Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Keputusan Elen


__ADS_3

"El?"


"Ellio!"


"hah?..ahh,ya,sayang!...kau memanggil ku?"kata Ellio dengan tergagap.


"ya,aku memanggil mu!...apa yang sedang kau pikirkan El?...aku lihat sejak kemarin,kau melamun terus,ada apa?"kata Luna pada suaminya Ellio.


"tidak sayang,aku tidak memikirkan apa-apa."


"kau jangan berbohong El!...karna aku sangat mengenal mu."


"aku hanya memikirkan Elen,sayang!...aku sangat kasihan padanya."


"memangnya ada apa dengan Elen?"


"Tania sudah kembali."


"Tania?...maksud mu,istri Samuel yang sudah meninggal itu?"


"ya,kau benar sayang,ternyata Tania masih hisup,selama ini dia tinggal di Amerika di bawah tekanan ibu kandungnya sendiri."


"maksud mu?"tanya Luna tak mengerti.


"ibu kandungnya Tanialah yang sudah merekayasa kematianya,aku tak habis pikir,ada ibu yang sekejam itu."


"lalu,bagaimana dengan Elen?"


"dari cerita Oma yang aku dengar,Elen ingin bercerai dengan Sam!"


"ya,Tuhan!...kasihan sekali Elen.Lalu bagaimana dengan Sam?...kenapa Elen sampai ingin bercerai?,apa Samuel sudah melakukan sesuatu yang membuat Elen terluka?"


"iya,sayang!...Oma bilang kalau Elen sudah mendengar semua ungkapan cinta Samuel pada Tania."


"brengsek!...tega sekali Samuel melakukan itu."


"tapi kan Tania juga istrinya Samuel,jadi,sah-sah saja jika Samuel tidur dengan istrinya."


"iya,aku tahu kalau dia masih istrinya,tapi itu artinya kalau Sam selama ini masih mencintai Tania,yang artinya,kalau Elen adalah pelarianya selama ini."kata Luna.


"mungkin kau ada benarnya sayang!...karna sangat tidak mungkin kalau Samuel kembali pada Tania,kalau ia tidak mencintai wanita itu."


"El!...bisa kah kau mengantarkan ku pada Elen?...aku ingin sekali menemuinya,siapa tahu aku bisa menghiburnya,apalagi Elen juga sedang mengandung sama seperti ku."


"baik sayang,saat jam makan siang aku akan mengantarkan mu."kata Ellio pada istrinya.


****


"Sudahlah Sam,kau tidak perlu bersedih begitu!...masih ada aku dan Arthur,yang akan selalu menemani mu."


"Tania,tapi aku sangat mencintainya."


"kau sangat egois Sam!...kalau begitu,kau ceraikan saja aku,agar kau bisa kembali padanya!"kata Tania.


"Tania,bukan begitu maksud ku!"


"lalu?...kau tak ingin melepaskanya!...namun kau juga tak ingin melepaskan ku,apa itu tidak egois namanya?"


"argh!"gerutu samuel sambil mengacak rambutnya kasar.Samuel merasa di lema,ia tidak tahu harus memilih siapa di antara kedua istrinya itu untuk di pertahankan.Memang benar kata Tania,kalau ia harus memilih salah satu di antara mereka,namun apa ia mampu untuk berpisah dengan istri kecilnya yang cantik itu,atau,mampukah ia untuk berpisah kembali dengan wanita yang sudah sangat lama ia rindukan.


"sekarang juga kau harus ambil keputusan,pilih aku,atau dia?"kata Tania sambil berlalu.

__ADS_1


"Tania!...dengarkan aku sayang!...aku tidak akan meninggalkan mu,tetaplah di sini bersama ku dan anak kita."


Tania menghentikan langkahnya kala mendengar ucapan Samuel,dalam hati ia sangat bahagia,ternyata suaminya lebih memilih dirinya daripada istri keduanya.


"terimakasih Sam!...karna kau lebih memilih ku."kata Tania.


"sayang,jangan pernah tinggalkan kami lagi!"


"aku tidak akan pernah lagi untuk meninggalkan kalian berdua."kataTania sembari memeluk Samuel.


****


"Elen!...kau kenapa??"tanya tante Melani panik.


"a-aku,ti-tidak apa-apa tante!"ucap Elen tergagap lalu seketika pingsan.


"Ares!!...Ares!"panggil tante Melani sembari berteriak.


"ada apa Mom?"tanya Ares,namun begitu melihat kondisi Elen,sontak saja membuat mata pria tampan itu terbelalak.


"Elen!...kau kenapa honey?"kata Ares meremas jari tangan Elen yang sudah mengejang.


"Mom,tolong jaga Elen,aku akan mengambil kunci mobil ku!"kata Ares sambil bergegas mengambil kunci mobil miliknya.


"bertahanlah honey!...aku mohon!"kata Ares.


Jalanan yang macet membuat Ares tidak sabar lagi untuk menunggu,padahal jarak rumah sakit dengan tempatnya sudah tidak jauh lagi.Karna tidak sabar lagi untuk menunggu lebih lama,Ares berinisiatif untuk meminggirkan mobilnya,Ares mengangkat tubuh mungil Elen dan membawanya lari menuju rumah sakit.


Ares terus berlari melalui trotoar jalan,ia sudah tidak peduli dengan tatapan banyak orang yang sedang melihatnya.Yang paling penting baginya saat ini adalah keselamatan wanita mungil kesayanganya itu.Sesampainya di rumah sakit,Ares langsung memohon pada dokter agar bisa menyelamatkan Elen.


