
"Hai Mom...di mana keponakan ku?" tanya Richard pada Mommy nya.
"Dia sedang di beri Asi oleh ibunya." jawab Mommy Melani.
"Kau baru sampai Rich?"
"Sebenarnya sudah dari tadi Mom,hanya karena kebetulan Greg juga ingin mengunjungi sepupunya,jadi aku masih mengantarkan Greg kesana.apa aku sudah bisa melihat ponakan ku?"
"Sabarlah sedikit nak,Elen masih memberikan asi pada nya."
"Baiklah." jawab Richard singkat.
Setelah menunggu beberapa menit,tak lama kemudian Ares keluar dari ruang VIP lalu menyuruh ibunya untuk menggendong bayi Aquino.
"Mom...Elen sudah selesai menyusui cucu mommy, masuklah jika ingin menggendongnya."
"Hai Ares,apa aku bisa menggendong ponakan ku?" tanya Richard pada adiknya itu.
"Hai kak Rich,apa kau baru datang?"
"Ya?"
"Kau sendiri kak?"
"Memangnya aku harus bersama siapa?" tanya Richard ketus,karena Richard tahu kalau adiknya itu sengaja bertanya seperti itu untuk menyindirnya karena belum saja menikah.
"Kakak mu akan membujang sampai mati Ares!" ucap Mommy Melani dengan kesal kala mengingat putra sulungnya itu masih saja setia membujang.
"Mom,aku ingin melihat ponakan ku yang tampan itu."
"Ya...ya...ya...masuk lah Rich,dia sedang bersama Elen."
Richard masuk kedalam ruangan tempat Elen dan bayi Aquino berada,begitu ia sampai di dekat Elen,Richard meminta bayi Aquino dari Elen untuk ia gendong.
"Elen,boleh kah aku menggendongnya?" tanya Richard.
"Ya,boleh kak Rich,tapi hati- hati menggendongnya!"
Richard menerima bayi Aquino dari tangan Elen dengan hati-hati,ia sangat gemas melihat bayi tampan nan mungil itu.
"Ternyata benar kata Mom,putra mu ini sangat tampan seperti ku."ucap Richard pada Elen.
"Apa kata mu,putra ku tidak mirip dengan mu Kak Rich,dia lebih mirip dengan ku!" ucap Ares dengan kesal.
"Coba kau perhatikan baik-baik,dia sangat mirip dengan ku." goda Richard.
Tanpa menghiraukan ibu dan adiknya itu,Richard tampak betah berlama-lama dengan bayi mungil Aquino
"Kalian berdua jangan berkelahi,jelas Aquino akan mirip dengan kalian berdua,bukan kah kalian berdua adik kakak kandung?" ucap Elen dengan lembut.
"Benar kata Elen,kalian ini adik kakak,satu darah,jadi wajar saja kalau Aquino juga mirip pamannya." jawab mommy Melani.
"Ya...ya...aku tahu Mom,aku hanya bergurau saja." sembari tersenyum Richard mencium gemas ponakan kandungnya itu seraya berkata.
"Kelak jika kau besar nanti,jadilah seperti paman mu ini,tampan,cerdas,dan..."
__ADS_1
"Dan tidak laku!" sela mommy Melani.
"Bukan tidak laku Mom,tapi belum laku." jawab Ares.
"Terserahlah!...Mom sudah menyerah soal kakak mu." ucap Mommy Melani pasrah.
Tanpa menghiraukan perkataan ibu dan adiknya itu,Richard bahkan semakin betah dengan bayi mungil Aquino yang tidur dengan pulas nya.
"Kak Rich,ini sudah larut, sebaiknya kau dan Mommy pulang saja,aku tidak ingin kalau Mom sampai sakit."ucap Ares.
"Baiklah...anak tampan,besok kita akan bertemu lagi." ucap Richard sembari menyerahkan bayi Aquino pada Ares.
Richard dan Mommy Melani sudah pulang ke mansion,sekarang tinggal lah Ares,Elen dan bayi Aquino yang sudah tertidur lelap.
"Sekarang kau istirahat lah,aku akan menjaga kalian berdua." ucap Ares pada istri mungilnya.
"Kau juga harus tidur,kau pasti sangat lelah mengurus kami hari ini."
"Aku akan tidur di sofa."
"Ranjang ini cukup untuk dua orang,tidurlah di samping ku."
"Kau yakin?"
"Ya."
Ares menuruti perintah istri mungilnya,ia naik di atas ranjang kemudian tidur di samping wanita mungil kesayangannya itu.
Ares lebih memilih untuk mengurus istri dan anaknya sendiri,itulah sebabnya ia tidak meminta para maid untuk membantu mengurus istri dan anaknya di rumah sakit.
