Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aladin


__ADS_3

Sudah empat bulan berlalu sejak Samuel dan Tania rujuk kembali,sejak saat itu pula Samuel sangat jarang untuk menemui Elen di apartemen miliknya itu.Seingat Elen hanya lima kali suaminya itu mengunjunginya,itu pun tak sempat bermalam di apartemenya.Bahkan dua bulan belakangan ini Samuel tidak membayar gaji Sofia dan juga Mitha,Pagi ini Sofia mengundurkan diri menjadi body guardnya Elen.


"Nyonya,saya minta maaf karna mulai hari ini saya tidak akan bekerja lagi kepada anda."kata Sofia.


Elen sangat tahu apa penyebab dari Sofia mengundurkan diri.penyebabnya adalah karna sudah dua bulan mereka tidak di gaji,jadi percuma saja ia bekerja kalau tidak di gaji.


"Tidak apa-apa kak Sofia,aku mengerti."


Setelah berpamitan Sofia pamit untuk pulang,rencana Sofia akan hijrah ke Arab saudi,karna ada tawaran yang lebih menggiurkan di sana.


"Kalau kak Mitha,kau akan ke mana kak?"tanya Elen pada Mitha,karna Elen juga menduga kalau Mitha akan melakukan hal yang sama.


"Saya tidak akan kemana-mana Nyonya,saya akan tetap melayani anda."jawab Mitha tanpa ragu.


"hah?...tapi kakak kan tidak di gaji?"


"Bukan tidak di gaji Nyonya,tapi belum di gaji,mungkin Tuan masih sibuk,apa salahnya untuk lebih sabar sedikit."


"Jangankan gaji mu kak,Uang belanja bulanan untuk ku saja kak Samuel sudah tidak peduli lagi."ucap Elen tampak bersedih.


"Sabarlah Nyonya,mungkin besok atau lusa Tuan pasti akan mengingat kita."ucap Mitha berusaha untuk menghibur Nyonya kecilnya itu.


"Kak Mitha berhenti saja menjaga ku,aku bisa jaga diri kok Kak....kalau hanya sekedar mengelak atau melumpuhkan lawan aku bisa,karna dulu saat aku masih sekolah,aku ikut pelajaran bela diri."


"pufff"


"Kenapa kakak tertawa?"


"Nyonya!...bagaimana jika lawan anda lebih dari satu orang,apa anda yakin akan mampu melumpuhkan mereka?"


"tidak juga sih,tapi aku yakin kalau aku tidak akan kenapa-kenapa."


"Kalau begitu izinkan saya untuk melatih anda sedikit cara menghindari serangan dan cara melumpuhkan lawan dengan benar."


"Benarkah??...kak Mitha mau mengajari ku?"


"Ya,Nyonya!"


"Kapan kita mulai kak?"


"Terserah dari anda Nyonya."


"Bagaimana kalau sore nanti?"


"oke"jawab Mitha singkat.


"Kak Mitha!...sudah empat bulan suami ku tidak membiayai hidup ku,besok aku akan mencari kerja untuk mencari uang."


"Jangan Nyonya!"ucap Mitha mencegah niat Nyonya kecilnya itu.


"Bagaimana jika saya mengantarkan anda ke Mansion?"usul Mitha.


"untuk apa kak?"

__ADS_1


"Untuk menanyakan kenapa Tuan tidak memberikan uang belanja untuk anda."


"Kak,mulai hari ini aku tidak akan mengharapkanya lagi,dan aku juga tidak yakin kalau pernikahan kami bisa bertahan,aku tidak ingin mengemis kak,aku harus bisa buktikan kalau aku bisa hidup tanpanya."


"saya sangat tersanjung dengan pola pikir anda Nyonya,saya mengharapkan yang terbaik untuk anda."


"Makasih kak Mitha."


Saat menjelang sore Elen meminta Mitha agar segera mengajarinya tehnik menghindari serangan dan tehnik melumpuhkan lawan.Elen belajar dengan sangat antusias,meski Elen sesekali meringis kesakitan karna salah melakukan gerakan,diam-diam Mitha merekam vidio saat melatih Elen untuk ia kirim pada Ares.


*****


LONDON CITY


Pagi ini kota London sangat cerah,secerah hati Ares saat ini,bagaimana tidak?,vidio yang Mitha kirim padanya mampu membuat Ares senyum-senyum sendiri.Bahkan saat meeting bersama untuk para pemegang saham,saat di dalam ruangan meeting Ares berkali-kali tersenyum sendiri kala menonton vidio saat wanita mungil kesayanganya itu meringis kesakitan,entah kenapa?,rasa rindunya pada Elen kian membuncah kala melihat wajah imut dan cantik milik wanita mungil kesayanganya itu.


Semua mata yang ada di ruangan meeting itu tertuju pada Ares,mereka saling melihat satu sama lain,mereka ingin bertanya ada apa dengan pemilik saham lebih dari 75% itu,namun mereka harus bertanya pada siapa?.Semua orang mengalihkan pandangan mereka pada sekretarisnya Ares,berharap wanita cantik itu bisa menjawab rasa penasaran mereka.


