Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku tidak bisa hidup tanpa mu


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang terjadi Ares?" tanya Celvin tampak serius.


"Kau tanya saja langsung pada Manager mu ini Celvin."


"Ada apa ini sebenarnya pak Lexi?"


"I-ini hanya salah paham tuan." jawab pak Lexi.


"Salah paham kata mu?,lalu ini apa?...lihat ini,istri mu menuangkan kuah soup panas pada kekasih ku." kata Ares terlihat sangat geram.


Celvin memeriksa leher Elen dengan teliti,sambil memegangi dagu milik Elen.


"Singkirkan tangan mu Celvin." kata Ares dengan suara baritonya.


"Aku hanya memeriksa keadaanya Ares!" jawab Celvin ketus.


"Kau hanya membuat alasan saja."


"Astaga Ares!...cemburu mu sangat berlebihan!"kata Celvin tak mau kalah.


"Aku hanya tidak suka jika ada pria lain yang menyentuhnya!"


"Elen itu berstatus single,jadi tidak ada siapapun yang harus keberatan jika ada orang lain yang menyentuh dagunya,selain dirinya sendiri."


"mulai banyak bicara kau Celvin."


Semua yang ada di dalam restauran tersebut hanya menonton perdebatan Ares dan Celvin,tanpa menghiraukan makanan mereka yang sudah mulai dingin.Tak ketinggalan dengan pak Lexi dan juga istrinya.


Pak Lexi bingung dengan tingkah kedua pria tampan yang sedang berdebat itu,seolah-olah Ares dan Celvin telah lupa dengan tujuan utama mereka.


"huff" Elen menhembuskan nafas kasar karna melihat tingkah kedua lelaki yang sedang berdebat itu.Karena Elen teramat kesal pada Ares dan Celvin yang seperti anak kecil, Elen melangkah kan kakinya meninggalkan restauran tersebut,karena Elen sudah tidak tahan dengan rasa panas yang ada di lehernya.


Melihat Elen pergi meninggalkan tempat itu,Ares dan Celvin menyadari kelakuan mereka yang lebih mengutamakan berdebat dari pada mengobati luka melepuh yang Elen alami.


"Tunggu Honey!" panggil Ares pada Elen yang terus melangkah tanpa menghiraukan Ares yang terus memanggilnya.


Setelah Ares dan Elen pergi meninggalkan restauran,Celvin kembali pada tujuan utama ia datang ke tempat itu.


"Pak Lexi,aku tidak bisa mentoleri kelakuan istri mu,mulai besok,anda tidak perlu lagi masuk untuk bekerja,dan aku akan membayarkan semua pesangon mu."


"Anda tidak bisa begitu tuan Celvin,aku menyiramnya karena wanita itu dengan beraninya melirik suami ku." kata Istri tuan Lexi dengan lantang.


"Hah,yang benar saja,seorang wanita cantik melirik wajah suami mu,apa kau kira suami mu ini sangat tampan sekali sehingga Elen harus menyukainya?"


"Mungkin saja wanita itu melirik suami ku agar suami ku mau tidur denganya,wanita miskin seperti dia akan melakukan segala cara demi mendapatkan uang." kata wanita itu tidak mau kalah.


"Kau tahu Nyonya,pria yang tadi berdebat dengan mu itu adalah orang terkaya di benua Asia,tapi wanita itu masih menolak untuk menikah denganya,begitu pula dengan ku,aku pun sudah melamarnya,tapi dia juga masih menolak ku,kau tahu karna apa?...karna dia bukanlah wanita yang haus akan uang,dia wanita baik-baik,meski dia miskin,tapi dia memiliki etika dan juga sopan santun,tidak seperti anda,kekayaan anda tidak seberapa,tapi kesombongan anda melebihi istri seorang milyader." kata Celvin penuh penekanan.


"Aku hanya tidak su-"


"Plakk...lebih baik kau diam!!...kau sudah salah,tapi kau masih ngotot juga,dia tidak melirik ku tadi,kau hanya melebih-lebihkan." kata Pak Lexi pada istrinya dengan geram.

__ADS_1


"Kau berani menampar ku?" tanya wanita itu dengan marah sembari memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras dari suaminya.


"Kenapa?...apa kau akan mengatakan untuk bercerai dengan ku?,seperti biasa yang kau lakukan setiap kali mengancam ku ingin bercerai....sekarang pun aku bersedia menceraikan mu." kata pak Lexi.


"Kau?" tanya wanita itu tak percaya.Pasalnya selama ini suaminya tidak pernah membangkang padanya.


"Tuan Celvin,maafkan aku,aku bersedia di pecat,sekiranya memang pantas untuk di pecat."jawab pak Lexi terlihat pasrah.


"Kita akan bicarakan ini besok di kantor,aku akan mempertimbangkanya besok,asal kau harus mendidik istri mu yang sobong ini."


"Baik,terimakasih tuan Celvin,saya permisi pamit pulang."


"Baik pak Lexi,sampai ketemu besok di kantor."


"Baik tuan."


Setelah pamit dengan Celvin,pak Lexi dengan buru-buru keluar dari restauran dengan meninggalkan istrinya,pak Lexi tidak menghiraukan istrinya yang terus memanggilnya,pak Lexi merasa malu atas kelakuan istrinya.


Kembali pada Ares dan Elen,Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi demi cepat sampai ke rumah sakit,Ares sangat kasihan melihat wanita kesayanganya itu yang tidak berhenti mengerang kesakitan.


"Bersabarlah Honey."


"Ares, bisakah kau pelan-pelan melajukan mobil mu,aku merasa ngeri." kata Elen.


