
"Oya?...kebetulan sekali,Sekolah TK yang baru selesai di bangun membutuhkan beberapa guru kompeten.Karena sekolah tersebut bertaraf Internasional,jika anda mau,saya akan merekomendasikan anda untuk menjadi salah satu guru yang kami butuhkan." kata Romo Valen.
"Benarkah?...Ya Tuhan,terimakasih,ternyata pertemuan ku dengan Romo adalah rencana Tuhan." kata Elen.
"Jadi,apa kau masih merasa kalau hidup itu tidak adil?" tanya Romo Valen dengan senyumnya yang menawan.
"Maafkan aku Romo,sekarang aku percaya,kalau hidup itu luarbiasa jika kita selalu bersyukur." jawab Elen.
"Good..tetaplah ceria,raih masa depan,hidup ini masih sangat panjang." kata Romo Valen sambil mengusap kepala Elen,entah kenapa,Romo Valen merasa kalau Elen adalah sosok adik perempuanya yang sudah lama tiada.
"Apa aku bisa izin pulang Romo?" tanya Elen.
"Apa kau bersedia memanggil ku dengan sebutan "kakak"?" tanya Romo Valen.
"Aku bersedia kak,karena aku tidak memiliki kakak laki-laki." jawab Elen.
"Aku memiliki adik perempuan,namun ia sudah pulang pada Nya." kata Romo Valen.
"Maaf" kata Elen.
"Tidak apa-apa,aku melihat dirinya ada pada mu."
"Benarkah?"
"Ya"
"Kalau begitu aku akan menjadi adik mu sampai selamanya." jawab Elen.
"Terimakasih Elen."
Setelah merasa puas bercerita,Elenpun pamit pulang.
"Aku harus pulang kak Valen."
"Baiklah,jangan lupa untuk datang besok,aku akan meminta pada pastor paroki untuk merekomendasikan mu untuk menjadi salah satu guru di sekolah itu."
"Terimakasih kak."
Elen merasa sangat bahagia,pertemuanya yang tidak sengaja dengan seorang pastor pembantu membuat jiwa Elen seakan bangkit dan hidup kembali.Terlebih pastor pembantu tersebut dengan tulus membantu Elen untuk merekomendasikan dirinya sebagai salah satu guru yang di butuhkan di sekolah TK yang sangat bergengsi.
Sesampainya di rumah Elen menceritakan pertemuanya dengan Romo Valen pada Siska.
"Sis,aku merasa kalau hari ini adalah hari yang penuh berkah bagi ku."
"Benarkah?"
"Ya,kau tahu kenapa?...karna hari ini aku mendapatkan siraman rohani dari pria tampan yang sudah resmi menjadi kakak angkat ku."
"Apa?...pria tampan?...trus bagaimana?...lanjutkan cerita mu." kata Siska sangat antusias.
Siska memang tipe wanita pengagum pria tampan,tapi bukan berarti Siska tergolong wanita pengobral cinta,Siska hanya sebatas mengagumi,karna bagi Siska,wanita cantik dan pria tampan ibarat sebuah lukisan yang memiliki tingkat seni yang tinggi.
"Iya Sis,pria itu sangat tampan dan menawan" kata Elen memuji ketampanan Romo Valen.
"Apa dia setempan Ares?...atau Samuel?,dan atau Celvin?" tanya Siska.
"Ehem...ehem...sepertinya nama ku sedang ada yang sebut." kata Celvin yang tiba-tiba saja muncul.
"Ahh,ehh..A-anu...ka-kami hanya-" kata Siska terputus.
Siska sangat gugup kala melihat kemunculan Celvin yang tiba-tiba.
"Hahaha...wajah mu lucu sekali Siska,seperti udang rebus." kata Celvin sedikit jahil.
"A-apa benarkah?" kata Siska sembari memegangi wajahnya yang entah kenapa terasa sedikit panas.
__ADS_1
Elen tersenyum melihat tingkah Siska yang terlihat seperti malu-malu kucing.Di lihat dari cara Siska memandang Celvin,sangat gampang di tebak kalau sahabatnya itu pasti menyukai Celvin.Entah Celvin sadari atau tidak,Elen tidak tahu pasti.
"Siska,kenapa wajah mu malam ini terlihat sangat menggemaskan." kata Celvin.
"A-anu." kata Siska tergagap.
"Sudahlah Celvin,jangan menggoda Siska terus,apa kau tidak lihat kalau dia sangat malu sekali." bisik Elen di telinga Celvin.Elen sangat kesal karena Celvin terus menggoda sahabatnya.
"Elen,memang sahabat mu yang satu ini sangat menggemaskan." jawab Celvin setengah berbisik.
"Apa kau sudah mulai menyukainya?"
"Entahlah,mungkin iya,mungkin juga tidak." jawab Celvin enteng.
"Ahh...mana ada jawaban begitu." kata Elen merasa kesal dengan jawaban yang Celvin berikan.
"Omong-omong,kenapa kalian menyebut nama ku tadi?"
"Tidak ada yang menyebut nama mu tadi." kata Elen.
"Aku tidak tuli,pendengaran ku masih stabil." jawab Celvin.
"Tadi Siska hanya bertanya,lebih tampan siapa Kakak ku di banding Ares,Samuel dan kau?" kata Elen.
"Kakak mu?...bukankah kau hanya punya satu kakak yaitu kak Milka?...bukanya kak Milka itu perempuan?" tanya Celvin penasaran.
"Hari ini aku bertemu seorang pria yang sangat tampan dan juga menawan,dan dia meminta ku untuk menjadi adiknya,dan dia menjadi kakak ku.Karna aku tidak punya kakak laki-laki,jadi aku sangat senang menjadi adiknya."
