Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku sangat mencintai Elen


__ADS_3

"Ares...kapan kalian akan menikah?" tanya tante Melan ibu kandung Ares.


"Uhuk...uhuk" Pria tampan bermata coklat itu terbatuk kala mendengar pertanyaan ibunya.


"Makanya pelan-pelan Ares,tak ada yang mengejar mu Nak!"


"sorry Mom!"


Ares menghentikan makanya sejenak sembari meneguk air mineral yang di sodorkan oleh ibunya.


"Kau belum menjawab pertanyaan Momy."


"Maksud Momy apa?" tanya Ares pura-pura tidak tahu apa arti pertanyaan ibu yang telah melahirkanya itu.


"Maksud Momy sudah jelas Nak,kapan kau dan Elen akan menikah?"


"Hah!!...aku dan Elen tidak ada hubungan apa-apa Mom,hubungan kami hanya sebatas teman."


"Whattt??...lalu?...kedekatan kalian selama ini??" tanya tante Melan tak percaya.


"Kami memang dekat Mom,tapi kami hanya sebatas teman."


"Apa dia tidak mencintai mu?"


"Bukan begitu Mom."


"Jawab Ares,apa dia tidak mencintai mu?"


"Elen masih belajar untuk mencintai ku Mom."


Wanita paruh baya namun masih terlihat sangat cantik itu menarik nafas dalam-dalam,ia merasa kasihan pada putra bungsunya itu yang selalu gagal dalam masalah asmaranya.


"Ares,mulai hari ini berhentilah untuk berharap,karna Momy yakin kalau Elen tidak akan pernah mencintai mu...dan satu hal lagi Ares,Momy akan menjodohkan mu dengan putri Tuan Wiguna.Namanya Celsi,dia sangat cantik dan juga cerdas." kata tante Melan panjang lebar.


"No Mom."


"Why??...kali ini tidak ada penolakan Anak ku,sekali tidak,tetap tidak!"


"Kenapa hanya aku yang di paksa menikah?...kak Richart saja belum menikah." kata Ares tidak terima.


"Kau memang benar kalau kakak mu belum menikah,tapi itu bukan alasan untuk kau juga tidak menikah...kau harus sadar kalau usia mu saat sudah tidak muda lagi.Dan,oh ya...kakak mu Richart juga akan segera Momy jodohkan dengan pilihan Momy."


"Tapi Mom!"


"Tidak ada tapi tapian, Momy sudah menunggu sangat lama."


"Ares mohon Mom,sabarlah sedikit lagi."

__ADS_1


"Sampai kapan?...sampai kucing bertanduk,begitu??" kata tante Melan sedikit emosi.


"please Mom,aku sangat mencintai Elen."


"kalau begitu segera nikahi dia."


Ares sangat gelisah karna kata-kata ultimatum dari ibunya tersebut,karna Ares sangat tahu tipikal ibunya,selama ini ibunya selalu menegurnya agar segera menikah walau ibunya tak keberatan seperti apa wanita yang akan menjadi calon istrinya nanti.Bagi tante Melan,apapun status wanita yang akan di nikahi oleh anak-anaknya,itu tidaklah penting baginya,asal saja wanita tersebut wanita baik-baik dan memang benar-benar serius pada anak-anaknya.


"****!!..bagaimana ini?...tidak mungkin juga kan aku memaksa Elen...ya Tuhan,aku harus bagaimana?" kata Ares pada dirinya sendiri.


Sementara di tempat lain,seorang pria tampan bernetra biru safir sedang gelisah memikirkan wanita cantik yang telah ia sia-siakan karna kebodohanya sendiri.Samuel duduk di kursi kerja yang ada di dalam ruanganya sembari menatap foto pernikahanya dengan mantan istrinya sambil sesekali tersenyum kala mengingat semua kenangan bersama wanita mungil yang masih sangat ia cintai itu.


"Maafkan aku Sweety...harusnya aku percaya pada mu...ya Tuhan,masih berkenankah Engkau mengembalikanya pada ku?....jika memang iya,maka aku bersumpah hanya dialah wanita satu-satunya yang akan aku cintai seumur hidup ku." kata Samuel di dalam hati.


"tok...tok...tok"


"Siapa?"


"Ini aku tuan."jawab Jack dari luar.


"Masuklah Jack."


Setelah Jack masuk kedalam ruangan Samuel,betapa terkejutnya Jack melihat keadaan tuanya yang sangat kacau.Bagaimana tidak,terlihat beberapa botol minuman beralkohol yang tergeletak di lantai.padahal sudah sangat lama sekali Samuel tidak pernah menyentuh barang haram tersebut,Jack merasa sangat iba melihat lelaki yang sudah belasan tahun menjadi bosnya itu.


"Tuan?"


"Sabarlah tuan."


"Hahah....hahaha....hidup ku tidak ada gunanya lagi Jack."


"Masih ada Arthur yang butuh kasih sayang dan perhatian dari anda Tuan." kata Jack berusaha untuk menghibur.


"Tapi aku sudah menghancurkan harapanya Jack,tidak kah kau lihat betapa Arthur sangat membenci diri ku?"


"Arthur tidak membenci mu Tuan,dia hanya kecewa karna merasa kehilangan wanita yang sudah seperti ibu baginya."


