Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Ternyata kau masih hidup.


__ADS_3

"apa kau sudah lelah honey?...jika kau sudah lelah,aku akan mengantarkan mu pulang."


"aku belum ingin pulang Ares...karna percuma saja aku pulang,kalau hanya akan semakin sakit hati."


"tapi suami mu akan cemas mencari mu!"


"dia tidak tahu kalau aku disini."


"tapi ini sudah sore,pasti suami sudah pulang,dia pati pusing memikir kan mu."


"biarkan saja Ares,karna aku belum siap untuk pulang,bawa aku kemana pun kau pergi."


"tapi,aku haarus kembali ke London."


"kapan?"


"malam ini!..."


"kalau begitu,bawa aku bersama mu!"


"tidak honey...tak pantas bagi ku untuk membawa istri orang,apalagi orang itu adalah sahabat ku."


"kalau begitu pergilah Ares!...aku akan mencari tempat untuk menginap malam ini."


*kau serius honey?"


"ya,aku serius Ares!"


"baiklah,malam ini kau tidurlah di mansion ku!"


"terimkasih Ares,kau memang sahabat ku yang paling baik."


*****


"kau sudah menemukanya Sam?..."


"belum Oma."


"sebenarnya apa yang sudah terjadi Sam?"


"Oma!..."


Samuel menarik nafas berat,ia sangat berat untuk menceritakan semuanya pada Oma tentang apa yang sudah terjadi.


"katakan Sam,apa yang sudah terjadi?"


"Tania masih hidup Oma!"


"Tania istri mu?"


"ya,Tania istri ku!...dia masih hidup."


"bagaimana mungkin Sam?"tanya Oma bukan main kagetnya.


Samuel menceritakan perihal tentang Tania yang masih hidup,Samuel tidak menyangka kalau Elen akan ke kantornya dan mendengar semua pembicaraanya dengan Tania.


"lalu,sekarang Tania ada di mana?"


"tadi aku meninggal kan Tania di kantor ku Oma!"...dan aku sudah menyuruh Jack menjemputnya."


"lalu,mau kau bawa ke mana dia?"


"entahlah Oma,aku bingung,aku tidak tahu harus bagaimana?"


"kau tidak boleh begitu Sam,meski pun Tania masih istri mu,tapi kau harus tegas mengambil ke putusan."


"tapi aku tidak mungkin mengabaikanya Oma"


"Oma tidak menyuruh mu untuk mengabaikanya Sam,hanya kau harus bijak untuk mengambil sikap."

__ADS_1


"lalu aku harus bagaimana Oma?"


"kau carilah dulu istri mu sampai dapat,setelah itu baru kita pikir kan."


Samuel terlihat sangat kacau,kemeja yang ia pakai sejak siang terlihat sangat lusuh.rambutnya yang acak-acakan membuatnya terlihat seperti orang yang tidak memiliki harpan.Samuel menatap jalanan dengan nanar,ia tak tahu lagi harus mencari istri kecilnya itu kemana?.


"Jack!...apa kau sudah menemukan istri ku?"kata Samuel saat panggilan telfonya di angkat oleh Jack.


"belum tuan!"


"kerah kan orang-orang mu Jack,bila perlu,minta bantuan Richart.Agar Richart dan orang-orangnya bisa membantu mu untuk mencari istri ku."


"baik tuan!"


****


Mansion keluarga Clark


Ares dan Elen sudah tiba di mansion keluarga Clark beberapa menit yang lalu.Dan saat ini,Elen sudah berada di tengah-tengah makan malam keluarga Clark.


"makan yang banyak Elen...karna kau dan anak mu,butuh asupan gizi yang banyak."kata nyonya Melani ibu kandung Richart dan Ares.


"baik tante Melan!"


"kenapa kau cantik sekali Elen?...melihat mu,sama seperti melihat boneka barbie saja!"kata nyonya Melani.


"terimakasih tante!...tapi jangan terlalu memuji ku tante!"


"tante bukan memuji,tapi kenyataanya kau memang cantik,padahal kau tidak memakai make up,kau tak beda jauh dari Cleo.Pantas saja Ares selalu mengagumi mu!"


"Mom?...please!"


"tidak masalah Ares!"kata Elen.


"setelah kau selesai makan,sebaiknya kau istirahat honey,karna besok aku akan mengantar kan mu pada Samuel suami mu!"


