
Malam ini Samuel terlihat mondar-mandir di dalam ruanganya,bahkan asistenya Jack hanya duduk diam menyaksikan kegelisahan Tuanya itu.Jack bisa memahami kalau Tuanya Samuel sedang memiliki beban pikiran yang terasa berat untuk ia hadapi sendiri.Jack sangat tahu,kalau Tuanya itu saat ini membutuhkan seseorang yang bisa untuk membantunya mengurangi beban pikiranya.
"Tuan!..makanlah dulu,jika anda seperti ini terus,bisa-bisa anda sakit Tuan Sam!"usul Jack pada bosnya itu.
"Bagaimana aku bisa makan Jack!...kalau rumah tangga ku di ambang kehancuran."kata Samuel berkaca-kaca.
"Tuan Sam!...saya rasa rumah tangga anda masih bisa di selamatkan!"
"Caranya Jack?"
"Anda hanya perlu mengalah Tuan!...maaf,jika saya lancang!...Tapi selama ini,Tuan Sam sangat egois!...cobalah untuk mengalah pada Elen.Karna biar bagaimanapun,Elen pasti sakit hati karna anda masih mencintai Tania.Jelas dia merasa kalau selama ini Tuan Sam,hanya menjadikanya pelarian saja."kata Jack hati-hati,takut kalau Tuanya itu tersinggung.
"Tapi aku tidak pernah berpikir seperti itu Jack!...aku sangat mencintainya."
"Saya tahu Tuan!...tapi mungkin saja dari cara pandang Elen seperti itu."
"Lalu aku harus bagaimana Jack?"
"Saran saya,sebaiknya Tuan Sam meminta maaf pada Elen."kata Jack memberikan saran.
"Baiklah Jack!...aku akan mengikuti saran mu!"
Samuel berpikir kalau saran dari Asistenya itu ada benarnya juga.Samuel bertekat akan meminta maaf pada Istri kesayanganya itu besok pagi.
*****
Di Rumah sakit
Malam ini tepat pukul 22:30,Rumah sakit tempat Elen di rawat terlihat sudah mulai sepi,hanya terlihat beberapa perawat yang masih sibuk mencatat sesuatu,entah apa yang sedang mereka catat.
Milka dan Dian sudah tertidur nyenyak sejak satu jam yang lalu.Elen masih saja belum bisa memejamkan mata karna mengingat semua ucapan suaminya sore tadi.Tepat saat Elen memejamkan matanya,samar-samar Elen mendengar suara orang berbisik tepat di depan ruangan tempat ia di rawat.
Elen memiliki perasaan tidak enak,kala suara orang berbisik itu masih saja di depan ruanganya.Untuk berjaga-jaga,Elen meraih pisau yang di sediakan khusus untuk memotong buah yang ada di atas meja.
Saat suara bunyi pintu di buka,Elen pura-pura tertidur nyenyak walau tetap siaga.
"ceklek"
"Elen melihat dua orang pria serta dua orang wanita lengkap dengan pakaian medis yang mereka pakai.Satu orang pria memberi kode agar yang temanya yang lain segera mengamankan Milka dan Dian.Elen melihat dua orang masing-masing membekap mulut Milka dan Dian menggunakan saputangan.Tak lama kemudian,Milka dan Dian jatuh seketika.
Tampaknya orang tersebut menaburkan sesuatu pada saputangan tersebut,sehingga Milka dan juga Dian di buat pingsan seketika.
Tak lama kemudian,Elen mendengar salah seorang di antara mereka membisikan sesuatu.
__ADS_1
"Cepat habisi dia!...waktu kita tidak banyak!"kata lelaki yang tampaknya menjadi pemimpin di antara mereka.
Jantung Elen berdegup kencang,bahkan sangkin kencangnya,Elen merasa kalau jantungnya saat itu juga seakan ingin pindah dari tempatnya.Keringat halus sudah mulai membasahi wajah Elen.
Elen menggenggam kuat pisau yang sempat ia ambil dari atas meja tersebut.Elen berencana akan menikam orang yang berani mendekatinya.Elen memang bisa bela diri,namun tidak memungkinkan baginya untuk melindungi dirinya sendiri saat dalam kindisi masih Lemah seperti saat ini.
Ketiga orang tersebut mendekat ke arah Elen,Elen dengan cekatan mengeluarkan pisaunya dan mengarahkan pisau tersebut ke salah satu ketiga orang tersebut.
"arghh!"teriak pria itu kesakitan.
"Bangsat!!...aku tidak akan menunda lagi kematian mu!...sekarang rasakan ini!"kata pria itu sambil mengarahkan belatinya ke arah Elen.
Tepat saat pria itu mengayunkan belatinya dan akan menikam Elen,tiba-tiba suara pintu di dobrak oleh dua orang wanita.Kedua wanita cantik itu dengan gampangnya membuat ke empat orang itu tumbang seketika.
