Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kerinduan Arthur pada Elen


__ADS_3

"Sorry Sam!..habisnya!...istri mu ini sangat menggemaskan sekali."kata Ares.


"Iya!!...tapi bukan berarti kau bisa sesuka hati untuk menyentuh Istri ku!"kata Samuel dengan nada kesal.


"Aku tahu Sam!...aku minta maaf!"


"Tapi aku ingin agar kau menceritakanya sekarang!"kata Elen.


"Maaf,Honey!...lain kali baru aku menceritakanya pada mu,karna aku akan segera kembali bekerja,aku tidak bisa ikut mengantarkan mu!"


"Tidak apa-apa Ares!...tapi kau harus janji akan menceritakanya pada ku."


"Ya,aku berjanji akan menceritakanya pada mu."


"Kalau begitu kami pulang dulu Ares!"kata Samuel.


"Baik Sam!...kau jaga baik-baik pujaan hati ku!"kata Ares sambil berlari,takut jika singa jantan milik Elen itu akan segera menendang bokongnya.


*****


Di Mansion Samuel


Setelah mengantarkan Elen di apartemenya,Samuel segera kembali ke Mansion miliknya demi melihat putra tercintanya Arthur.


"Selamat pagi Tuan!"sapa seorang Maid pada Samuel.


"Selamat pagi Bik!...apa putra ku ada?"


"Ada Tuan!"


"Apa putra ku tidak pergi sekolah?"


"Maaf,Tuan!...Tuan kecil tidak mau sekolah hari ini!"kata Maid itu pada Samuel.


"Lho?....memangnya kenapa?"tanya Samuel sedikit cemas.


"Itu karna kau selalu kelayapan dengan wanita itu!...sehingga putra mu merasa kalau kau tidak memiliki waktu untuknya!"kata Tania yang tiba-tiba saja muncul.


"Tutup mulut Tania!...Arthur sangat menyayangi Elen,aku yakin,kalau putra ku tak akan keberatan jika aku bersama Elen."kata Samuel pada Tania.


"Sebenarnya kau ini kenapa Sam?...beberapa hari ini,aku lihat kamu sangat berubah?...ada apa sebenarnya?"tanya Tania.


"Harusnya kau tahu,kenapa aku berubah Tania?"


"Aku tidak mengerti apa maksud mu?"tanya Tania.


"Sudahlah Tani!...aku tidak ingin berdebat dengan mu!"


"Kau sangat keterlaluan Sam!...kau pergi dan pulang sesuka hati mu."kata Tania terlihat sedih.


"Stop!...Tania!...aku sudah bilang,aku tidak ingin berdebat dengan mu!...aku akan melihat Arthur."


"Percuma saja Sam!...dia tidak ingin di temui oleh siapapun."


"Itu menurut mu!...karna kau memang tidak memahami seperti apa dia,padahal dia adalah putra kandung mu."kata Samuel.


"Akhir-akhir ini,kau sangat suka memojokan ku Sam!...kenapa?"


"Sudah ku kukatakan,aku tidak ingin berdebat dengan mu."kata Samuel lalu berlalu meninggalkan Tania.


"Aku belum selesai bicara Sam!!"kata Tania sambil mengejar Samuel.


Samuel terus melangkah tanpa memperdulikan Tania yang masih berteriak memanggil namanya.


"Kau tunggu saja Sam!...aku akan membuat wanita itu hidup menderita.Kau lihat saja nanti."ucap Tania dalam hati.


"Arthur!...ini Dady sayang!...buka pintunya."kata Samuel sembari mengetuk pintu.


Tidak berselang lama terdengar suara pintu di buka,dan tampaklah Arthur anaknya yang tampan itu memandangnya dengan tatapan sendu.Artur langsung berlari kepelukan Samuel.


"Kenapa hem?....apa kau sangat merindukan Dady?"tanya Samuel kepada Arthur.

__ADS_1


"Yes,Dady!"ucap Arthur singkat.


"Dady tahu Nak!...apa kau ingin bertemu Momy Elen?"


"Yes Dady!"


"Baiklah Nak!...kau bersiaplah,karna kau akan segera bertemu denganya."


"Thank you Dad!"


Arthur sangat senang kala mengetahui kalau ayahnya akan membawanya menemui ibu sambungnya itu.Saat sudah rapih Arthur langsung menemui ayahnya yang sudah menunggu dirinya sejak tadi.


"Kalian mau kemana?"tanya Tania pada Samuel.


"Aku ingin membawa putra ku untuk jalan-jalan,kasihan dia jika setiap hari hanya tinggal di Mansion."


"Aku akan ikut dengan kalian!"kata Tania.


"Tidak usah Tania!...biarkan kami merdua saja,lain kali baru kau ikut."


"Tapi aku mau ikut!"kata Tania.


"Cobalah mengerti Tania!...Arthur hanya ingin pergi bersama ku."


"Kau ini kenapa sebenarnya Sam?"


"Cukup Tania!!...aku sudah sangat muak melihat kemunafikan mu!!"


"Apa??...aku munafik kata mu!...apa alasana mu mengatai ku munafik Sam??"


"Kau belum sadar juga?"


"Aku tidak mengerti maksud mu!"kata Tania.


"Alaah,sudahlah Tania!...kalau kau tidak ingin aku marah,sebaiknya kau jangan menghalangi ku dan Arthur!....Mari Nak!...kita pergi sekarang."kata Samuel sembari membawa pergi anaknya.


