Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Crixantuc Aquino Clark


__ADS_3

Siang ini Elen terlihat sangat pucat menahan rasa sakit di pinggulnya,rasa sakit yang pernah ia rasakan saat beberapa tahun yang lalu ketika ia akan melahirkan putri kesayangannya Tasya.


Elen merarik nafas perlahan lalu menghembuskan nya kembali.Elen berusaha untuk tenang.


Elen melangkahkan kakinya dengan perlahan,ia meraih ponselnya yang ada di atas meja untuk menghubungi siapapun yang bisa membantunya.


Elen menelepon Mommy Melani,karena Elen tahu kalau mertuanya yang baik hati itu sedang ada sama-sama berada di mansion bersamanya.


"Halo Elen!" jawab Mommy Melani.


"Mom, sepertinya aku akan segera melahirkan."


"Apa?... kau tunggu lah di situ, Mommy akan kesana sekarang!"


"Baik Mom."


Setelah mendapat informasi dari Elen, Mommy Melani langsung menelepon Ares untuk memberitahukannya,karena mommy Melani tahu kalau Elen tidak akan tega mengganggu pekerjaan suaminya.


"Ya,Mom?" jawab Ares saat menerima telepon dari ibunya.


"Ares,istri mu akan segera melahirkan,cepatlah kesini!"


"Baik Mom,aku akan segera kesana sekarang." jawab Ares.


"Bayu...keruangan ku sekarang!" perintah Ares pada Bayu lewat teleponnya.


"Baik bos!"


Setelah Bayu masuk kedalam ruangannya,Ares segera memerintahkan asistennya itu untuk meneruskan pekerjaannya yang masih banyak.


"Kau selesaikan semua data ini,aku ingin kau sudah menyelesaikannya siang ini,karna aku akan mengantar istri ku ke rumah sakit."


"Apa nyonya Elen akan segera melahirkan?"


"Ya" jawab Ares lalu segera berlalu meninggalkan Bayu di dalam ruangannya.


Ares mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia ingin segera sampai di mansion untuk melihat keadaan istri mungil kesayangannya.


Mengingat perkiraan Elen untuk melahirkan sekitar satu Minggu lagi,membuat Ares sedikit cemas memikirkan keadaan istrinya.sesampainya di mansion,Ares langsung memarkirkan mobilnya lalu keluar dan segera bergegas untuk menemui istrinya.


Sesampainya di kamar,ia melihat ibu dan beberapa maid sibuk membantu untuk mengelus pinggang milik Elen.


"Mom...bagaimana keadaannya?" tanya Ares tampak cemas pada ibunya.


"Ares,istri mu akan segera melahirkan nak."ucap Mommy Melani.


Ares menggenggam tangan mungil milik istri kesayangannya yang sedari tadi menahan rasa sakit.


"Tunggu apalagi Ares?... cepat bawa Elen ke rumah sakit!" desak Mommy Melani.


"Iya,baik Mom!"


Tanpa mengganti pakaiannya dahulu,Ares dengan cekatan mengangkat tubuh mungil istrinya agar segera cepat di bawa ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit,Elen seger di periksa oleh dokter kandungan yang menangani Elen selama ini.


"Tuan Clark...istri anda harus segera di operasi!" ucap dokter pada Ares.

__ADS_1


"Lakukan apapun yang terbaik untuk istri ku dokter!" jawab Ares.


"Baik tuan Clark."


Ares dan ibunya menunggu di depan ruang operasi dengan cemas,meski ada rasa cemas,Ares tetap merasa bahagia karena tidak lama lagi anak yang selalu ia nanti-nanti kan akan segera lahir.


Setelah menunggu kurang lebih satu setengah jam,dokter pun keluar dari ruang operasi dengan sebuah senyum yang tersungging di bibirnya.


"Selamat tuan Clark,operasinya berjalan lancar,anak anda laki-laki." ucap dokter dengan ramah.


"Terimakasih dokter" ucap Ares dan Mommy Melani bersamaan.


"Terimakasih Tuhan,karena Engkau melancarkan semuanya." doa Ares dalam hati.


"Apa saya sudah bisa bertemu dengan istri saya dok?" tanya Ares.


"Bersabarlah tuan Clark,tunggu setengah jam kemudian."


"Baik dokter!"


"Baiklah tuan Clark,saya akan kembali menangani pasien yang lain." ucap dokter sebelum beranjak meninggalkan ruang operasi.


"Baik,sekali lagi terimakasih dokter!"


"Sama-sama tuan Ares."


Setelah dokter pergi meninggalkan Ares dan ibunya, Mommy Melani menangis terharu kala menyadari bahwa ia sudah menjadi seorang nenek saat ini.


"Ares,terimakasih anak ku,karena sudah memberikan Mommy cucu." ucap Mommy Melani dengan bahagia.


"Mom akan menghubungi kakak mu Rich,karna kakak mu sudah tak sabar untuk melihat ponakannya."


"Baik Mom."


