Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Panggil aku Daddy.


__ADS_3

"Sudahlah honey...jangan menangis terus,apa gunanya aku selalu di samping mu?... semua sudah terjadi." kata Leon pada Mitha istrinya.


Leon semakin bersalah karena perbuatanya yang menikahi Mitha secara mendadak.tapi itu ia lakukan karena tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mendapatkan cinta wanita itu.


"Kau tidak tahu Leon,Dragon red sangat berarti bagi ku,banyak hal yang kami lakukan bersama."


Leon menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya kembali perlahan.ia sudah tidak tahu lagi harus membujuk istrinya dengan cara apa.


"Aku akan memohon pada Richard agar menarik mu kembali ke Dragon red jika memang mereka lebih berati dari ku."


Mitha mengangkat kepalanya dengan tegak,ia menatap lekat- lekat wajah Leon yang terlihat bersedih karena dirinya.


"Leon, meskipun aku belum mengenal seperti apa pribadi mu yang sesungguhnya,tapi kau sangat berarti bagi ku,jadi aku mohon,jangan pernah membandingkan diri mu dengan Dragon red,karena kalian sangat berbeda,aku sudah memilih jalan ini,jadi jangan pernah kecewakan aku." kata Mitha dengan lembut pada suaminya.


"Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan mu honey,aku akan membuang dan menjauhi hal apapun yang tidak berkenan di hati mu."


"Kau serius?"


"Ya,honey...aku serius,aku akan membuang dan menjauhi semuanya yang tidak kau suka,aku melakukan ini demi kamu." kata Leon sembari mengelus wajah mulus milik Mitha.


"Terimakasih untuk janji mu."


"Tapi ada satu hal yang ingin ku minta dari mu."


"katakanlah." jawab Mitha.


"Berhentilah untuk bersedih."


Mitha tersenyum pada suaminya kala suaminya itu memintanya untuk tidak bersedih lagi.


Saat Mitha dan Leon dengan mesranya sambil memasak untuk makan siang, tiba-tiba saja Greg datang dan langsung melayangkan tinju kearah adiknya itu.


"Bug" sebuah tinju keras mendarat sempurna di wajah Leon.


Greg melayangkan sebuah tinju pada adiknya karena sudah berbuat sesuatu yang mengakibatkan sahabatnya marah besar.


"Apa yang sudah kau lakukan Leon?...apa kau ingin cari mati hah?" kata Greg pada Leon.


Leon yang tiba-tiba saja mendapat pukulan dari sang kakak merasa tidak terima di perlakukan seperti itu.ia pun kembali ingin menyerang Greg,namun sebelum hal itu terjadi,Mitha sudah menahan Leon agar tidak membalas perbuatan sang kakak ipar.


Mitha menggeleng kearah Leon pertanda agar tidak membalas perbuatan kakaknya.


"Apa kau tidak bisa bicara baik-baik,kenapa kau kasar sekali hah?" kata Leon pada kakaknya.


"Kau tahu,perbuatan mu ini bisa berakibat fatal bagi persahabatan ku dan perusahaan ku!" jawab Greg sembari melirik kearah Mitha.


"Persetan dengan perusahaan mu Greg!!... salah mu sendiri yang terlalu memanjakan istri mu yang..."


"Bug"

__ADS_1


Belum sempat Leon menyelesaikan bicaranya,Greg sudah kembali melayangkan tinju ke wajah Leon hingga mengakibatkan ujung bibir milik Leon luka dan mengeluarkan darah.


"Bangsat!!"


Leon mengepalkan telapak tangannya dan siap untuk menyerang kakaknya yang menghajarnya tanpa memberikan aba-aba.namun sebelum hal itu terjadi,Mitha langsung menepis tangan Leon agar tidak mengenai kakaknya.


Mitha tidak ingin jika sang suami berlaku tidak sopan pada kakak kandungnya sendiri,biar bagaimanapun ia adalah kakak yang patut di hormati.


"Honey...jangan halangi aku untuk menghabisi pria terkutuk ini!!" kata Leon pada Mitha istrinya.


"Sayang,aku mohon jangan lakukan itu,aku tidak ingin suami ku berlaku tidak sopan pada kakak kandungnya sendiri.jadilah pria sejati,aku mencintai mu." bisik Mitha dengan pelan di telinga suaminya.


Mendengar ucapan manis istrinya yang adu hai,mampu membuat seorang Leon luluh seketika.ia melonggarkan kepalan tangannya yang sejak tadi siap untuk mendarat di wajah kakak kandungnya itu.


"Kak Greg...ini semua salah ku,jadi akulah orang yang pantas untuk di beri hukuman.aku memang salah telah mengambil keputusan sepihak,tapi itu ku lakukan karna aku mencintai adik mu." ucap Mitha pada Greg.


"Benarkah kau mencintai adik ku?...atau jangan-jangan kau hanya ingin memanfaatkan nya saja?"