"sudah ku katakan,aku tidak mau pulang Ares!...ku mohon,mengertilah!"kata Elen.


"tapi Mom?"


"sudahlah Ares,biar Momy nanti yang berurusan dengan Samuel"


Ares sudah tidak mampu berdebat dengan ibunya.Ia sangat tahu seperti apa ibunya.Momy Melani tidak mudah untuk menyukai seseorang.Entah kenapa malam ini saat Ares membawa Elen ke mansion milik keluarga Clark,Momy Melanie langsung menyukai wanita mungil itu.


Saat mereka masih asik menyantap makanan,tak lama Richart muncul dan menyapa ibu kandungnya itu.


"selamat malam Mom!"


"selamat malam juga anak momy!"


"kau ada di sini Elen?"


"ya,kak Rich!"


"derrrtt...derrrtt"ponsel Richat terdengar bergetar di dalam saku celananya.


Richart melihat nama yang tertera di ponselnya.Ia heran melihat Jack meneleponya malam-malam.


"halo Jack?"


"selamat malam tuan Rich!"


"selamat malam juga Jack!...ada perlu apa kau menelefon ku?"


"tuan Sam meminta ku agar memberitahukan pada tuan Richart,agar tuan Richart mengerahkan anak buah andAC untuk mencari istrinya."


"apa?...memangnya Elen ada di mana?"


"kami tidak tahu tuan,justru itu kami membutuh kan bantuan anda!"

__ADS_1


"baiklah Jack!...katakan pada tuan mu,kalau aku akan membantu untuk mencarinya."


"terimakasih tuan Richart!"


"sama-sama."


"apa kau akan memberitahukan pada Sam,kalau istrinya ada di sini Rich?"tanya Momy Melani.


"tentu Mom!"


"kak Rich,aku mohon,biarkan aku tidur di sini,setidaknya untuk malam ini."


"tapi kan?...kau lihat sendiri kalau suami mu,meminta ku mengerah kan anak buah ku untuk mencari mu!...itu tandanya kalau ia sangat mencemaskan mu!"


"baiklah kak Rich,kalau memang kalian tidak mau aku ada di sini,sebaiknya aku pergi untuk mencari tempat lain."


"tidak Elen,kau tidak akan ke mana-mana!"kata Momy Melani.


"baiklah honey...karna kau sudah selesai makan,aku akan mengantar kan mu untuk tidur."


"baik Ares!...tante...kak Rich...aku akan segera tidur,jangan lupa kata-kata ku untuk tidak memberitahukan pada suami ku,kalau aku ada di sini."


"kau tenang saja Elen,Richart akan tutup mulut demi kau!"


"terimakasih kak Rich!"


"Elen?


"ya?"


"bagaimana jika kakak mu Milka bertanya pada ku,tentang keberadaan mu?"


"katakan saja kalau kau tidak tahu!."


"baiklah"


****


Tania merasa kesal karna Samuel telah membuatnya menunggu lama di kantornya.Akhirnya Tania memutuskan untuk pergi menemui Samuel dan anaknya di mansion yang dulu pernah ia tempati.


"Oma?"tanya Tania kala melihat Oma berdiri di ambang pintu.


"ternyata kau masih hidup Tania?"


"iya Oma!..."


"Samuel dan Arthur ada di mana Oma?"


"Sam,sedang mencari istrinya,dan anak mu Arthur,sudah tidur dari tadi!...masuk lah Tania!..."


"terimakasih Oma!"


Tania merasa senang karna ternyata ia tidak mengalami penolakan dari orang-orang yang sangat di cintainya.Tadinya ia berpikir kalau ia akan menerima penolakan dari suami dan anaknya Arthur.


"bagaimana kabar mu Tania?"


"aku baik-baik saja, Oma!..."


"di mana saja kau selama tujuh tahun ini?"


"di New York,Oma!"kata Tania.


"kau di sana bersama siapa?...apa kau bekerja?"


"aku sendiri saja Oma,dan aku bekerja di salah satu kantor redaksi!"


"oya?...apa selama ini kau tidak merindukan suami dan anak mu?tanya Oma.


"aku sangat merindukan mereka berdua Oma!...hanya saja?"

__ADS_1


Tania ragu meneruskan kata-katanya,ia sangat malu atas perbuatan ibunya.


__ADS_2