Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Dia sudah mati!


__ADS_3

"Mitha?" panggil Richard sembari tersenyum bahagia kala melihat wanita pujaannya itu sudah kembali dan sehat-sehat saja.


"Leon?"panggil Richard yang merasa heran melihat adik dari sahabatnya itu juga berada di mansion milik nya.


"Ya,Rich,ini aku."


Sedetik kemudian raut wajah Richard berubah masam kala melihat tangan Mitha yang selalu di genggam oleh Leon.


Tatapan tajam dari sepasang mata Elang hampir membuat nyali seorang Leon seketika menciut,namun ia bisa mengendalikan hatinya yang sedikit ragu untuk menghadapi kemarahan sang Mafia kejam itu.


"Apa kabar mu Mitha?" tanya Richard.


Mata Elang milik Richard tak pernah lepas dari tangan Leon yang selalu menggenggam tangan milik wanita pujaannya.


"Aku baik-baik saja Tuan." jawab Mitha dengan lembut.


"Apa kau bisa menjelaskan semua ini?" kata Richard pada Mitha.


Mitha tidak tahu harus mulai dari mana untuk menceritakan apa yang sudah terjadi, bibirnya terasa keluh tak mampu untuk bicara,jangankan untuk bicara,untuk menatap mata Richard pun ia tidak mampu.


Leon berinisiatif untuk mengambil alih menggantikan istrinya untuk menjelaskan semuanya.ia kasihan melihat Mitha yang terlihat sangat takut menghadapi sang Mafia itu.


"Aku akan menjelaskan semuanya Rich." kata Leon pada sahabat kakaknya itu.


"Aku hanya butuh penjelasan Mitha!!" jawab Richard.


Mitha menelan air Saliva nya dengan berat,bagaimana tidak,Mitha bisa melihat kalau Tuan nya itu sedang sangat murka saat ini,terlihat dari sorot matanya yang terlihat seakan ingin menguliti seluruh tubuhnya.


Belum sempat Mitha memberi penjelasan pada Richard,pria yang sedari tadi tidak pernah berhenti menggenggam tangannya itu sudah menjawab mendahuluinya.


"Maaf Rich,jangan membuat istri ku takut!" kata Leon memberanikan diri.


Bagai di sambar petir di siang hari,kalimat yang baru saja di lontarkan oleh Leon itu mampu membuat hati Richard seakan di hantam badai tornado.


"Jelaskan apa maksud semua ini Mitha!" desak Richard pada wanita yang ia cintai itu.


"Maafkan aku Tuan Rich,ini semua di luar rencana ku." jawab Mitha dengan bibir bergetar.


"Apa benar yang di katakan nya?...jawab aku Mitha!"

__ADS_1


"Ya, Tuan Rich,aku sudah menikah dengan nya,Leon adalah suamiku."


Jawaban yang terucap dari bibir Mitha mampu membuat Richard seakan kehilangan separuh jiwanya,seketika ia merasakan lemas di sekujur tubuhnya,bagaimana mungkin Mitha bisa menikah dengan adik dari sahabatnya itu,dan lagi,kapan dan di mana mereka bertemu?.


Belum sempat Richard bertanya apa yang mengganjal di hatinya,Leon pun mengakui bahwa dialah pemimpin Black shadow yang sebenarnya.meski Richard sedikit kagum dengan kelihaian Leon dalam menyembunyikan identitasnya selama ini,Richard tetap marah dan tidak terima dengan perbuatan Leon yang sudah seenaknya menikahi wanita pujaannya.


Tanpa basa-basi Richard meraih sebuah pistol anak buahnya yang ada di belakangnya.


"Keparat!!...aku akan membunuh mu sekarang juga!!" kata Richard sembari mengacungkan pistol tepat ke arah Leon.


Saat Richard akan menembak Leon saat itu juga,Mitha melindungi suaminya dengan cara memeluk Leon dan membelakangi Richard,ia tak ingin kehilangan suaminya,meski ia baru mengenal Leon,tetap ia berkewajiban untuk melindungi suaminya dari apa dan siapapun itu.


"Menyingkir Mitha!...aku akan membunuh pria ini!"


"Jangan tuan Rich,kalau kau mau bunuh saja aku,karna dalam hal ini akulah yang bersalah." kata Mitha tetap membela suaminya.


Betapa hancurnya hati Richard kala melihat Mitha bersedia mengorbankan dirinya demi pria yang baru ia kenal itu.dan untuk melampiaskan emosinya yang sudah sampai di ubun-ubun,Richard Pun menembakkan pistolnya ke atas hingga beberapa kali.


Ia merasa hancur sehancur- hancurnya saat ini,wanita pujaan hatinya telah menjadi milik orang,dan orang itu adalah adik dari sahabatnya sendiri.padahal Richard bertekad akan melamar Mitha jika wanita itu sudah di temukan.