"Jaga bicara mu Greg,istri ku tidak sejahat istri mu yang picik itu." jawab Leon pada kakaknya.


Leon tidak terima jika kakaknya berpikir negatif tentang istrinya,karena biar bagaimanapun dialah yang salah dalam hal ini.


"Aku benar-benar mencintai suami,aku akan selalu bersamanya apapun yang terjadi."


Entah kenapa begitu mendengar perkataan Mitha yang mampu membuat hati Leon berbunga-bunga,tak peduli apa perkataan istrinya hanya manis di bibir saja,yang jelas untuk saat ini Leon merasa bahwa dia adalah orang yang paling bahagia saat ini.


Greg menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan,ia bisa melihat kesungguhan di kedua bola mata indah milik istri adiknya itu.


"Baiklah,aku merestui pernikahan kalian...dan kau Leon,ikut dengan ku,karna aku ingin bicara dengan mu!"


"Baiklah."


Leon mengikuti langkah kaki kakaknya dari belakang,Greg mengajak Leon ke taman belakang untuk berbicara dengan adiknya secara baik-baik.


"Leon,aku bisa melihat kalau istri mu orang yang baik."


"Ya,aku tahu itu."


"Richard mengancam akan membunuh mu jika kau sampai membuat wanita itu menderita,jadi kau tahu apa maksud perkataan ku!"


"Tanpa di minta pun aku tidak akan mengecewakan istri ku,apalagi sampai membuatnya menderita,karna aku juga sangat mencintainya."


"Bagus kalau begitu"


"Omong-omong, maafkan aku kak,sebenarnya aku ingin memberitahukan mu,tapi aku takut kalau kau tidak setuju,mengingat hubungan persahabatan mu dengan Richard."


"Tapi kau tetap nekad juga kan?... untung dia tidak membunuh mu,karna Richard juga sangat mencintai istri mu."


"Aku tahu itu."

__ADS_1


"Lalu kenapa kau masih nekad juga?"


"Karna aku sangat mencintainya,dan karna dengan cara itulah aku bisa memilikinya seutuhnya,dan syukurnya aku berhasil." ucap Leon dengan bangga.


"Semoga rumah tangga mu baik sampai selamanya."


"Terimakasih kak,Oya,sekedar usul dari ku,ceraikan istri mu yang tidak tahu diri itu,sampai kapan lagi kau mau di permainkan olehnya?... jika kau menceraikannya,pasti akan ada banyak wanita yang mengantri untuk menjadi istri mu,dan untuk kali ini, pandai-pandai lah untuk memilih."


"Heh,sombong sekali kau!" kata Greg pada Leon.


"Bukanya aku sombong,tapi memang kenyataan kalau aku patut di contoh."


"Dari segi apa kau patut di contoh?"


"Kau lihat istri ku,dia cantik,cerdas,tidak suka royal,dan satu lagi,istri ku sangat pintar memasak."


"Ya...ya...ya,aku tahu itu,aku ingin mencoba masakannya,jadi pergilah,dan suruh istri mu memasak makanan kesukaan ku."


"Ok,my Big bos!"


*****


Sekembalinya Ares dari Italia,ia buru-buru pulang ke rumah karna sudah sangat merindukan istri mungil kesayangan ya.baru sehari tak bertemu sudah membuat pria tampan itu sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan wanita kesayangannya itu.


Saat Ares sampai di mansion,ia langsung menuju kamar karna ia tahu kalau istri mungilnya pasti sedang ada di dalam kamar.


"Honey...aku sudah sangat merindukan mu,sini,mari peluk suami tampan mu ini " kata Ares sembari merentangkan kedua tangannya agar Elen masuk dalam pelukannya.


Tanpa menunggu perintah untuk kedua kali,Elen pun segera memeluk suaminya,karna ia sendiri juga sudah sangat merindukan ayah dari anak yang sedang ia kandung itu.


"Aku juga sangat merindukan mu,kenapa kau sangat lama sekali?" kata Elen sambil cemberut.


"Em...jangan cemberut begitu my heart,pesawat ku di tunda karna cuaca tidak baik." jawab Ares.


"Benarkah?... pantas saja aku tidak bisa menghubungi mu."


"Apa kau dan anak kita baik-baik saja?"


"Seperti yang Daddy lihat,kami baik-baik saja."


"Apa,coba kau ulang lagi." ucap Ares pada istrinya.


"Ulangi apanya?"


"Tadi kau sebut aku apa?"


"Daddy?"


"Good...itu jauh lebih baik,mulai hari ini kau harus panggil aku Daddy." ucap Ares dengan bangga.

__ADS_1


Ares sangat bahagia karna merasa kalau keluarga kecil yang sudah dua tahun ia arungi bersama Elen sejauh ini baik-baik saja.Ares berharap akan terus begini hingga ia dan Elen menua bersama.


__ADS_2