"Baik honey...aku hanya menghwatir kan mu." kata Ares.


"Sebaiknya kita tidak usah ke rumah sakit." kata Elen.


"Kau harus di obati honey,kulit leher mu melepuh."


Ares menatap wajah Elen lekat-lekat,kemudian Ares mengelus kepala wanita kesayanganya itu seraya berkata.


"Baiklah Honey,tapi kita harus ke apotik untuk membeli salep untuk mengobati luka mu." kata Ares mencoba mengerti karnamemang wanita kesayanganya itu sangat membenci rumah sakit.


"Terimakasih Ares."


Elen menunggu di mobil saat Ares turun membeli obat di apotik.


"Ya,Tuhan...aku tahu ini salah,tidak sepantasnya aku menerima bantuan dari suami orang,tapi aku sangat mencintainya,jika Engkau berkenan,aku mohon hapuslah rasa cinta ini untuknya,agar aku tidak semakin tersiksa." kata Elen dalam hati.


Setelah Ares masuk ke dalam mobil dengan membawa beberapa jenis obat,Ares dengan telaten mengolesi salep pada leher Elen yang melepuh.


"Ini salah Ares,tidak seharusnya kau bersama ku saat ini.Kau tidak boleh mengabaikan istri mu di rumah,kasihan dia Ares,bagaimana pun,dia adalah wanita yang juga punya perasaan." kata Elen merasa bersalah.


"Aku tidak mencintainya Honey."


"Jangan memanggil ku begitu lagi Ares,apa kata orang nanti?...jika orang tahu,orang akan mengatai ku sebagai pelakor."


"Tidak akan ada yang akan mengatai mu seperti itu."


"Mulai besok,jangan pernah menemui ku lagi Ares,aku akan semakin tersiksa dengan perasaan ini,jika kau setiap hari menemui ku."

__ADS_1


"Bertahanlah Elen,aku berjanji,setelah aku bercerai dengan Celsi,aku akan menikahi mu sayang,karna aku tidak bisa hidup tanpa mu."


"Kau tidak boleh sekejam itu Ares,jangan pernah kau menceraikanya demi aku,karna kalau hal itu sampai terjadi,aku bersumpah tidak akan pernah memaafkan mu." kata Elen sedikit mengancam.


"Aku akan tetap menceraikanya Honey,tapi bukan karna mu,ada hal lain yang menjadi alasan membuat ku untuk menceraikanya."


"Benarkah,hal apa yang membuat mu hingga ingin bercerai denganya?"


"Aku belum bisa mengatakanya sekarang honey,kau akan tahu jika saatnya sudah tiba."


"Baiklah,jika kau tidak ingin menceritakanya."


"Terimakasih sudah mau mengerti."


Elen hanya memberikan sebuah senyum membalas ucapan terimakasih dari Ares.Elen menarik nafas berat kala menyadari kalau malam ini dia harus kehilangan pekerjaan yang beru saja ia dapat.


"Kau kenapa honey?...sepertinya kau memikirkan sesuatu?"


"Ya,Ares,baru saja aku mendapat kan pekerjaan,tapi hanya untuk beberapa jam saja,jaman sekarang sangat sulit mencari pekerjaan,tapi tidak apa,besok aku masih bisa mencari pekerjaan lagi."


"Kau tidak perlu bekerja Honey,aku akan memenuhi semua kebutuhan mu."


"Mana ada begitu,dan lagi,aku tidak mau Ares,aku tidak ingin menjadi parasit dalam rumah tangga mu." kata Elen merasa keberatan.


"Mulai saat ini,kau adalah tanggung jawab ku."


"Tidak Ares,aku tidak pantas memakai uang mu,karna tidak halal bagi ku untuk menerima nafkah dari suami orang."


"Tapi aku tidak mau kalau kau harus capek-capek bekerja,aku tidak mau kalau kau sampai kelelahan."


"Tidak apa-apa Ares,lebih nikmat rasanya menikmati hasil sendiri,dari pada menikmati hasil dari orang lain."


"Itulah mengapa aku sangat mencintai mu honey,karna bagi ku,kau adalah wanita yang sangat hebat.Padahal di luar sana,sangat banyak wanita yang rela memberikan dirinya demi uang dan popularitas.Tapi kau malah menghindari semua itu." kata Ares merasa bangga pada wanita mungil kesayanganya itu.


"Bisakah kau mengantarkan ku pulang sekarang?"


"why not?"


Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,sambil bercerita dengan Elen,sesampainya di rumah kecil yang Elen sewa, Ares langsung mencecar pertanyaan pada Siska.


"Siska,apa maksud mu tadi mengatakan kalau Elen sedang keluar bersama Celvin?" tanya Ares sedikit mengintimidasi.


"A-anu tuan!" kata Siska gemetaran.


"Aku yang memintanya untuk berbohong Ares"


"Tapi untuk apa?"tanya Ares.


"Agar kau tidak lagi menemui ku." jawab Elen.


"Tapi rencana mu tidak berhasil kan?..seandainya tadi aku tidak berhasil menemui mu,aku akan tetap mencari mu sampai dapat." kata Ares.

__ADS_1


Elen pun hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun,karna Elen sudah kehabisan cara untuk menghindari pria tampan yang sangat ia cintai itu.


Hai para pembaca setia ku,maaf ya jika selalu ada kesalahan,jangan lupa untuk selalu di like.Karna kelangsungan novel author ada di tangan kalian semua.Semoga di bulan desember ini,rezeki semua para pembaca author semakin melimpah.Akhir kata,salam sehat untuk kita semua 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2