
Tepat pukul satu siang Samuel dan Jack berangkat ke New York dengan menggunakan pesawat pribadi milik Samuel,Elen memeluk Arthur untuk menenangkan bocah tampan itu.
Arthur sangat bersedih kala melepas kepergian ayahnya menuju New York,selama ini Samuel tidak pernah meninggalkan Arthur untuk waktu yang cukup lama.apalagi selama ini hanya Samuel yang lebih dekat dengannya setelah Oma Osi meninggal.
"Art...kau tidak boleh bersedih, Daddy tidak lama di New York,mereka akan segera kembali pulang, Mommy akan selalu bersama mu."
Arthur tersenyum melihat wanita yang sudah menjadi ibu baginya itu,kemudian Arthur mengangguk pelan tanda ia tidak akan bersedih lagi.
"Kak Mil,kami akan langsung pulang ke mansion."
"Baik Elen,kalau begitu kami akan mengantar kalian pulang." jawab Milka.
Sesampainya di mansion milik keluarga Clark,Elen menuntun Arthur untuk ikut masuk bersamanya.namun saat Elen dan Arthur baru saja masuk,mereka sudah di sambut oleh Ares yang sedang berdiri sembari menatap sendu pada istrinya.
"Honey...kau bersama Arthur?" tanya Ares saat melihat Elen pulang bersama Arthur.
Elen ingin cuek pada Ares untuk membalas perbuatanya yang berani mengijinkan wanita lain untuk menyentuh hidungnya.tapi entah kenapa ia tidak tega untuk mengabaikan suaminya itu.
"Ares,maaf aku belum memberitahu mu soal Arthur." kata Elen dengan lembut,karna ia takut jika Ares akan memarahinya.
"Memangnya Art kenapa?"
"Arthur akan tinggal bersama kita untuk sementara waktu selama kak Sam dan kak Jack di New York."
"Sam dan kak Jack pergi ke New York?" tanya Ares.
"Iya Ares,apa kau keberatan jika Arthur tinggal bersama kita?"
"Kenapa aku keberatan?... justru aku sangat senang jika Art tinggal bersama kita,aku ingin berduel dengannya,bukankah Art sangat jago taekwondo?" kata Ares bergurau.
"Em...Art,apa kau berani melawan Daddy Ares?" tanya Elen pada Arthur.
"Why not??" jawab Arthur dengan bangga.
"Baiklah,kalau begitu Art istirahat dulu agar bisa melawan Daddy Ares." kata Elen dengan lembut.
Elen menuntun Arthur menuju kamar yang akan ia tempati untuk sementara waktu, Ares pun mengekori mereka dari belakang.karena sejujurnya Ares juga sangat menyukai Arthur,karena Arthur sangat unik di mata Ares.
Saat malam tiba mereka berkumpul untuk makan malam bersama,terlihat Arthur yang berada di samping Elen makan dengan lahapnya.
"Art,kau ingin tambah?" tanya Ares.
__ADS_1
"Cukup Dad." ucap Arthur pada Ares.
Ares tersentak kala Arthur memanggilnya Daddy,Ares tak menyangka kalau bocah yang ada di samping istrinya itu sangat penurut pada Elen,namun Ares merasa senang jika Arthur memanggilnya demikian.
"Anak yang pintar,mulai saat ini aku juga adalah Daddy mu."
Setelah selesai makan Elen dan Ares mengantar Arthur ke kamar yang telah di sediakan untuknya.
"Sekarang kau harus tidur,karna besok kau harus sekolah."
Arthur mengangguk lalu kemudian mencium pipi Elen dan juga Ares, lagi-lagi Ares di buat tersentak oleh tingkah lucu anak sahabatnya itu.
"Nice dream Mom,Dad.! ucap Arthur lalu kemudian tidur.
Ares sangat kagum pada bocah tampan anak sahabat nya itu,dalam hati ia memuji cara Samuel mendidik putra-putrinya selama ini walau tanpa seorang ibu di sisinya.
"Aku sangat menyukai anak itu honey...dia sangat mengagumkan sekali." kata Ares pada Elen.
" Kau benar Ares,dia sangat spesial sekali." balas Elen pada Ares.
Saat Ares dan Elen hendak segera tidur, tiba-tiba ponsel milik Elen berdering,sebuah panggilan Vidio dari Samuel.
"Siapa honey?" tanya Ares pada istrinya.
