
Samuel menatap mata Istrinya yang terlihat sangat meneduhkan itu.Hati Samuel terasa sakit kala mendengar pertanyaan dari Istri kecilnya itu.
"Mulai saat ini,aku hanya akan bersama mu Sweety!"
Baru saja Samuel mengucapkan kata-katanya,tiba-tiba saja ponselnya berbunyi,namun Samuel tidak menghiraukan panggilan tersebut.Karna Samuel lebih memfokuskan dirinya pada Istrinya yang saat ini sedang ada di depan matanya.
"Kenapa tidak di angkat?"tanya Elen yang masih terlihat lemah.
"Tidak penting,Sweety?"
"Siapa yang menelefon kak?...Apa Tania?....angkat saja,pasti dia sangat menghawatirkan mu.Pergilah kak,aku tidak apa-apa,ada Kak Milka dan yang lainya yang akan menemaniku di sini."kata Elen pada Samuel.
"Aku tidak akan kemana-mana Sweety,aku akan tetap disini untuk menemani mu."
"Permisi Tuan!...sebaiknya anda keluar dulu,karna Pasien butuh Istirahat,mengingat pasien baru saja sadar!"kata salah satu dari dua orang perawat yang masuk untuk memasangkan infus pada Elen.Semenit kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaan Elen.
"Kasus seperti ini kerap terjadi pada beberapa banyak pasien,saya sangat bersyukur karna Tuhan berkenan mengembalikan anda pada orang-orang yang sangat menyayangi anda."kata dokter paruh baya yang sedang memeriksa denyut jantung Elen dengan menggunakan peralatan dokternya.
Saat Elen sempat dinyatakan meninggal oleh dokter,segala peralatan medis sempat di lepas karna pasien sudah meninggal,namun begitu dokter mengetahui kalau pasien hidup kembali,Dokter memerintahkan beberapa perawat untuk memasangnya kembali.
"Baiklah Nyonya,sebaiknya anda Istirahat dulu."kata dokter sembari memperbaiki kaca matanya.
Sesampainya di luar,dokter menyarankan agar keluarga pasien tidak boleh mengganggu pasien,di karenakan pasien baru saja sadar dari komanya.
"Mohon maaf,sebaiknya keluarga jangan mengganggu pasien dulu,biarkan ia beristirahat,mengingat pasien baru saja sadar setelah satu minggu koma."kata dokter dengan mimik wajah serius.
"Baik,dokter!"jawab mereka bersamaan.
Setelah kepergian dokter paruh baya itu Samuel meminta pada Jack untuk mengikutinya.Karna siang tadi Samuel mengirim pesan pada Jack untuk menyuruhnya datang.
"Jack!..Oma jatuh bukan kecelakaan,tapi Tania yang sudah sengaja menolak Oma dari tangga."kata Samuel pada asistenya itu.
"Hah?..darimana Tuan Sam,tahu?"tanya Jack tak percaya.
"Aku mendengarnya sendiri dari mulut Tania.Tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan Tania dan Ibunya."
"Lalu,apa yang akan anda lakukan Tuan?"
"Aku akan mengikuti permainan mereka Jack!...aku ingin melihat,sejauh mana Tania bisa bertahan di manfaatkan oleh ibunya.Jangan ada orang yang tahu soal ini Jack!...karna aku akan memberi perhitungan pada mereka."Kata Samuel penuh amarah.
__ADS_1
"Baik Tuan Sam!"
Di tengah perbincangan Samuel dan Jack,ponsel Samuel kembali bergetar.Begitu ia melihat kalau Tania yang sudah menelfonya,Samuel pun berpura-pura bersikap seperti biasanya.
"Halo Tania!"
"Kau dimana Sam?...kenapa belum pulang?...aku sudah menelefon mu dari tadi,kenapa kau tidak pernah menjawabnya?"tanya Tania pada Samuel dengan beberapa pertanyaan.
"Aku lembur Tania,kau tidak usah menunggu ku,karna aku belum menyelesaikan pekerjaan ku."
"Apa tidak bisa di lanjutkan besok Sam?...atau suruh Jack saja yang menyelesaikanya!"kata Tania.
"Jack juga sedang membantu ku saat ini,sudahlah Tania!...kau tidak usah kuatir,aku tidak akan kenapa-kenapa."
"Lalu,apa besok pagi kau akan pulang?....kalau begitu besok aku akan mengantarkan makanan untuk mu!"
"Tidak perlu Tania!...Besok aku akan pulang."
"Baiklah Sam!...jaga diri mu."ucap Tania sebelum memutus panggilanya.
"Tuan,kenapa tidak langsug anda labrak saja dia,agar masalah ini cepat selesai?"tanya Jack sembari membuat usul.
"Usul mu memang baik Jack!...tapi aku hanya ingin mengetahui apalagi yang sudah mereka rencanakan."
"Tidak akan sudi aku memberikan apa yang sudah menjadi hak Istri ku Elen!...jangan bermimpi Tania!...kau sudah tidak layak lagi untuk mendapatkan apapun dari keluarga Lovez."ucap Samuel dalam hati.
