
Sesampainya di ruangan dokter,Elen langsung di minta untuk berbaring,karna dokter yang menangani Elen adalah lelaki dan juga tampan,akhirnya Samuel selalu ada di samping Elen dan memperhatikan setiap gerakan dokter tampan itu meraba-raba perut mulus tanpa cacat milik Elen.
Mengetahui suami pasien sangatlah posesiv,akhirnya dokter muda tampan itu menghentikan aksinya.
"baiklah nyonya,mohon miring dahulu sebelum duduk"
"baik dokter"
Samuel dan Elen mengekori dokter muda itu kembali ke tempat duduknya semula.
"selamat nyonya...anda sedang mengandung,dan usia kandungan anda sudah memasuki dua bulan"
"benarkah?,terimakasih sayang...terimakasih!"Samuel mencium setiap inci wajah Elen karna sangat bahagia menerima kabar kehamilan istrinya.
"hentikan kak,kau tidak tahu malu!"kata Elen kesal karna ulah suaminya yang tidak malu sama sekali menciumnya di depan dokter muda itu.
"tidak apa-apa nyonya...saya bisa memahaminya,itu adalah hal yang wajar"kata dokter.
"terimakasih dokter!"
"saya akan memberikan resep obat untuk mengurangi rasa mual,jika ada hal yang tidak membuat anda nyaman,segera hubungi saya!...dan ingat tuan...anda harus memperhatikan istri anda agar tidak terlalu kelelahan!"
"baik dokter...aku akan selalu memperhatikanya!"kata Samuel.
"baiklah...sekarang tuan dan nyonya sudah bisa keluar kembali!"
"sekali lagi terimakasih dok!"
"sama-sama nyonya!"
Samuel dengan hati-hati membantu istrinya itu untuk bagun,ia sangat hati-hati memegangi pinggang istrinya karna ia takut jika kesayanganya itu terpleset atau jatuh.
Sesampainya di mobil,Samuel membukakan pintu untuk Elen dan membantu wanita itu untuk duduk dengan baik.
"sweety...aku akan mencarikan dokter kandungan yang wanita untuk mu!"
"maksud kakak apa?"
"aku tidak ingin dokter itu memeriksa mu lagi!"kata Samuel.
__ADS_1
"memangnya dia kenapa kak?"
"aku tidak suka melihatnya tadi meraba-raba perut mu dengan sesuka hati!"
"haha...haha,kau ini lucu sekali kak,memang sudah seharusnya begitu kalau sedang memeriksa pasien yang sedang hamil."kata Elen.
"aku tidak mau tahu sweety...setelah ini aku akan menggantikan dokter untuk mu."
"baiklah...terserah kau saja kak!"kata Elen.karna percuma saja membantah suaminya yang tampan itu,karna ujung-ujungnya suaminya itu akan memenangkan perdebatan.
"kak..ini kan masih pagi,apa tidak sebaiknya kau kembali ke kantor dan mengikuti rapat?"
"baiklah sweety,tapi aku akan pergi jika kau ikut bersama ku!"
"apa tidak akan mengganggu mu nanti?"
"siapa bilang kau akan mengganggu ku?,justru aku akan sangat senang sekali jika istri ku yang cantik ini menemani ku bekerja,dan aku akan semakin semangat."
"kak Sam...aku lupa memberitahu kan mu sesuatu."
"apa itu sweety?"
"besok Artur mengikuti lomba,aku harap kau bisa hadir untuk memberikanya semangat!"
"itu sudah kewajiban ku,Arthur bukan lagi hanya putra mu kak...tapi mulai saat ini,Arthur sudah menjadi putra ku juga.!"
"ya,kau benar sweety,dan tidak lama lagi ia sudah memiliki adik,pasti Arthur sangat senang jika mengetahui momy nya yang cantik ini sedang mengandung adiknya."
****
"tok...tok...tok"
"selamat sore tante Ros!"
"selamat sore Arjun!"
"saya ke sini untuk mengantar kan ini tante!"kata Arjun sambil menyodorkan sebuah paket.
"ini apa Arjun?"
__ADS_1
"saya kurang tahu tante...tante buka saja sendiri!"
Mama Rosa membuka bungkusan paket yang Arjun berikan padanya,dan betapa kagetnya ia kala melihat isi paket itu.Satu set perhiasan dan lembaran uang merah yang lumayan tebal.Tangan mama Rosa sampai bergetar saat memegang paket itu.
Mama Rosa membaca sebuah surat yang di tulis oleh anaknya sendiri.
