Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Ares Edward Clark


__ADS_3

Sesampainya di gedung yang menjulang tinggi itu Elen merasa kebingungan,bagaimana caranya untuk menuju ruangan yang sudah di tentukan.Pasalnya Elen baru kali ini menginjak kan kaki di gedung yang sangat besar seperti ini.Namun Elen tidak kehabisan akal.


Elen meminta bantuan pada Security yang sudah ada di pos jaga.Dan akhirnya security itupun membantu Elen dan memberikan arahan padanya.Sesampainya di dekat ruangan yang ditentukan,Saat Elen hendak berbelok tak sengaja tubuhnya yang mungil menabrak tubuh tinggi dan kekar.


"bughh"


Tubuh Elen terpelanting saat tubuh mungil itu menabrak sosok tinggi yang ada di depanya saat ini.Kepala Elen mendadak pusing akibat benturan kepalanya dengan dada bidang itu.


Saat pria tinggi dan kekar itu membantu tubuh Elen untuk bangkit berdiri,pria tampan itu sesaat terpana pada netra hitam bening nan teduh milik Elen.Elen mendongakan kepalanya saat menatap pria yang ada didepanya,pasalnya tinggi pria yang berdiri didepanya itu setara dengan tinggi tubuh Samuel dan Ellio,diperkirakan tinggi pria itu kurang lebih 180 cm.


Tubuh Elen hanya sebatas dada pria tinggi itu,pria itu memiliki surai coklat agak kepirangan.Pria itu tersadar dari keterpanaanya saat suara Elen memecah lamunanya.


"Maaf kan saya tuan,saya tidak sengaja,sekali lagi maafkan saya"


Pria tampan itu hanya menyunggingkan senyum,rasa keterpanaanya belum sirna,ia sangat mengagumi wanita mungil yang ada dihadapanya itu.


"Maaf tuan,saya permisi dulu"


Sesampainya di tempat yang ia tuju,Elen duduk dengan beberapa orang yang sudah tiba dahulu dari Elen.Mereka pun memakai pakaian yang sama yaitu hitam putih.Elen duduk disamping seorang gadis cantik yang memiliki tubuh ramping.Tapi gadis itu kelihatan sombong,terbukti dari cara duduknya dan cara ia memandang.Seolah-olah ia meremehkan semua yang ada disana.


"Sebelumnya sudah pernah kerja dimana?"tanya gadis itu pada Elen.


"Saya belum pernah bekerja sebelumnya mbak"


"hah,belum pernah?tanya gadis itu padanya dengan sombong.


"trus,ijazah kamu apa?


"Saya sarjana pendidikan Anak usia dini mbak!"


Elen menjawab dengan jujur,tanpa malu untuk bersaing dengan siapapun.Namun jawaban yang Elen berikan sontak membuat seemua yang ada disana tertawa.


Elen sebenarnya sangat malu dan minder mendengar mereka menertawakanya,namun ia tetap tabah dan tetap optimis.Dia berjanji dalam hati akan bekerja dengan sebaik-baiknya jika ia diterima nanti.Saat seorang wanita cantik dan **** memanggil satu persatu peserta interview,Elen sangat gugup sekali,pasalnya ini adalah pengalaman pertamanya.

__ADS_1


Saat masuk diruangan direktur itu,Elen membaca nama yang tertera dipapan nama yang ada di meja itu,Direktur utama Ares Edward Clark.Dan lebih membuatnya lebih terkejut adalah wajah direktur itu.Elen teringat kembali dengan kejadian satu jam yang lalu,dimana dia tak sengaja menabrak seseorang dan orang yang ditabraknya itu adalah direktur utama perusahaan ini.Sosok yang saat ini ada dihadapanya.


Direktur utama yang Elen ketahui bernama Ares Edward Clark itu,menyungging kan kembali senyum pada Elen,senyum yang sulit untuk di artikan.pria tampan bersurai coklat kemerahan itu akhirnya angkat bicara.


"Elenora Estefania Edo"


Ares sang direktur utama itu menyebut nama lengkap Elen,yang ia ketahui dari surat lamaran milik Elen.


"Ya saya pak"jawab Elen singkat,karna sejujurnya janda cantik itu merasa sangat gugup sekali.


