
Jack dan Arjun sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapih,kedua pria tampan itu terlihat sangat gagah,sama-sama memiliki postur tubuh idaman para kaum hawa.
"sebaiknya kita segera menjemput mereka sekarang Arjun!...apa kau sudah siap?"kata Jack.
"aku sudah siap bang!"kata Arjun.
Jack mengemudikan mobilnya menuju apartemen Samuel untuk menjemput kakak ipar dari bosnya itu.Jack menekan interkom apartemen Samuel,dan beberapa detik kemudian,Milka muncul dari balik pintu.
"J-Jack?"
"haii..Milka!"kata Jack.
"Arjun?"
"ya,kak!"
"kau ada di sini?"
"iya kak,tuan Sam yang meminta ku!"kata Arjun.
"apa kau datang untuk menjemput kami Jack?"
"tepat sekali!"kata Jack.
"kalian berdua masuklah dulu!"kata Milka mempersilahkan kedua pria tampan itu masuk.
"aku dan Dian baru saja pulang kerja,sepertinya kalian berdua harus menunggu sedikit,karna aku masih harus mandi!"
"Dian ada di mana Milka?"
"dia masih mandi Jack!"kata Milka.
"omong-omong,kalian berdua ingin minum apa?"
"kopi saja Milka,kopinya kental,tidak pakai gula!"kata Jack.
"apa?..tidak pakai gula?"tanya Milka keheranan.
"ya,tidak pakai gula!"kata Jack.
"dan kau Arjun?,kau ingin minum apa?"
"kopi kak,tapi pakai gula!"kata Arjun.
"baiklah,kalian tunggu sebentar!"
Setelah Milka beranjak menuju dapur akan membuat kan kopi untuk kedua pria itu,tiba-tiba Dian muncul sudah berpakaian rapih.Begitu ia melihat Arjun ia mengucek matanya untuk memastikan bahwa ia sedang tidak bermimpi melihat lelaki muda itu.
"A-Arjun?"
Arjun diam tak menjawab.Dian mundur dua langkah,ia tak percaya bahwa pria yang pernah empat tahun mengisi hatinya itu,hari ini ada di depan matanya.Dian meneteskan air mata kala melihat orang yang pernah sangat ia cintai itu.Kemudian Dian berlari masuk kedalam kamarnya dan menangis di sana.
"Dian!"kata Jack ingin mencegah Dian masuk ke kamarnya.
"Dian sangat menyesali karna sudah tak mempercayai mu saat itu Arjun!"kata Milka.
Milka mengetahui semua perihal retaknya hubungan Arjun dan Dian selama ini.Saat itu memang ia masih berada di kampung.jadi Milka dan Elen mengetahui semua tentang Arjun.
"apa saat itu kau mempercayai Arjun?"tanya Jack pada Milka.
"ya,aku mempercayai Arjun,aku mengenalnya sejak kecil.!"kata Milka.
__ADS_1
"terimakasih kak!"kata Arjun.
"sebaiknya aku mandi dulu!"
"apa aku perlu untuk memandikan mu Milka?"
"cih,kau kira aku bayi,hingga kau harus memandikan ku?"
"anggaplah begitu Milka!"
Jack berusaha untuk mencairkan suasana karna melihat wajah Arjun sudah berubah menjadi sendu.
"aku serius Milka,aku ingin membantu mu untuk mandi!"
"kau tidak pantas memandikan seorang janda Jack...karna kau masih perjaka!"kata Milka ketus.
,"what?...oo...o,sekarang aku tahu sumber kemarahan mu selama ini!"kata Jack mengingat kembali kejadian waktu di restauran mewah bersama Milka.Wanita itu tiba-tiba saja marah dan pergi meninggalkanya begitu saja.
"Milka...waktu itu aku hanya bergurau,tak ada niat ku untuk menyakiti perasaan mu!"kata Jack.
"aku tidak marah Jack...apa hak ku untuk marah?"
"lalu aku harus bagaimana untuk mendapatkan maaf dari mu?...kau tahu Milka,aku sangat tersiksa karna cuek mu selama beberapa bulan ini!"
"begini jauh lebih baik Jack!"
"derrrtt...derrrrtt"terdengar suara ponsel Milka berbunyi,pertanda ada yang memanggilnya.
"halo Elen!"
"halo kak,kenapa kakak lama sekali?...apa kak Jack belum menjemput mu dan Dian?"
"ahh..ehh,kakak baru selesai mandi dek,lima belas menit lagi kami pasti sudah sampai si situ."
"baik Elen!"
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi,Milka melangkah kan kakinya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tidurnya.
"Dian...kamu sudah siap kan?...sebaiknya kita berangkat sekarang!"
"kak Milka...biar aku di sini saja!"