"Tuan Ares!...Tuan!"panggilnya dua kali.


"Ahh Ya!...kenapa Stacy?"tanya Ares menyadari kesalahanya.


Ares mematung kala mendapat tatapan dari para pemegang saham.


"Maaf,aku sangat merindukan istri ku,jadi aku harus melihat wajahnya dulu,kalian juga punya istri kan?"ucap Ares,tentu dalam bahasa inggris,gak mungkin juga kan kalau Author tulis pakai bahasa inggris?,ntar yang gak mengerti bagaimana dong?,kita lanjut yuk!.


Semua yang mendengar penuturan Ares langsung tercengang,bagaimana tidak,setahu mereka Ares belum pernah menikah.Namun mereka tak berani bertanya mengingat seperti apa pria tampan pemegang saham terbesar itu.


Di karenakan tidak ada yang berani bertanya,maka mereka melanjutkan kembali meeting tersebut.Setelah selesai meeting,Ares sudah tidak sabar untuk mengirim pesan pada Mitha.Dan kebetulan Mitha juga lagi online,jadi tak perlu menunggu lama untuk mendapat balasan dari pesan yang ia kirim.


"Maafkan Saya Tuan."balas pesan chat untuk Ares.


"omong-omong,sedang apa Nyonya mu sekarang?"


"Sedang istirahat Tuan."


"Apa dia pernah bercerita tentang ku?"


"ya,sering sekali Tuan."


"Apa saja yang ia ceritakan?"


"Nyonya bercerita bagaimana saat di mana anda menjadi Aladinya,tapi kata Nyonya,sekarang anda sudah tidak mau lagi menjadi Aladinya."


"Dia berkata begitu??"


"Ya,Tuan."


"Katakan padanya kalau aku tidak akan pernah berhenti untuk menjadi Aladinya."


"hah?"tanya Mitha bingung.


"Kau pintar-pintarlah untuk menyampaikan apa yang ku katakan ini padanya."

__ADS_1


"Baik Tuan."


"Omong-omong,bagaimana hubunganya dengan suaminya?"


"Tuan Samuel sangat jarang menemuinya,bahkan sudah empat bulan ini tuan Sam tidak memberikan uang bulanan untuk Nyonya,Mbak Sofia sudah mundur dari tugasnya karna sudah dua bulan kami tidak di bayar."cerita Mitha panjang lebar.


"Hah kalian sudah dua bulan tidak di bayar?"


"Ya tuan"


"Lalu apa pendapat Elen soal suaminya yang Tidak menafkahinya?"


"Nyonya ingin mencari pekerjaan untuk mencari tambahan uang,karna Nyonya tidak ingin terlihat mengemis pada suaminya."


"Dia memang wanita kuat dan tegar Mitha."


"Saya tahu Tuan."


"Tapi kau tenang saja Mitha,gaji mu tidak akan terlewatkan sedikit pun,aku akan membayar dua bulan yang Samuel tidak bayar untuk mu,dan mulai sekarang,aku yang akan membayar mu,setelah ini kirimkan nomor rekening mu."


"baik,terimakasih Tuan."


"Jaga Elen baik-baik."


"Kapan tuan akan kembali ke Indonesia?"


"Aku bisa datang dan pulang kapan saja Mitha,aku hanya ingin menjauh darinya agar bisa melupakan Nyonya mu itu.Tapi ternyata aku tidak bisa melupakanya.Aku sangat tersiksa Mitha,tersiksa dengan perasaan ini,aku tahu aku salah karna sudah mencintai istri orang,tapi apa aku salah??"tanya Ares dalam isi pesanya.


"Mencintai istri orang lain itu tidak salah tuan,yang salah adalah jika menginginkanya,bukankah cinta itu anugerah yang paling indah dari Tuhan?"


"Terimakasih Mitha,kata-kata mu membuat ku menjadi lebih tenang,aku mohon jaga dia untuk ku,aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya."


"Anda tenang saja Tuan,nyawanya adalah nyawa ku juga,aku akan menjaganya dengan segenap hati ku."


"baiklah kalau begitu,jangan lupa tetap kabari aku."


"Baik Tuan."


Jakarta


"Dian!...malam nanti kita pergi melihat adik ku,aku jadi menyesal karna sudah memarahinya tempo hari."


"baik kak Milka"


"Aku sangat kasihan melihatnya Dian,kenapa Elen selalu bernasib buruk?"


"Tuhan tidak pernah memberikan cobaan lebih dari batas kemampuan kita kak Mil,aku yakin kak Elen akan mampu melewati semua badai dalam hidupnya."ucap Dian.


"Ya,kau benar Dian,aku tahu,adik ku akan mampu melewati semua cobaan dalam hidupnya."


"kalau aku jadi kak Elen,aku lebih memilih untuk bercerai,dari pada harus tersiksa seperti itu."


"aku sependapat dengan mu Dian."

__ADS_1


"sudahlah kak,lebih baik kita pulang,agar kita pergi melihat kak Elen.


__ADS_2