Saat lawanya sudah tumbang,salah satu dari kedua wanita cantik itu terlihat menhubungi seseorang.
"Tuan!...ada empat orang yang ingin melukai Nyonya!...tapi kami sudah membereskan mereka,dan Nyonya baik-baik saja!"kata wanita cantik yang terlihat memiliki aura kejam.
"Bagus!...aku berterimakasih pada kalian!...tetap di situ,dan jaga Istri ku,aku akan segera ke sana!"
"Baik Tuan!"ucap wanita cantik itu.
Saat kedua wanita itu melihat Nyonya mereka masih ketakutan,salah satu di antaranya berusaha untuk membuat Nyonya mereka agar lebih tenang.
"Siapa kalian?"tanya Elen.
"Kenalkan,Nama saya Sofia,Nyonya!...dan yang ada di samping saya Namanya Mitha!...kami di tugaskan untuk melindungi anda!"ucapnya sopan.
"Siapa yang meminta kalian untuk melindungi ku?"tanya Elen.
"Tuan Samuel yang sudah memerintahkan kami Nyonya."
"Tuan Samuel?..maksud mu,Tuan Samuel suami ku?"tanya Elen tak percaya,pasalnya hari ini mereka bertengkar dan suaminya itu akan segera menggugat cerai dirinya.
"Ya,Nyonya!"
Tidak berselang lama kemudian,Samuel dan Jack sudah muncul di ruangan tempat Elen di rawat.
"Sweety!"panggil Samuel sembari berlari memeluk Istrinya.
Elen ingin menolak pelukan suaminya,Namun hatinya menginginkan pelukan yang sudah sangat ia rindukan itu.Samuel memeluk Istrinya sambil tak henti-hentinya mencium puncah kepala Istrinya.
"Maafkan aku Sweety!...aku mohon maafkan aku.tadi aku berkata seperti itu karna aku cemburu Sweety!...aku sangat cemburu melihat mu selalu bersama Ares.Hati ku sakit Sweety!...sakit saat kau lebih memilih untuk bersamanya."ucap Samuel masih mendekap Istri kesayanganya itu.
__ADS_1
"Kak!"ucap Elen sembari membalas pelukan suaminya.
"Aku mencintai mu Sweety!...terlalu sangat mencintai mu!"ucap Samuel sembari mencium setiap inci wajah Istrinya. Jack dan kedua wanita cantik itu merasa terharu melihat sepasang suami Istri yang baru saja berbaikan itu.
"Aku juga mencintai mu Kak!"
Sementara di luar,Ares mendengar dan melihat sahabat dan wanita yang sangat ia dambakan itu sudah berbaikan,ia tersenyum meski hatinya terasa sakit.
"Kau tak pantas mendambakan Istri orang Sam!...mulai hari ini,kau harus berhenti mengharapkanya,tidak kah kau lihat,betapa ia sangat mencintai suaminya."kata Ares pada dirinya sendiri.
"Semoga hidup mu bahagia bersamanya Elen!."ucapnya lagi di dalam hati.Tak lama kemudian,Ares berlalu meninggalkan tempat itu.
Kembali ke dalam ruangan tempat Elen di rawat.
"Awal yang bagus Sofia...Mitha!..Tuan Sam,tak salah telah memilih kalian!"kata Jack pada Sofia dan Mitha.
"Terimakasih Tuan,Jack!"ucap Sofia dan Mitha.
Melihat Milka dan Dian sudah sadar dari pingsanya,Jack segera mengelus puncah kepala Milka.
"Apa kau baik-baik saja Milka?"tanya Jack.
Milka memijit kepalanya yang terasa sakit.
"Apa yang terjadi Jack?"tanya Milka pada Jack.
"Kau dan Dian,baru saja sadar dari pingsan."
"Hah?...pingsan?"
"Ya!"
Jack menjelaskan apa yang sudah terjadi pada Elen dan juga dia serta Dian.Ingin rasanya Milka memaki Adik iparnya itu saat ini juga,Namun ia mengurungkan niatnya karna mengetahui karna adik iparnya itulah maka adiknya Elen bisa selamat.
Tapi siapa yang ingin mencekakai adiknya?,karna setahu Milka,adiknya Elen tidak memiliki musuh selama ini.
"Siapa yang sudah menyuruh mereka untuk mencelakai adik ku,Jack?"tanya Tania pada Jack.
"Entahlah Mil,kami belum mengetahuinya.Sofia!...dan kau Mitha!...bawa para cecurut ini,dan tanyakan pada mereka siapa yang sudah menyuruh mereka."kata Jack pada Sofia dan juga Mitha.
"Tidak perlu Jack!...aku tahu siapa dalang semua ini?...berikan saja mereka hukuman yang setimpal.Dan kalian berdua,mulai detik ini harus tetap waspada,bila perlu!...kalian perketat penjagaan!"kata Samuel pada Sofia dan juga Mitha.
"Baik,Tuan!"jawab mereka serempak.
__ADS_1