
Pagi ini Samuel terlihat tidak bersemangat,badanya terasa lemas tak bertenaga karna terlalu banyak meminum alkohol.Sudah lama Samuel tidak menyentuh barang haram itu,namun karna Samuel sangat setres memikirkan Elen istrinya,akhirnya ia memuturkan untuk pergi ke Bar yang dulu sering ia kunjungi.
"Sam!...bangunlah,apa kau tidak bekerja hari ini?"tanya Tania istrinya.
"Sam!"panggil Tania kembali,namun Samuel tidak meresponya sama sekali.
"Sam!...apa kau tidak mendengar ku?"
"ya?"jawab Samuel sambil mengucek matanya yang baru bangun tidur.
"aku bilang,apa kau tidak pergi bekerja?...bangunlah Sam,kau harus mandi dulu!"
"aku masih ingin tidur Tania,jadi tolong jangan ganggu aku!"
"semalam kau kemana saja?....aku menunggu mu sampai jam dua!"kata Tania terus terang.
Samuel menatap wajah cantik istrinya Tania dengan sendu,Samuel bangun dan duduk di atas ranjangnya sembari menggenggam tangan Tania.
"lain kali,kau tidak perlu menunggu ku Tania!...aku akan tetap pulang."
"Sam!...bagaimana aku bisa tidur kalau kau belum pulang?"
"bukankah kau sudah terbiasa tidur tanpa ku?"
"kau benar Sam!...aku sudah biasa tidur tanpa diri mu,tapi asal kau tahu Sam!...selama ini aku tersiksa hanya tidur bersama bayangan mu,apa aku salah jika ku gunakan baik-baik kesempatan untuk selalu bersama mu?...aku tahu Sam!...kalau aku egois,aku juga tak ingin dalam posisi ini!...tapi itu kulakukan karna aku sangat mencintai mu.Selama ini ku tutup rapat-rapat hati ku untuk pria lain,aku selalu menjaga hati ku untuk mu,karna aku tahu,pasti ada harapan untuk kembali bersama mu!"kata Tania berderai air mata.
"Tania!...maafkan aku sayang!"kata Samuel sembari memeluk Tania.Tania mendekap erat-erat tubuh suami yang sangat ia cintai itu.
"sekarang kau mandilah dulu,aku akan menyiapkan sarapan untuk mu dan Arthur!"
"baik sayang!"
****
Hari ini Elen sudah terlihat sedikit membaik,saat dokter masuk ke ruangan tempatnya di rawat,dokter kembali bertanya padanya.
"apa anda yakin dengan keputusan anda Nyonya?"
"ya,aku sangat yakin dokter!"kata Elen dengan tegas,seolah-olah ia ingin memberitahukan semua orang yang ada di dalam ruangan itu,bahwa keputusanya bulat tidak boleh di ganggu gugat.
"baiklah Nyonya!...saya akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa sakit."
"apa istri saya sudah bisa pulang dokter?"
"ya tuan Clark!...Nyonya Clark sudah bisa pulang!"kata dokter pada Ares.
Mendengar adiknya di panggil sebagai Nyonya Clark,Milka tersenyum tipis ke arah adiknya Elen,pasalnya ia merasa jika gelar itu pantas buat adiknya.Mengingat selama ini Ares memperlakukanya layaknya seorang suami,jelas saja orang yang tak mengenalinya akan percaya begitu saja kalau Elen adalah istri Ares.
"kau dengar itu Dek?...dokter saja percaya kalau kau adalah istri Ares,karna ia menjaga dan memperhatikan mu,layaknya seorang suami!"kata Milka pada adiknya.
Airmata Elen kembali menetes tanpa di minta,ucapan kakaknya sangatlah benar,seharusnya suaminya lah yang menemaninya saat ini,bukan orang lain.Elen menarik nafas berat dan menghembuskanya kembali.
"kak Mil!...keputusan ku sudah bulat,aku akan tetap bercerai dengan Samuel!"
__ADS_1
"kau yakin Dek?"
"ya,aku yakin kak!"
Milka dan Elen menghentikan bicaranya kala melihat Ares sudah kembali dari mengantar dokter keluar.
"baiklah honey!...sebaiknya kau sarapan dulu."kata Ares membawa bubur yang di berikan oleh perawat saat ia masih di luar.
"setelah itu,kau harus meminum obat.Karna hari ini kau akan segera keluar!"kata Ares.
"terimakasih Ares!"ucap Elen.
"apa kau ingin aku suapi?"
"tidak perlu Ares!"kata Elen.
"Ares?"
"ya,kak Mil?"
"apa hari ini kau tidak bekerja?...mengingat sudah tiga hari kau menemani adik ku!"tanya Milka.
"tenang saja kak Mil,ada Bayu yang selalu bisa menjadi mata,kaki dan tangan ku!"
"ya...ya...ya,kau benar Ares!...omong-omong,terimakasih atas kebaikan mu,kami tidak tahu harus membalas kebaikan mu dengan cara apa?"
