Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Rencana jahat Mami Eliza


__ADS_3

"keputusan yang bijak kak Milka!"kata Ares.


"Ares!...kau tahu sendiri,kalau aku sangat menyayanginya,hanya dia keluarga ku satu-satunya,aku tahu kalau setelah ini adik ku akan sangat memarahi ku!"kata Milka terlihat sedih.


"aku yakin,kalau adik mu akan memahami keputusan mu Milka,kau banyak-banyaklah berdoa,agar adik mu bisa selamat."kata Richart.


Saat Milka,Ares dan Richart sedang menunggu untuk operasi Elen,beberapa menit kemudian mereka melihat Jack datang seorang diri.


"bagaimana Jack!...apa kau sudah memberitahukan Samuel?"tanya Ares pada Jack.


"maaf,tuan Ares!...saya belum bisa menghubunginya!"


"kenapa bisa begitu Jack?"


"maaf,tuan!...saya sudah berusaha menghubungi ponselnya,tapi tidak di jawab!"


"apa kau sudah mencarinya di mansionya?tanya Richart.


"sudah,tuan Rich!...tapi kata Tania,tuan Sam tidak ada di mansionya."


"lalu,dia kemana Jack?...masak kau tidak tahu sama sekali?"


"maaf,tuan!...siang tadi tuan Sam meminta ku,untuk menggantikanya dalam rapat penting siang ini,karna beliau bilang,beliau ingin mencari istrinya."


"siang tadi,Samuel ke kantor ku Jack!...kami berdua sempat berduel,dan setelah itu,Samuel pergi entah kemana?"kata Ares jujur.


"hah?...kalian berduel?"tanya Milka.


"iya,kak Mil!...Samuel bersikeras agar aku memberitahukan padanya di mana istrinya,tapi aku tidak mau memberitahukanya karna aku ingat akan pesan Elen,agar tidak memberitahukan suaminya tentang keberadaanya."kata Ares.


Milka merasa lucu karna melihat wajah tampan Ares yang sudah seperti badut saat ini.Tadi saat Ares tiba di kontrakanya,sebenarnya Milka ingin bertanya soal wajah Ares yang sangat kacau,namun Milka mengurungkan niatnya di karenakan masih panik dengan kedaan Elen.


Milka ingin tertawa saat ini juga,tapi ia tak mampu karna adiknya masih berjuang di dalam sana.Milka duduk tidak tenang,ia duduk sembari menggoyang-goyangkan kakinya,karna Milka merasa tidak tenang,Milka sampai berpikiran negatif tentang keadaan adiknya.


"Tuhan...bagaimana jika adik ku tidak selamat,aku akan hidup sendiri nanti."kata Milka dalam hati.


Melihat Milka duduk tidak tenang terlihat sangat gelisah,Jack berinisiatif untuk membuatnya tenang.Jack duduk mendekati Milka,ia meraih tangan Milka dan mengelus tangan milik wanita yang ia sukai itu.


"Milka!...kau tidak perlu takut,adik mu akan baik-baik saja!"ucap Jack pada Milka.


Ketika Jack mengelus punggung tanganya,Milka merasakan getaran hangat di tanganya,mendengar ucapan Jack membuat Milka sedikit tenang.


"ya,kau benar Jack!...adik ku pasti akan baik-baik saja."ucap Milka pada Jack.


"nah!...begitu baru benar!...kau tidak boleh terlalu kuatir,kau hanya perlu berdoa,karna adik mu sangat membutuhkan doa dari mu."


"terimakasih Jack!."


"sama-sama!"

__ADS_1


DI MANSION SAMUEL


Tania duduk dengan anggun sambil menyesap teh cina kesukaanya.Semenit kemudian,wanita cantik itu melihat ponselnya bergetar di atas meja.Tania melihat siapa yang sudah mengusik ketenanganya,begitu ia mengetahui siapa yang sudah mengusiknya,Tania langsung mematikan ponselnya dan segera mengirim pesan pada ibunya,karna ibunyalah yang sudah mengganggu ketenanganya.


"Mami!...lewat pesan saja."isi pesan chat Tania pada ibunya.


"kau ada di mana Tania?"


"aku ada di mansion Mi,ada apa Mami menghubungi ku?"


"kau tahu siapa diri mu Tania?"tanya Mami Liza.


"aku tahu Mami!...aku hanyalah anak yang tak pernah Mami harapkan."


"baguslah,kalau kau menyadari itu."


"sekarang,apalagi yang Mami inginkan dari ku?"


"hahaha...terlalu banyak yang ku inginkan dari mu Tania!."


"iya,katakan saja Mami?"


"aku ingin kau membujuk Samuel agar Samuel mengatas namakan pabrik kopi yang ada di kampung halaman wanita sialan itu atas nama mu!


"memangnya,apa keuntunganya buat Mami?"


"kau bodoh,atau apa?...bukankah akan sangat bagus,jika pabrik itu atas nama mu?...dengan cara itulah kau bisa menyingkirkan benalu dalam rumah tangga mu."


"hah!...kau tak perlu munafik anak ku,aku sangat mengenal mu,bukankah kau adalah dari darah daging ku?"


"tapi itu akan sangat sulit Mami,karna Samuel sangat mencintai wanita itu."