"heii..ada apa dengan mu?...bukan kah sudah kukatakan berkali-kali,agar tidak menoleh pada masa lalu,karna kau akan semakin terpuruk jika masih selalu memikirkanya!,nggap semua tidak pernah terjadi,Melangkah lah Dian,jangan buat langkah mu terhenti karna bayangan-bayangan masa lalu mu yang kelam!"
Dian menatap wajah cantik Milka yang selalu memberinya semangat untuk berjuang agar lebih tangguh,dalam hati ia membenarkan perkataan Milka.
"kau benar kak..aku tidak akan bangkit jika harus menyesali masa lalu!"kata Dian.
"nah..itu baru adik ku"
Milka dan Dian melangkah dengan percaya diri,kedua wanita itu keluar dari kamar dengan wajah berseri.Terkadang,belajar dari masa lalu menjadikan kita untuk lebih kuat menghadapi ujian hidup,kita tak pernah tahu seperti apa hidup kita kedepanya,tapi belajarlah dari masa lalu,agar kita tidak lagi jatuh dalam lubang yang sama.
Malam ini pesta kecil untuk kemenangan Arthur berjalan dengan meriah,Samuel merasa senang karna keluarga dan orang-orang terdekatnya sangat antusias dengan pesta kecil yang di adakan olehnya.
"sayang...apa kau tidak capek?"
"ya,sedikit El"kata Luna.
"sebaiknya kita pulang saja agar kau bisa istirahat!"
"kak Luna tidak akan pulang kak El...malam ini dia akan menginap di sini!"kata Elen.
__ADS_1
"no..Elen,aku akan membawa pulang istri ku!"kata Ellio.
"aiss,kau ini pelit sekali Ellio!"kata Oma.
"Oma...Luna ini istri ku,jadi malam ini ia hanya akan tidur dengan ku!"
"kalau begitu,kau juga tidurlah di sini!"kata Oma.
"mana ada begitu Oma!"
"kenapa tidak ada?...Ellio..tidak ada yang akan mengganggu mu,saat istri mu mengeloni mu,meski kau tidur di mansion ku ini!"kata Oma.
Ellio merasa tertohok dengan kata-kata Oma yang terang-terangan.
"Oma selalu begini...suka memaksa!"kata Ellio dengan wajah yang sudah masam.
"aiss...suami mu ini terlalu cengeng Luna!"kata Oma.
"kau memang betul-betul cengeng Ellio!"kata Samuel.
"kau tidak usah ikut campur Sam!"kata Ellio.
"sudah..sudah...sudah.Kali ini aku aku akan menginap di sini,tapi minggu depan giliran Elen yang menginap di mansion kami,setuju?"
"baik,aku setuju kak Lun!"kata Elen.
"El...jika kau tak ingin menginap di mansion ini,kau pulang lah bersama mama,besok aku dan Jeane akan segera pulang."kata Luna.
"tidak...tidak...tidak,aku akan menemani mu di sini!"
"emmm..uu,sok jual mahal kau!...kau pikir Oma tidak tahu,kalau senjata mu itu ingin bertempur?...apa kau tidak bosan jika harus bertempur terus,padahal medan perang sudah sangat kelelahan.tapi kau tempuri terus dengan senjata mu itu.!
"hah?...Oma?"
"haha....haha..habis kalau tidak bertempur,senjatanya akan berkarat Oma!"kata Samuel.
"Samm!!!"
"kau pun Sama Sam!...kau juga selalu bertempur,kalian berdua sama saja,tidak pernah kasihan dengan keadaan medan perang."kata Oma.
"haha...ha..sudah rasa kau Sam!"kata Ellio mengejek kembali Samuel karna sudah menertawainya tadi.
Semua tertawa karna kata-kata kiasan vulgar dari Oma,dan untungnya Arthur sudah sedari tadi tertidur.Pesta kecil yang di adakan oleh Samuel dan Elen,sangat menghibur semua orang yang ada di mansion milik Samuel.
"apa kau sangat lelah sweety?"
"tidak kak!...hanya kaki ku yang terasa pegal sekali!"
"apa kau mau aku pijit?"
"memangnya kau bisa kak?"
"memijit seluruh tubuh mu pun aku bisa sweety!"kata Samuel berusaha menggoda istri kecilnya itu.
"kak,apa tadi kau tidak mendengar kata-kata Oma,jika medan perangnya sudah tidak berdaya lagi,maka kita harus menunda pertempuran."kata Elen."
"sweety...aku takut jika penyakit Oma tertular pada mu!"
"penyakit Oma?"tanya Elen kebingungan.
"ya,penyakit sembarang bicaranya Oma sudah tertular pada mu"
__ADS_1
"kak...kak,kau ini ada-ada saja!"
Samuel memijit kaki mungil istri kesayanganya itu,kemudian ia membaringkan istrinya yang sudah ketiduran karna kelelahan.Samuel melingkarkan tanganya di pinggang istrinya yang posisi tidurnya miring,dan memeluk istrinya itu dari belakang serta mencium tengkuk istri yang sangat ia cintai itu.