Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kala Samuel mengetahui keadaan Istrinya


__ADS_3

"tuan!"kata Jack pada Samuel.


Samuel langsung memeluk Jack asistenya itu.Jack juga sangat terpukul atas kematian Oma.Sejak Jack berumur dua belas tahun,ia di ambil dari panti asuhan oleh tuan Timoty Lovez ayah kandung Samuel,sejak saat itulah Jack merasa memiliki keluarga seutuhnya.Keluarga Lovez memperlakukanya dengan baik, sama seperti mereka memperlakukan Samuel selama ini.


Jack merasa sangat kehilangan atas kepergian Oma yang sangat baik padanya selama ini.Jack mengingat kembali masa-masa saat dimana Oma mengomelinya karna belum saja menikah.


"Jack!...apa kau mau jadi perjaka tua?...Jack!...kenapa kau lelet sekali?...atau Jack!...kenapa mata mu seperti panda?"ya,pertanyaan itu seringkali ditujukan oleh Oma padanya.Sekarang,siapalagi yang akan mengomelinya saat ia pergi ke mansion milik Samuel itu.Tak terasa airmata pria tampan asisten Samuel itupun tak bisa ia bendung.


Jenajah Oma di bawa menuju kediaman keluarga Lovez.Rencananya jenazah Oma akan di makamkan esok hari.Melihat tuanya sedang berduka,Jack tak tega untuk memberitahukan keadaan istrinya pada Samuel.Jack melakukan panggilan pada Milka dan berencana memberitahukan pada mereka kalau Oma sudah tiada.


"halo Jack!"ucap Milka dari seberang.


"halo Mil!...maaf,karna Samuel untuk sementara ini belum bisa melihat Elen,karna Oma baru saja meninggal."ucap Jack dengan suara bergetar.


"apa?...Oma meninggal Jack?...bagaimana bisa?"tanya Milka sedikit syok.Pasalnya selama ini Oma baik-baik saja.


"Oma jatuh dari tangga Mil!"


"ya,Tuhan!"ucap Milka menutup mulutnya karna kaget mendengar kematian Oma.


****


Satu minggu kemudian setelah kepergian Oma,Samuel sudah mulai bekerja kembali.Meski Samuel masih berduka atas kematian Omanya,namun Samuel menguatkan hatinya agar tidak larut dalam kesedihan.


"sayang!...apa kau akan mulai bekerja hari ini?"tanya Tania.


"iya Tania,sudah satu minggu aku tidak bekerja."jawab Samuel.


"kau jangan bersedih terus,karna Oma tidak mau kau bersedih terus."kata Tania.


"kau benar Tania!...aku tidak boleh larut dalam kesedihan terus."jawab Samuel.


"nah!...begitu baru bagus!"kata Tania.


"baiklah!...kalau begitu aku berangkat dulu,oya,apa Arthur sudah berangkat ke sekolah?"


"dia sudah berangkat dari tadi Sayang!"


"baiklah,kalau begitu aku berangkat sekarang."


Selama Samuel di dalam perjalanan,Samuel merasakan hatinya terasa sangat ngilu,bagaimana tidak ngilu?,istri yang sangat ia cintai tak peduli sama sekali dengan dirinya yang sedang berduka.


Samuel memarkirkan mobilnya saat ia tak sengaja melihat Dian sedang menyeberangi jalan.Samuel berlari sambil memanggil nama Dian.


"Dian!...Dian!"

__ADS_1


Dian menoleh ke arah suara yang memanggilnya.Setelah ia mengetahui siapa yang memanggilnya,Dian langsung tersenyum bahagia melihat suami dari mantan kakak iparnya itu.


"kak Sam!...aku turut berduka atas meninggalnya Oma."kata Dian.


"terimakasih Dian.Omong-omong,apa kau tahu Elen ada dimana?"


"apa kak Jack belum memberitahukan mu kak?"


"memberitahukan apa Dian?"


"kak Sam!...minggu lalu kak Elen sakit dan di rawat di rumah sakit,setelah dua hari di rumah sakit,kak Elen sudah di perbolehkan keluar,setelah kak Elen keluar,kami membawanya untuk tinggal di kontrakan baru kami!...baru satu hari kak Elen keluar,tiba-tiba ia sakit kembali.Kak Elen langsung dilarikan kerumah sakit,dan karna keadaanya sudah kritis,akhirnya dengan persetujuan kak Milka dan kak Ares,saat itu juga operasi kak Elen di lakukan,tapi kak!"


"tapi kenapa Dian?"tanya Samuel terlihat sangat panik.


"sejak operasi dilakukan,kak Elen koma sampai saat ini."kata Dian.


"a-apa?...i-itriku sedang koma?"tanya Samuel dengan suara yang serak.Betapa hancurnya hati Samuel kala mengetahui kalau istrinya sedang koma saat ini.


Bagaimana mungkin ia tidak tahu tentang keadaan istri kecil kesayanganya itu.Padahal ia sempat berpikir negatif tentang istrinya,Samuel pikir kalau istrinya dan Ares sedang bersenang-senang.Tapi apa alasan Jack untuk tidak memberitahukan padanya tentang keadaan istrinya yang sedang terbaring lemah tak berdaya.