"gunakan otak mu!"isi pesan terakhir Mami Liza pada Tania putrinya.


Setelah selesai berkirim pesan pada Tania,Mami Liza ingin menelefon putri kesayanganya Angel.Namun,belum sempat Mami Liza menelefon Angel,Arsen sudah berada tepat di depan Mami Liza.


"haha...haha!...bagus...bagus!"kata Arsen sembari tertawa melihat ibu tirinya itu.


"kenapa kau menertawakan ku hah?"


"aku menertawakan mu Liza!...karna tidak lama lagi,kau akan hancur sehancur-hancurnya."kata Arsen.


"Mmm....kasihan sekali kau Arsen!...kau pikir kau lebih hebat dari ku?...aku ini Liza,Arsen!...kau belum mengenal Liza yang sebenarnya,karna jika kau benar-benar mengenal Liza,tentu kau tidak akan berani menentangnya.kata Mami Liza.


"kau bilang aku tidak mengenal mu?...kau sangat lucu Liza!...aku sudah mengenal mu sejak aku masih kecil,selama ini aku mengawasi gerak-gerik mu,bahkan aku tahu,dengan lelaki mana saja selama ini seorang Liza menjajahkan tubuhnya.Bukankah seharusnya tubuh mu ini milik tuan Salim Ayah ku?....apa kurangnya ayah ku bagi mu?"


"kau jangan sembarangan bicara Arsen!"kata Liza sudah tersulut emosi.


"kenapa?...apa kau takut,karna aku mengetahuinya?....tapi itu belum seberapa Liza!...masih akan ada hal yang lebih buruk lagi yang akan kau rasakan setelah ini,bersiaplah untuk segala kemungkinan!"kata Arsen.

__ADS_1


"aku akan membunuh ibu pelacur itu!...jika kau berani macam-macam!"ancam Liza.


Mendengar ibunya di katakan pelacur,Arsen maju beberapa langkah mendekat pada ibu tirinya itu,kemudian Arsen mencengkram dagu Mami Liza seraya berkata.


"jangan mengancam ku perempuan binal!...ibu ku tak pernah melakukan hal yang menjijikan seperti yang kau kakukan,kaulah pelacur yang sesungguhnya."kata Arsen.


"lepaskan tangan mu Arsen!"kata Mami Liza sembari menepis tangan Arsen dari dagunya.


Arsen kembali mundur mundur kala melihat tuan Rudy turun dari tangga.Malam ini tuan Rudy ingin menghadiri acara pernikahan anak dari klienya.


"Papi mau kemana?"tanya Mami Liza.


"menurut mu?"jawabnya singkat.


"kemana lagi kalau bukan ke undangan?...apa kau tidak melihat Papi sudah rapih begitu?"kata Arsen.


"aku tidak bertanya pada mu Arsen!...sebaiknya kau diam!"


"Arsen benar!...malam ini aku akan pergi ke acara pernikahan anak tuan Lukman."


"tapi kau tidak mengatakanya pada ku."


"apa perlu aku memberitahu mu?...bukanya kau setiap hari sibuk untuk urusan mu yang tak pernah aku ketahui?"tanya tuan Salim dengan datar.


"tapi aku istri mu!...jadi aku berhak tahu kalau kau pergi kemana saja?"


"aku juga suami mu Liza!...tapi kau selalu membuatku tidak berhak mengetahui kau kemana saja,kau pergi dengan siapa?,dan kau pergi untuk urusan apa?"


"tapi Pi?"kata Mami Liza kehabisan kata-kata.


"sudahlah!...oya,Arsen,apa kau ingin menemani papi?"tanya tuan Salim pada putra sematawayangnya.


"dengan senang hati Pi."jawab Arsen puas.


Arsen merasa puas karna Papinya sudah mengabaikan wanita yang selama ini sangat di bencinya.


"kau bersiaplah Arsen,Papi menunggu mu di mobil."


"baik Pi."


"Tunggu dulu Pap!...apa-apaan ini?...Papi tidak boleh mengabaikan ku seperti ini?"


Tuan Salim tak menggubris perkataan istrinya,tuan Salim sudah sangat muak melihat kelakuan istrinya Liza selama ini.Liza tak pernah menghargainya,bahkan untuk sekedar membuatkanya secangkir kopi saja tidak pernah.Selama dua puluh tiga tahun tuan Salim merasakan rumah tangganya tetasa hampa,namun ia tetap menjalaninya meski ia sangat menyesali karna sudah menyia-nyiakan cinta istrinya yaitu ibunya Arsen yang begitu besar padanya.


Setelah kepergian tuan Salim dan Arsen,Mami Liza merutuki kedua ayah dan anak itu.


"brengsek!...kau berani mengabaikan ku Papi!...aku akan memberikan pelajaran untuk mu dan juga anak mu yang kurang ajar itu!"kata Mami Liza di dalam hati.


"aku akan menyusun rencana untuk menyingkirkan mu Papi!...sebelum kau menendang ku dari kehidupan ku,tapi sebelumnya,aku harus terlebih dulu menyingkirkan mu."

__ADS_1


Mami Liza berencana untuk menyingkirkan suaminya sebelum suaminya itu mewariskan semua kekayaanya pada putranya yaitu Arsen.


"


__ADS_2