Mulai saat ini Samuel harus berhati-hati pada Istri pertamanya itu.Karna Samuel memiliki Insting yang tidak baik tentang gelagat istri yang sudah di anggap mati selama ini.Melihat betapa beraninya Tania melakukan kejahatan pada Omanya dengan cara mendorongnya yang mengakibatkan Oma sampai meninggal.
"Tuan Sam!...menurut saya,sebaiknya Nyonya Tania tidak usah tinggal di mansion,saya takut jika Nyonya Tania melukai anda ataupun tuan kecil Arthur."kata Jack memberikan usul kembali.
"Perketat keamanan di Mansion ku Jack!...aku inginkau menambahkan cctv di beberapa titik,sambil menunggu aku menyelesaikan semua ini....dan satu lagi Jack!...siapkan pengawal bayangan untuk putra ku maupun Istri ku Elen!...kita harus berjaga-jaga dari iblis berwujud manusia yaitu Liza ibu mertua ku!...dan lagi Jack!...usahakan agar Tania tidak tahu kalau kau menambahkan cctv dan menempatkan pengawal di dekat Arthur dan Istriku Elen,aku takut Tania akan curiga." kata Samuel panjang lebar.
"Baik Tuan Sam!...saya akan laksanakan!"
"Baiklah Jack!...lakukan tugas mu dari sekarang!...Aku masih di sini untuk menjaga Istri ku."
"baik!...saya permisi Tuan!"
****
__ADS_1
Di Kediaman Rudy Salim
Mami Liza terlihat mengutak-atik ponsel miliknya,entah apa yang sedang ia ketik,sesekali ia terlihat senyum,senyum yang sangat licik.Wanita yang sangat cocok memerankan akting sebagai pemeran wanita antagonis itu terlihat sangat senang,namun entah apa yang membuatnya terlihat sangat senang.
"Mami!...kok senyum-senyum gitu sih?...sepertinya Mami sangat bahagia malam ini,ada apa sih Mi?"tanya Angela pada Mami Liza.
"Kau benar sayang!...Mami sangat bahagia malam ini,kau tahu kenapa Angela?...sebentar lagi kita akan menjadi orang terkaya di Negri ini,karna tidak lama lagi,Kakak mu yang bodoh itu akan mengambil alih semua kekayaan keluarga Lovez."
"Mami yakin?"tanya Angela.
"Kenapa tidak?...karna Pria bodoh itu sangat mencintai kakak mu Tania,dia akan memberikan apapun pada Tania.Kau lihat saja,betapa mudahnya Samuel melupakan istri kampunganya itu."
"Tapi Mi?"
"Apa yang kau ragukan Angela?"
"Apa Tania bi-?"belum sempat Angela menyelesaikan kalimatnya,Mami Liza sudah memotong kalimatnya deluan.
"Tania itu cerdas Angela!...dia tidak sama seperti diri mu!"
"Mami kok malah lebih memuji anak haram itu sih Mi?kata Angela dengan ketus.
"Memang kenyataan kan?...kalau memang kau lebih cerdas,coba kau bujuk Papi mu agar mau mewariskan semua kekayaan keluarga Salim untuk mu,apa kau bisa Angela?"
"Ta-tapikan?"
"Ahh,sudahlah Angela!...Mami tahu kau tidak akan bisa,karna Mami tahu kau hanya bisa membuat onar di mana-mana dengan sifat manja mu."
Angela menghentakkan kakinya sambil memanyunkan bibirnya karna kesal akan Maminya yang meragukan kemampuanya.
"Lihat saja nanti,aku akan membuat Mami menyesali semua perkataan Mami!"kata Angela ketus sembari meninggalkan Mami Liza sendiri.
"Mami harus membuat mu seperti ini agar kau tidak terlalu manja Angela!"kata Mami Liza berteriak agar anaknya Angela dapat mendengarnya.
Tidak berselang lama setelah Angela pergi meninggalkan Mami Liza sendiri,Arsen tiba-tiba saja muncul masih lengkap dengan pakaian rapihnya.Tanpa mempedulikan ibu tirinya itu,Arsen segera melankahkan kakinya menuju kamarnya.
"Dasar tidak punya sopan santun!...mungkin selama ini Ibu mu sudah mengajarkan mu seperti itu!"kata Mami Liza sengaja memancing emosi anak tirinya itu.
"Sudah kukatakan berkali-kali,jangan pernah sebut nama Ibu ku,dengan mulut lakhnat mu itu Liza!...karna wanita binal seperti mu tak pantas menyebut nama wanita suci dengan mulut mu yang kotor itu."kata Ares mengeluarkan kata-kata yang teramat pedis.
__ADS_1
"Bangsat kau Arsen!...aku akan membuat mu menyesali kata-kata mu!"
"Kau tidak terima dengan ucapan ku,hem?....memang benarkan kalau kau wanita binal?....aku punya bukti-bukti kebinalan mu Liza,atau?...Kau ingin aku memanggil Papi dan putri mu Angela,atau para pembantu untuk menonton Vidio mesum dengan banyak lelaki hah?...kau tahu Liza?...kau memang sangat menakjubkan!"kata Arsen mengejek.