"Dari data anda,anda sepertinya belum memiliki pengalaman di bidang pekerjaan yang kami butuh kan!,bukan begitu nona?"


Mendengar pertanyaan sang Dirut,sudah membuat Elen minder,namun ia tetap mencoba untuk serileks mungkin meskipun ia sangat gugup.


"Memang betul pak,kalau saya belum berpengalaman sebelumnya,sebelum ini saya hanya pernah mengajar di salah satu sekolah Taman kanak-kanak.Tapi jika bapak berkenan untuk menerima saya maka saya akan bekerja sebaik mungkin."


"Anda terlalu percaya diri rupanya?"


"Bukankah harus demikian pak?kita harus meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita bisa!"


Elen tersenyum,dan senyumanya itu mampu menghangatkan hati Ares sang direktur itu.


"cantik,wanita ini sangat cantik"


Gumam Ares beralibi,ia sangat menyukai senyuman wanita yang ada dihadapanya itu.Senyuman yang tidak dibuat-buat,senyuman yang apa adanya.Meskipun Elen berpenampilan alakadarnya tapi dia justru kelihatan sangat mempesona dengan segala kesederhanaanya.


Dan karna kesederhanaanya itulah yang membuat hati Samuel,Ellio dan Ares sang direktur itu jatuh hati pada Elen saat pandangan pertama. Ditambah dengan mata hitam bening yang mampu meneduhkan hati.


"Baiklah nona,perusahaan kami akan memberikan satu kesempatan pada anda,mulai besok anda sudah bisa mulai bekerja,dan untuk keperluan selanjutnya asisten saya akan mengarahkanya."


"Terimakasih pak,akan kepercayaan yang diberikan kepada saya,saya berjanji akan bekerja sebaik-baiknya,saya permisi undur diri pak!"


Sebenarnya alasan utama Ares menerimanya di perusahaan itu adalah,karna ia ingin bertemu dan mengenal Elen lebih dekat lagi.Dan Alasan lainya adalah,Ares melihat kesungguhan dimata wanita cantik itu.Sepeninggalan Elen dari ruangan Ares,sang direktur tampan itu masih saja tersenyum membayangkan wanita yang sudah mampu membuat hatinya menghangat hanya dengan sebuah senyuman.

__ADS_1


Ares sudah sangat penasaran pada Elen,sejak pertemuan tidak sengaja mereka tadi,ia tahu kalau Elen adalah salah satu dari peserta intervew hari ini,maka itu Ares berinisiatif untuk mengintervew para peserta,meski itu bukanlah tugasnya.


Namun karna rasa penasaranya pada Elen,maka Ares mengambil alih untuk mengintervew langsung para peserta intervew.


"Bagaimana? kamu diterima nggak?"


Tanya beberapa peserta yang lainya pada Elen yang baru keluar dari ruangan direktur itu.


"iya puji Tuhan saya diterima"


"Apa?tidak mungkin kamu diterima? jelas-jelas kamu tidak ada pengalaman!,kamu pasti bohong kan?"


"Terserah mau percaya atau tidak? yang jelas mulai besok saya akan mulai bekerja."


Jawab Elen pada wanita sombong tadi dan pada peserta intervew lainya.Elen sangat bersyukur sekali atas keberhasilanya yang lulus intervew hari ini,ditambah lagi ia sudah bisa bekerja mulai besok.Ditengah kebahagiaan yang ia rasa, ponselnya berdering pertanda ada panggilan.


Melihat panggilan dari oma,Elen langsung mengangkatnya serta menjawab.


"Halo Elen,kamu lagi dimana?"


"Saya lagi di gedung MJ oma!"


"oh ya?,trus kamu diterima tidak?"


"iya oma,Saya diterima,dan mulai besok Elen sudah mulai bekerja oma!"


"Syukurlah Elen,Oma senang mendengarnya."


"terimakasih oma"


"Elen,kalau kamu lagi tidak sibuk,kamu datang kerumah oma ya!"


"Tidak oma,saya tidak sibuk kok,saya akan kesana sekarang!"

__ADS_1


"Baiklah,oma tunggu sekarang"


Elen bergegas naik kedalam taxi yang sudah ia pesan sebelumnya menuju ke mansion Oma.


__ADS_2