"Sama saja Jack,dia membenci ku karna telah menyia-nyiakan Elen kesayanganya."


"huff"


Jack menghembuskan nafas kasar,ia tidak tahu lagi bagaimana cara untuk membuat Samuel bangkit kembali dan semangat menjalani hidup,namun Jack tidak berputus asa,sejenak ia mendapatkan sebuah ide yang sangat cemerlang menurut dirinya sendiri.


"Aku ada ide untuk membuat Elen kembali pada anda Tuan." kata Jack sembari tersenyum puas karna ide yang ada di dalam pikiranya.


Mendengar asistenya menyebut sebuah ide agar dapat kembali membuat wanita kesayanganya itu kembali,sontak membuat Samuel menoleh ke arah Jack dan menajamkan telinganya untuk mendengar apa yang akan Jack katakan.


"Bukankah Elen sangat menyayangi Arthur?"

__ADS_1


"Emmm....lalu?"


"Hanya Arthur yang bisa membuat Elen kembali pada anda." kata Jack.


"Tapi bagaimana caranya agar Arthur bisa dekat kembali pada Elen?,mengingat kami sudah bercerai."


"Itu tidak jadi masalah tuan,aku akan menemui Elen dan mengatakan padanya kalau Arthur semakin tidak bisa di ajak bicara oleh siapapun,aku yakin kalau Elen tidak akan tega jika mengetahui keadaan Arthur,karna aku tahu jika Elen sangat menyayangi putra Anda."


"ide mu sangat brilian Jack,kau memang benar-benar asisten terbaik ku,jika rencana mu ini berhasil,aku akan memberikan apapun yang kau minta." kata Jack antusias.


"tidak perlu Tuan,aku melakukanya dengan ikhlas,karna keluarga inilah satu-satunya yang ku miliki.Jika anda bahagia maka akupun akan bahagia,tapi jika anda menderita maka akupun akan sangat menderita." kata Jack dengan tulus.


"Terimakasih Jack."


Dalam hati Jack bertekat akan mengembalikan Ellen pada Samuel,meskipun bagi Jack hal itu sangatlah tidak mungkin,namun apa salahnya untuk mencoba,karna Ec sesuatu tidak akan bisa kita raih kalau tidak mencobanya lebih dulu.


"Baiklah Tuan,kalau begitu aku permisi dulu,apa hari ini anda tidak berkantor?"


"Kau pergilah deluan Jack,nanti aku akan menyusul mu."


"Baik tuan."


Saat malam tiba,Ares menemui Elen di rumah kecil yang mereka sewa,,namun Ares tidak mendapati wanita kesayanganya itu ada di sana.Ares berinisiatif untuk melakukan panggilan melalui ponselnya,namun hasilnya sama saja,baik Elen maupun Mitha dan juga Siska tidak dapat di hubungi.


"Kau di mana honey?" tanya Ares dengan lesu.


Sesaat terlintas dalam pikiran Ares kalau wanita kesayanganya itu pasti sedang mengunjungi kakaknya Milka,Ares pun berniat untuk mencari tahu apakah benar kalau mereka ada di sana.Sesampainy Di kontrakan tempat Milka tinggal,Ares tidak mendapati siapapun di sana.Ares semakin tanda tanya,kemana gerangan para wanita-wanita cantik itu,baru sehari tidak melihat Elen,namun Ares sudah sangat merindukan mantan istri Samuel itu.


...Setelah cukup lama mengitari tempat yang kira-kira mereka kunjungi,akhirnya Arespun sudah putus asa karna tidak bisa menemui wanita pujaan hatinya.Arespun memutuskan untuk segera pulang saja ke mansionya....


...Namun saat Ares memutar mobilnya untuk kembali,tiba-tiba saja Ares melihat siluet bayangan Elen sedang berdiri dengan seseorang,untuk memastikan bahwa apa yang di lihatnya itu benar,Ares pun memutuskan untuk mencari tahu....


"Saya mohon Elen,tolong bantu kami untuk membuat Arthur mau bicara,karna kami sudah putus asa untuk menghadapinya." Kata Jack berusaha membujuk Elen.


"Baiklah kak Jack,tapi ingat,aku melakukan ini hanya demi Arthur." kata Elen.


"Terimakasih Elen,aku akan menjemput mu besok.*


"Tidak usah kak Jack,aku bisa kesana sendiri."


"baik kalau begitu." jawab Jack.


Hati Ares terasa sesak mendengar wanita pujaanya itu menyetujui permintaan Jack,Pikir Ares semua ini adalah siasat Samuel untuk mendekati Elen,namun Ares tak mampu berbuat apa-apa,Ares meyakinkan dirinya sendiri bahwa Elen tidak akan mau kembali pada Samuel.Namun Ares masih bimbang,karna semua kemungkinan bisa terjadi,termasuk untuk Elen dan Samuel bisa kembali.


Disela-sela perbincangan Elen dan Jack,Ares berusaha setenang mungkin mendekat ke arah Elen dan juga Jack,Ares bersikap seolah-olah tidak mendengar apa yang sedang mereka perbincangkan.


"Hai Jack."

__ADS_1


__ADS_2