"Mama...Dian minta maaf karna tidak memberitahukan kepergian Dian ke jakarta.Dian bersyukur di mana kala Andre mengantar Dian untuk menemui kak Elen dan kak Milka waktu itu.Sekarang Dian sadar,kalau laki-laki itu memang tak pantas untuk menjadi pasangan hidup Dian,terimakasih ma...karna mama lah sehingga aku tahu kalau dia laki-laki yang memang tidak pantas untuk ku.Aku minta maaf karna sudah menyakiti hati mama,Aku janji akan lebih baik lagi ke depanya.Ma...di sini ada satu set perhiasan emas asli,dan beberapa uang yang tak seberapa jumlahnya,perhiasan ini adalah pemberian kakak Elen dan Kakak Samuel,dan uang ini adalah jerih payah ku sendiri.Aku sudah bekerja ma...aku kerja bersama kak Milka.Mereka sangat baik pada ku,aku berharap,bapak dan mama selalu sehat,dan jangan kuatir tentang ku,kak Milka dan kak Elen serta suaminya selalu menjaga dan memperhatikan ku...oya ma...kak Elen dan suaminya berpesan,pakailah perhiasaan ini,agar mama selalu cantik.Dan mereka juga berpesan agar bapak dan mama harus selalu bahagia...salam dari aku,kak Elen dan kak Samuel serta kak Mila.
"tes"
Air mata mama Rosa menetes begitu saja kala membaca surat tangan anak kandungnya itu.Mama Rosa tak menyangka betapa baiknya hati Elen menantunya itu.Mama Rosa teringat kembali semua perlakuanya pada menantunya itu,betapa ia sangat tidak suka selama ini pada istri mendiang anaknya Marcel.
"hiks...hiks...hiks.maaf kan mama Elen,mama sudah salah karna mengabaikan mu selama ini...maafkan mama Marcel,maafkan nenek Tasya,tenanglah bersama papa mu di sana!"ucap mama Rosa.
"kau kenapa Rosa?"tanya pak Anton suaminya.
"kau baca ini Anton!"ucap mama Rosa sembari memberikan surat dari Dian putrinya.Setelah pak Anton membaca surat itu,ia menarik nafas panjang.
"sudah ku katakan selama ini..bahwa anak itu sangat baik,sama seperti ibunya."
"kau benar Anton,aku sudah salah menilai Ana selama ini."
Mariana adalah nama ibu kandung Milka dan Elen.mama Rosa sangat membenci Ana karna Ana sudah merebut laki-laki yang sangat ia cintai yaitu pak Juan ayah kandung Milka dan Elen.Waktu itu pak Juan di jodohkan dengan Mariana karna alasan tertentu.Pak Juan tidak bisa menolak perjodohan itu karna keluarga Ana banyak bejasa pada keluarga Juan.Dan akhirnya Juan menikahi Ana dan memiliki dua putri yang sangat cantik-cantik yaitu Milka dan Elen.
Sejak saat itulah mama Rosa sangat membenci Juan dan Ana,ia merasa di sakiti.Sampai akhirnya anaknya Marcel memintanya untuk melamar Elen yang masih umur belasan tahun.Ia menentang keinginan anaknya,namun karna Marcel mengancam akan pergi merantau ke Kalimantan,akhirnya mama Rosa mengabulkan permintaanya.
Ia tetap membenci Elen meski wanita itu sudah menjadi menantunya.Rasa bencinya pada Elen bertambah saat kecelakaan yang merenggut nyawa putranya Marcel.Mama Rosa selalu menyebut Elen wanita pembawa sial.
"aku menyesal Anton...aku menyesal karna sudah menyakitinya...maafkan aku Ana...maafkan aku Juan"kata Mama Rosa menyesali perbuatanya.
"sudahlah Rosa.. kau tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi,lebih baik kita berdoa agar kedua anak-anak mereka hidup bahagia.
Mama Rosa mengangguk pelan kala mendengar saran dari suaminya pak Anton.
"terimakasih Arjun."
"sama-sama tante..o.iya tante,minggu depan tuan Samuel meminta ku ke jakarta,apa tante akan menitip sesuatu?"
"ya Arjun...tante akan membuat oleh-oleh untuk mereka,kau jangan sampai lupa untuk mengambilnya!"
__ADS_1
"baik tante!"
Setelah Arjun meminum kopi yang di suguhkan oleh tante Rosa dan berbincang-bincang sedikit dengan ayah dan ibu wanita yang pernah mengisi hatinya itu,akhirnya Arjun memutuskan untuk kembali pulang.