Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Ungkapan perasaan Ellio


__ADS_3

"buk Santi,maaf kan saya ya buk!"


"untuka apa Elen?"


"saya minta maaf karna membeli kembali kebun kopi itu!"


"tidak apa-apa Elen,sebenarnya saya bersedia membeli kebun itu agar kebun kopi itu tidak jatuh ke tangan orang lain!,tapi saya juga sangat bersyukur karna calon suami mu itu membeli kembali kebun itu dengan harga dua kalilipat dari harga yang saya beli!"


"dia memang baik buk,saya bersyukur punya calon suami sebaik kak Samuel."


"buk,saya mau tanya ke ibu,mantan suaminya kak Milka sekarang ada di mana?"


Tanya Elen sedikit berbisik,takut-takut kalau Milka dengar.Pasalnya,sejak mereka tiba, Milka tidak keluar sama sekali.Kakaknya itu terlalu takut untuk keluar.


"Rio?"


"iya buk!"


"karna dia sudah menghamili anak orang,jadi dia di tuntut untuk bertanggung jawab!"


"sweety!"panggil Samuel.


"iya kak!"jawab Elen mengalih kan pandanganya ke arah kekasihnya itu.


"bukankah tadi kau katakan ingin berkunjung ke makam bapak dan ibu?"


"iya kak Sam!"


"kita berangkat sekarang sweety!"


"baik kak,aku panggl kak Milka dulu"


Elen dan yang lainya tidak memakai mobil saat menuju makam kedua orangtua Elen dan Milka,setelah memanjatkan doa untuk kedua orangtua kakak beradik itu,Elen beranjak ke makam suaminya Marcel.


Elen menangis seraya memanjatkan doa untuk suaminya yang dulu sangat ia cintai itu.Melihat kucing kecilnyanya itu menagis,Samuel berkata di dalam hatinya untuk Marcel.


"aku sangat mencintai istri mu Marcel,ijinkan aku untuk membahagiakanya.aku tidak akan pernah menyekatinya,dan aku tidak akan pernah membiarkanya bersedih!"ucap Samuel dalam hati.


Saat mereka pulang,mereka berpapasan dengan juragan Johan,orang terkaya di kampung itu.Dulu ia sangat tergila-gila pada Elen,ia pernah menggunakan Rio untuk memperlancar keinginanya.


Anak buah Johan berusaha mencari gara-gara dengan cara menarik tangan Elen.


"Elen,kau ikut dengan kami!"


"aku tidak mau!"


Melihat kesayanganya di sentuh sembarang oleh orang lain,sontak Samuel naik pitam.


"ba***at,beraninya kau menyentuhnya!"


"bugh"


Samuel dengan lincahnya memberi pelajaran pada anak buah Johan.Jack juga membantu Samuel untuk menghajar anak buah Johan,asisten Samuel itu juga sangat geram melihat aksi preman kampung itu.


"kau tidak apa-apa sweety?"tanya Samuel.


"aku baik-baik saja kak!"


Samuel dan Jack kembali menghajar anak buah Johan,melihat anak buahnya kewalahan,Johan pun gemetar ketakutan.


"bedebah seperti mu tidak pantas menghayal untuk mendapatkan Elen,badan mu saja sudah bau tanah,tapi kau masih bisa-bisanya bermimpi untuk merebut Elen ku!,aku peringatkan kau agar jangan sekali-kali berani menyentuh milik ku,karna kalau tidak aku akan menghancurkan semua usaha mu,termasuk seisi rumah mu,kau paham?"


"i-iya tuan!"jawab Juragan Johan.


Malam hari saat pulang dari lahan yang rencananya akan di dirikan pabrik kopi,Samuel mengundang beberapa tetangga Elen untuk makan malam bersama.Samuel menjelaskan rencana pembangunan pabrik itu.Ia mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi untuk membangun pabrik kopi itu.


Samuel melihat begitu banyak anak muda yang pengangguran,tiap hari mereka hanya nongkrong atau sekedar tiduran saja di rumah.Banyak masyarakat yang sangat antusias,mereka bersyukur karna calon suami Elen itu sudah berbaik hati menciptakan lapangan kerja di desa mereka.

__ADS_1


Setelah dua hari berada di kampung halaman kekasihnya itu.Samuel memutuskan untuk kembali ke jakarta,ia merekrut beberapa orang untuk bertanggung jawab selama proses pembangunan pabrik tersebut.