"lalu,dimana istri ku sekarang Dian?"


"kak Elen dirawat di rumah sakit KARYA MEDIKA kak!"


"sama-sama kak!"


"sekarang,kau mau kemana Dian?"


"aku mau ke rumah sakit kak Sam!...karna hari ini giliran ku yang menjaganya."


"kalau begitu,kau ikut bersama ku!"kata Samuel pada Dian.


"baik kak!"


Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,sampai-sampai Dian bergidik ngeri karna kencangnya.


"pelan-pelan kak!...aku takut!"kata Dian yang sudah memucat.


"maafkan aku,Dian!"ucap Samuel sambil mengurangi kecepatanya.


Beberapa menit kemudian Samuel dan Dian sudah sampai di gedung Rumah sakit tempat Elen di rawat.Samuel jalan tergesa-gesa,ia sudah tidak sabar untuk melihat istri yang sudah sangat di rindukanya itu.Sesampainya di depan ruangan yang bertuliskan ruangan Edelweis itu,Samuel berhenti sejenak.Samuel merasakan jantungnya bedegup dengan kencang.


"kenapa berhenti kak Sam?"tanya Dian.


"tidak kenapa-kenapa Dian!...aku hanya gugup untuk bertemu istri ku."

__ADS_1


"yang benar saja kak?...dia istri mu,bukan orang lain!"


"baiklah,mari kita masuk."ajak Samuel pada Dian.


Saat Samuel memasuki ruangan tempat istinya berada,ia menatap nanar pada istri kesayanganya yang sedang terbaring koma.Samuel merasakan hatinya sangat ngilu melihat kondisi istrinya saat ini.Hati Samuel seakan teriris melihat peralatan medis yang tertempel di tubuh istrinya,jarum infus yang tertancap di punggung telapak tanganya,serta alat perekam jantung yang tertempel di dadanya,dan tak lupa selang oksigen yang berada di hidung istrinya.


Samuel mengelus puncah kepala istri yang sangat ia cintai itu,ia mengecup kening wanita mungil kesayanganya yang sedang terbaring tak berdaya.Tak terasa airmata Samuel sudah menetes membasahi kening istrinya.


"Maafkan aku sweety!...maafkan aku telah membuat mu terluka.Maafkan aku,karna tidak bisa menjaga mu dengan baik,aku janji Sweety!...setelah kau bangun nanti,aku akan memperbaiki semuanya,aku ingin kita bersama lagi sama seperti dulu."ucap Samuel yang belum berhenti menangis.


"kak Sam!...tidak baik menangisi orang yang sedang sakit,kalau di daerah kami itu pamali!...karna kata orangtua dulu,kalau kita menangisi orang sakit,itu artinya kita sedang menangisi kepergianya."ucap Dian dengan polosnya.


Mendengar mitos yang di katakan oleh Dian,mampu membuat seorang Samuel menghentikan kecengenganya entah Samuel percaya atau tidak,tapi ia lebih memilih untuk percaya ,jelas saja,mana mau Samuel jika kehilangan istri kecil kesayanganya itu.


Samuel menghentikan tangisnya dan berdiri tegak kembali.


"istri ku pasti sangat menderita Dian!...aku ini tidak berguna,benar-benar tidak berguna."kata Samuel sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Hentikan,kak!..itu bukan salah mu,semua ini sudah menjadi kehendak Tuhan."kata Dian bijak.


"tapi memang kenyataanya aku ini bodoh Dian!...aku sangat bodoh,karna kebodohan ku lah maka istri ku harus begini!"kata Samuel yang tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri.


Saat Samuel masih menyalahkan dirinya sendiri,tiba-tiba terdengar suara pintu di buka.


"ceklek"


Melihat kemunculan Ares di tempat itu,membuat emosi Samuel seketika meradang.Bagaimana tidak,bisa-bisanya sahabatnya itu tidak memberitahukan padanya tentang keadaan istrinya.


"sekarang aku minta agar kau menjelaskan semua ini Ares!"


"aku rasa,tidak ada yang perlu di jelaskan Sam!"kata Ares.


"Aku ingin kau memberikan ku alasan,kenapa kau tidak memberitahukan ku tentang keadaan istri ku?"


"yang benar saja Sam?...aku sudah berkali-kali menelefon mu,tapi kau tak pernah menjawab,dan aku juga sudah memberi pesan pada mu,namun kau juga tak membalas,lalu?...apa lagi yang perlu di jelaskan?"kata Ares yang juga sudah emosi.


"pintar sekali kau berbohong Ares!...aku tak pernah melihat panggilan telfon mu,dan aku juga tak pernah membaca pesan dari mu."


"jangan beralasan kau Sam!"


"untuk apa aku beralasan Ares?..aku memang benar-benar tak pernah melihat panggilan atau pesan dari mu!"kata Samuel membela diri.


"sudah...sudah,kak Sam dan kak Ares,tidak boleh bertengkar di sini!...apa kalian berdua tidak kasihan pada kak Elen?"


Mendengar teguran dari Dian,Samuel dan Ares menghentikan pertengkaran mereka.Memang benar kata Dian,mereka berdua bisa-bisa membuat Elen putus nafas saat ini juga.

__ADS_1


__ADS_2