Richard merasa hampa kala wanita itu tak ada di sampingnya selama dua Minggu ini.tidak ada yang membuatkannya kopi seperti biasa,tidak ada yang membuatkan makanan kesukaannya,para Maid yang lain juga bisa melakukan hal yang sama,namun entah kenapa seakan Richard sudah ketergantungan dengan wanita itu.


"Pergilah Mitha...mulai hari ini kau bukan bagian dari Dragon red lagi!" kata Richard dengan suara bergetar.


"Maafkan aku Tuan."


"Pergi!!!"


Sakit,hanya itu yang bisa Mitha rasakan saat ini,bagaimana tidak,ia di usir dari tempat yang telah sekian lama menjadi tempat suka dan duka yang ia alami bersama anggota Dragon red lainya.


Banyak kenangan yang Mitha alami semasa bersama Dragon red. Mitha menghapus air matanya yang tak henti-hentinya mengalir bagai tetes air hujan.


Mitha tahu kalau keputusannya menikah Dengan Leon adalah salah,namun apa kesalahannya itu sangat besar hingga Richard harus mengusirnya dari dari Dragon red.


Leon menghapus air mata wanita yang baru saja ia nikahi itu.ia tidak tega melihat istrinya yang tak henti-hentinya menangis.begitu berarti kah Dragon red bagi Mitha,hingga ia sangat bersedih karena di usir dari tempat yang sudah menaunginya selama ini.


"Tuan Richard...terimakasih atas kebersamaan kita selama ini...maafkan aku atas semua kesalahan ku selama ini." ucap Mitha sembari berlalu meninggalkan Richard dan anggota Dragon red lainya.


Setelah Mitha pergi meninggalkan Richard dan anak buah lainnya,pria tampan bermata elang itu tak kuasa menahan air matanya yang sedari tadi sudah ia tahan.

__ADS_1


Richard tidak peduli dengan anak buahnya yang sedari tadi hanya memandanginya tak percaya.selama ini mereka belum pernah melihat Richard sesedih itu apalagi sampai menangis hanya karena seorang Mitha.


Tak akan ada lagi Mitha yang setiap hari membuatkannya segelas kopi,dan tidak akan ada lagi Mitha yang akan menyiapkan makanan kesukaannya,andai waktu bisa di ulang kembali,ingin rasanya Richard mengutarakan semua isi hatinya pada Mitha.


Dan andaipun semuanya bisa kembali seperti sebelumnya,apa Mitha akan menerima cintanya?...dan benarkah apa yang pernah di katakan oleh adiknya Ares bahwa kelemahannya adalah ia selalu menunda untuk mengungkapkan perasaannya.


Richard hanya bisa memandangi kepergian wanita yang sangat ia cintai itu,kenapa baru sekarang ia menyadari bahwa ia memang benar-benar mencintai Mitha,terlambat menyadari perasaan adalah hal yang sangat menyakitkan,apalagi setelah orang yang kita sayangi kini sudah menjadi milik orang lain.


Dering telepon seluler milik Richard tak henti-hentinya berbunyi,namun Richard selalu mengabaikan panggilan yang entah siapa yang sedang mencoba menelepon nya saat ini.


Karena ponsel miliknya tak henti-hentinya berdering,maka mau tak mau Richard menjawab telepon seluler yang ternyata panggilan dari adik iparnya.


"Halo kak Rich!" panggil Elen dari seberang.


"Kak Rich!...apa kau mendengar ku?"


"Ya,Elen....aku mendengar mu.ada apa?" tanya Richard dengan suara parau.


"Kak Rich masih bertanya ada apa?...kapan kak Rich akan mengembalikan kakak ku tersayang Mitha?"


"Mitha tidak akan kembali lagi Elen...karena dia sudah mati!"


"Apa??"


"Ya,dia sudah mati."


"Tapi,bagaimana mungkin?...apa dia sakit?" tanya Elen dengan suara bergetar,ia tidak percaya kalau wanita yang selalu menjadi idola ya itu tiba-tiba saja mati begitu saja tanpa sebab.


Ares meraih ponsel seluler milik Elen dari genggaman tangannya,ia melihat istrinya begitu terpukul dengan kabar yang baru saja ia dengar.sambil mengelus punggung istri dengan lembut,Ares mengambil alih untuk bicara dengan kakak kandung semata wayang nya itu.


"Tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi kak Rich,apa benar Mitha sudah tiada?" kata Ares pada kakaknya.


sembari terpejam Richard menceritakan apa yang telah terjadi dengan Mitha,hatinya bagai teriris jika mengingat semuanya.


"Mitha telah menikah Ares."


"Hah,menikah,tapi dengan siapa?"


Ares belum mendapat jawaban dari kakaknya tapi kakaknya itu sudah memutuskan telepon dengan cara sepihak.Ares tahu kalau kakaknya itu sedang bersedih,karena sepengetahuan Ares kalau kakak semata wayang nya itu sangat mencintai Mitha.

__ADS_1


Ares menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar.ia bisa merasakan apa yang sedang di rasakan oleh kakaknya itu.


__ADS_2