
Ares mengeluarkan ponselnya sembari lalu lalang di depan ruangan UGD.Setelah beberapa kali melakukan panggilan pada Samuel,namun panggilanya tak kunjung di jawab oleh Samuel.Ares mengacak rambutnya kasar,karna pusing memikirkan panggilanya tak kunjung di jawab oleh sahabatnya itu.Akhirnya Ares memutuskan untuk mengirim pesan chat pada Samuel.
"Sam!...kenapa kau tidak mengangkat telfon ku?...datanglah ke rumah sakit KARYA MEDIKA,karna istri mu sedang kritis saat ini."isi pesan chat Ares.
Tania sedang mengobati luka memar yang ada di wajah suaminya,setelah ia selesai mengobati luka suaminya,kemudian Tania menyuruh Samuel untuk segera istirahat.Saat Samuel sudah tertidur,Tania mengambil ponsel Samuel dan berniat membukanya,Namun saat Tania hendak membukanya,Tania kecewa karna ponsel suaminya itu terkunci.Tania berusaha menebak pin ponsel suaminya itu,setelah menebak beberapa kali tapi tak berhasil,kemudian Tania menebak pilihan terakhir yaitu angka kelahiran putranya Arthur.Setelah mengetik angka kelahiran Arthur,akhirnya ponsel Samuel berhasil di buka.
Tania melihat beberapa pesan masuk dari beberapa rekan bisnisnya,dan pesan masuk dari Jack asistenya.Setelah itu Tania melihat pesan masuk dari Ares yang mengatakan kalau istri keduanya itu sedang kritis.Tania menghapus pesan masuk dari Ares,agar Samuel tidak bisa membacanya dan mengetahui kalau istri keduanya itu sedang kritis.
"Maaf kan aku Sam!...aku terpaksa melakukanya,karna aku takut Sam,jika kau mengetahui kalau ia sedang kritis,maka waktu mu akan lebih banyak bersamanya dan kalian berdua akan semakin dekat kembali."kata Tania di dalam hati.
Sementara di rumah sakit,Ares mondar mandir di depan ruang UGD di mana wanita kesayanganya itu berada.Tidak berselang lama,Ares melihat kakaknya Richart muncul bersama Milka kakak kandung dari Elen itu.
"Bagaimana keadaanya Ares?"tanya Milka terlihat sangat panik.
"semoga dia baik-baik saja kak Mil!"jawab Ares.
"apa kata dokter Ares?"
"belum,dokter belum mengatakan apa-apa kak!"
"apa kau sudah menghubungi suaminya?"tanya Richart.
"aku sudah berusaha menghubunginya,tapi tidak di angkat,tapi aku sudah mengiriminya pesan,semoga Sam segera membacanya."kata Ares.
"kau tidak perlu memberitahukan padanya Ares!"kata Milka sedikit emosi.
"Kau tidak boleh begitu Milka,biar bagaimana pun,Samuel adalah suaminya,dia berhak untuk tahu keadaan istrinya!"kata Richart dengan lembut agar tidak menyinggung hati Milka.
"coba kau hubungi Oma,atau Jack!...kalau Jack tahu keadaan Elen,tentu dia akan memberitahukanya pada Samuel."kata Richart.
Ares berpikir kalau yang di katakan kakaknya itu benar.Tanpan berpikir panjang lagi,Ares segera melakukan panggilan pada asistenya Samuel itu,baru satu kali panggilan,Jack sudah menjawab panggilanya.
"Selamat siang tuan Ares!"ucap Jack melalui ponselnya.
"selamat siang Jack!...apa saat ini kau sedang bersama Samuel?"
__ADS_1
"tidak tuan!...aku baru saja selesai miting,karna tuan Sam menyuruh ku untuk menggantikanya."kata Jack.
"bisakah aku meminta tolong pada mu Jack?"
"ya,katakan saja tuan!"
"begini Ares!...aku sudah berusaha untuk menghubungi Samuel,namun Sam tidak menjawab panggilan ku,dan aku juga sudah mengiriminya pesan,namun ia tidak membalas pesan ku,mungkin dia masih marah pada ku.Aku butuh bantuan mu Jack!...tolong kau cari dia,katakan padanya kalau saat ini Elen sedang kritis di rumah sakit KARYA MEDIKA."kata Ares pada Jack.
"apa?...Elen sedang kritis?"tanya Jack panik,pasalnya Jack sangat menyanyangi istri tuanya yang baik hati itu.
"baik tuan Ares!...aku akan berusaha untuk menghubunginya."kata Jack.
"baik Jack!...terimakasih untuk bantuan mu!"
"tidak apa-apa tuan Ares,ini juga sudah kewajiban ku."
