Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Bertemu Samuel dan Arthur.


__ADS_3

Sesampainya di salah satu Restaurant ternama di kota Jakarta,Siska sangat takjub dengan kemewahan restauran ysng saat ini sedang mereka kunjungi.Ares dan Elen serta Mitha dapat memahami kalau Siska baru saja datang dari desa,jadi wajar saja kalau Siska terlihat sangat terkagum-kagum dengan interior Restaurant tersebut.


"Wahh...tempat ini bagus sekali,apa kau sering datang kesini Elen?" Siska bertanya sambil tak henti-hentinya terkagum,sampai ada di antara pengunjung yang lain menahan tawa akibat perbuatan Siska.


"Aku?" tanya Elen.


"Ya" jawab Siska.


"Aku belum pernah datang ke tempat ini Siska" jawab Elen sembari tersenyum tipis ke arah Siska.


Dari arah yang tak terduga,seorang bocah tampan berlari ke arah Elen dan memeluknya erat.Bocah tampan itu tak lain adalah Arthur putra kandung Samuel,mantan suami dari Elen.


"Momy!!" panggil Arthur.


Mendengar suara bocah yang sangat ia kenal sontak membuat Elen menoleh ke arah bocah tersebut.


"Arthur?" panggil Elen terharu.Bocah tampan yang sangat Elen rindukan selama ini.Elen berlutut sembari merentangkan kedua tanganya agar memberi ruang buat Arthur untuk memeluknya.


"I miss you Mom!" tiga kata yang keluar dari bibir Arthur mampu membuat seorang Elen tak kuasa menahan air mata.


"I miss you to baby." kata Elen lembut sembari mencium puncah kepala Arthur.


"Omong-omong,kenapa. kau ada di sini sayang?" tanya Elen.


Mendengar pertanyaan dari Elen mantan ibu sambungnya itu,Arthur reflek mengalihkan pandanganya ke arah Samuel yang masih tercengang,seakan Samuel tak percaya kalau wanita mungil kesayanganya itu saat ini sedang ada di depan matanya sendiri.Samuel hampir tak berkedip memandangi wajah wanita cantik yang sangat ia rindukan selama ini.


Tidak banyak yang berubah dari Elen,wajahnya masih saja cantik sama seperti dulu,wajah manis yang dulu pernah membuatnya sangat candu setiap hari.


Melihat situasi yang Elen hadapi saat ini serba canggung,Ares berinisiatif untuk mengajak Elen untuk segera pindah ke tempat lain.


"Kalau kau memang tak nyaman di sini,kau boleh meminta ku untuk pindah ke Restaurant lain honey " kata Ares.


"Ya,sebaiknya kita mencari makan di tempat lain." jawab Elen dengan suara parau.


"Mom?" Panggil Arthur.


"Arthur,kau baik-baik ya,Momy ada urusan mendadak, jadi...Momy pulang dulu." kata Elen dengan lembut sembari mengelus kepala bocah tampan tersebut.


"Sweety!" panggil Samuel.

__ADS_1


Ares menahan geram kala mendengar Samuel memanggil Elen,hatinya serasa sangat panas melihat wajah Samuel yang seakan berusaha tersenyum semanis mungkin, entah kenapa Ares merasa sangat muak melihat mantan suami dari Elen sekaligus sahabatnya itu.


"Sebaiknya kita keluar sekarang Ares." kata Elen tanpa menghiraukan panggilan Samuel.


Tanpa menunggu lebih lama lagi,Ares segera mengajak Elen,Siska dan juga Mitha keluar dari restauran tersebut.


"Tunggu Elen!" panggil Samuel sembari berusaha mengejar Elen.


Elen terus saja berjalan tanpa menghiraukan Samuel yang terus saja memanggil dan mengejarnya.Dalam hitungan detik Samuel dapat mengejar Elen dan menggenggam tangan mungil milik mantan istrinya itu.


"Lepaskan!!" kata Elen sembari menepis tangan Samuel.


"Maaf kan aku Sweety,aku mohon beri aku kesempatan untuk bicara." Pinta Samuel dengan memelas.


"Tidak ada yang perlu untuk ku dengar lagi dari mu Sam!..semuanya sudah berlalu, kini antara aku dan kau sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.Terima takdir mu,dan aku juga akan menerima takdir ku." kata Elen tanpa menoleh sembari menahan air mata yang tidak bisa di ajak kompromi.


"Maafkan aku." Ucap Samuel.


Dua kata yang terucap dari bibir Samuel mampu membuat hati Elen terasa sesak,begitu mudahnya Samuel mengucapkan kata maaf setelah apa yang Samuel sudah lakukan padanya.


