
APARTEMEN SAMUEL
Sesampainya Samuel mengantarkan Elen ke apartemen miliknya.Samuel langsung mengutarakan niatnya agar menikahi Elen secepatnya.Ia takut jika terus berjauhan dengan Elen,maka sewaktu-waktu bisa saja Elen mengalami hal yang sama seperti yang Luna alami.Jadi Samuel tidak ingin hal itu terjadi pada kucing kecilnya itu.
Samuel takut jika Angel dan ibunya akan mencelakai Elen wanita mungil kesayanganya itu.
"sweety,aku ingin kita harus segera menikah,aku takut jika berjauhan terus dengan mu, aku takut kalau Angela dan ibunya juga nekat akan melukai mu seperti Luna!"
"kau tidak usah takut kak,aku masih bisa menjaga diri ku!"
"tapi sweety,kau tidak tau seperti apa Angel dan ibunya"
"mengapa kau selalu menolak sweety?,apa kau tidak serius dengan ku?,atau jangan-jangan kau juga tidak mencintai ku?"
"bu-bukan begitu kak Sam!"
"sudahlah sweety,aku tidak akan memaksakan mu lagi!"
Samuel mengambil jaketnya yang ia gantungkan di sandaran kursi dan bergegas keluar dari apartemen miliknya itu.Samuel tampak marah karna selalu di tolak kala ia mengajak wanita mungilnya itu untuk segera menikah.
"kak Sam,tunggu,dengar dulu penjelasan ku!"
Samuel tidak menghiraukan panggilan Elen yang terus memanggilnya,Elen terus berlari mengejar kekasihnya itu,namun langkah panjang Samuel tak mampu ia kejar.Samuel sudah berlalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Elen tidak berhenti untuk mengejar Samuel,ia terus saja berlari,wanita mungil itu tidak peduli dengan kakinya yang sudah lecet.Elen hanya peduli dengan kekasihnya itu,ia takut kalau Samuel menabrak atau di tabrak,mengingat kekasihnya itu mengemudi dengan kecepatan tinggi saat keluar dari apartemenya.
Elen sudah tidak kuat lagi berlari,kakinya sudah sangat lecet akibat ia tidak memakai alas kaki saat mengejar Samuel.Dari arah depan sebuah sinar yang berasal dari mobil menyilaukan matanya.Mobil itu peelahan-lahan berhenti tepat di depanya.
Elen meringis kesakitan akibat menahan perih dari kakinya yang lecet.
"honey,sedang apa kau di sini?,dan kaki mu kenapa?"tanya Ares dengan panik kala melihat kaki wanita mungil itu sudah lecet.
"pak Ares,tadi aku mengejar kak Sam,namun ia tidak mendengar ku!"
"apa kalian bertengkar?"
"tidak pak,kami tidak bertengkar!"kata Elen.
"lalu kenapa kau mengejarnya?"tanya Ares yang terlihat sudah marah.
"i-itu karna!"
"sudahlah honey,kau tidak perlu berbohong!"kata Ares sambil membopong tubuh mungil Elen masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"masuklah honey!"
"pak Ares,kau akan membawa ku kemana?"tanya Elen.
"mengobati kaki mu!"kata Ares singkat.
Tampak di wajah laki-laki bersurai coklat kepirangan itu lagi menahan amarah,karna kelakuan Samuel yang tega membiarkan kekasihnya itu berlari mengejarnya sampai mengakibat kan kaki wanita itu lecet.
"di mana pak?"
"di mansion ku!"kata Ares yang tidak menoleh sedikit pun ke arah Elen.
"ja-jangan pak Ares,nanti kak Sam akan marah pada ku!"kata Elen,ya Elen takut kalau-kalau Samuel mengetahui bahwa ia bersama pria lain,maka si singa tampan kekasihnya itu akan sangat murka.
"kau tenang saja honey!"kata Ares cuek.
Sesampainya di mansion milik Ares,Elen sangat kagum melihat arsitektur bangunan itu.Mansion milik Ares lebih menyerupai sebuah kastil.