"Sam!!"panggil Tania.


Tania melakukan panggilan pada ibu kandungnya Mami Liza,Tania berharap agar ibunya itu bersedia untuk menyingkirkan madunya itu sesegera mungkin.Setelah melakukan panggilan dua kali akhirnya Mami Liza menjawab panggilanya.


"Halo Tania!...apa kau baik-baik saja?"tanya Mami Liza pada Tania.


"Hallo Mi!"


"Ada apa?...kenapa kau menelepon ku?"


"Aku ingin agar Mami menyingkirkan wanita itu secepatnya Mi!...aku sudah tidak tahan lagi melihat tingkah Samuel yang sudah mulai menghindari ku,ini bahaya Mi!...aku takut kalau Samuel semakin dekat dengan wanita itu,maka akan semakin besar kemungkinan untuk mereka bersama lagi."


"Kau tenang saja Tania!...biarpun suami mu itu menyiap kan seribu pengawal buat wanita itu,tapi Mami masih punya seribu macam cara untuk menyingkirkan dia."kata Mami Liza.


"Maksud Mami apa?"tanya Tania tak mengerti.


"Iya,Suami mu itu sudah memakai jasa pengawal untuk menjaga wanita kampung itu."


"Hah??...Samuel memakai pengawal untuk istri kampungnya itu.?"tanya Tania merasa tidak suka mendengar kabar dari Mami Liza.


"Biarkan saja Tania!...karna itu tidak penting."


"Tapi,apa rencana Mami?"


"Kau tidak perlu tahu Tania,itu urusan Mami."


"Baik Mi."


Di Apartemen Samuel


"Momy!"panggil Arthur pada Elen.


"Arthur!...apa kabar mu sayang?...Momy sangat merindukan mu."kata Elen sembari memeluk Arthur dan menciumi anak Samuel itu.


"I'm fine Momy!"

__ADS_1


"Baguslah sayang!...Arthur tidak sekolah Nak?"


"No..Mom!"


"Why??"


Arthur tak menjawab pertanyaan dari Elen,dia tertunduk sembari *******-***** ujung baju yang ia pakai.Perubahan sikap Arthur yang tiba-tiba saja diam dan tertunduk,mampu membuat Elen mengetahui kalau bocah tampanya itu sedang memendam sesuatu yang tak Elen dan Samuel ketahui.


"Arthur!...kamu kenapa sayang?...cerita saja ke Momy."kata Elen sembari mengelus kepala Arthur.


"Mom!"panggil Arthur.


"Ya,sayang?"jawab Elen.


Arthur mendekatkan bibirnya tepat ke telinga Elen dan membisik kan sesuatu.


"A-apa?"tanya Elen yang tiba-tiba saja memucat.


"Ada apa Sweety?"tanya Samuel.


"Ya,Tuhan!!...kasihan sekali kau Nak!...di usia mu yang masih kecil ini harus menyaksikan perbuatan jahat ibu kandung mu."ucap Elen dalam hati.


"Sweety!"panggil Samuel berulang-ulang karna Elen tak kunjung menjawab pertanyaanya.


"Sweety!."


"Ahh, ehh...Ya,Kak?"


"Aku tanya kau kenapa Sweety?"tanya Samuel kembali.


"Nanti baru aku beritahu pada mu Kak!."


Samuelpun mengerti pada Istrinya,ia tidak memaksakan agar Istrinya itu menjawab pertanyaanya.


"Baiklah Arthur,kau ingin makan apa Nak?...Momy akan memasaknya untuk mu."


"Sweety!...kau masih butuh istirahat!...kau belum boleh tetlalu capek."


"Tidak apa-apa Kak!...aku ingin melatih tubuh ku untuk bergerak.Karna badan ku serasaa sangat kram sekali.Lagian hanya untuk memasak hidangan kecil saja."


"Tapi kau yakin kalau kau bisa?"


"Ya,aku yakin Kak!"


"Baiklah,aku akan membantu mu Sweety!"


"Memangnya kau bisa memasak Kak?"tanya Elen pada suaminya.


"Kau meragukan ku?"


"Emm...tidak juga sih!...hanya saja....ahh,sudah lah,sebaiknya kita ke dapur untuk memasak."


"Astaga!"ucap Elen sembari memukul keningnya.


"Kenapa Sweety?"tanya Samuel.


"Aku lupa,kalau belum membeli bahan makanan."kata Elen.


"Kau tenang saja Sweety!...tadi aku sudah menyuruh Mitha dan Sofia untuk mengisi stok bahan makanan yang banyak di dalam kulkas."kata Samuel.


"Omong-omong,mereka berdua di mana kak?...bukanya mereka kau perintahkan untuk menjaga ku?"


"Kau benar Sweety,aku memerintah kan mereka untuk menjaga mu,tapi tugas mereka hanya menjaga mu di luar."


"Tapi aku ingin bersama mereka Kak!...bagaimana aku bisa mengenal mereka dengan baik?...kalau kami tidak pernah dekat?"tanya Elen pada suaminya.


"Kau tinggal memanggil mereka,jika kau ingin bercerita atau apa pun yang kau ingin kan.


"Terimakasih Kak!...Arthur tunggu di sini!...Dady dan Momy akan memasak makanan kesukaan mu."


"Ok Mom!"ucap Arthur singkat.

__ADS_1


__ADS_2