
Mami Liza sangat malu kala mendengar ucapan dari Arsen anak tirinya,ia berpikir kalau Arsen pasti sudah pernah melihat adegan panasnya dengan para selingkuhanya selama ini.Tapi bukan Liza namanya kalau tidak bisa mendominasi perdebatan.
"Apa kau juga menginginkan ibu tiri mu ini Arsen?...ayolah Arsen!,Papi mu sudah tidak bisa di andalkan lagi untuk urusan ranjang,jadi,bagaimana jika kau yang menggantikan Papi mu untuk Me***kan ku!"kata Mami Liza berusaha menggoda Arsen.
"Cuihh!!...melihat wajah mu saja aku muak!...apalagi menyentuh mu!"kata Arsen.
Liza memang tidak menyangkal kalau anak tirinya itu sangat tampan dan gagah.Selama ini Mami Liza sering berfantasi liar dengan pria tampan putra tirinya itu,namun melihat kebencian di mata anak tirinya itu untuknya,Mami Liza tidak berani walau hanya sekedar menyapa atau berbicara padanya.
"Munafik sekali kau Arsen!...kau pikir aku tidak tahu,kalau selama ini kau juga sangat liar?"
"Heh!...Aku ini laki-laki,wajar saja kalau aku liar,apalagi aku single,tidak seperti mu.Kau ini status Istri orang,tapi kelakuan mu sama seperti wanita binal."kata Arsen.
"Itu karna Papi mu tidak bisa di andalkan untuk memenuhi kebutuhan ku,maka itu aku berbelok untuk mencari kepuasan."
"Mencari kepuasan pada banyak lelaki?"kata Arsen tak mau kalah.
Entah mengapa kata-kata Arsen kali ini mampu membuat hati Mami Liza sangat sakit bagai di iris-iris silet.Bagaimana tidak?,sudah cukup lama wanita itu memendam hasratnya pada anak tirinya yang sangat tampan itu.
Sejak Arsen kecil,Mami Liza tak pernah memberikan kasih sayang pada Arsen.Ketika Arsen sudah tumbuh dewasa,Mami Liza mulai menyukai Arsen.Karna Arsen memiliki postur tubuh yang di gilai kaum hawa,di tambah parasnya yang sangat tampan,sering membuat para wanita teriak histeris.
"Tutup mulut mu Arsen!,kenapa kau selalu berbicara kasar pada ku Arsen?...meski aku ini Ibu tiri mu,tapi kau tidak pantas selalu berkata kasar pada ku!"kata Mami Liza pada Arsen.
"Kau sangat tahu karna apa Liza!"
*****
Di Mansion Samuel
Setelah semalam suntuk menjaga Istrinya di rumah sakit.Pagi ini Samuel terlihat sangat lemas tidak bertenaga,Samuel melangkah dengan gontai masuk kedalam Mansionya.Pikiran yang sangat berat seakan tak mampu untuk ia pikul sendiri.Hanya melihat Iastri mungilnya dan juga putranya Arthurlah yang mampu membuatnya merasa terhibur.Samuel sebenarnya enggan untuk pulang karna harus berhadapan dengan Tania Istri pertamanya itu,karna Tanialah sehingga mengakibatkan Oma meninggal.
Namun karna ia mengingat Arthur putranya,maka itu Samuel memutuskan untuk pulang.Semenjak kematian Oma,Arthur terlihat bertambah murung,mungkin akibat di tinggal oleh Oma yang selalu menyayanginya selama ini.
"Selamat pagi Tuan!"sapa beberapa maid pada Samuel.
"Selamat pagi juga,apa putra ku sudah berangkat sekolah?tanya Samuel pada para Maid.
"Tuan kecil sudah berangkat dari tadi Tuan!"
"baguslah kalau begitu,Apa kalian melihat Tania?"
__ADS_1
"Nyonya ada di taman belakang,Tuan!"
"Baiklah,lanjutkan pekerjaan kalian,aku akan ke kamar ku untuk Istirahat."kata Samuel.
"Baik,Tuan!"
Ketika Samuel sudah berlalu dari hadapan para Maid itu.Para Maid berbisik satu sama lain.
"Aku sangat kasihan melihat Tuan Sam!...sejak Nyonya Elen pergi dari Mansion ini,dan juga sejak Oma meninggal,Tuan Sam terlihat selalu murung."kata Maid yang berbadan sedikit gempal.
"Kau benar Leni,Tuan Sam,sekarang tidak pernah terlihat senyum,tidak seperti dulu sangat ceria."kata Maid yang lain.
"iya,Semoga Tuan Sam,secepatnya Menemukan Nyonya."kata Maid yang berbadan gempal.
"Apa-apaan kalian?...apa kalian sudah bosan bekerja di sini?...dan kau!"tunjuk Tania pada Maid yang berbadan gempal,karna Maid itu telah berdoa agar Samuel segera mengetahui keberadaan istrinya Elen.
"Aku sangat tidak suka,jika kau berharap wanita itu untuk kembali ke Mansion ini!...asal kalian tahu,wanita itu tidak akan pernah kembali ke Mansion ini,Karna mulai saat ini,akulah Istri satu-satunya Samuel,dan juga satu-satunya Nyonya Lovez.Kalian paham?"kata Tania bringas.
