
Setelah Elen dan Ayu selesai makan siang,kedua wanita itu segera bergegas untuk kembali bekerja.Ayu menghubungi saudaranya berulang kali,namun saudaranya tidak bisa di hubungi.Saat Elen merasa bingung harus bagaimana,ia di kagetkan dengan ponselnya yang berdering.
Saat Elen melihat panggilan dari Oma,terbersit di pikiranya untuk meminta bantuan Oma.
"Halo Oma"
"Halo sayang,kamu pulangnya jam berapa Elen?"tanya oma pada Elen.
"jam tiga oma,emm oma?"Elen berpikir sejenak,antara ingin mengatakan maksudnya atau tidak.
"ya Elen?"
"itu,Saya bisa minta tolong tidak oma?"tanya Elen ragu-ragu.
"iya,katakan saja sayang!"
"Begini oma,kakak Elen baru tiba di bandara,tapi Elen bingung mau jemput bagaimana?,soalnya kan Elen baru kerja oma,tidak mungkin kan Elen minta ijin hanya untuk menjemputnya?"kata Elen sedikit agak ragu,takut-takut kalau oma marah.
"Oma bisa bantu Elen untuk menjemput kakaknya Elen tidak?"
"oww,bisa sekali sayang ku!"jawab oma dengan ekspresi yang bahagia.
"Nanti biar oma suru Samuel untuk menjemput"
"ehh,jangan...jangan...jangan oma,kok Samuel sih?,kan kak Sam lagi kerja oma?"jawab Elen cepat.
"ah yang benar saja oma?emang tidak ada supir kah untuk menjemput kak Milka?"ucap Elen beralibi.
"Tidak apa-apa Elen,kamu tenang aja!"
__ADS_1
Akhirnya dengan sedikit berdebat soal siapa yang akan menjemput Kak Milka,mereka berdua pun mengakhiri panggilan.Setelah berbicara pada Elen,oma membuat panggilan melalui vidio call kepada Samuel.
"Hai Sam!"ucap oma sambil melambai-lambaikan tanganya ke arah oma."hai juga oma" kata Samuel.
"Sam,kamu jemput Milka di bandara ya!"kata oma pada Samuel,yang membuat pria tampan itu mengkerutkan alisnya."Milka?,Milka siapa oma?" tanya Samuel pada oma."itu,kakaknya Elen yang baru saja tiba dari kampung."
"tapi,Sam masih sibuk oma!"ucap Sam pada oma."ais,kau ini payah Sam,Milka itu calon kakak ipar mu!"jawab oma kesal."Sam,ini waktunya kau beraksi untuk cari perhatianya Elen!."
"tapi kan,tidak begini juga oma!"kata Samuel singkat."trus bagaimana lagi?kau saja bergerak sama seperti keong yang lagi sekarat!"kata oma pada Samuel.
Samuel bukanlah tipe laki-laki yang pintar untuk mencari perhatian wanita,Samuel memang handal dalam berbisnis.Pemilik netra biru safir itu sangat teliti dalam menangani semua kesepakatan kerja sama perusahaan.Sekecil apa pun kesalahan yang sudah di buat,Samuel pasti mengetahuinya.
Samuel memang sukses dalam karirnya,tapi soal memikat hati perempuan sepertinya Samuel harus banyak belajar pada sang casanova,siapa lagi kalau bukan Ellio.Samuel hanya sibuk bekerja,namun sesibuk apapun dia,Samuel selalu meluangkan waktu untuk Arthur anaknya itu.
"Sam,kau serius tidak untuk menjadikan Elen sebagai ibu sambung untuk Arthur?,kalau kau serius, maka cepatlah bergerak.Kalau bisa,serobotpun jadi" Kata oma asal.
"pokoknya oma tidak mau tau,kau harus menjemputnya!"dan bawa dia sekarang secepatnya.Karna kalau tidak,oma terpaksa harus memberi mu sedikit pelajaran."kata oma sedikit mengancam.
"Baik oma,Sam akan suruh Jack untuk menjemput si Milka itu!"
"eitt,bukan Jack,tapi kamu Sam,emangnya Jack yang jadi calon iparnya Milka?"tanya oma kesal pada Samuel.
Samuel sangat pusing dengan kelakuan oma,selalu saja begini.Perintah oma sangat tabu untuk ditolak,akhirnya dengan berat hati Samuel beranjak menuju bandara untuk menjemput Milka.