"dokter!...tolong selamatkan dia!"kata Ares.


"maaf,apa anda suaminya?"


"iya,saya suaminya dokter,jadi tolong selamatkan istri saya!"kata Ares tanpa pikir panjang.


"baik tuan,kami akan berusaha untuk menolongnya."kata dokter.


Ares mondar-mandir di depan ruang UGD Rumah sakit,ia menunggu dengan harap-harap cemas.


"honey!...kumohon bertahanlah!"kata Ares dengan penuh harapan.


Ares duduk di bangku panjang yang di peruntukan untuk keluarga pasien.Ares menunggu dengan gelisah.


"honey...ada apa sebenarnya dengan mu?...apa yang sudah kau sembunyikan dari ku?."tanya Ares di dalam hati.


"suami nyonya Elen?"kata perawat.


"ya,saya suster,saya adalah suaminya!"kata Ares.


"tuan,dokter meminta anda untuk segera menemuinya!"


"baik suster!"kata Ares kemudian berlalu mengikuti perawat tersebut.


"selamat pagi dokter!"


"selemat pagi tuan!..duduklah,saya akan menyampaikan sesuatu pada anda mengenai istri anda."


"deg..deg...deg"


Entah kenapa jantung Ares langsung berdegup kencang kala mendengar perkataan dokter,padahal dokter belum menyampaikan perkataanya,namun sudah mampu membuat Ares sangat gelisah.Ares memiliki firasat tidak baik tentang keadaan Elen.

__ADS_1


"ya,katakan saja dokter!" ucap Ares.


"tuan...istri anda mengalami penyakit kista,kista yang istri anda miliki sudah sepanjang 4 cm di dinding rahim kanan dan endometriosis,karna itulah istri anda mengalami pingsan,namun istri anda sudah siuman.tuan!...saya sangat berat untuk mengatakan ini...tapi saya harus tetap mengatakanya."kata dokter panjang lebar.


"katakan saja dokter!"kata Ares,namun ia ragu untuk mendengar.


"kita harus melakukan operasi secepatnya,tapi....!"


"tapi apa dokter?"


"kita harus mengorbankan janin yang ada di dalam kandunganya,karna sangat tidak mungkin istri anda melanjutkan kehamilanya,jika ia mempertahankan janinya,maka itu akan sangat berbahaya untuk isri anda."


"apa?...apa tidak ada jalan lain dokter?"


"tuan...hanya itu jalan satu-satunya jika istri anda tetap ingin hidup."


"baik...terimaksih dokter,saya akan menyampaikan ini pada istri saya....saya permisi dokter!"


"ya,silahkan tuan!"


Ares menyusuru koridor rumah sakit dengan gontai,apa yang akan ia katakan pada Elen?,apa wanita itu mau,jika ia meminta untuk mengorbankan anaknya demi keselamatanya nyawanya?.Ares tidak akan yakin kalau Elen akan mengorbankan anaknya demi keselamatanya.


Ares membuka pintu rumah sakit tempat Elen di rawat.Ia melihat wanita mungil yang cantik itu tersenyum manis padanya.Ares membalas senyum wanita kesayanganya itu dengan senyuman tipis.Wajah Elen masih terlihat pucat karna sempat pingsan tadi,namun ia tetap memaksakan untuk tersenyum.


"Ares!...terimakasih!"


Melihat Ares berusaha menyembunyikan rasa sedihnya,Elen berinisiatif untuk bicara.


"aku akan tetap mempertahan kan anak ini Ares!"kata Elen pelan.


Ares membulatkan matanya tanda tak percaya kalau Elen sudah mengetahui keadaanya.


"aku tahu kalau dokter mengatakan pada mu,kalau akau harus di operasi secepatnya kan?...aku tidak mau Ares!...aku akan tetap melahirkan anak ku,walau apapun yang terjadi!."kata Elen tegas.


"Elen?"


Seakan mengetahui apa yang akan Ares tanyakan,Elen langsung menyambung perkataanya.


"Ares!...aku sudah mengalami penyakit ini sebelumnya,tapi karna waktu itu aku lebih fokus pada kesembuhan Tasya,akhirnya aku mengabaikanya."


"hah?" Ares tak percaya dengan perkataan wanita mungil yang cantik itu,bisa-bisanya dia mengabaikan penyakit berbahaya seperti itu.


"Ares!...aku mohon satu hal pada mu,jangan pernah memberitahukan ini pada Samuel."


"no...Elen,suami mu harus mengetahui keadaan mu,karna kau bertaruh demi anaknya!"


"Ares!...aku mohon!"


Ares menarik nafas berat dan menghembuskanya kembali,ia menatap nanar wanita yang sangat ia sayangi itu.


"apa kau yakin dengan keputusan mu?"tanya Ares datar.


"ya,aku yakin Ares!"


Ares melangkah ke arah ranjang tempat Elen berada,ia meraih tangan mungil milik wanita kesayanganya itu,lalu ares menggenggam tangan mungil itu lalu menciumnya seraya berkata.


"baiklah honey!"


"terimakasih Ares!"


"honey!...aku ingin kau tahu satu hal,aku akan selalu menemani mu sampai kapanpun!."

__ADS_1


"terimakasih Ares Clark!...terimakasih!"


Elen memeluk tubuh kekar milik Ares,ia membenamkan wajah cantiknya di dada bidang pria tampan yang selalu baik padanya itu.Ares meraih kepala wanita yang sudah membuatnya terombang-ambing lalu mencium puncah kepalanya.


__ADS_2