
Selama di perjalanan,tuan Salim mengobrol dengan putranya Arsen.
"Arsen!..maafkan Papi karna sudah menyia-nyiakan ibu mu!...Papi menyesal nak!"
"sudahlah Pi!...Papi tidak perlu menyesalinya,semuanya sudah terjadi.Tapi,jika Papi masih mencintai ibu ku,Papi bisa kembali bersamanya!"usul Arsen.
Tuan Salim menarik nafas berat,tidak mungkin ia meminta mantan istrinya itu untuk kembali.Karna ia sudah menyakiti hatinya dan membuatnya menderita.
"tidak mungkin nak!...tidak mungkin ibu mu mau kembali pada Papi,setelah apa yang sudah Papi lakukan pada ibu mu."
"Ibu masih sangat mencintai Papi selama ini,itulah sebabnya,kenapa ibu tidak pernah menikah lagi selama dua puluh tiga tahun lamanya."
"Papi malu Arsen!...apa Papi masih pantas untuk mendapatkan maaf dari ibu mu?"
"Ibu tidak pernah membenci Papi,bahkan dari dulu hingga saat ini.Papi!"
"ya,Arsen!"
"Liza itu sangat Licik Papi!...selama ini,Liza sudah sering berselingkuh di belakang Papi."kata Arsen ingin membongkar kebusukan ibu tirinya itu.
"aku punya bukti-buktinya Pi!"
"Papi tahu Arsen!...selama ini Papi sudah curiga padanya,sampai akhirnya Papi menyuruh anak buah Papi untuk menyelidikinya.Selama ini Papi sudah sering mendengar dari teman-teman Papi,namun Papi tidak mempercayainya.Karna Papi anggap,kalau mereka hanya berusaha untuk memfitnahnya,tapi setelah Papi melihat gelagatnya yang mencurigakan,dengan terpaksa Papi menyuruh anak buah Papi untuk menyelidikinya."ungkap tuan Salim jujur.
"apa?...jadi selama ini Papi sudah tahu?"
"ya,Arsen!"jawabnya singkat.
"Lalu,kenapa Papi tidak menceraikanya saja?"
"Papi pernah berpikir seperti itu,tapi kau tahu sendiri kan,kalau dia sangat licik?...Liza bisa menggunakan segala cara untuk membela diri,sekalipun dengan cara yang sangat kejam jika sudah menyinggung perasaanya.Perlu kau ketahui Arsen!...Papi akan mengalihkan semua kekayaan keluarga Salim atas nama mu!...karna Papi takut,suatu saat Liza akan mengambil semuanya setelah Papi sudah tiada."
"Kenapa Papi berkata seperti itu?...Papi akan selalu ada,selama masih ada aku."
"Liza bukan tandingan mu Arsen!...dan perlu kau ketahui,kalau Tania dan Angela,bukanlah darah daging ku."
"apa?...darimana Papi tahu?"tanya Arsen sedikit syok.
Arsen memang tahu kalau Tania bukanlah putri kandung ayahnya,karna Arsen mendengar sendiri dari mulut Liza saat berbicara pada Angela putrinya.
"ya,Angela bukan darah daging ku,karna sudah tiga kali Papi melakukan tes DNA pada Angel."
__ADS_1
Arsen merasa kasihan pada Papinya,ternyata selama ini Papinya sangat menderita telah di permainkan Liza selama ini.
"ini kita mau kemana Papi?"tanya Arsen kala melihat Papinya membelok ke arah Bandung.
"kita akan kerumah tuan Schulz,dia adalah pengacara Papi.Malam ini,Papi akan mengalihkan semua kekayaan Salim atas nama mu!"
Arsen hampir saja menangis kala mendengar pengakuan Papinya.
"bagaimana kalau Liza tahu Pi?"
"dia tidak perlu mengetahuinya Arsen."
"baik Pi!."
DI MANSION SAMUEL
Samuel bangun dari tidurnya setelah tidur selama tiga jam,ia melirik jam dinding yang ada di dalam kamar tidurnya,ia melihat sudah pukul 07:00.Samuel merasakan sekujur tubuhnya serasa remuk akibat berkelahi dengan Ares.Samuel meraih ponselnya yang ada di atas nakas,ia membuka ponselnya ingin mengetahui kalau ada yang menghubunginya selama ia tidur tadi.Samuel memeriksa panggilan masuk,tapi tidak ada panggilan tak terjawab.Samuel memeriksa pesan masuk melalui WhattsAp dan melalui pesan biasa,namun hanya beberapa pesan dari beberapa klienya.
Samuel berencana ingin menghubungi Jack asistenya,ia ingin menanyakan hasil rapat tadi siang yang di pimpin oleh asistenya itu.Samuel melakukan panggilan pada Jack,setelah melakukan panggilan dua kali,akhirnya Jack menjawab panggilanya.
"halo jack!"
Baru saja Samuel mengatakan halo pada Jack,Tania sudah muncul dan meraih ponsel yang sementara Samuel pegang dan sementara berbicara pada Jack.Tania meraih ponsel Samuel dan segera mematikanya.
