Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Wanita bar-bar.


__ADS_3

"Morning my honey...bangunlah...aku sudah menyediakan sarapan untuk mu." kata Ares sembari mengecup pipi mulus milik Elen.


Menyiapkan sarapan buat Elen sudah menjadi rutinitas bagi Ares,meski Elen sudah berulangkali melarang nya,namun Ares tidak menghiraukan larangan dari istri nya itu.Ares merasa senang melakukan rutinitas nya yang baru.


"Pagi juga,sayang...kau tidak perlu repot-repot menyiapkan semua ini.lebih baik kau siap,karena mulai hari ini kau harus bekerja."


"Honey...kau tidak perlu kuatir soal pekerjaan ku,aku sudah menyerahkan semua nya pada Bayu."


"Aku tahu Ares,tapi setidak nya kau harus mengetahui keadaan perusahaan secara langsung."


"Kalau aku pergi bekerja bagaimana dengan mu?"


"Ada Mommy dan kak Mitha di sini,jadi kau tidak usah kuatir."


"Tapi aku tidak bisa berjauhan dengan mu maupun anak kita" kata Ares sembari mengelus perut Elen yang terlihat masih datar.


Elen tersenyum melihat tingkah suami nya,dalam hati Elen sangat bersyukur atas segala perhatian yang di berikan oleh suami tercinta nya itu.


"Bagaimana jika kami menemani mu bekerja hari ini." tawar Elen.


"Jangan!...dokter bilang,kau tidak boleh terlalu kelelahan."


"Ayolah Ares,aku tidak akan kelelahan jika hanya menemani mu bekerja.kan ada kau yang akan selalu menjaga kami,aku bosan di rumah terus."


Tinggal di mansion yang sangat mewah memang menyenang kan,namun jauh lebih menyenangkan lagi jika sesekali keluar bersama sang suami.menemani nya bekerja untuk memberikan semangat agar sang suami bisa bekerja tanpa beban apa pun.


"Kau yakin ingin ikut?"


"Aku sangat yakin Ares,lagi pula,anak mu juga ingin menemani mu bekerja,bukan begitu sayang?"kata Elen sembari mengelus perut nya sendiri,seolah ia berbicara dengan anak yang ada di rahim nya.


"Seperti nya istri ku yang cantik ini sedang ingin bermanja- manja dengan suaminya." kata Ares sambil mencubit hidung mungil milik Elen.


Elen tertawa sambil menunjukan baris gigi nya yang putih dan rapih.


Melihat wanita kesayangan nya tertawa bahagia,Ares sangat senang sekaligus bangga karena merasa telah menjadi suami yang sempurna.


****


"Sampai kapan kau membujang terus Rich?"tanya sahabat nya Richard yang bernama Greg.


Hanya bersama Greg lah Richard biasa curhat tentang masalah pribadi nya.dan selain adik dan ibu nya,hanya Greg juga satu-satu nya orang yang bisa berbicara tanpa harus takut dan segan dengan sang Mafia tampan itu.


"Kenapa kau sangat sibuk mengurusi aku?"jawab Richard dengan tatapan tajam nya.


"Umur mu sudah tidak muda lagi Rich,apa kau tidak mau mengikuti jejak adik mu?...kau ini kaya,tampan,bahkan sangat mapan,apalagi yang mau kau tunggu?"


"Tuan Gregorio yang terhormat!...apa kau tidak bisa diam?...urus saja istri mu yang suka selingkuh itu!" kata Richard kesal.


"Astaga Rich!..sekarang kau kenapa gampang tersinggung?..aku hanya peduli pada mu.sangat di sayangkan,harta mu sangat banyak,tapi tidak ada istri yang bisa mengelola nya."


"Cih!..sok perhatian sekali kau!"


"Kau sahabat ku,jadi wajar kalau aku peduli pada mu."


"Apa istri mu masih saja selingkuh?...kenapa kau tidak ceraikan saja dia?"

__ADS_1


Greek tampak kesal karena Richard selalu menyebut- nyebut nama istri nya.


"Bisakah kau tidak usah menyebut wanita itu?"


"Hahaha...bukan nya sudah dari awal aku katakan agar jangan tergoda dengan nya?...Greg...mungkin kau tahu kenapa sampai sekarang aku belum menikah?...itu karena aku belum menemukan wanita yang benar-benar mencintai ku dengan tulus,bukan karena cinta dengan harta ku."


Greg terdiam mendengar kata-kata sahabat nya itu,dalam hati Greg membenar kan semua kata-kata Richard.istri Greg hanya menginginkan harta nya yang melimpah,sudah berulang kali Greg mendapati istri nya berselingkuh,namun Greg tidak ambil pusing,Greg hanya membalas perbuatan istri nya dengan cara ikut berselingkuh juga.


"Kau benar Rich...by the way,bagaimana jika kita bersenang-senang malam nanti,aku menunggu mu di tempat biasa."


"No Greg...aku tidak ikut."


"Why??" tanya Greg tak percaya akan penolakan sahabat nya itu,biasa nya Richard tidak akan menolak setiap kali di ajak bersenang-senang.


Di tengah-tengah pembicaraan Richard dan Greg,tiba-tiba Mitha muncul dengan membawa kopi dua gelas lengkap dengan cemilan.