"ibu Santi,Elen pamit ya!"


"iya Elen,jaga diri mu baik-baik ya,dan kau juga Milka,jaga diri mu baik-baik!"


"iya buk Santi,terimakasih."


Saat mobil mereka menuju bandara sudah setengah jalan,tiba-tiba mereka melihat seorang gadis berdiri di tengah jalan menghadang mereka.Jack menghentikan mobil yang mereka tumpangi.


"Dian?"ucap Elen.


"kau mengenalnya sweety?"


"iya kak,dia adalah adik kandung Marcel,adik ipar ku."jawab Elen.


Elen dan yang lainya keluar menemui Diana,Samuel dan Jack melakukan sikap siaga.Mereka was-was kalau-kalau ada musuh yang dengan tiba-tiba menyerang.


"Diana,sedang apa kau disini?"


"kak Elen!!"


Dian langsung menghambur ke pelukan Elen sembari menangis.


"bawa aku ikut bersama mu kak!"


"apa yang terjadi Dian?"


"aku sudah tidak tahan dengan sikap mama kak!"


"tapi Dian!"


"kak,aku mohon bawa aku ikut bersama kakak!"


"bagaimana dengan kuliah mu?"


"aku sudah tidak peduli lagi kak!"


"kak Elen,aku mohon bawa aku!"


Elen menoleh ke arah Samuel,ia ingin memastikan jawaban kekasihnya itu setuju atau tidak untuk membawa Dian ikut serta bersama mereka.Samuel mengangguk tanda bahwa ia setuju.


"baiklah Dian,kau boleh ikut bersama kami!"


"terimakasih kak!"kata Dian.


"sweety,mari kita berangkat!"


*****


Jakarta


"Eric,suru Luna datang menemui ku!"


"baik bos!"


Semenit kemudian.


"tok...tok..tok!"


"masuk!"


"pak Ellio memanggil saya?"


"ya Luna!"


"apa yang bisa saya bantu pak?"tanya Luna.

__ADS_1


"mengapa kau berdiri terlalu jauh Luna?"tanya Ellio pada sekretarisnya itu kala melihat wanita itu hanya berdiri di dekat pintu.


"apa aku memiliki penyakit menular Luna?"


"ti-tidak pak!"


"sudah berapa kali ku katakan,jangan panggil aku "pak"saat kita sedang berdua!"


"ta-tapi ini di kantor pak"


"aku tahu Luna,kalau ini di kantor,tapi kita sedang berdua bukan?"


"baik pak,eh,Ellio!"


"nah,itu baru benar,apa kau membawa makanan untuk ku?,aku sudah lapar!"


"maaf,tadi aku tidak membawa bekal.


"bagaimana jika sekarang kau memasak makanan untuk ku!"


"a-apa?"


"ya,memasak untuk ku!"


"di kantor ini?"tanya Luna.


"bukan,di apartemen ku,sebelum kita ke apartemen ku,kita singgah untuk berbelanja bahan makanan"


"baiklah Ellio"


Ellio dan Luna berbelanja bahan makanan untuk mereka masak siang ini.Ellio ketagihan masakan Luna,bagi pria tampan itu masakan Luna sangat enak.


Sesampainya di apartemen Ellio,Ellio membantu Luna untuk membawa bahan makanan yang sudah mereka beli.Luna segera sibuk memasak,Ellio hanya duduk jadi penonton sambil menahan perutnya yang segera meminta untuk di isi.


Ellio menggumi ketangkasan cara Luna memasak,cara Luna memasak hampir setara dengan chef profesional.


"Luna!l


"ya"


"ternyata kau pintar memasak!"


"terimakasih"


"Luna"


"ya"


"mau kah kau memasak untuk ku selamanya?"


Luna terdiam.


"jawab aku Luna!"


Luna masih terdiam.Ellio bangkit berdiri menghampiri sekretarisnya itu,pria tampan itu saat ini sudah berdiri tepat di bekakang Luna.


"Luna"


"Mm?"


"jawab aku!"


Luna masih membelakangi Ellio.


"Luna"


Luna masih terdiam.

__ADS_1


"maukah kau menjadi ibu dari anak-anak ku?"


"degg"


__ADS_2