Mommy Melani merogoh ponselnya dari dalam tasnya lalu kemudian melakukan panggilan pada anak sulungnya itu.


"Ya,Mom" jawab Richard melalui Vidio call nya.


"Rich,apa kau tidak datang untuk melihat ponakan mu?" tanya Mommy Melani.


"Apa ponakan ku sudah lahir Mom?"


"Iya nak,ponakan mu sudah lahir,dia sangat tampan sekali,sama seperti mu!" ucap Mommy Melani.


"Benarkah ia mirip dengan ku?" ucap Richard sengaja menelan kalimatnya.


"Iya,dia mirip dengan mu!"


"Mom!...yang benar saja anak ku mirip dengan kak Rich,dia pasti mirip dengan ku,karena aku adalah ayahnya!" ucap Ares dengan kesal.


Yang benar saja anaknya mirip dengan kakaknya Richard,lagian Mommy ada-ada saja,melihat putranya saja belum,dengan seenaknya mommy mengatakan kalau putranya mirip dengan Richard.


"Katakan pada Ares Mom,mungkin ponakan ku sangat menyukai pamannya,karena itu Tuhan lebih memilih menciptakan putranya mirip dengan ku." ucap Richard sembari menahan tawa.


Richard bisa pastikan jika wajah Ares saat ini bagai kepiting rebus.


"Mom...suru kak Rich Diam!... karena kalau tidak....Kak Rich pasti tahu apa akibatnya." ucap Ares kesal.

__ADS_1


"Haha...santai saja Ares,aku hanya bercanda adik ku tersayang."


"Omong-omong,kapan kau akan datang untuk melihat ponakan mu kak Rich?" tanya Ares pada kakak semata wayangnya itu.


"Besok pagi kau pasti sudah melihat ku di sana Ares!"


"Baiklah kak Rich, hati-hati di jalan."


Setelah beberapa menit menunggu,tak lama kemudian seorang perawat keluar untuk memberitahukan pada Ares kalau Elen akan segera di pindahkan ke ruang VIP.


"Tuan Clark,kami akan segera memindahkan nyonya Clark di ruangan VIP, sebaiknya tuan juga ikut untuk mendampingi beliau." ucap perawat tersebut.


"Baik Suster,tapi omong-omong, apa saya bisa melihat putra saya sebentar?" tanya Ares.


"Boleh tuan,silahkan!" balas suster itu dengan ramah.


Ares masuk kedalam ruang tersebut,tidak jauh dari tempat ia berada ia melihat putranya sedang tidur dengan lelapnya.Ares mengelus wajah mungil putranya dengan lembut.tak terasa sebutir air bening menetes dari pelupuk matanya.


Ares merasa bangga melihat putranya yang terlihat sangat tampan dan gagah,wajah putranya mirip sekali dengan dirinya sendiri.


"Putra ku tersayang...kau adalah tumpuan dan harapan ku anak ku,kelak,jadilah anak kebanggaan Mommy dan Daddy" ucap Ares pada putranya yang seakan mengerti dengan apa yang ia bicarakan.


"Mari tuan Clark!" ajak suster tersebut.


Setelah sampai di ruang VIP,Ares segera menelepon kakak ipar nya Milka dan memberitahukan kalau Elen sudah melahirkan.


Beberapa jam kemudian dua orang perawat datang membawa bayi mungil Clark untuk di berikan ASI oleh ibunya.


"Nyonya Clark, sebaiknya anda harus memberikan Asi untuk bayi Clark." ucap suster tersebut sembari melirik ke arah Ares,dan tersenyum melihat ketampanan ayah dari bayi mungil nan tampan itu.


"Baik,berikan bayi ku suster!"


Elen menyodorkan tangannya untuk menerima bayi mungil Clark dari tangan suster tersebut.


Ares menghampiri istri dan juga putranya,ia tak henti-hentinya mengecup kening wanita kesayangannya itu,setelah puas mengecup kening istrinya,Ares berpindah pada putra kebanggaannya.


"Aku sangat mencintai kalian Honey,terimakasih karena sudah melahirkan putra ku." ucap Ares sembari mengecup istri dan anaknya.


Melihat kemesraan Ares dan juga Elen,membuat kedua Suster itu tertunduk malu karena sempat terpesona dengan wajah tampan Ares yang sangat rupawan.


"Ares,apa Mommy bisa menggendong cucu mommy?"


"Tentu Mom" jawab Elen.


Setelah Mommy Melani menerima cucu tampannya,ia bertanya akan di beri nama apa untuk pangeran tampan itu.


"Ares,apa kau sudah memiliki nama untuk putra mu?" tanya Mommy Melani.


"Sudah Mom."


"Siapa namanya?"


"Crixantuc Aquino Clark, yang artinya,selalu hidup dalam kebenaran." ucap Ares merasa bangga.


"Wah,nama yang bagus,semoga kelak nanti,cucu ku selalu hidup di jalan yang benar." ucap Mommy Melani.


"Amin" ucap Elen dan Ares bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2