Setelah bertemu dengan Milka,Samuel langsung bergegas mengantarkan Milka di mansion miliknya itu.Selama dalam perjalanan,tidak banyak yang mereka bicarakan.karna pria tampan yang pelit bicara itu hanya sesekali menjawab "iya"atau "tidak"
Beberapa saat kemudian,mobil yang Samuel kemudikan berhenti tepat di depan mansion mewah milik Samuel itu.Milka terkagum-kagum kala melihat bangunan megah itu.
"wahh,ini rumah atau gedung?" tanya Milka pada Samuel yang tidak habis pikir melihat Milka yang keheranan melihat mansion miliknya itu.
__ADS_1
"hai,kamu pasti Milka kan?kakaknya Elen?"
"iya nek!"kata Milka singkat.
"panggil oma saja ya,biar lebih akrab"
"kenalkan,ini Samuel cucu oma"kata oma memperkenal kan Samuel."dan ini Arthur anak Sam"
"kamu dengan oma disini sambil tunggu adik kamu Elen"
"baik oma,terimakasih" jawab Milka singkat.
Samuel yang sedari tadi menyaksikan perkenalan antara oma,Arthur dan Milka segera bergegas kembali ke perusahaan.Karna masih banyak yang harus ia kerjakan.
Langit terlihat mendung,pertanda akan segera turun hujan,Elen yang berdiri sambil menunggu di depan perusahaan Mj menggigil kedinginan akibat hujan yang sangat deras.Meski Elen sudah memakai payung tapi tetap saja tidak bisa menghindar dari hujan.
Saat hendak menuju pos satpam untuk berteduh,tiba-tiba saja sebuah mobil mewah melintas dan berdiri di depanya.Ketika kaca mobil di buka,tampaklah seorang pria tampan yang membukakan pintu mobil untuk Elen.
Netra biru safir itu tidak berkata apa-apa,ia hanya menatap wajah Elen dan segera menggelangkan kepala pertanda bahwa Elen harus masuk.Elen yang tanggap tanpa menunggu langsung masuk kedalam mobil mewah itu.
Selama di perjalanan mereka tidak banyak bicara,Ellen hanya memalingkan wajahnya menghadap jendela.Samuel yang fokus mengemudi dan sesekali melirik wanita cantik yang ada di sampingnya itu.Saat Samuel mencuri pandang pada Elen,tiba-tiba saja Elen menoleh ke arah Samuel.
Samuel yang tertangkap basah sedang memandangi Elen langsung merasa kikuk.Dan wanita cantik yang di pandanginya itu tersenyum datar.Elen merasa kikuk di pandangi oleh Samuel.Melihat Elen menggigil yang dikarenakan bajunya basah,Samuel berinisiatif untuk memberikan jaket yang tergantung di belakang kemudi.
Elen menerima jaket yang di berikan oleh Samuel,namun Elen masih saja menggigil kedinginan,melihat Elen yang masih menggigil kedinginan Samuel memutar kembali mobil miliknya untuk menuju apartemenya yang sudah satu bulan ini tidak pernah ia tempati.
Samuel memutuskan untuk ke apartemenya bukan tanpa sebab,karna ia kasihan melihat Elen yang sudah memucat,bibir wanita itu semakin bergetar.Samuel menarik tubuh mungil itu untuk ia dekap,dan Ellen pun tidak menolak.Justru janda muda cantik itu merasa hangat dan nyaman.
Meski sudah berada dalam dekapan Samuel,namun bibir mungil wanita cantik itu masih terus bergetar.Samuel yang entah dorongan darimana langsung mengecup bibir mungil itu.Sontak Elen membelalakan matanya,meski demikian ia tetap tidak menolak.
__ADS_1
Samuel semakin mengeratkan pelukanya,ia mendekap tubuh mungil itu agar orang yang ia dekap merasakan kehangatan,Samuel berusaha agar membuat wanita cantik itu tidak menggigil lagi. Elen merasakan getaran dalam hatinya,ia merasa nyaman sampai-sampai ia enggan untuk melepaskan pelukan nyaman itu.
Sesaat kemudian mereka menyadari apa yang sudah kedua insan itu lakukan,setelah itu Samuel dan Elen merasa sangat canggung dan tidak saling bicara hingga sampai di mansion milik pria tampan itu.Samuel memutuskan untuk tidak kembali ke apartemen,mengingat kondisi Elen sudah membaik dan juga mengingat Milka kakak wanita cantik itu sekarang berada di mansion miliknya.