menemui Arthur?...kau jahat Ares,kau egois!...aku membenci mu!" kata Elen tak henti menangis.


"tok...tok...tok" terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Elen menghapus air mata nya,ia tidak ingin ada yang tahu kalau ia baru saja menangis.Elen membuka kan pintu untuk mengetahui siapa yang sudah mengetuk.


"Kak!" panggil Elen kepada Mitha.


"Aku membawakan sarapan untuk mu,ini cocok untuk ibu yang sedang hamil,makan lah."


"Terimakasih kak Mitha." jawab Elen dengan senyum yang di buat-buat.


Mitha menatap wajah Elen yang selalu menundukkan wajah.Mitha mengangkat dagu wanita yang sudah dia anggap sebagai adik nya itu.


"kau menangis Elen?"


Elen tak kuasa menahan tangis nya,sontak ia langsung memeluk tubuh ramping Mitha.


"Kak,kenapa semua lelaki itu egois?,tidak bisakah ia mengerti perasaan ku?" kata Elen menangis di pelukan Mitha.


Mitha menuntun Elen duduk di atas ranjang.


"Sekarang ceritakan,apa yang sudah terjadi?" tanya Mitha.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Arthur,karena aku sangat merindukan nya,tapi Ares marah dan mendiami ku." cerita Elen pada Mitha.


"Sudahlah...kau tidak boleh menangis lagi,aku akan memberikan pelajaran pada pria tengik itu." kata Mitha.


Mitha keluar dari kamar kedua tuan nya itu,ia ingin menemui Ares dan memarahinya.Mitha tidak terima jika Ares membuat adik nya itu sampai menangis.


Saat Mitha hendak keluar menuju garasi untuk menyalakan mobil,Richard menegur Mitha karena melihat Mitha terburu-buru.


"Mitha,kau mau ke mana?" tanya Richard dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Mitha tidak mempedulikan pertanyaan dari sang mafia tersebut,ia terus melangkah menuju mobil tanpa menghiraukan tatapan heran dari Richard.


"Mitha!!!"


__ADS_2