Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Semakin mencintainya


__ADS_3

"Orang tua mu sangat baik Celvin,mereka tidak memandang hina pada orang miskin dan berstatus janda seperti ku." kata Elen terharu.


"Itulah keluarga ku Elen,keluarga Shu sudah turun-temurun tak pernah membedakan kasta seseorang."


"Ya,bukan hanya itu kelebihan keluarga mu,Ayah mu sangat arif dan bijak sana,ibu mu sangat ramah dan juga humor."


"Kau menyukai ibu ku?" tanya Celvin sembari melajukan mobilnya dengan pelan.


"Ya,aku sangat menyukainya,aku jadi merasa bersalah tadi,padahal mereka sudah jauh-jauh datang dari London hanya untuk bertemu dengan ku."


"Tidak apa-apa Elen,mereka juga mengerti posisi mu...ibu ku juga sangat menyayangi Ares,maka karna itulah ibu ku tidak keberatan saat ia tahu kalau kau sangat mencintai Ares."


"Aku sangat ingin melupakanya,tapi entah kenapa,semakin aku ingin melupakanya,maka aku semakin mencintainya,aku tahu ini salah,kadang aku merasa berdosa karna mencintai suami orang."


Celvin menarik nafas berat mendengar isi hati Elen,meski Celvin mencintainya,namun Celvin tidak ingin wanita mungil nan cantik itu terlihat tertekan karena perasaan cintanya pada Ares.


"Ares bersyukur karna di cintai oleh seorang wanita hebat seperti mu."


"Hebat apanya Celvin?,tak ada yang lebih dari ku."


"Banyak hal hebat yang ada pada diri mu Elen"


"Kau terlalu memuji ku Celvin,omong-omong,apa kau tidak memiliki kekasih?" tanya Elen.


"Mmm....bisa di bilang begitu Elen."


"Maksud mu?" tanya Elen tak mengerti.


"Aku memiliki kekasih,saat ini dia sedang ada di Spanyol,kami sudah menjalin hubungan selama lima tahun,dan selama lima tahun pula kami menjalin kasih lewat jarak jauh."


"Apa dia tinggal di Spanyol?"


"Ya,dia seorang model."


"Wauww...keren ya pekerjaanya,lalu kenapa kau tak mencoba untuk bertemu denganya?"


"Aku sudah berusaha agar kami bisa bertemu,bahkan aku sudah beberapa kali ke Spanyol untuk bertemu denganya,namun ia selalu beralasan kalau dia sibuk."


"Sesibuk itukah dia,sehingga tidak bisa bertemu dengan mu?"


"Entahlah,tapi baru-baru ini aku menyuruh seseorang menyelidikinya,dan ternyata dugaan ku benar bahwa dia sudah memiliki kekasih di Spanyol."


"Aku turut bersedih Celvin"


"Tidak masalah Elen."


"Kenapa kau tidak mencoba mencari yang lain?...maksud ku mencari kekasih baru,karna aku lihat kalau ibu mu sangat ingin agar kau segera menikah."


"Zaman sekarang sangat sulit mencari wanita yang mencintai kita dengan tulus...rata-rata mereka lebih menyukai harta dan popularitas."

__ADS_1


"Aku tidak bisa berkomentar Celvin,karna aku juga wanita,ya...walau aku tidak pecinta harta dan popularitas."


"Ya,aku tahu itu Elen,sejak aku melihat mu dalam pertemuan yang tidak di sengaja."


"Tapi terimakasih ya,kalau bukan karna kau yang menyelamatkan ku,mungkin aku sudah kena tabrak waktu itu."


"Ya,mungkin kita jodoh untuk bertemu...maksud ku,dengan cara itulah Tuhan mempertemukan kita."


"Ya,kau benar Celvin."


"Omong-omong,kita sudah sampai Elen."


"Apa kau tidak turun untuk sekedar minum kopi Celvin?"


"Bagaimana aku bisa turun?,lihat saja Body guard mu itu." tunjuk Celvin pada Mitha yang berdiri di teras sembari bersedekap.


"Kak Mitha maksud mu?...dia adalah idola ku Celvin."


"Maksud mu?"


"Dia sangat hebat,Samuel saja sampai takluk padanya."


"Oya?" tanya Celvin tak percaya.


"Dia bisa menaklukkan lawan puluhan orang sendirian."


"Apa kau ingin mencobanya?"


"Tidak...aku tidak ingin mencoba." jawab Celvin,yang benar saja,puluhan orang saja bisa ia taklukan,apalagi dirinya yang hanya seorang diri."


"Kak Mitha itu mantan Militer."


"Oya?...pantas saja dia bisa sehebat itu."