"tapi aku masih ingin menanyakan pada Jack,hasil rapat tadi siang Tania."
"tadi Jack datang kesini dan memberitahukan pada ku,bahwa hasil rapat tadi siang,hasilnya sangat memuaskan."kata Tania berbohong.
"benarkah?...syukurlah kalau begitu!"
"kalau begitu kau harus segera mandi sekarang."
"baiklah sayang!"ucap Samuel.
Setelah Samuel masuk kedalam kamar mandi,Tania merasa gelisah memikirkan,bagaimana caranya agar Jack tidak menghubungi Samuel lagi dan memberitahukanya tentang keadaan istri kedua dari suaminya itu.Setelah berpikir keras,akhirnya Tania mendapatkan ide dengan cara mengirim pesan pada Jack dan menhapusnya kembali.
"Jack,Tania sudah memberitahu ku tentang keadaanya,tapi aku tidak peduli lagi tentang dia,kau suruh Ares saja yang mengurusnya.Dan ingat Jack,kau tidak perlu menghubungi ku kalau hanya memberitahukan tentang keadaanya,karna aku akan segera mengurus perceraian kami."isi pesan chat Tania pada Jack.Dan setelah Tania selesai mengirim pesan pada Jack,Tania langsung menghapusnya.
Sementara di rumah sakit,Jack membuka ponselnya dan melihat pesan masuk dari Samuel.Ia mengeryitkan alisnya karna tak percaya dengan isi pesan Samuel yang di tujukan padanya.Jack sangat tahu siapa tuanya itu,Jack tahu kalau Samuel sangat mencintai Elen,jangankan mengetahui kalau Elen sedang kritis,mengetahui Elen terluka karna teriris pisau saat sedang mengiris sayur saja,Samuel sangat panik,apalagi kalau mengetahui istri mungil kesayanganya saat ini sedang sakit dan dalam keadaan kritis.
"kenapa Jack?"tanya Ares kala melihat asisten Samuel itu mengeryitkan alisnya.
__ADS_1
"tidak tuan Ares!"
"lalu,kenapa kau seperti orang yang sedang kebingungan begitu?"
"ahh ehh.ini,aku melihat pesan yang tak masuk akal dari teman ku."jawab Ares berbohong.
"ow"jawab Ares malas tahu.
"coba kau hubungi dia terus Jack!...siapa tahu dia tertidur dan sudah bangun kembali,mengingat dia dan Ares berkelahi siang tadi."kata Richart.
"baik,tuan!...saya akan terus menghubunginya."jawab Jack.
Jack merasa curiga kalau Tanialah yang sudah mengirim pesan padanya.Jack berpikir keras bagaimana caranya agar Samuel tahu kalau Elen sedang kritis saat ini.Akhirnya Jack berpikir bahwa satu-satunya orang yang bisa ia hubungi adalah Ellio sepupu tuanya itu.Tanpa berpikir panjang lagi,akhirnya Jack melakukan panggilan pada Ellio.Baru saja Jack melakukan panggilan satu kali,Ellio sudah menjawab panggilanya.
"halo Jack!"ucap Ellio.
"selamat malam tuan Ellio!"
"ya,selamat malam Jack!...ada apa kau menghubungi ku?...apa tuan mu sedang membuat onar?"tanya Ellio bergurau.Karna tidak biasanya asisten sepupunya itu menghubunginya.
"Mm...begini tuan!"ucap Jack menghentikan ucapanya,Jack ragu untuk mengatakanya pada Ellio.
"katakan saja Jack!"
"begini tuan!...saat ini Elen sedang ada di rumah sakit,kondisinya sedang kritis."
"apa?...kondisi Elen kritis?"tanya Ellio sangat panik.
"iya tuan,Ellio!...apa anda bisa membantu saya untuk memberitahukan tuan Sam?,tentang keadaan istrinya?"
"kenapa bukan kau saja yang memberitahukanya Jack?"tanya Ellio curiga.
Jack pergi menjauh dari Ares,Richart dan juga Milka,agar mereka tidak mendengar pembicaraanya dengan Ellio.
Setelah Jack menjauh dari ketiga orang tersebut,Jack langsung menceritakanya pada Ellio,tentang betapa sulitnya ia menghubungi Samuel dan tentang kecurigaanya pada Tania.
"baiklah Jack!...aku akan ke mansionya sekarang dan akan memberitahukanya,semoga saja dugaan mu salah tentang Tania!"kata Ellio tidak terima kalau Jack mencurigai mantan kekasihnya itu.
Ellio sangat mengenal Tania,Tidak mungkin Tania melakukanya,karna ia tahu kalau Tania jenis orang yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi,dan Ellio juga tahu kalau Tania itu lemah lembut dan penyayang,jadi tidak mungkin kalau mantan kekasihnya itu berbuat seperti yang Jack curigai.
"maafkan saya tuan!"
__ADS_1
"tidak apa-apa Jack!...baiklah,aku akan ke mansionya sekarang."
"baik,terimakasih tuan."ucap Jack mengakhiri panggilanya.