
MANSION SAMUEL
Malam ini Milka dan Dian terlihat sangat sibuk untuk membenahi barang-barang mereka ke dalam koper.Karna mereka akan berencana untuk pindah ke sebuah kontarakan yang tak jauh dari tempat mereka bekerja.Ares meminta mereka berdua agar tinggal di apartemen miliknya,namun Milka menolak dengan alasan ingin mandiri.
Sebenarnya Samuel tidak keberatan kalau Milka dan Dian tetap tinggal di apartemen miliknya,namun Milka dan juga Dian merasa tidak enak karna sebentar lagi Samuel dan Elen akan segera bercerai.Jadi Milka merasa tak pantas untuk masih tinggal di apartemen milik adik iparnya itu.
"kak Mil,aku sangat sedih melihat kak Elen."kata Dian sembari terisak.
"kakak juga sama Dian,kenapa Tuhan selalu memberinya cobaan yang sangat berat?"kata Milka yang juga ikut menangis kala mengingat nasib adik sematawayangnya itu.
"kita berdoa saja Dian,agar Elen bisa melewati semua ini."
"iya kak Mil!"kata Dian singkat.
"apa kau sudah lapar Dian?"
"iya kak,aku sudah lapar,bagaimana kalau kita makan dulu?"
"ok"
Saat mereka berdua hendak makan,tiba-tiba suara bel apartemen berbunyi,pertanda ada tamu yang datang.Milka bangun dari duduknya hendak membukakan pintu apartemen.
"Jack,kau?"
"selamat malam Milka!"sapa Jack.
"selamat malam Jack!...apa Samuel memerintahkan mu untuk menyuruh kami keluar dari apartemen ini?"tanya Milka to the point.
"kenapa kau berpikir begitu?"
"lalu?...bukankah Sam akan segera bercerai dengan adik ku?"
"apa kau tidak menyuruh aku masuk dulu?"
"ba-baiklah,silahkan masuk Jack!"
Jack menuruti perintah Milka agar ia segera masuk.
"apa kalian berdua sudah makan?"
"kami baru saja mau makan,tapi karna kau datang sebaiknya kita makan bersama,tapi Jack!...menu kami malam ini hanya sayur kangkung yang di tumis dan tempe goreng."
"maaf karna sudah mengganggu makan malam kalian,tapi maaf,aku belum lapar!"kata Jack.
"jelas kau tidak akan makan,karna menunya tidak enak,benar kan Jack?"
"bukan begitu Milka,hanya saja!"
"sudahlah Jack,aku tidak akan memaksa mu untuk makan,karna makanan yang seperti kami makan bukanlah selera orang seperti mu!"
"baiklah Milka,aku akan ikut makan."kata Jack karna merasa tak enak.
__ADS_1
"emmm...masakan siapa ini?"tanya Jack.
"masakan ku,kenapa?...apa tidak enak?"
"tidak Milka...ini sangat enak sekali,walaupun masakan sederhana tapi sangat enak sekali,ternyata kau pintar masak juga."kata Jack memuji.
"kau ini pintar sekali memuji!"
"aku serius Milka,masakan mu sangat enak,aku jadi ingin tambah,apa boleh?"
"silahkan kak Jack!...memang dari dulu masakan kak Milka sangat enak!"kata Dian.
Jack menambah makananya,dalam hati ia memuji kepintaran memasak Milka,masakan Milka tampak sederhana,namun rasanya tak kala dengan rasa masakan di restauran yang biasa ia kunjungi.
"masakan yang sederhana begini saja sangat enak,apalagi yang lainya!"gumam Jack dalam hati.
Setelah mereka bertiga selesai makan,Dian permisi akan pergi ke kamarnya,karna ia ingin memberi waktu untuk Milka dan Jack untuk berbicara,karna ia tahu kalau sepasang insan itu sedang saling menyukai.
"kak Milka...kak Jack...aku ke kamar dulu,sudah mengantuk."ucap Dian beralasan.
"kau kan baru selesai makan!...nanti perut mu gendut,karna sehabis makan kau langsung tidur!"kata Milka pada Dian.
"tenang saja kak!...aku belum tidur,aku masih akan membaca Novel kesukaaan ku."kata Dian.
"lama-lama kau bisa ketularan menghalu!"kata Milka.
"kita ambil hikmah dari ceritanya saja kak,agar jadi pelajaran buat hidup kita."
"baiklah...aku ke kamar dulu."kata Dian.
"terserah kau saja lah!"