"Silahkan di minum tuan!" kata Mitha dengan seulas senyum.setelah menaruh kopi di atas meja,Mitha kemudian berlalu untuk menemui Elen di kamar nya.


"Rich,aku baru tahu jika kau mempunyai pembantu yang sangat cantik." kata Greg sambil terus memandangi kepergian Mitha.


"Dia bukan pembantu Greg!!" bentak Richard pada Greg.


"Astaga Rich!!...kau kenapa?"


"A-aku tidak kenapa- kenapa Greg,maaf,karena sudah membentak mu."


"Hem"


"Minumlah Greg,bukan kah tadi kau bilang ingin bersenang-senang tadi,aku merubah pikiran ku,aku akan ikut dengan mu malam ini."


Sebenar nya Richard enggan untuk bersenang-senang malam ini,namun karena Richard tak enak hati karena sudah membentak sahabat nya itu,akhirnya dengan terpaksa Richard menerima tawaran Gregorio.


"Sial!...kenapa Mitha tampak cantik sekali sore ini,ini tidak bisa di biarkan,aku harus segera mengembalikan Mitha ke Itali." kata Richard dalam hati.


Setelah Gregorio keluar dari mansion,Richard segera menemui Ares yang sedang berada di ruang kerja nya bersama Bayu.tanpa mengetuk pintu dahulu,Richard langsung membuka pintu untuk menemui Ares.


"Ares,Mitha harus kembali hari ini juga bersama ku." kata Richard tanpa basa basi.


"Hah!...yang benar saja kak Rich,bagaimana dengan istri ku?"


"Itu urusan mu."


"Bayu,apa kau boleh keluar sebentar?" kata Ares pada asisten nya itu.


"Baik bos!!"


Setelah Bayu keluar dari ruang kerja nya,Ares langsung mencecar banyak pertanyaan pada Richard.


"Kak Rich,kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?...apa yang akan ku katakan pada Elen kalau hari ini Mitha harus kembali ke Italia?"


"Ares,selain aku menyukai nya,Mitha adalah orang terbaik ku,kau tahu itu kan?." jawab Richard.


"Tapi alasan apa yang akan ku berikan pada Elen?...kau kan tahu kalau Mitha itu adalah orang terdekat istri ku,dan kau tahu juga kalau istri ku sedang hamil."


"Terserah kau mau kasi alasan apa?"

__ADS_1


"Huff...kau ini merepotkan sekali kak."


"tok...tok...tok"


"Sabar Bayu!!" kata Ares,karena Ares berpikir kalau Bayu yang mengetuk pintu.


"Ini aku Ares,apa aku boleh masuk?"


"kebetulan istri mu ada di sini,jadi kau harus memberitahukan nya sekarang." desak Richard.


"tok...tok..Ares,sayang,apa aku bisa masuk?" ketuk Elen untuk kedua kali nya.


"Ya,honey,masuk lah,maaf membuat mu menunggu." kata Ares sembari membuka pintu untuk istri nya.


"Tidak apa-apa,aku hanya ingin mengajak mu untuk makan rujak bersama ku.itu pun kalau kau sedang tidak sibuk."


"Aku tidak sibuk honey,baiklah,tunggu aku lima menit,aku akan segera menemui mu." jawab Ares dengan lembut.


"Elen!" panggil Richard.


"Ya,eh..kau juga ada di sini kak Rich?"


"Ya,ada yang ingin ku sampaikan pada mu"kata Richard.


"Sampaikan lah kak Rich."


"Ahh,ehh,biar aku nanti yang menyampaikan nya." kata Ares.


"Memang nya apa yang ingin kakak beritahu pada ku,jangan membuat ku penasaran kak."


"Mitha harus kembali ke Italia sore ini,karena banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan."


"Tidak bisa!...kak Mitha tidak boleh kemana-mana!" ucap Mitha dengan ketus.


"Hei..aku yang mengatur Mitha,bukan kau!"


"Kak Mitha milik ku,jadi dia tidak boleh kemana-mana!" jawab Elen dengan tatapan tajam nya.


Richard menelan Saliva nya dengan kasar,ia tak menyangka kalau istri adik nya yang terlihat lemah lembut itu bisa kasar seperti itu.


"Tapi!!"


"Tidak ada tapi- tapian,tidak ada yang boleh merubah keputusan ku titik!!...Ares!...aku menunggu mu di taman."kata Elen dengan tegas pada Richard.


"baik honey" jawab Ares sambil tersenyum melihat ketegasan istri mungil nya itu.


Setelah Elen keluar dari ruangan kerja Ares,pria tampan itu langsung tertawa terbahak-bahak kala melihat wajah kakak nya yang terlihat seperti orang bodoh karena mendapat pinalti dari istri nya.


"haha...haha...wajah mu lucu sekali kak!" kata Ares.


Ares diam terpaku,ia masih belum percaya kalau istri mungil milik adik nya itu bisa membuat nya tidak berkutik sedikit pun.


"Apa istri mu sudah berubah menjadi wanita bar-bar?"


"Mungkin efek kehamilan,atau mungkin ini suatu pertanda kalau kau tidak akan berjodoh dengan Mitha. karena mulai hari ini Mitha adalah milik istri ku." kata Ares langsung berlari meninggalkan kakak nya.karena ia tahu kalau Richard akan menendang nya."

__ADS_1


"Ares!!!!!"


__ADS_2