"pak Ares,apa kau tinggal di sini?"tanya Elen.
"ya honey,apa kau menyukainya?"
Elen mengangguk.
"a-aku sudah milik kak Sam,pak Ares!"
"tapi kalian belum menikah kan?"
"i-iya pak,tapi aku sangat mencintai kak Sam!"
"aku juga mencintai mu honey!"kata Ares sambil mengobati luka yang ada di kaki wanita mungil itu.
"biar aku yang mengobatinya pak,kaki ku kotor!"
"diamlah honey"kata Ares yang masih fokus mengobati luka lecet di kaki wanita kesayangan Samuel itu.
"pak Ares?"panggil Elen.
"kenapa kau selalu memanggil ku,"pak"?"kata Ares.
"karna kau adalah atasan ku!"
"itu dulu,tidak sekarang!"
__ADS_1
"lalu aku harus memanggil mu dengan sebutan apa sekarang?"tanya Elen.
*panggil aku dengan sebutan,"sayang",karna itu terlihat manis!"kata Ares malas tahu.
"hah,mana ada begitu?,itu hanya sebutan untuk sepasang kekasih!"kata Elen.
"kalau begitu jadilah kekasih ku!"
"no,karna aku sudah punya kekasih,dan sebentar lagi aku dan kak Sam akan menikah!"kata Elen.
Ares tersenyum kala melihat kesetiaan wanita itu.Sangat jarang ia menemukan seseorang seperti Elen,biasanya setiap kali Ares merayu wanita,maka wanita yang ia rayu itu akan langsung menerima cintanya tanpa syarat.Mengingat Ares sangat tampan dan juga kaya.
Sementara di apartemen Samuel,pria tampan itu sangat panik kala mengetahui bahwa wanitanya itu mengejarnya sedari tadi.
"apa kau tidak bersamanya tadi Sam?"
"tidak kak Mil,Dian bilang pada ku kalau Elen keluar untuk mengejar ku!"
"apa kalian bertengkar?"tanya Milka,karna kakaknya Elen itu tidak ada saat mereka bertengkar tadi.Karna Milka sedang keluar untuk membeli martabak untuk dia dan Dian.
"sebenarnya kami bertengkar bukan karna masalah besar kak Mil,aku hanya mengajak Elen agar segera menikah.Aku takut jika Angel dan ibunya menyakiti Elen,sama seperti Sely menyakiti Luna.!"ucap Samuel frustasi.
Samuel masuk mengambil ponselnya yang sempat tertinggal di apartemen miliknya,ia kembali keluar hendak mencari Elen kekasihnya itu.Samuel terlihat sangat panik sekali,ia tak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri.Di saat Samuel cemas,pria tampan itu melihat ada pesan masuk dari Ares.
"Sam,apa begini cara mu memperlakukan wanita?,bukan kah sudah ku katakan,jika Elen terluka aku akan merebutnya dari mu?"isi pesan Ares.
"apa maksud mu?"tanya Samuel.
"saat ini Elen sedang terluka,dia ada di mansion ku,dan aku sudah mengobati lukanya."balas pesan Ares.
"kau jangan macam-macam Ares,jika kau menyentuhnya,akan ku patah kan leher mu!"
"coba saja Sam!,atau bagaimana kalau kita berdua berduel?,siapa yang kalah,dia harus mundur tanpa syarat!"kata Ares.
"baiklah,aku tidak akan takut dengan tantangan mu!"
"ok aku akan menentukan waktu dan tempatnya"
"ok"
"sekarang,kau datanglah menjemputnya!"balas pesan Ares.
Samuel tersenyum kecut kala mendengar wanita mungilnya itu terluka karna mengejar dirinya.Samuel tidak tahu,kalau kekasihnya itu mengejarnya,karna saat ia keluar,ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Samuel sangat marah karna Elen selalu menolak jika ingin di ajak menikah oleh Samuel.Samuel mengira kalau wanita mungil itu belum betul-betul mencintainya.
__ADS_1
Samuel segera bergegas menuju ke mansion milik Ares untuk menjemput kekasihnya itu.