Setelah Dian berlalu meninggalkan Milka dan Jack,Mereka berdua sangat canggung harus memulai pembicaraan dari mana?.Akhirnya Jack mulai dengan bertanya tentang perkataan Milka saat di depan pintu apartemen tadi.
"apa maksud mu dengan berkata seperti itu tadi Milka?
"memangnya aku berkata apa?"
"tadi kau katakan,apa tuan Samuel meminta ku untuk menyuruh kalian keluar?"
"aku pikir Sam memerintahkan mu untuk menyuruh kami keluar."
"kau salah Milka,tuan Sam tidak pernah meminta ku untuk melakukan itu.Dan lagi,tuan Samuel tidak keberatan kalau kalian tetap tinggal di sini."kata Jack.
"tapi kami tetap akan keluar Jack!...karna tuan mu sebentar lagi akan bercerai dengan adik ku!"
"apa kau berharap seperti itu?...harusnya kau berdoa Milka,agar tuan Sam dan Elen tidak jadi bercerai."kata Jack.
"tapi,bukanya Sam lebih memilih istri pertamanya Tania?"
"tapi tuan Sam sangat mencintai adik mu,ia tak ingin berpisah darinya!."
__ADS_1
"kalau memang Sam sangat mencintai Elen,lalu kenapa ia lebih memilih istri pertamanya di banding adik ku?"
"kau harus memahami posisinya saat ini Milka!...biar bagaimanapun Tania adalah masih istrinya,ibu dari anaknya Artur."
"berarti selama ini,Samuel hanya menjadikan adik ku sebagai pelarianya saja!"kata Milka sudah terbawa emosi.
"bukan begitu Milka!"
"sudahlah Jack!...kau dan Samuel itu sama!...kalau tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan,sebaiknya kau pulang saja!...karna kepala ku sudah sakit melihat mu terus disini!...dan satu lagi,besok pagi kami akan pindah ke kontrakan baru kami,sampaikan terimakasih ku pada Samuel,karna selama ini Samuel sudah berkenan mengijinkan kami tinggal di sini!"kata Milka panjang lebar.
"tapi Mil?"
"sudahlah Jack!...sebaiknya kau pulang saja!."
"Milka!...aku kesini untuk!"
Belum sempat Jack meneruskan kalimatnya,Milka sudah menarik tangan Jack untuk keluar.
"Mil...dengar dulu perkataan ku!"kata Jack berteriak memanggil Milka.Milka sudah menutup pintu apartemen itu,dan meninggalkan Jack sendiri di luar.
"argh!!"
Jack mengacak rambutnya kasar.Tadi tujuan Jack mengunjungi apartemen Samuel hanya untuk mengungkapkan perasaanya pada Milka,karna sudah berminggu minggu ia menahan perasaanya,dan hari ini Jack memutuskan untuk mengungkapkan perasaanya,namun apa yang terjadi?,semua jauh dari perkiraanya.
"kau bodoh Jack!...salah mu sendri karna sudah memancing emosi wanita itu.Harusnya kau tahu,kalau Milka akan lebih membela adik satu-satunya itu!"
"argh...bodoh!...bodoh!...bodoh!"ungkap Jack merutuki dirinya sendiri.
Sementara di dalam apartemen,Milka menangis kala mengingat semua perkataan Jack.Milka sangat menyesali karna Jack tidak bisa memahami posisi adiknya yang sangat terluka.
"kau juga sama denganya Jack!...kalian laki-laki yang tidak memiliki perasaan!...bisa-bisanya kau membela Samuel?...haha...jelas saja,karna kau adalah kaki tangan Samuel!"kata Milka seperti tidak waras.
Milka duduk di sofa,ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi adiknya.
"selamat malam kak Mil!"ucap Ares.
"selamat malam Ares!...apa aku bisa bicara dengan adik ku?"
"maaf kak Milka,bagaimana kalau besok saja?...karna Elen sudah tidur kak!"
"baiklah Ares,terimakasih karna kau sudah memperhatikan adik ku,o..iya Ares,besok aku akan menjemputnya untuk tinggal di kontrakan ku!...karna sekarang,Elen adalah tanggung jawab ku!"kata Milka.
"kak Mil!...apa kita bisa bertemu?...ada satu hal yang ingin ku sampaikan pada kak Milka!...ini tentang Elen."
"Elen kenapa Ares?"tanya Milka panik.
"sebaiknya kita bertemu dulu kak,nanti aku akan memberitahukanya pada kakak!"
"baik Ares!...kapan?"
"malam ini kak!...aku akan pergi kesitu untuk membicarakanya!"
__ADS_1
"baik,aku akan menunggu mu!"kata Milka mengakhiri panggilanya.