Ares diam tanpa menjawab,ia tidak tahu harus menjawab apa,antara memberi ijin atau tidak.karena sejujurnya Ares tidak suka melihat sahabatnya itu masih berhubungan dengan istri mungilnya.
Karena tidak ingin di anggap egois oleh istrinya, akhirnya Ares memberi ijin pada Samuel untuk menjawab panggilan dari Samuel.
"Hai kak Sam!" sapa Elen sembari tersenyum.
"Hai juga Elen,apa kabar mu, kau sehat kan?"
"Ya,aku sehat- sehat saja."
Ares hanya bisa memandang keakraban Samuel dan juga Elen dengan wajah tak suka.sesekali ia mendesah pelan dan mencibir.
"Bagaimana dengan kabar mu dan kak Jack?"
"Kami juga sehat,omong- omong,apa Arthur sudah tidur?"
"Ya,dia sudah tidur kak Sam,kau jangan kuatir,karna dia akan baik- baik saja selama bersama ku."
__ADS_1
"Ya,aku tahu itu,karna kau adalah ibu terbaik bagi Arthur."
Elen hanya tersenyum kala mendengar perkataan Samuel,kemudian Elen melirik kearah suaminya yang sudah cemberut sedari tadi.
Karena merasa tak enak dengan Ares,dengan terpaksa Elen mengakhiri panggilan Vidio call nya bersama Samuel.
"Kak Sam,em...maaf,aku sudahi dulu teleponnya,karna aku sudah mengantuk."
"Baiklah Elen,jaga kesehatan mu,dan sampaikan salam ku buat Arthur,besok aku akan menelepon mu kembali...dan ya,sampaikan juga salam ku pada Ares,aku tahu kalau Ares pasti sedang sesak nafas saat ini." ucap Samuel sebelum mengakhiri Vidio call nya dengan Elen.
Elen menghampiri Ares yang sudah tidur dengan posisi menyamping dan membelakangi Elen,sepertinya suami tampannya itu sedang cemburu karna melihat Elen dan Samuel saling menyapa satu sama lain lewat Vidio call.
"Anak Mommy tersayang,sepertinya Daddy mu sedang marah pada kita,baiklah...kalau begitu sebaiknya kita berdua tidur bersama kakak mu Arthur saja." ucap Elen dengan lembut.
Mendengar istrinya berkata ingin tidur bersama Arthur,sontak saja Ares langsung bangun ingin mencegah Elen agar tidak pergi ke kamar bocah tampan putra dari sahabatnya itu.yang benar saja,kalau malam ini ia tidur tanpa istri mungilnya.
"Kau bilang apa barusan?" tanya Ares pada Elen.
"Malam ini kami akan tidur bersama Arthur."
"No...aku tidak akan mengijinkan mu!."
"Mana bisa aku tidur bersama orang yang sedang marah pada ku."
"Memangnya siapa yang marah pada mu?"
"Ooo...aku kira kau marah karna aku berbicara dengan kak Sam."
"Aku tidak marah honey,aku hanya tidak suka jika ia terlalu perhatian dengan mu." jawab Ares cemberut.
"Astaga!!...dia berbuat begitu karna ia peduli akan kebaikan ku."
"Tapi aku tidak suka!.. cukup aku saja yang perhatian dengan mu."
Meski Ares sangat pencemburu tapi Elen mencoba untuk mengerti pada suaminya itu,dengan lembut Elen mengelus pundak suaminya sembari membujuknya agar tidak ngambek lagi.
Elen mengecup puncak kepala Ares sembari memijit lembut kepala pria yang sedang cemburu itu.
"Aku sangat mencintai Daddy...hati ku tidak akan berpaling pada siapapun." ucap Elen mencoba untuk membuat suaminya itu untuk tidak cemberut di lagi.
Mendapat perlakuan manis dari istri mungilnya,Ares Pun tersenyum manis sembari membalas mengecup puncak kepala istrinya.
__ADS_1
Ares memangku tubuh mungil istri kesayangannya yang terlihat sangat cantik malam ini,kemudian ia mengecup kening lalu mengelus perut Elen yang sudah mulai membuncit.
Kemudian Ares membaringkan tubuh mungil milik istrinya dengan lembut,setelah Elen berbaring,Ares Pun mengelus kepala Elen hingga wanita kesayangannya itu tertidur dengan lelap.