
"Jackkk!!!...bantu aku membawa Tania ke rumah sakit,dia pendarahan!...ini semua gara-gara kau wanita kampung!...kau tunggu saja,aku akan membuat perhitungan pada mu!"gertak Mami Liza.
"Elen??"Panggil Jack tak percaya jika wanita mungil yang ia anggap baik itu tega menyakiti Tania.
"Ini tidak seperti yang kau lihat kak Jack!"ucap Elen sembari menangis.
Sebenarnya Jack ingin meyakin kan dirinya kalau Elen tidak setega itu.Namun karna ia melihat dengan mata kepalanya sendiri,Jack pun tak bisa membela wanita yang sudah sangat baik padanya itu.
"Sebaiknya kau pergi dari sini!!"ucap Mami Liza pada Elen.
"Jack!...mari kita bawa dia ke rumah sakit."
Tanpa menunggu lebih lama lagi,Jack mengangkat tubuh Tania yang sudah bersimbah darah.
"Yes!!...akhirnya semua berjalan sesuai rencana!...semoga kau tidak mati Tania,aku hanya menyuruh mu untuk pura-pura jatuh dan setelah itu meminum obat penggugur kandungan,bukanya menyuruh mu untuk membentur kan perut mu ke meja,tapi tidak apalah,kau mati pun aku tetap akan menuntut ganti rugi pada suami Milyader mu itu"ucap Mam Liza di dalam hati tanpa mempedulikan kondisi Tania putri kandungnya sendiri.
Setelah Tania di tangani oleh dokter,Mami Liza menyuruh Jack untuk mengabari Samuel.
"Jack!...kau telefon Samuel sekarang juga,katakan padanya kalau Tania keguguran dan sedang di rawat di rumah sakit."
"Baik tante!"kata Jack.
Jack menuruti apa yang di perintahkan oleh Mami Liza agar segera memberitahukan pada Samuel.
"Hallo Jack"jawab Samuel dari seberang.
"Hallo tuan Sam!"
"Iya Jack,apa ada masalah di perusahaan?"tanya Samuel pada Jack.
"Perusahaan baik-baik saja Tuan!...saya ingin memberi tahukan pada anda,kalau Nyonya Tania mengalami keguguran dan sedang di rawat di rumah sakit sekarang."
"Apa??...bagaimana bisa Jack??...kenapa istri ku sampai keguguran?"tanya Samuel dengan nada tinggi.
"I-itu Tuan!...karna...!"
Kata Jack terlihat ragu untuk mengatakanya,bagaimana tidak,tak tega rasanya Jack untuk memberitahu Samuel bahwa Elen kah penyebab keguguran Tania.
"Katakan Jack!!!"gertak Samuel melalui telefon seluler itu.
"Mari sini,biar aku yang memberitahukanya!"ucap Mami Liza sembari merampas ponsel Jack.
"Istri kampungan mu itu yang sudah menyebab kan Tania keguguran!"ucap Mami Liza ketus.
"Apa maksud Mami?"tanya Samuel.
Mami Liza menceritakan pada Samuel dengan mengarang cerita.Ia menceritakan pada Samuel bahwa Elen telah mendorong Tania hingga Tania jatuh dan perutnya membentur meja.
"Tidak mungkin Mami!"
"Kalau kau tidak percaya,tanyakan saja pada Jack dan pada semua Maid yang ada di Mansion mu!"
"Benar begitu Jack?"tanya Samuel dengan membesar kan suaranya agar Jack bisa mendengar.
__ADS_1
"Jawab Jack!!"gertak Samuel.
"I-iya tuan Sam!"
Samuel percaya begitu saja,karna asistenya itu tidak pernah berbohong,Samuel sangat mempercayai Jack.Belasan tahun bekerja dengan asistenya itu sudah sangat cukup mengetahui seperti apa pria tampan asistenya itu.
"Biadab!!!...aku tidak akan mengampuni siapa pun yang sudah membunuh anak ku!...sekalipun itu kau Elen!!"ucap Samuel terdengar sangat marah.
"Sam?"panggil Mami Liza.
"Sekarang juga aku akan kembali ke Indonesia,aku akan menghukum siapa pun yang sudah membunuh anak ku!"
"Baik Sam!...Mami akan nenjaga Istri mu."
"Baik,terimakasih Mami!"ucap Samuel mengakhiri panggilan asistenya itu.
*****
"Baigaimana ini kak Mitha?...maaf kan aku kak,harusnya aku mendengar kata-kata Kakak!"ucap Elen menyesali perbuatanya.
"Kau tidak salah Elen!...jika tuan Samuel datang,aku akan mencerita kan kejadian yang sebenarnya."kata Mitha berusaha membuat wanita mungil yang terlihat ketakutan itu agar lebih tenang.
"Syukur-syukur kalau dia percaya kak!"