"omong-omong,apa kau akan ikut masuk untuk minum kopi...oh iya Celvin,aku hampir lupa,aku mohon saat di depan kak Mitha,kita pura-pura mesra,karna kak Mitha itu adalah mata dan kakinya Ares,dia akan melaporkan semua apa yang saya lakukan.Kau bersedia kan?"


"Jangankan pura-pura,benaran saja aku sangat bisa." kata Celvin dengan antisias.


"Tapi ingat,tidak ada adegan berciuman."


"Baik ratu ku."


Setelah Elen dan Celvin turun dari mobil,Celvin menggandeng tangan Elen dengan mesra.


"Hallo Mitha,aku sudah membawa Elen pulang tepat waktu."


"Ya,terimakasih tuan Celvin." jawab Elen ketus.


"Sayang,apa kau bisa membuatkan aku kopi?...aku sangat mengantuk sekali."

__ADS_1


"Baiklah,aku akan membuatkan mu kopi." jawab Elen sembari berlalu membuatkan kopi buat Celvin.


"Jangan coba-coba mempermainkanya tuan Celvin,karna kalau tidak,aku tidak akan segan-segan menghabisi mu." kata Mitha penuh penekanan.


"Aku serius ingin menikahinya,jadi tidak mungkin kalau aku akan mempermainkanya." jawab Celvin.


"Celvin orang baik kak Mitha,jadi kak Mitha tidak perlu kuatir." kata Elen sembari membawa segelas kopi untuk Celvin.


Mitha berdiri mematung menyaksikan keakraban Elen dan Celvin,meski Mitha tampak kesal pada pria pemilik senyum yang sangat menawan itu,Mitha tetap berusaha untuk bersikap sebaik mungkin di hadapan Celvin.


Setelah Celvin mengantarkan Elen pulang,Celvin berencana kembali ke mansion miliknya,sesampainya di mansion,ibunya mencecar pertanyaan padanya.


"Apa kau benar-benar sudah mengantarkan Elen pulang?"


"Mama belum tidur?" tanya Celvin merasa kaget melihat wanita yang melahirkanya itu belum juga tidur.


"Belum,mama belum bisa tidur?...kau belum menjawab pertanyaan mama."


"Aku sudah mengantarkan Elen sampai di rumahnya Ma." jawab Celvin.


"Elen wanita yang baik Celvin,Mama sangat menyukainya."


"Oya?" tanya Celvin mengerti maksud perkataan ibunya.


"Sayang sekali dia lebih mencintai Ares,tapi tidak apa-apa,Mama berdoa semoga kau juga bisa mendapatkan seorang wanita seperti dia."


"Semoga Ma,aku janji akan segera membawakan menantu ke hadapan Mama." janji Celvin.


"Sudah berapa kali kau berjanji?,tapi mana janji mu?,usia mu sudah 37 tahun Celvin.Mama dan papa juga sudah tua,jangan sampai mama dan papa tidak sempat melihat mu menikah karna keburu mati deluan." kata nyonya Shu yang tampak kesal.


"Please ma...jangan bicara begitu." ucap Celvin memohon.


"Jangan memaksa putra mu Ma,dia pasti menikah jika sudah saatnya." kata tuan Shu yang tiba-tiba saja muncul.


"Iya,tapi sampai kapan papa?"


"Aku janji tidak akan lama lagi." jawab Celvin.


Celvin merasa sangat bersalah pada kedua orang tuanya yang belum bisa juga membawakan seorang menantu pada mereka,mengingat usianya yang tak lagi muda,dan juga,Celvin adalah pewaris tunggal keluarga Shu.Tuan dan Nyonya Shu sudah sering menjodohkanya dengan anak yang sama-sama relasi bisnisnya,namun Celvin selalu menolak.


Celvin memasuki kamarnya sembari memandangi foto kekasihnya,yang sampai saat ini belum ada kata putus dari Celvin,maupun dari kekasihnya.


"Tidak ada yang bisa ku harapkan lagi dari mu Grace...mulai saat ini aku akan mengubur semua tentang kita,aku mencintai mu,namun kau selalu memberikan harapan palsu pada ku.Jangan pernah hadir di hadapan ku lagi." kata Celvin sembari membuang foto Grace di keranjang sampah.


Setelah membuang foto kekasihnya Grace,Celvin meraih ponselnya dan memperhatikan wajah Elen lekat-lekat yang terpampang di layar ponselnya.


"Kau sangat cantik Elen,cantik wajah mu sejalan dengan cantik hati mu.Ares sangat beruntung karna di cintai oleh wanita secantik dan sebaik diri mu." kata Celvin sembari tersenyum melihat wajah Elen yang ada di layar ponselnya.


Setelah puas menatap wajah Elen di layar ponselnya,akhirnya Celvin tidur dengan nyenyak dan bermimpi indah bersama Elen.

__ADS_1


__ADS_2