"Itu hanya Modus,biasanya para lelaki akan memulai aksinya dari hal-hal seperti itu,jadi kau jangan mudah percaya....tapi omong-omong,kau belum menjawab pertanyaan Siska,apa dia lebih tampan dari kami bertiga?"
"Jelas dia lebih tampan dari kalian bertiga,dia bijaksana,dia memiliki kharisma yang kuat,dia sangat lembut namun tagas mengambil sikap....intinya,dia adalah pria sempurna." kata Elen.
"Apa kau tertarik padanya?" tanya Celvin penasaran.
"Oh tidak.karna dia adalah kakak ku."
"Memang bukan kakak kandung ku,tapi sekalipun bukan kakak kandung ku,aku tidak pantas menyukainya."
"Kenapa tidak."
"Karna dia adalah seorang Imam."
"Apa?...Imam?" tanya Celvin dan Siska bersamaan.
"Iya,dia seorang Imam baru di paroki Katedral."
"Ya,Tuhan,kenapa orang setampan dan semenawan dia mau menjadi seorang Imam?...yah...sayang sekali." sesal Siska.
"Sayang apanya?" tanya Celvin tak suka melihat Siska terlihat kecewa dengan kenyataan bahwa pria itu adalah seorang Imam.
"Maksud ku sangat di sayangkan jika pria setampan dia tidak bisa untuk kita miliki." jawab Siska.
Entah kenapa hati Celvin sangat geram mendengar perkataan Siska.
"Ada apa dengan ku,kenapa aku cemburu mendengar Siska memuji ketampanan Imam baru itu?" pikir Celvin di dalam hati.
"O,iya Celvin,tumben kau datang sore-sore begini,apa ada hal yang penting yang ingin kau sampaikan?" tanya Elen.
"Sebenarnya tidak terlalu penting,aku hanya ingin mengundang kalian untuk mengikuti acara pernikahan sepupu ku." kata Celvin.
"Kapan?" tanya Elen.
"Besok malam tepat jam 7"
"Baiklah,kami akan ikut."
__ADS_1
"Benarkah,kalau begitu aku akan menjemput kalian besok malam."
"Tidak usah repot-repot Celvin,kami bisa memesan Grab" kata Elen.
"Baiklah,acaranya di Hotel Aston,aku harap kalian berdua jangan terlambat."
"Kau tenang saja Celvin,karna kami orang yang tepat waktu." kata Elen.
"Ya,aku tahu itu."
****
Pagi ini Elen sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan oleh Romo Valen,sesampainya di sana,Elen merasa takjub kala melihat sekolah yang akan menjadi tempatnya untuk meniti karir nantinya sangatlah megah.
"Ini benar-benar gedung sekolah kak?" tanya Elen tak percaya.
"Menurut mu?" tanya Romo Celvin merasa gemas dengan keterkaguman Elen.
"Apa sekolah ini baru di bangun?" tanya Elen kembali.
"Sekolah ini sudah di bangun sejak beberapa bulan yang lalu,namun baru selesai sekarang.
Claredo Internasional school children.
Nama sekolah yang terpampang jelas di depan gedung yang sangat mewah tersebut membuat Elen semakin terkagum.Elen tidak pernah menyangka kalau dirinya akan di terima di sekolah yang sangat bergengsi tersebut.
"Elen...kau lihat yang ada di sana?" tunjuk Romo Valen ke arah sekelimpok para Biarawati yang sedang duduk di salah satu ruangan.
"iya,aku melihatnya kak."
"Mereka juga akan menjadi guru di sekolah ini,sebenarnya sekolah ini adalah milik keluarga Clark,namun tuan Clark meminta paroki Katedral yang mengelolanya." kata Romo Valen.
"Apa?...keluarga Clark?" tanya Elen meyakinkan pendengaranya.
"Ya,Tuan Clark...kemarin saat peresmian sekolah ini beliau tidak bisa hadir karna alasan tertentu,tapi beliau berjanji akan hadir saat peresmian tahun ajaran baru."
"Apa tuan Clark yang di maksud kak Valen adalah Ares?...atau jangan-jangan Richart,karna mereka adalah keluarga Clark.Tapi tidak mungkin,yang bermarga Clark kan banyak." kata Elen dalam hati.
"Elen...Elen!"
"Ahh,ehh iya kak,ada apa?" kata Elen tersadar dari lamunanya.
"Apa kau melamun?"
"Aku tidak melamun kak." jawab Elen salah tingkah karna kedapatan melamun.
"Kau harus fokus Elen,jangan terlalu sering melamun."
"Baik kak,maafkan aku."
"Aku akan memperkenalkan mu pada mereka." kata Romo Valen.
Romo Valen membawa Elen pada sekelompok biarawati tersebut dan memperkenalkan Elen pada mereka.Saat melihat Romo Valen datang,sekelompok biarawati itupun menunduk hormat.
"Sslamat pagi semua." sapa Romo Valen.
"Selamat pagi juga Romo" jawab para suster tersebut ramah.
"Kenalkan,ini adalah Elen,dia juga akan menjadi salah satu guru disini,jadi saya harap kalian bisa bekerja sama untuk menjadikan sekolah ini layak di sebut sebagai sekolah TK Katolik Internasional.Apa bisa di mengerti?" tanya Romo Valen.
"Ya,Kami mengerti Romo." jawab mereka serentak dengan sopan.
"Bagus,kalau begitu kalian boleh melanjutkan aktivitas kalian."
"Baik Romo."
__ADS_1
"Nah Elen,kau sudah bisa bergabung dengan mereka,saya yakin kalau kau pasti bisa."
"Terimakasih kak."