*****
"Greg!... kenapa kau sangat suka mengganggu ku?" tanya Richard sedikit kesal.
"Apa aku mengganggu mu Rich?"
"Ya,kau sangat mengganggu tidur ku."
"Ups...sorry sobat,aku hanya ingin mengingatkan mu untuk pertemuan kita dengan Vian hari ini... apa kau lupa?"
"Greg,aku belum pikun!"
"Baguslah kalau begitu,apa aku harus menjemput mu?"
"Tidak perlu!... aku yang akan ke sana."ucap Richard dengan ketus.
"Baiklah,jangan sampai telat sobat.!"
Mau tidak mau Richard harus bangun dari tidurnya,karena ia memang sudah berjanji kalau hari ini ia dan juga Greg harus menemui Vian sahabat lama mereka.
Satu jam kemudian Richard sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan oleh kedua sahabatnya.
Richard tampak sangat tampan dan gagah dengan pakaian kasual yang ia pakai.semenit kemudian Greg kembali meneleponnya.
"Apa kau tidak bisa sabar Greg?
__ADS_1
"Taukah kau,kami sudah hampir satu jam menunggu mu!" ucap Greg terdengar sangat kesal.
"Ais...kau...ini...sangat...buk!" Karena jalan terburu-buru,Richard tak sengaja menabrak seseorang.
"Auuuw....Maafkan saya tuan,saya tidak sengaja." ucap seorang wanita cantik yang terlihat sangat ketakutan.
"Tidak apa-apa,apa kau baik-baik saja?" tanya Richard pada wanita cantik yang terlihat pucat karena ketakutan.
"Tolong saya tuan!"kata wanita itu tak henti-hentinya melihat ke belakang.ia terlihat seperti di kejar-kejar oleh sesuatu.
Beberapa menit kemudian Richard melihat beberapa pria berwajah sangar dan berbadan besar dan tegap.
Richard tak perlu berpikir keras tentang apa yang sedang terjadi dengan wanita cantik yang terlihat ketakutan itu.
Richard tahu pasti kalau wanita itu sedang di kejar oleh para pria sangar tersebut,karena merasa kasihan pada wanita itu, akhirnya Richard berinisiatif menarik tangan mungil wanita itu untuk menyelamatkannya.
"Ikut aku!"
Richard menarik tangan wanita cantik itu tanpa menunggu persetujuan ya terlebih dahulu.
Richard membawa wanita itu ketempat di mana kedua sahabatnya berada.
"Saya mau di bawa ke mana tuan?"
"Bukankah kau butuh bantuan?...aku tahu kalau para pria tadi sedang mengejar mu."tanya Richard sembari menatap tajam pada wanita cantik tersebut.
Melihat tatapan mata elang yang menatapnya dengan tajam,membuat wanita cantik berlesung pipi itu seketika bergidik ngeri.
Richard tak melepaskan tangan mungil milik wanita cantik itu,ia terus menggenggamnya dan membawa wanita itu hingga sampai kehadapan kedua sahabatnya.
"Siapa wanita ini Rich?" tanya Vian penasaran.
"Entahlah,aku tidak tahu!...aku hanya membantunya dari kejaran para pria." jawab Richard asal.
"Pria!...pria mana maksud mu Rich?" tanya Greg.
"Apa kau bisa menjelaskan pada mereka?" ucap Richard pada wanita cantik itu.
"Maafkan aku tuan,terimakasih untuk bantuan anda,saya permisi dulu!"ucap wanita cantik itu kemudian berlalu.
"Hei!... tunggu dulu!... bagaimana jika mereka masih di luar mencari mu?"
"Tenang saja tuan,aku akan menghadapi mereka,karena cepat atau lambat,mereka akan segera menemukan ku."
Wanita cantik itu melangkahkan kakinya meninggalkan Richard dan kedua temannya,karena bagaimanapun ia harus tetap kembali menemui mereka demi menyelamatkan pamannya.
"Hei nona,tunggu dulu!... aku belum tahu siapa nama mu."
Wanita cantik itu seketika berhenti kala mendengarkan panggilan Richard,ia menoleh dan menatap Richard dengan tatapan sayu.
"Nama ku Cathalea...panggil aku Lea." ucap wanita cantik itu dengan seulas senyum.
"Deg" jantung Richard berdegup kencang kala melihat senyum manis wanita cantik bernama Lea itu.
"Ah...kenapa senyum wanita ini manis sekali?"
__ADS_1
"Saya permisi dulu tuan!" ucap wanita itu kemudian berlalu.
Belum sempat Richard mencegah agar wanita itu jangan pergi,namun ia kalah cepat dengan wanita cantik itu yang berlari dengan gesitnya bak kijang betina.