Setelah Ares mengakhiri panggilan pada Jack,tak lama kemudian Jack melangkah dengan tergesa-gesa,Jack juga sangat cemas memikirkan keadaan istri tuanya yang sudah baik padanya itu.Jack melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,Jack sudah berulang-ulang melakukan panggilan pada tuanya itu,namun tak kunjung di jawab oleh tuanya.
Jack memarkirkan mobilnya di halaman mansion milik Samuel,karna tadi ia memutuskan untuk mencari Samuel di mansionya,setelah berkali-kali tak berhasil menghubunginya.Jack memasuki mansion milik Samuel,karna ia sudah terbiasa keluar masuk mansion itu,sehingga para maid sudah menganggap Jack adalah bagian dari penghuni mansion itu.
"Jack!...kenapa kau terlihat sangat panik?"tanya Tania yang baru turun dari kamar untuk mengantar suami istirahat.
"Suami ku tidak ada Jack!...tadi sempat datang,dan setelah itu suami ku keluar kembali,katanya ada miting siang ini."kata Tania berbohong.
"benarkah?...tapi tidak mungkin Nyonya,karna tadi tuan Sam,meminta ku untuk menggantikanya rapat siang tadi!"kata Jack.
"jadi,pikir mu,aku sedang berbohong?...begitu Jack?"
"bukan begitu Nyonya,hanya saja!"kata Jack sedikit ragu.
"hanya saja apa Jack?...untuk apa aku berbohong?...karna tidak ada alasan untuk aku melakukanya!"ucap Tania pura-pura serius.
"Maafkan aku,Nyonya!"ucap Jack merasa bersalah.
"tidak apa-apa Jack!"
__ADS_1
"baik,Nyonya,kalau begitu saya permisi dulu."
"oke Jack!"
Jack segera melangkahkan kakinya menuju mobil miliknya,ia merasa heran,bagaimana mungkin Samuel tidak ada di mansionya?,Jack memang tahu kalau tuanya itu sedang mencari istrinya,karna sebelum Samuel keluar dari perusahaan miliknya,Samuel memberitahukan pada Jack,kalau ia akan keluar untuk mencari istrinya.
Jack barinisiatif untuk kembali ke perusahaan,siapa tahu kalau tuanya itu sudah kembali ke perusahaan setelah tidak berhasil mencari istrinya.Setelah Jack sampai di perusahaan,Jack segera bertanya pada security yang sedang tugas.
"pak!...apa bapak melihat tuan Sam,sudah kembali?"
"belum tuan!...tuan Sam belum kembali!"kata security itu.
"baiklah pak!...kalau begitu saya permisi dulu,o,iya pak!...kalau bapak sudah melihat tuan Sam kembali,jangan lupa untuk menghubungi saya!"kata Jack sembari menulis nomor ponselnya di buku laporan tugas security.
"baik tuan!"jawab Security itu sembari membungkuk hormat.
Sementara di rumah sakit,Ares,Milka dan juga Richart,duduk dengan gelisah sambil menunggu ruangan UGD itu terbuka,setelah dua puluh menit menunggu,ruangan itu terbuka dan terlihatlah seorang dokter keluar dari ruangan UGD itu.
"bagaimana keadaanya dokter?"tanya Ares dengan panik.
"apa anda suaminya?"
"iya,dokter!"jawab Ares berbohong.
"kami minta persetujuan anda,untuk segera kita lakukan operasi secepatnya!...tapi tuan!"ucap dokter terlihat ragu.
"tapi apa dokter?"tanya Milka.
"kita harus mengorbankan bayi yang ada di dalam kandunganya!"
Ares mematung kala mendengar perkataan dokter tersebut.Ares berpikir sejenak,kondisi Elen sudah tidak memungkinkan untuk meneruskan kehamilanya,akhirnya Ares berinisiatif untuk mengatakan pada dokter,untuk lebih menyelamatkan si ibu.Namun sebelum Ares sempat berbicara,Milka sudah lebih dulu mendahuluinya.
"saya kakak kandungnya dokter!...selamatkan ibunya,saya yang akan bertanggung jawab!"kata Milka tegas.
"baik,sebaiknya anda menandatangani surat persetujuanya,agar kami segera melakukan operasi!"
__ADS_1
"baik doktet!"jawab Milka.
Milka mengangguk ke arah Richart dan Ares,Milka tidak peduli kalau adiknya akan memarahinya setelah ini.Bagi Milka,keselamatan adiknya lebih penting dari apapun,toh Elen masih bisa mengandung nantinya,biarlah kali ini ia lebih memilih menyelamatkan nyawa adiknya daripada ponakanya yang tak bisa diselamatkan.