"Dulu aku pernah meminta agar kau memberi aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya,tapi apa yang kudapat?" kata Elen dengan isak tangis yang mampu membuat hati Samuel seakan tersayat kala melihat wanita mungilnya itu menangis dengan sangat sedih.


"Sudahlah Sam...tidak ada yang perlu untuk di ingat-ingat lagi,semuanya sudah berakhir." ucap Elen sembari melangkah meninggalkan tempat itu.


"Sebenci itu kah kau pada ku Elen?" ucap Samuel sedih di dalam hati.


Sedih,sakit,itulah hal yang Elen rasakan saat ini.Elen tidak pernah meminta untuk mengalami kenyataan hidup seperti saat ini,tapi itulah takdir,kita hanya bisa mengikuti kemana takdir membawa kita pergi.Setelah keluar dari restauran di mana tempat mantan suaminya itu berada,Siska yang tak tahu menahu tentang Samuel dengan polosnya bicra.


"Elen maaf ya,bukan kepo,aku ingin bertanya pada mu..Pria tampan tadi itu siapa sih?" tanya Siska.


Mendengar pertanyaan dari Siska mampu membuat Elen mengalami perubahan pada raut wajahnya yang terlihat sedih.


"Dia hanya sebuah masa lalu ku, Siska." kata Elen.


"Apa dia mantan suami mu yang pernah kau ceritakan pada ku?"


"Kau benar Sis,dia adalah mantan suami ku." jawab Elen jujur.


"Maaf Elen,aku tidak bermaksud untuk...." ucap Siska menggantung kalimatnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Siska....oya Ares,sepertinya selera makan ku sudah hilang,sebaiknya kita pulang saja." pinta Elen pada Ares.


Melihat wanita pujaan hatinya itu terlihat enggan untuk bicara dan hanya bermuram saja,Ares pun berinisiatif untuk menghibur wanita kesayanganya itu.


"hem...sepertinya jantung hati ku sedang bersedih Mitha,apa yang akan aku lakukan agar jantung hati ku ini tidak bersedih lagi?...apa perlu aku menghajar pria labil yang sudah membuat jantung hati ku ini bersedih?" tanya Ares psda Mitha.


Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ares,mampu membuat Elen merasa sangat bersalah pada pria tampan dan Mitha serta Siska sahabatnya.


"Maafkan aku Ares."


"Kau tidak perlu meminta maaf honey,kami bisa memahami perasaan mu.Tidak mudah melupakan seseorang,terlebih orang itu pernah mengisi ruang di hati kita." kata Ares dengan bijak.


"Terimakasih Ares."


"Ikut aku Elen" kata Ares sembari menarik tangan Elen dengan lembut.


Ares meminta Mitha untuk membawa Siska makan siang,sementara dia membawa Elen ke suatu tempat yang sudah biasa Ares dan Elen kunjungi.Elen pernah menamai tempat itu dengan nama "Pinggir Cleo".Bukan tanpa alasan Elen menamai tempat itu demikian,namun karna menurut cerita Ares,Cleo sering sekali berdiri di samping pagar itu sambil bercerita.


"Aku selalu menunggu mu di tempat ini honey.berharap suatu hari kau akan kembali ke tempat ini dengan sejuta senyum.Dan memang benar Tuhan sangat baik,karan sudah mendengar segala doa ku." kata Ares jujur.


Melihat kesungguhan hati Ares,Elen semakin merasa kalau dirinya tidak pantas untuk Ares pria tampan dan juga baik hati itu.


"Ares...kau berhak untuk mendapat wanita yang lebih baik dari ku." kata Elen.


"Honey....kau yang terbaik dari semua wanita yang pernah aku kenal,bagi mu ini memang terlihat aneh,tapi perlu kau ketahui,aku sangat mencintai mu,sejak pertama aku melihat mu." kata Ares dengan tulus.


"Justru karna itulah hingga aku merasa bahwa aku tidak pantas menjadi kekasih dari seorang pria sesempurna diri mu Ares."


"Siapa bilang kalau kau tidak pantas untuk ku?..wanita yang sangat cantik,lembut,serta baik hati seperti mu." kata Ares dengan menggebu-gebu.


"Kau sangat pintar menggombal." kata Elen.


"Aku tidak menggombal honey,kau memang sangat cantik,baik hati dan juga...ahh...terlalu banyak kelebihan mu." Kata Ares sembari tersenyum ramah pada Elen.


"Kau punya hutang pada ku Ares."


"Hutang??...hutang apa?" tanya Ares tak mengerti.


"Kau belum menceritakan tentang kejadian yang telah menimpa kakak Cleo." kata Elen.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan menceritakanya sekarang."


__ADS_2