"Tuan Sam akan percaya Elen,karna aku lihat ada beberapa cctv di sana."
"Benar kah?"
"Bagaimana jika mereka menghapus rekaman cctv itu Kak?"tanya Elen terlihat panik.
"Sudah Elen,kau tidak perlu ketakutan begitu,kalau pun mereka menghapusnya,aku akan menjelas kan semuanya pada Tuan Samuel."
"Baiklah kak Mitha,terimakasih."ucap Elen terlihat sedikit lebih tenang.
"Sebaiknya kau tidur dulu Elen"
"Aku belum mengantuk kak!"
"Kau akan lebih berpikir tenang jika tidur lebih awal."
"Baik,aku akan tidur kak."ucap Elen kemudian melangkah menuju kamar tidurnya yang sangat kecil ukuranya.
Setelah Elen mengikuti saran Mitha untuk tidur lebih awal,Mitha berinisiatif untuk berkirim pesan melalui aplikasi WhatsApp itu kepada Ares,karna Mitha melihat kalau pria tampan yang sangat mencintai Elen itu sedang Online.
"Selamat malam Tuan Sam!"sapa Mitha melalui pesan chatnya.
"Maaf Mitha,aku harus menyapa mu dengan selamat siang!"
"Saya tahu Tuan!...Indonesia dengan London berbeda waktu kurang lebih dua belas jam"kata Mitha.Maaf ya jika author salah menyebut jumlah perbedaan waktu antara Indonesia dan London,karna setahu Author sih seperti itu.
"Sekarang katakan!...apa kabar kalian?"
"kabar Gawat Tuan!!"
__ADS_1
"Apanya yang gawat Mitha??"
"Soal Elen"
"apa yang sudah terjadi padanya Mitha??" balas pesan Ares.
Tidak tahu saja Mitha jika jantung Ares saat ini berdegub dengan kencang kala mendengar kata "gawat"dari Mitha.
"Ada masalah yang sedang kami hadapi tuan Ares."
"Cepat katakan apa masalah yang sedang kalian hadapi??"
"Tadi siang Tania meminta Elen untuk ke Mansion,setelah tiba di sana,Tania menarik tubuh Elen dan menabrak kan tubuhnya sendiri membentur meja hingga membuat Tania keguguran,sepertinya Tania sengaja agar membuat Samuel membenci Elen.Saya melihat semua kejadianya,Tapi yang menjadi masalah adalah tuan Jack.Tuan Jack muncul tepat saat Tania jatuh membentur meja,Dan Tuan Jack telah salah paham.Sekarang Elen sangat takut jika Samuel tahu dan Samuel akan menyalah kanya,padahal saya sudah berusaha meyakin kan Elen agar tidak usah takut.
"Baiklah Mitha!...aku akan pulang untuk memberes kan kekacauan ini.Tidak akan ku biarkan siapa pun menyakiti jantung hati ku."
"Baik tuan!"
*****
Pagi ini tepat pukul enam pagi Pesawat pribadi milik Samuel mendarat di bandara,Jack sudah menunggunya sejak satu jam yang lalu,karna Samuel meminta Jack untuk menjemputnya di bandara.
"Apa kita akan langsung ke rumah sakit tuan?"
"Ya,Jack,kita langsung saja ke rumah sakit."
"Baik tuan"jawab Jack.
Setibanya di rumah sakit,Samuel bergegas menemui Tania di dalam ruangan VIV tempat ia di rawat.
"Tania?"ucap Samuel sembari memeluk Tania dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Sam!...maaf kan aku tidak bisa menjaga anak kita dengan baik."kata Tania pura-pura menangis.
"Tidak apa-apa sayang,kita masih bisa berusaha nanti,sekarang katakan seperti apa kejadianya?"
"Elen datang ke Mansion ingin bertemu dengan mu,padahal aku sudah mengatakan kalau kau sedang ada di Jepang,tapi dia tidak percaya.Elen memaksa untuk mencari mu di kamar,dan aku berusaha untuk mencegahnya,tapi Elen malah mendorong ku dengan kuat hingga aku terjatuh."kata Tania mengarang cerita.
"Apa dia tahu kalau kau sedang hamil?"tanya Samuel.
"Ya,dia sudah tahu Sam!"
"Sekarang aku sudah tahu apa penyebab ia mencelakai mu...kau tunggu lah di sini,aku akan menghukum siapa yang sudah membunuh anak ku."ucap Samuel dengan amarah.
"Tidak usah Sam!...aku sudah memaaf kan nya."
"Tapi aku tidak akan memaaf kan siapa pun yang sudah membunuh anak ku,tidak terkecuali Elen!!" kata Samuel sudah terlihat marah dengan gemeratak gigi dengan tatapan yang menakut kan.
"Jack!!...kita ke apartemen sekarang juga!"
"Baik tuan!"
"
__ADS_1