"Ba-baik,Nyonya!....Ma-maafkan kami."kata Maid itu gelagapan.
"Baik!...kali ini aku memaafkan kalian,tapi lain kali aku tidak akan memberi ampun pada siapapun yang berharap untuk wanita itu kembali ke Mansion ini."kata Tania sambil berlalu meninggalkan para Maid.
"Apa Tuan Sam,sudah pulang?"tanya Tania kembali menoleh ke arah para maid,masih berdiri gemetaran.
Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari para Maid.Taniapun bergegas ingin menemui suaminya di kamar.
"Sam!...Sam!...Sayang...kau ada dimana?"tanya Tania ketika tidak mendapati suaminya di dalam kamar.
Tania mencari keberadaan Samuel suaminya,namun ia tidak menemukan Samuel di dalam kamar,Tania mencoba ingin mencarinya di balkon,namun ketika Tania mendengar bunyi gemericik air di dalam kamar mandi,Tania langsung menghentikan langkahnya.
Tania mekangkah menuju lemari untuk menyediakan pakaian ganti untuk Samuel,setelah ia mendapatkan pakaian buat Samuel,Tania duduk di atas ranjang sambil menunggu suaminya selesai mandi.
"ceklek"terdengar suara pintu kamar mandi di buka.
Terlihat Samuel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.Tania menelan salivanya kala melihat suaminya yang tetlihat gagah dan seksi.Tubuh Samuel yang terlihat Seksi dengan otot perut terlihat kotak-kotak.Meski bukan kali ini Tania melihat tubuh suaminya,namun karna saat ini suaminya terlihat sangat seksi,maka hasrat kewanitaan Taniapun menginginkan agar suaminya itu menyentuhnya saat ini juga.
Tania bangkit berdiri dan melangkah kearah Samuel yang masih bertelanjang dada.Tania meraba-raba otot perut Samuel yang begitu menggoda hasratnya.Namun saat tangan milik Tania beranjak ke atas ingin mengelus rahang Samuel yang di tumbuhi bulu halus,Samuel langsung menepis tangan Tania sedikit kasar.
"Sam!...kau kenapa?"tanya Tania ketika Samuel menepis tanganya.
__ADS_1
"Memangnya aku kenapa?"tanya Samuel datar sambil berjalan menuju lemari pakaianya.
"Aku sudah menyediakan pakaian mu."kata Tania karna menyadari kalau suaminya akan mencari pakaian di dalam lemari.
"Aku tidak menyukai pakaian yang kau pilih itu."jawab Samuel kembali masih dalam mode ketus.
"kau ini kenapa sih Sam!...apa yang sudah terjadi?...apa ada masalah di kantor?...meskipun ada,kau tidak boleh ketus pada ku!"kata Tania kesal.
"Ya,aku banyak masalah di kantor!...aku belum bisa fokus bekerja karna masih mengingat Oma!"
"Heh!...Kau mengingat Oma?...atau kau mengingat wanita itu Sam?"
"Apa-apaan kau Tania?...memangnya salah,kalau aku mengingat dia?...asal kau tahu Tania!...wanita yang kau sebut-sebut itu masih status Istri ku,dia berhak untuk mendapatkan perhatian dari ku!"kata Samuel dengan tegas.
"Jangan katakan kalau semalam kau bersama pelakor itu Sam?"
"jaga bicara mu,Tania!...dia bukan pelakor!"
"Lalu,apa namanya kalau bukan pelakor?...dia sudah merebut mu dari ku!"kata Tania sudah tersulut emosi.
"Itu bukan salahnya Tania!...dalam hal ini,kau lah yang lebih bersalah."jawab Samuel tak mau kalah.
"ohh,sekarang kau lebih membelanya?"
"Kalau iya,kenapa?...apa yang akan kau lakukan?...besok atau lusa,aku akan membawanya kembali ke Mansion ini,dengan atau tanpa persetujuan mu!"kata Samuel segaja menekankan kalimatnya.
"Jangan harap Sam!...wanita itu tidak punya hak,untuk tinggal di Mansion ini."
"jika dia tidak punya hak,itu artinya kau pun tidak memiliki hak untuk tinggal di Mansion ini!"kata Samuel sudah terpancing emosi.
"Tapi aku ini istri pertama mu,ibu kandung anak mu!"
"Lalu?"tanya Samuel.
"Aku memiliki hak sepenuhnya!"
"Baiklah!...cara satu-satunya,agar kau tidak memiliki hak lagi di Mansion ini adalah,aku harus menceraikan mu!"
"Kau tidak boleh begitu Sam!...tarik kembali kata-kata mu."kata Tania pada Samuel yang terlihat sangat murka.
__ADS_1
"Baiklah Sam!...kau boleh membawanya datang kesini."
Tania terpaksa mengalah untuk sementara,karna ia berencana meminta pendapat ibunya bagaimana cara untuk menyingkirkan Istri kedua dari suaminya itu.