"kak milka!...aku tidak menginginkan balasan apapun dari kak Milka maupun Elen,aku hanya ingin yang terbaik buat kalian."
"o,ya,Ares!...aku ingin setelah keluar nanti,Elen akan tinggal bersama kami di kontrakan."
"Ares!...jika adik ku masih tinggal bersama keluarga Clark,aku takut malah akan menjadi bahan gunjingan orang-orang,masalahnya Elen masih status istrinya Samuel."
"kakak ku benar Ares!...bukanya aku menolak kebaikan mu dan keluarga mu,hanya saja,aku tidak ingin menimbulkan masalah antara kau dan Samuel...aku akan segera menggugat cerai padanya."
"baiklah honey!...aku tetap menghornati apapun keputusan mu!"ucap Ares dengan senyum tipis ke arah wanita kesayanganya itu.
"terimakasih Ares karna kau sudah mau mengerti!"kata Elen pada pria tampan itu.
****
Di suatu tempat terlihat seorang pria tampan sedang berbicara dengan seseorang melalui telephone seluler yang di tempelkan di telinganya.Pria itu adalah Arsenlino Salim,saudara tiri dari Tania.Arsen tampak serius berbicara dengan orang yang di hubunginya saat ini.
"halo Hans!...apa kau sudah mendapatkan apa yang ku ingin kan?"kata Arsen.
"sudah bos!..aku sudah mendapatkan rekamanya!"kata orang yang di ketahui bernama Hans.
"bagus!...aku akan mentransfer bonus mu!...sekarang juga kau kirim rekaman vidio itu pada ku!"
"baik bos!...tapi jangan lupa dengan bonusnya!"
"apa aku pernah mengecewakan mu Hans?"
"tidak bos!"
__ADS_1
"lalu kenapa kau meragukan ku?"tanya Arsen yang sedikit kesal.
"aku tidak meragukan mu bos!...aku hanya mengingatkan saja,takut kalau bos lupa!"kata Hans.
"baik!"kata Arsen segera mengakhiri panggilanya.
"Liza!...sekarang kau tidak bisa mengelak lagi,aku sudah mendapatkan bukti-bukti perselingkuhan mu.Tidak lama lagi kau akan hancur,lebih dari apa yang sudah kau lakukan pada ibu ku!"kata Arsen pada dirinya sendiri dengan senyum mematikan.
"hei!...kau sedang apa di sini Arsen?"tanya Ellio yang tiba-tiba saja muncul.
"hai El!...aku sedang minum kopi di sini!"kata Arsen.
"apa kau sendiri?"
"ya,aku sendiri!...kau sendiri,sedang apa di sini?"
"aku kebetulan lewat,dan melihat mu dari lewat kaca,jadi ku putuskan untuk mampir minum kopi bersama mu!"
"apa kau sudah memesan kopi mu?"
"belum"
"kalau begitu pesanlah!...biar aku yang membayarnya!"kata Arsen pada lelaki yang pernah menjadi kekasih saudara tirinya itu.
"hohoho...rupanya kau lagi bahagia,aku bisa melihatnya!"kata Ellio.
"benarkah?...aku memang lagi bahagia Ellio!...karna sebentar lagi kehancuran seorang Liza akan segera di mulai!"
"Liza?...maksud mu Eliza ibu mu?"
"dia bukan ibu ku Ellio!...dia hanya seorang wanita binal,dan dia tidak pantas di sebut seorang ibu,karna tidak ada seorang ibu yang tega menyakiti anaknya!"kata Arsen sudah tersulut emosi.
"apa yang kau rencanakan untuk menjatuhkanya?"
"selama ini ayah ku tidak percaya akan kebusukan wanita biadab itu,tapi kali ini,aku sudah memiliki bukti yang kuat tentang perselingkuhanya selama ini!"
"kenapa kau sangat membencinya Arsen?"
"karna dialah hidup ibu ku hancur sampai saat ini!...dan karna dia ibu ku mengalami penderitaan selama ini,jadi aku ingin dia merasakan apa yang sudah ibu ku rasakan!"
"apa kau juga membenci saudara tiri mu Tania?"
"tidak Ellio!...aku tidak pernah membenci Tania,justru aku sangat menyayanginya!...aku bersyukur karna Tania tidak mewarisi sifat perempuan itu!"
"aku mendukung mu Arsen!...wanita itu harus di beri pelajaran,agar dia jerah!"kata Ellio.
"hah!...wanita seperti dia tidak akan mungkin jerah!"kata Arsen sinis.
"baiklah Arsen!...terimakasih untuk kopinya!...aku sudah terlambat,dan sering-seringlah berkunjung ke mansion ku,aku akan menjamu mu dengan baik."
"baik Ellio,sampaikan salam ku pada tante Oliv dan juga istri mu!...kalau ada waktu,aku akan berkunjung ke mansion mu!"
"baik!...aku akan menunggu mu!"
__ADS_1
Setelah Ellio pergi meninggalkan Arsen,tidak berselang lama Arsen pun ikut pergi meninggalkan kafe itu.